Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

STRATEGI PENDIDIK DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMIK Nining Syamsi Komariah; Saefuddin Zuhri
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i1.4706

Abstract

Wabah virus Covid-19 adalah Musibah yang meninmpa beberapa Negara di dunia termasuk Indonesia dampaknya sangat luas pada kehidupan manusia termasuk di bidang pendidikan. Dengan demikian pemerintah menerapkan Beberapa kebijakan Pendidikan di Masa Pandemi. Hal tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di sekolah dan perguruan tinggi, Fenomena terjadi di masa sekarang banyak program menjadi problem berkepanjangan yang merugikan banyak pihak alasannya jelas karena perencanaan yang lemah, hal hal yang membuat perencanaan tersebut menjadi lemah diantaranya adanya keterbatasan kemampuam manusia dalam membuat rencana, kekurangan media dan dana serta kekurangan pengalaman Masa pandemi yang terjadi saat ini menguji guru untuk bisa menghadapai tantangan dalam pemebelajaran secara online dengan aplikasi yang baru dikenal tentu banyak kendala yang dihadapi diantaranya, kemampuan SDM, sinyal yang tidak sesuai harapan, tenaga listrik yang terkadang kurang memadai, dan dana pulsa yang membengkak, fasilitas hp yang tidak dimiliki, olehn karena itunguru harus bisa membuat startegi dalam pembelajaran di masa pandemic ini agar pemebajaran dapat berjalan dengan baik
PENGUATAN MANAJEMEN TRANSFORMASI MENUJU MADRASAH BERMUTU Safuroh; Nining Syamsi Komariah
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2023): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v7i2.118

Abstract

Discriminatory policies towards Islamic education during the Dutch Colonial period in Indonesia have led to educational problems in Madrasas to this day, including: Madrasas are isolated from the flow of reform, experiencing management weaknesses, and low in actual quality. As a result, madrasas are conditioned by conventional education, and become the second choice after public schools. The aim of this study is to analyze the transformation from conventional madrasas to quality madrasas, by applying quality management reinforcement. The research method uses a qualitative approach to library research (library research), with theories referred to from several sources, namely, journals, books, and articles, as well as other literature relevant to the theory in the theme of this study, both physical and digital sources, to obtain data. valid, the technique used by the researcher is in the form of content analysis, namely a technique that uses text found in various literature or certain media, then the data is processed, analyzed and finally a conclusion is drawn. The results of the study show that transforming conventional madrasas into quality madrasas requires strengthening in management, commitment and mutual cooperation between educational stakeholders in madrasas and continuing to develop by providing service and satisfaction to all customers. Education in madrasas should emphasize transformational touches to implement professional quality management strengthening in madrasas, so that quality madrasas can be realized.
Konsep Dasar dan Dinamika Sejarah Pendidikan Islam di Nusantara Regina Yustisia; Nining Syamsi Komariah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.344

Abstract

Abstrak   Pendidikan Islam memiliki peran sentral dalam membentuk identitas keislaman masyarakat Nusantara sejak masa awal masuknya Islam. Pendidikan Islam di Nusantara memiliki akar sejarah yang panjang dan mendalam, dimulai dari tradisi pengajian di masjid sebagai bentuk awal penyebaran ilmu-ilmu keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dasar dan dinamika Sejarah pendidikan Islam di nusantara. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis secara mendalam suatu topik berdasarkan sumber data tertulis. Hasil dari penelitian ini yang pertama yaitu konsep dasar pendidikan Islam di Nusantara yaitu pendidikan Islam di nusantara merupakan proses panjang transformasi nilai-nilai keislaman yang tidak sekadar berlangsung sebagai aktivitas pengajaran formal, melainkan juga sebagai bentuk pembudayaan nilai dalam kehidupan masyarakat.  Yang kedua yaitu dinamika sejarah pendidikan Islam di Nusantara terbagi menjadi lima yaitu periode awal masuknya Islam (abad ke-7-13 M), periode kerajaan Islam (abad ke-13-18 M), periode Kolonial Belanda (abad ke-19-pertengahan abad ke-20), masa kemerdekaan hingga Orde Baru (1945-1998), dan era reformasi hingga sekarang. Yang ketiga yaitu tantangan dan transformasi pendidikan Islam di era kolonial hingga modern yaitu pendidikan Islam di Indonesia telah mengalami berbagai tantangan, mulai dari tekanan kolonial hingga kompetisi global saat ini. Namun, pendidikan Islam mampu bertransformasi dengan menciptakan model yang adaptif: menggabungkan tradisi, pembaruan, dan teknologi modern.
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM MASA PERTENGAHAN DI KERAJAAN USMANI, SYAFAWI, DAN MUGHAL Muhamad Nurfahbiansyah; Nining Syamsi Komariah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.356

Abstract

The history of Islamic education is information on the development and growth of Islamic education, both in terms of concepts, ideas, institutions and operations since the time of the Prophet Muhammad. The writing of this article uses the library research method, examining reading books and then concluding the results. The history of Islamic civilization in the Middle Ages itself includes three periods of great empires, namely the Ottoman Empire in Turkey, the Safavid Empire in Persia, and the Mughal Empire in India, ruling in power. The presence of these three kingdoms reflects a shift in dominance from the dominant Arab power in classical times. Although this period is generally often considered a period of decline, the historical reality of education under the three kingdoms shows significant development and progress. Under the Ottoman Empire, madrassas were encouraged to study a wide range of sciences. During the reign of the Ottoman Empire, many educational institutions were established, one of which was the first madrassa established in Izmir in 1331 AD. Educational conditions in the Safawi Kingdom were characterized by a very strong academic atmosphere. One of the aspects is tolerance and freedom of opinion. Despite the strict indoctrination during the reign of Shah Abbas II, there was also a moment when liberal freedom of thought flourished. Meanwhile, in the Mughal Empire, education received significant attention. The government encourages mosques to function not only as places of worship, but also as centers for religious learning for the community.
POSISI DAN FUNGSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM AGAMA DAN MASYARAKAT Nining Syamsi Komariah; Ido Nardaullah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.375

Abstract

Artikel ini membahas posisi dan fungsi pendidikan Islam dalam konteks agamai dan masyarakat. Pendidikan Islam tidak hanya berperan sebagai sarana penanaman nilai-nilai spiritual dan moral, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam pembentukan kepribadian, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research), yang bertumpu pada berbagai literatur terkait pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran ideologis dalam menumbuhkan keimanan, peran sosial dalam membentuk solidaritas dan tanggung jawab sosial, peran ekonomi dalam membangun kemandirian dan etos kerja islami, serta peran kultural dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, pendidikan Islam menempati posisi sentral dalam proses pembentukan masyarakat madani yang beradab dan berkeadilan.
PERAN PENDIDIKAN DALAM PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM Nining Syamsi Komariah; Unang Sunarya
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.355

Abstract

Abstrak Pendidikan Islam sejak zaman Nabu Muhammad SAW sampai saat ini mengedepankan nilai-nilai Islam yaitu Aqidah, Ibadah dan Akhlak. Ketiga indikator ini menjadi fokus utama dalam Pendidikan Islam. Masyarakat Arab yang mengalami dekadensi moral dengan berbagai keterbelakangan mampu menjadi manusia-manusia yang unggul dengan menamankan nilai-nilai ke-islam-an tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang peran Pendidikan dalam perkembangan suatu peradaban khususnya Pendidikan Islam. Artikel ini menggunakan pendekatan penelitia kualitatif dengan jenis library research yang menekankan pada nalisis mendalam dan deskriptif mengenai topik yang dibahas. Pendidikan memiliki peran penting dalam kemajuan suatu peradabaan. Kondisi ini terjadi puncaknya pada masa Dinasti Abbasiyah. Pendidikan menjadi perhatian utama oleh para penguasa sehingga banyak melahirkan para ilmuan-ilmuan atau cendikawan-cendikawan muslim yang luar biasa karya-karyanya. Kemajuan ilmu pengetahuan ini sebuah indikator peradaban ada pada titik kejayaan. Namun sebaliknya Ketika perhatian para penguasa sudah tidak lagi pada dunia Pendidikan ilmu pengetahuan, yang terjadi adalah banyak generasi-generasi yang tidak mampu melahirkan karya-karya baru, ilmu pengetahuan mengalami stagnansi. Pada saat itu berbagai faktor eksternal bermunculan, mulai dari munculnya aliran tasawuf yang hanya memikirkan urusan ukhrowi dan meninggalkan duniawi sampai pada munculnya kekuatan Barat dan serangan Monggol. Yang demikian ini menjadi faktor penentu runtuhnya sebuah peradaban. Kata kunci: Pendidikan, Islam, Peradaban. Islamic education since the time of Prophet Muhammad SAW until now has prioritized Islamic values, namely Aqidah, Worship and Morals. These three indicators are the main focus in Islamic Education. Arab society that experienced moral decadence with various backwardnesses was able to become superior human beings by instilling these Islamic values. This study aims to analyze the role of Education in the development of a civilization, especially Islamic Education. This article uses a qualitative research approach with a type of library research that emphasizes in-depth and descriptive analysis of the topics discussed. Education has an important role in the progress of a civilization. This condition peaked during the Abbasid Dynasty. Education became the main concern of the rulers so that many Muslim scientists or scholars produced extraordinary works. The progress of this science is an indicator of civilization at the peak of glory. However, on the contrary, when the attention of the rulers was no longer on the world of science education, what happened was that many generations were unable to produce new works, science stagnated. At that time various external factors emerged, starting from the emergence of Sufism which only thought about the afterlife and left the world to the emergence of Western powers and the Mongol attacks. These became the determining factors for the collapse of a civilization. Keywords: Islamic, Education, Civilization
PENERAPAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN PADA PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI MTS DARUL MA’RIFAH RANGKASBITUNG Agung Jaenudin; Nining Syamsi Komariah
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 1 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v10i1.10463

Abstract

The study of Islamic religion in schools, some of the most necessary ways to apply by educators is to provide the right strengthening (reinforcer) and Punisher to the learners. By providing reinforcement and punishment, learners will feel rewarded and given attention in all its efforts and behaviors and achievements. Most educators are less concerned about taking an action, because as small as any act of teacher will certainly bring positive and negative impacts to students. An educator must be wise and think first in taking an action. The more precise the action given makes the student motivated to learn. Because learning will bring a change to the individuals who do it. Changes are not only related to the addition of science, as well as skill, skills, attitude, self-esteem, interests, self-adjustment to students. This research aims to describe the implementation of Reinforcer and Punisher in MTs Darul Ma’rifah Rangkasbitung and describe any supporting factors and Reinforcer (reinforcement) and Punisher (punishment) students in MTs Darul Ma’rifah Rangkasbitung. This research is field research, qualitative research is a study that uses natural background, with the intent of interpreting the phenomenon occurring and carried out by way involving various existing methods with the draft case study Data collection techniques through interviews, observations and documentation. This research uses the approach method. The result of this study is in the implementation of Islamic religious Studies in MTs Darul Ma’rifah Rangkasbitung There are various characteristics of student learning, so when applied according to the appropriate action (Reinforcer and Punisher), then Students will have a good motivation, and the relationship between teachers and students is increasingly supportive in learning and understanding for learners to learn. So that all activities (Reinforcer and punishers) that are doing will always spur student achievement in PAI learning in particular