Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Hasil Pemeriksaan Monofilamen pada Pasien Diabetes Melitus (DM) yang Berkunjung ke Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Viona Ayu Safitri; Dani Rosdiana; Riezky Valentina Astari
Jurnal Ilmu Kedokteran Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.251 KB) | DOI: 10.26891/JIK.v11i2.2017.34-39

Abstract

Diabetes mellitus in increasing at an alarming rate and has become a global challenge. Diabetes mellitus type 2 is agroup of metabolic diseases characterized by hyperglycemia resulting from defects in insulin secretion, insulin actionor both. One of the most complications of diabetes is diabetic neuropathy. Diabetic neuropathy refers to damage ofmotor nerves, sensory, and autonomic system. The aim of this study is to identify patients at risk for diabetic neuropathywith monofilament examination in internist polyclinic Arifin Achmad General Hospital from May to July 2017.Monofilament is an inexpensive, practical tool in everyday use and can be used in early detection of sensation loss inthe foot to prevent diabetic ulcer. This study is descriptive research with direct examination of patient diabetes type 2.There were 73 samples that fulfilled the inclusion criteria. Profile patients with diabetes in the polyclinic are female morethan male is 60,3%. The age group 56-65 years is the most age group of DM patients in the polyclinic is 52.1%.Duration of diabetes is 5-10 years (52.1%). The results of monofilament examination in patients with type 2 DM arescore 0-3 as many as 19 people (26%), score of 3.5-5 as many as 27 people (37%), and score> 5,5 as many as 27 people(37%).
HUBUNGAN POSTUR TUBUH DAN LAMA BERDIRI DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA DI CIKARANG Mayang Ameilia Putri; Mila Citrawati; Riezky Valentina Astari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain (LBP) merupakan sebuah sindrom klinis ditandai dengan timbulnya gejala nyeri di sekitar punggung bawah yang tanpa atau dapat disertai penjalaran pada tungkai bawah. Posisi tidak ergonomis seperti membungkuk, memiringkan badan, dan posisi menggapai atau berlutut yang dapat menyebabkan beberapa dampak, salah satunya LBP. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan postur tubuh dan lama berdiri dengan kejadian LBP pada pekerja bidang produksi dan logistik di Cikarang. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan desain penelitian potong lintang karena membahas dua variabel (independen dan dependen) selanjutnya diobservasi atau diukur hanya sekali pada setiap variabel dalam waktu yang sama. Sampel penelitian berjenis kelamin lakilaki, berjumlah 62 responden, berusia 18-40 tahun dengan kata lain termasuk kriteria inklusi dan teknik pengambilan sampel berupa simple random sampling. Analisis postur tubuh menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), untuk lokasi serta pengukuran intensitas nyeri LBP menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Numeric Rating Scale (NRS), analisis bersifat kuantitatif karena didasarkan pada skala yang tersedia pada kategori setiap instrumen penelitian. Hasil uji Fisher hubungan postur tubuh dengan kejadian LBP diperoleh nilai signifikansi p=1,000 (p> 0,05) dan untuk lama berdiri dengan kejadian LBP didapatkan nilai signifikansi p=0,067 (p> 0,05). Kesimpulan hasil tersebut tidak terdapat hubungan antara postur tubuh dan lama berdiri dengan kejadian LBP pada pekerja. Hal ini dapat dipengaruhi usia pekerja yang dominan termasuk kategori usia produktif sehingga sifat fisiologis otot masih sangat menunjang produktivitas kerja. Selain itu disela-sela kegiatan, para pekerja dapat leluasa melakukan peregangan minimal pada tubuhnya sehingga kekakuan pada otot di sekitar punggung bawah dapat dihindari. DOI : 10.35990/mk.v4n4.p331-342