Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pola Sirkulasi Pasar Tradisional Modern Esti Yuliani; Febrianto W
Neo Teknika Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i2.1732

Abstract

Pasar tradisional sejak dulu dikenal kotor, kumuh, sirkulasi gerak semerawut tidak nyaman sehingga masyarakat menjadi enggan berkunjung kembali ke pasar tradisional akibatnya pasar tradisional menjadi sepi, masyarakat beralih ke pasar modern. Karena itu perlu penataan dan pengelolan khusunya sirkulasi pasar tradisional secara modern sehingga memberi kenyamanan baik para pengunjung maupun pedagang. Guna untuk mendapatkan pengetahuan tentang Pola Sirkulasi Pasar secara umum dan untuk mengetahui pola sirkulasi yang efisien, aman, dan nyaman pada pasar tradisonal modern, perlu dilakukan kajian terhadap pola sirkulasi pasar tradisional modern. Pasar Modern Tradsional BSD City, Tangerang, Pasar Bintaro Jaya, Tangerang, dan Pasar Batununggal, Bandung menarik untuk dikaji pasalnya ketiga pasar ini merupakan contoh pasar tradisional modern yang cukup sukses. Pasar tradisional modern ini merupakan pasar tradisional yang dikelola dan dikonsep secara modern. Kajian dengan metode kualitatif  terhadap data dilapangan dan literatur terkait, menunjukkan bahwa efisiensi dan kenyamanan pada pasar tradisional modern khususnya pola sirkulasi pergerakan pengunjung pada pasar tidak terlepas dari konsep desain rancangan pasar sesuai teori kenyamanan sirkulasi dan peran serta pengelola pasar serta pihak terkait. Pengelolaan pasar yang baik dan profesional sebagaimana pengelola pasar modern BSD City terbukti mampu menciptakan pasar yang dinobatkan sebagai percontohan bagi pasar tradisional seluruh pasar di indonesia.Kata kunci: Pasar, Tradisional, Modern, Pola, Sirkulasi
Pengaruh Model Project Based Learning Berbantuan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran untuk Memperkuat Pemahaman Siklus Air pada Siswa Kelas V: The Effect of Project Based Learning Model Assisted by Augmented Reality as a Learning Medium to Strengthen Understanding of the Water Cycle in Fifth Grade Students Chairin Zahra Alkautsari; Esti Yuliani; Nabila Wanda Yusela; Nala Kania; Ghevira Aulia Rahima; Rachmi Amalia Syafia Syams; Shela Permatasari Setyawati; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9785

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan mendorong penggunaan media pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan interaktivitas dan pemahaman siswa. Materi siklus air bersifat abstrak sehingga perlu adanya media pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam memvisualisasikan konsep abstrak secara langsung melalui Augmented Reality. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbasis smartphone terhadap hasil belajar siswa pada materi siklus air. Penelitian ini dilaksanakan disalah satu sekolah swasta di Purwakarta dengan subjek 14 siswa kelas V-B. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan One Group Pretest-Posttest Design. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa 10 soal pilihan ganda yang diberikan sebagai pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengevaluasi, menganalisis, dan mengurutkan. Perlakuan yang diberikan adalah pembelajaran menggunakan media AR yang menampilkan gambar 3 dimensi siklus air, dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab, diskusi, dan pembuatan diorama siklus air. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan nilai rata rata dari 87,14 pada pretest menjadi 98,57 pada posttest dengan selisih 11.43. Uji statistik Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi 0,005 (p<0,05) yang menunjukan bahwa perbedaan perlakuan signifikan. Berdasarkan uji normalitas, data berdistribusi tidak normal, sehingga dilanjutkan dengan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat 8 siswa dengan nilai posttest lebih tinggi daripada pretest (Positive Ranks = 8, Negative Ranks = 0, Ties = 6), dan tidak ada siswa yang mengalami penurunan nilai. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan media pembelajaran Augmented Reality (AR) efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan memperkuat pemahaman siswa mengenai proses siklus air.
Analisis Persepsi Guru Terhadap Pemanfaatan Permainan Tradisional Gobak Sodor Dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar : Analysis of Teachers' Perceptions of the Use of the Traditional Game Gobak Sodor in Elementary School Learning Thalytha Majma Tsaqifa Taftazani; Esti Yuliani; Shifa Aulia Sabna; Viona Christina Anatasya Lumbanraja; Indah Nurmahanani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.11047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru sekolah dasar terhadap pemanfaatan permainan tradisional Gobak Sodor dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 12 guru di salah satu sekolah dasar negeri di Kota Bekasi yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui angket berbasis Google Form dengan skala Likert yang terdiri dari 15 butir pernyataan. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pemanfaatan Gobak Sodor sebagai media pembelajaran. Permainan ini dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan keaktifan dan antusiasme siswa, serta mudah diterapkan dalam pembelajaran. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu, sedangkan faktor fasilitas dan pengelolaan kelas tidak menjadi hambatan. Selain itu, guru juga menunjukkan minat dan kesiapan yang tinggi untuk menggunakan Gobak Sodor serta mendukung pelestarian permainan tradisional dalam pembelajaran. Dengan demikian, Gobak Sodor memiliki potensi sebagai media pembelajaran yang efektif, inovatif, dan kontekstual di sekolah dasar.