Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBEDAAN KADAR GULA DARAH ANTARA AKTIVITAS FISIK SENAM DENGAN JOGING PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOWEL PAMEKASAN Rahayu Yuliana Watiningrum; Prastomo Suhendro; Citra Elly Agustina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i1.129

Abstract

Latihan fisik dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita DM. Latihan fisik dapat dilakukan dengan senam ataupun joging karena dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh sehingga sensitivitas insulin kembali meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kadar gula darah antara aktivitas fisik senam dengan joging pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kowel Kabupaten Pamekasan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment dengan pretest posttest design. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan 18 responden yang terdiri dari 9 kelompok senam dan 9 kelompok jogging. Analisa bivariat menggunakan uji T-Test. Hasil penelitian ada perbedaan kadar gula darah yang signifikan pada pasien DM tipe 2 antara aktivitas fisik Senam dengan Jogging, nilai sig 0,001(
Analisis Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Psikososial Anak Usia Pra Sekolah di TK Tarbiyatus Shibyan Desa Pakong Kabupaten Pamekasan Prastomo Suhendro; Taufiqur Rahman; Nurizakiyah Nurizakiyah
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2022): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v12i2.2185

Abstract

Di masa yang serba canggih ini, anak-anak usia dini sudah melupakan yang namanya bermain dengan teman sebaya. Mereka lebih menyukai bermain gadget daripada bermain dengan teman sebaya. ketika di rumah anak menjadi susah diajak berkomunikasi, tidak peduli dan kurang berespon pada saat orang tua mengajaknya berbicara. Penggunaan gadget yang berlebihan akan membawa dampak buruk bagi perkembangan sosial dan emosional anak seperti anak menjadi pribadi tertutup, gangguan tidur, suka menyendiri, perilaku kekerasan, pudarnya krativitas, dan ancaman cyberbullying. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget terhadap psikososial anak usia prasekolah di TK Tarbiyatus Shibyan , Desa Pakong, Pamekasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 43 orang tua anak yang akan mengisi kuesioner penelitian dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan analisisnya menggunakan uji chi square. Dari hasil analisis menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan α = 0.05 (p<α) didapatkan nilai p = 0.001. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penelitian ini terdapat pengaruh penggunaan gadget dengan perubahan psikososial anak usia prasekolah di TK Tarbiyatus Shibyan, Desa Pakong, Pamekasan. Diharapkan dari penelitian ini bagi orang tua bisa mengurangi waktu bagi anak untuk menggunakan gadget dengan memberi roll play peran bermain sebagai pengganti gadget untuk menunjang perkembangan psikososial yang maksimal
Analisis Komplikasi Mikrovaskuler: Perbedaan Neuropati pada Pasien Diabetes Melitus yang Berobat Teratur dengan yang Tidak Teratur Taufiqur Rahman; Prastomo Suhendro; Nindawi Nindawi; Mufidah Mufidah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.21458

Abstract

ABSTRACT Neuropathy is a nerve disorder due to chronic complications of Diabetes, characterized by tingling, pain or numbness. Diabetic neuropathy more often attacks the nerves in the feet. Diabetes Mellitus is a metabolic disorder characterized by chronic hyperglycemia that occurs due to disorders in insulin secretion and insulin action. The incidence of diabetes mellitus in Indonesia is 1785 cases that experience complications divided into: 16% of diabetes mellitus patients experience macrovascular complications, 27.6% experience microvascular complications such as diabetic neuropathy. Factors that can prevent and inhibit the progression of neuropathy are patient compliance in taking medication. Diabetes mellitus patients are often not disciplined in carrying out a healthy lifestyle such as consuming a balanced nutritional intake, physical activity and also in taking medication. The results of this study are used as study material for nurses for an education model with data-based planning (PBD) that utilizes data to improve the quality of the counseling matrix. This study aims to determine the difference in the level of neuropathy in diabetes mellitus patients who receive irregular treatment and those who receive regular treatment at the Mohammad Noer Pamekasan Hospital. The type of research is descriptive comparative. The research subjects were 20 people selected using purposive sampling technique. The research data were taken from filling out the questionnaire, and analyzed using the Mann Whitney test statistic. The results of this study indicate that there is a significant difference in the level of neuropathy in diabetes mellitus patients who receive regular treatment and those who do not receive regular treatment at RS. Mohammad Noer Pamekasan (p value = 0.002 0.05). The conclusion of the results of this study indicates that there is a difference in the level of neuropathy that is more severe in diabetes mellitus patients who receive irregular treatment compared to those who receive regular treatment, therefore innovative education with a nursing management perspective approach is an important pillar in improving the ability to manage self-care for DM patients. Keywords: Diabetes Mellitus, Neuropathy, Irregular Medication  ABSTRAK Neuropati merupakan gangguan saraf akibat komplikasi kronis penyakit Diabetes, yang ditandai dengan kesemutan, nyeri atau mati rasa. Neuropati diabetik lebih sering menyerang saraf di kaki. Diabetes Melitus merupakan kelainan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia kronik yang terjadi akibat adanya gangguan pada sekresi insulin dan kerja insulin. Angka kejadian diabetes melitus di Indonesia sebanyak 1785 kasus yang mengalami komplikasi terbagi dari: 16% penderita diabetes melitus mengalami komplikasi makrovaskuler, 27,6% mengalami komplikasi mikrovaskuler seperti neuropati diabetik. Faktor yang dapat mencegah dan menghambat progesivitas neuropati adalah kepatuhan pasien dalam minum obat. Penderita diabetes melitus seringkali tidak disiplin dalam melakukan pola hidup sehat seperti mengkonsumsi asupan gizi yang seimbang, aktivitas fisik dan juga dalam mengkonsumsi obat.  Hasil penelitian ini sebagai bahan kajian bagi perawat untuk model edukasi dengan perencanaan berbasis data (PBD) yang memanfaatkan data untuk meningkatkan kualitas matrik penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat neuropati pada pasien diabetes melitus yang berobat tidak teratur dengan yang berobat teratur di RS. Mohammad Noer Pamekasan.  Jenis penelitian adalah deskriptif komparatif. Subjek penelitian berjumlah 20 orang yang di pilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diambil dari pengisian kuesioner, dan dianalisis menggunakan statistik uji Mann whitney.  Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat neuropati pada pasien diabetes melitus yang berobat teratur dengan yang tidak teratur di RS. Mohammad Noer Pamekasan (p value = 0,0020,05). Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat neuropati yang lebih berat pada pasien diabetes melitus yang berobat tidak teratur dibandingkan dengan yang teratur, oleh karena itu edukasi yang inovatif dengan pendekatan perspektif manajemen keperawatan merupakan pilar penting dalam meningkatkan kemampuan mengelola perawatan diri/self care bagi penderita DM. Kata kunci: Diabetes Melitus, Neuropati, Berobat Tidak Teratur