Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Korelasi Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 0-6 Bulan Taufiqur Rahman; Nur Iszakiyah; Faisal Amir
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2022): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v12i1.1902

Abstract

Asupan nutrisi yang sehat dan seimbang diperlukan oleh bayi untuk pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan kesehatan secara umum. Hal ini bisa tercapai salah satunya melalui pemahaman yang baik dan benar terkait kesesuaian pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan Makanan pendamping ASI (MPASI) terutama pada usia 0-6 bulan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Teja Barat Wilayah Kerja UPT Puskesmas Teja Kabupaten Pamekasan. Design penelitian ini adalah ananalitik korelasi dengan pendekatan retrospektif. Populasi sejumlah 30 dan sampel sejumlah 22 yang diambil dengan tehknik simple random sampling. Uji statistik menggunakan Chi Square dengan α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar yaitu 59% responden yang diberikan MPASI tidak mengalami diare. Hasil uji statistik menggunakan Chi square didapatkan p value 0.217 > 0.05 . Artinya tidak ada hubungan signifikan antara pemberian MPASI dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Teja Barat Wilayah Kerja UPT Puskesmas Teja Kabupaten Pamekasan Tahun 2019. Hal ini mungkin karena MPASI bukan satu-satunya etiologi penyebab diare, akan tetapi banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya diare. Selain itu ibu juga memahami kaidah pemberian MPASI, berkonsultasi dengan petugas kesehatan dan menjaga kebersihan.
ANALISIS STRATEGISTIMULASI ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BICARA ANAK SPEECH DELAY Taufiqur Rahman; Lailatul Hafidah; Faisal Amir
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 13 No 1 (2022): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v13i1.636

Abstract

Keterlambatan dalam berbicara atau diistilahkan dengan speech delay merupakan gangguan pekembangan anak yang ditandai dengan kesulitan mengungkapkan perasaan, keinginan dan menyampaikan pesan secara lisan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi stimulasi yang diberikan dalam mengatasi speech delay pada anak. Desain penelitian adalah analitik deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang berupaya menggambarkan penerapan strategi stimulasi dalam mengatasi speech delay. Populasi dalam penelitian ini adalah 10 orang yang memiliki anak dengan speech delay di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Teja Kabupaten Pamekasan pada Maret 2021. Sementara sampel yang diambil adalah 10 atau menggunakan teknik total sampling. Instrument yang dipakai adalah quesioner dichotomy question. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar (70%) responden memiliki strategi stimulasi yang cukup baik dan efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan komunikasi anak. Stategi stimulasi yang diberikan harus mampu menyentuh berbagai aspek dalam kehidupan anak dan stimulasi harus fokus pada anak sebagai subjek bukan sekedar objek terapi dan stimulasi
Analisis Deskriptif Sikap dan Pola Perilaku Masyarakat Dalam Penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin Covid-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Teja – Pamekasan Taufiqur Rahman; Robbiyanti Isnaini; Faisal Amir
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 13 No 3 (2022): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v13i3.833

Abstract

Corona Virus Disease-19 (Covid-19) merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang penularannya mudah dan cepat. Berbagai upaya telah dilakukan dalam memutus rantai infeksi covid-19, mulai dari mematuhi protokol, lockdown hingga pemberian vaksin. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin menganalisis dengan pendekatan deskriptif pada pola perilaku masyarakat ketika mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif untuk menggambaran sikap dan pola perilaku masyarakat dalam penanganan KIPI Covid-19. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Teja Pamekasan dengan Populasi sejumlah 30 orang. Teknik sampling menggunakan Non probability dengan menjadikan populasi seluruhnya sebagai sample. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner berskala likert yang diberikan pada responden. Kuesioner yang digunakan berjenis close ended yang memuat 12 item pertanyaan terkait sikap dan pola perilaku masyarakat dalam penanganan KIPI Covid-19. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu 60% menunjukkan sikap positif terhadap KIPI sehingga akan berimplikasi terhadap pola perilaku penanganan KIPI terutama setelah vaksin Covid-19. Hal ini sinergi dengan hasil pola perilaku adapatif masayarakat sebesar 67% dalam penanganan KIPI. Sikap positif dan pola perilaku adaptif yang dimiliki masyarakat tidak terlepas dari kesadaran akan pentingnya pencegahan infeksi covid-19, kemudian keinginan untuk melindungi diri, keluaraga dan lingkungan sekitar. Selain itu peran petugas dalaa memberikan edukasi dan persuasi juga berkontribusi dalam pembentukan sikap dan pola perilaku adaptif dalam penanganan KIPI
Analisis Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Psikososial Anak Usia Pra Sekolah di TK Tarbiyatus Shibyan Desa Pakong Kabupaten Pamekasan Prastomo Suhendro; Taufiqur Rahman; Nurizakiyah Nurizakiyah
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2022): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v12i2.2185

Abstract

Di masa yang serba canggih ini, anak-anak usia dini sudah melupakan yang namanya bermain dengan teman sebaya. Mereka lebih menyukai bermain gadget daripada bermain dengan teman sebaya. ketika di rumah anak menjadi susah diajak berkomunikasi, tidak peduli dan kurang berespon pada saat orang tua mengajaknya berbicara. Penggunaan gadget yang berlebihan akan membawa dampak buruk bagi perkembangan sosial dan emosional anak seperti anak menjadi pribadi tertutup, gangguan tidur, suka menyendiri, perilaku kekerasan, pudarnya krativitas, dan ancaman cyberbullying. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget terhadap psikososial anak usia prasekolah di TK Tarbiyatus Shibyan , Desa Pakong, Pamekasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 43 orang tua anak yang akan mengisi kuesioner penelitian dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan analisisnya menggunakan uji chi square. Dari hasil analisis menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan α = 0.05 (p<α) didapatkan nilai p = 0.001. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penelitian ini terdapat pengaruh penggunaan gadget dengan perubahan psikososial anak usia prasekolah di TK Tarbiyatus Shibyan, Desa Pakong, Pamekasan. Diharapkan dari penelitian ini bagi orang tua bisa mengurangi waktu bagi anak untuk menggunakan gadget dengan memberi roll play peran bermain sebagai pengganti gadget untuk menunjang perkembangan psikososial yang maksimal
Analisis Tanda Dan Gejala Long Covid-19 Berbasis Imunopatologi Klinis Nur Iszakiyah; Taufiqur Rahman; Nindawi Nindawi; Faisal Amir
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1104

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (covid-19) merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan dimana salah satu fenomena patogenesisnya persistennya adalah long covid. Berbagai gejala pada long covid sangat beragam dan kompleks. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa long covid terjadi pada masyarakat dengan berbagai gejala beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tanda dan gejala long covid-19 berbasis imunopatologi klinis di Wilayah Kerja Puskesmas Camplong Kabupaten Sampang. Desain yang digunakan adalah studi deskriptif yang berupaya untuk mendeskripsikan fenomena kekinian. Penelitian ini mendeskripsikan tanda dan gejala yang terjadi pada pasien long covid dengan jumlah populasi dan sampel 24 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang gejala long covid seperti kelelahan, batuk, sesak napas, anosmia, demam, ageusia, sakit kepala, mual, dan nyeri dada. Data hasil penelitian dianalisa menggunakan analisis deskriptif dengan rumus : P = f/nx100. Hasil penelitian didapatkan bahwa penyintas long covid mengalami gejala sakit kepala (36%), kelelahan (24%), batuk (16%), Anosmia (12%), hilangnya indera perasa (8%) dan sesak napas (4%). Pembahasan dalam studi ini berbasis medical sains melalui pendekatan Imunopatologi Klinis. Manisfestasi klinis yang dirasakan oleh responden hampir setengahnya adalah sakit kepala dan kelelahan yang terjadi karena banyak faktor pencetus. Gejala-gejala yang muncul kemungkinan dimediasi oleh kakacauan sistem imun selama proses yang menimbulkan badai sitokin. Badai sitokin mungkin menjadi pencetus pada berbagai gangguan multi organ yang berimplikasi negatif terhadap kejadian post acute covid-19 syndrome atau long covid. Belum jelas faktor utama penyebab long covid dalam penelitian ini, namun kemungkinan besar imunopatologi saat fase inflamasi memegang peran penting terhadap terjadinya long covid
Severity of Imunisation Adverse (KIPI) Based on Allergic History and Vaccine Stages Taufiqur Rahman; Abdan Syakura; Nur Rahma; Cantika Iva Nugrahani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.7965

Abstract

Covid-19 prevention has also entered a new era with the availability of the Covid-19 vaccine, which has undergone clinical trials and has been mass-produced to enhance immunity. However, the administration of vaccinations has resulted in unexpected reactions known as Adverse Events Following Immunization (KIPI). This phenomenon suggests that low vaccination rates may be associated with perceived dangerous KIPI reactions, which can be attributed to doubts and misinformation about vaccines. This study used a correlation analytical research design with a retrospective method. The population of this study consisted of all individuals who had received vaccination and experienced KIPI reactions in the working area of Teja Health Center, totaling 30 people. The characteristics of the respondents, as seen from their allergic history and vaccine stages, showed a significant correlation (p = 0.027 < 0.05). The p-value for vaccine stages was 0.000, indicating a significant relationship with the severity of KIPI reactions in Covid-19 vaccine recipients. However, age and gender were not significantly associated with the severity of KIPI reactions. The severity of KIPI reactions in Covid-19 vaccine recipients has a significant correlation with the characteristics of the respondents, as seen from their allergic history and vaccine stages.
Analisis Komplikasi Mikrovaskuler: Perbedaan Neuropati pada Pasien Diabetes Melitus yang Berobat Teratur dengan yang Tidak Teratur Taufiqur Rahman; Prastomo Suhendro; Nindawi Nindawi; Mufidah Mufidah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.21458

Abstract

ABSTRACT Neuropathy is a nerve disorder due to chronic complications of Diabetes, characterized by tingling, pain or numbness. Diabetic neuropathy more often attacks the nerves in the feet. Diabetes Mellitus is a metabolic disorder characterized by chronic hyperglycemia that occurs due to disorders in insulin secretion and insulin action. The incidence of diabetes mellitus in Indonesia is 1785 cases that experience complications divided into: 16% of diabetes mellitus patients experience macrovascular complications, 27.6% experience microvascular complications such as diabetic neuropathy. Factors that can prevent and inhibit the progression of neuropathy are patient compliance in taking medication. Diabetes mellitus patients are often not disciplined in carrying out a healthy lifestyle such as consuming a balanced nutritional intake, physical activity and also in taking medication. The results of this study are used as study material for nurses for an education model with data-based planning (PBD) that utilizes data to improve the quality of the counseling matrix. This study aims to determine the difference in the level of neuropathy in diabetes mellitus patients who receive irregular treatment and those who receive regular treatment at the Mohammad Noer Pamekasan Hospital. The type of research is descriptive comparative. The research subjects were 20 people selected using purposive sampling technique. The research data were taken from filling out the questionnaire, and analyzed using the Mann Whitney test statistic. The results of this study indicate that there is a significant difference in the level of neuropathy in diabetes mellitus patients who receive regular treatment and those who do not receive regular treatment at RS. Mohammad Noer Pamekasan (p value = 0.002 0.05). The conclusion of the results of this study indicates that there is a difference in the level of neuropathy that is more severe in diabetes mellitus patients who receive irregular treatment compared to those who receive regular treatment, therefore innovative education with a nursing management perspective approach is an important pillar in improving the ability to manage self-care for DM patients. Keywords: Diabetes Mellitus, Neuropathy, Irregular Medication  ABSTRAK Neuropati merupakan gangguan saraf akibat komplikasi kronis penyakit Diabetes, yang ditandai dengan kesemutan, nyeri atau mati rasa. Neuropati diabetik lebih sering menyerang saraf di kaki. Diabetes Melitus merupakan kelainan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia kronik yang terjadi akibat adanya gangguan pada sekresi insulin dan kerja insulin. Angka kejadian diabetes melitus di Indonesia sebanyak 1785 kasus yang mengalami komplikasi terbagi dari: 16% penderita diabetes melitus mengalami komplikasi makrovaskuler, 27,6% mengalami komplikasi mikrovaskuler seperti neuropati diabetik. Faktor yang dapat mencegah dan menghambat progesivitas neuropati adalah kepatuhan pasien dalam minum obat. Penderita diabetes melitus seringkali tidak disiplin dalam melakukan pola hidup sehat seperti mengkonsumsi asupan gizi yang seimbang, aktivitas fisik dan juga dalam mengkonsumsi obat.  Hasil penelitian ini sebagai bahan kajian bagi perawat untuk model edukasi dengan perencanaan berbasis data (PBD) yang memanfaatkan data untuk meningkatkan kualitas matrik penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat neuropati pada pasien diabetes melitus yang berobat tidak teratur dengan yang berobat teratur di RS. Mohammad Noer Pamekasan.  Jenis penelitian adalah deskriptif komparatif. Subjek penelitian berjumlah 20 orang yang di pilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diambil dari pengisian kuesioner, dan dianalisis menggunakan statistik uji Mann whitney.  Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat neuropati pada pasien diabetes melitus yang berobat teratur dengan yang tidak teratur di RS. Mohammad Noer Pamekasan (p value = 0,0020,05). Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat neuropati yang lebih berat pada pasien diabetes melitus yang berobat tidak teratur dibandingkan dengan yang teratur, oleh karena itu edukasi yang inovatif dengan pendekatan perspektif manajemen keperawatan merupakan pilar penting dalam meningkatkan kemampuan mengelola perawatan diri/self care bagi penderita DM. Kata kunci: Diabetes Melitus, Neuropati, Berobat Tidak Teratur
Pengaruh Metode Bercerita Menggunakan Modul Terhadap Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Nur Khalilah; Qurnia Andayani; Nur Iszakiyah; Willi Holis; Taufiqur Rahman; Nindi Pramesti Vardila Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57982

Abstract

yang cenderung terpinggirkan oleh penekanan pada kemampuan akademik awal seperti membaca dan berhitung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode bercerita menggunakan modul terhadap perkembangan bahasa anak usia dini di TKS DW Tunas Harapan Mongging Barat Pademawu Pamekasan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe nonequivalent control group, melibatkan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Kelas eksperimen mendapat perlakuan pembelajaran dengan metode bercerita menggunakan modul (yang berisi buku cerita bergambar dan video), sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran konvensional tanpa perlakuan bercerita. Data dikumpulkan melalui observasi perkembangan bahasa menggunakan lembar observasi yang telah divalidasi, dan dianalisis dengan uji Wilcoxon untuk perubahan pre–post dalam kelompok serta uji Mann‑Whitney untuk perbedaan antarkelompok dengan p = 0,001. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan perkembangan bahasa pada kelas eksperimen dan tidak terdapat perubahan bermakna pada kelas kontrol. Uji beda antarkelompok menunjukkan perbedaan signifikan skor perkembangan bahasa setelah perlakuan, yang mengindikasikan bahwa metode bercerita menggunakan modul berpengaruh positif terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Temuan ini menegaskan bahwa metode bercerita yang dirancang interaktif dan didukung modul media visual layak diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran PAUD formal (TK). Kata kunci: metode bercerita, perkembangan bahasa, anak usia dini, modul pembelajaran, quasi eksperimen
Perbedaan Pengaruh Antara Massage Effleurage dan Massage Minyak Esensial Lavender Terhadap Penurunan Tekanan Darah Nur izakiyah; Endang Fauziyah; Nindawi Nindawi; Taufiqur Rahman; Willi Holis
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25604

Abstract

ABSTRACT Older adults experience various changes related to the aging process, including physical and physiological changes, which may lead to the development of various diseases. One of the physical changes commonly experienced in older adults is an increase in blood pressure or hypertension. Before developing hypertension, individuals usually enter a prehypertensive phase. There are various ways to manage high blood pressure. Blood pressure control can be achieved through natural therapies, including pharmacological and non-pharmacological approaches, lifestyle modifications, adherence to treatment, stress management, and relaxation therapies. One effective complementary method for lowering blood pressure is massage therapy. The effleurage massage technique is considered necessary to optimize the management of blood pressure reduction. Massage therapy is combined with lavender essential oil, which has a relaxing effect. Therefore, this study aims to analyze the effect of effleurage massage and lavender essential oil massage applied to the lower extremities and back on blood pressure reduction in older adults. This study employed a quantitative true experimental design with a posttest-only control design. The study population consisted of female patients with hypertension in the Polindes area of Pamaroh Village, Kadur Public Health Center, Pamekasan Regency, in 2023, totaling 156 individuals. The sample consisted of 20 participants selected using simple random sampling, with intervention groups determined based on specific considerations. Based on the statistical analysis using the Paired T-test, the systolic blood pressure results in the lower extremity massage group using the effleurage technique showed a significance value of 0.334 ( 0.05), indicating no significant difference. Thus, there was no effect of lower extremity effleurage massage on blood pressure reduction in older adults with hypertension. In contrast, the statistical results for the lavender essential oil massage group showed a systolic blood pressure significance value of 0.003 ( 0.05), indicating a significant difference in blood pressure before and after the intervention. It can be concluded that lower extremity massage using lavender essential oil has an effect on reducing blood pressure. This therapy is expected to be an alternative option in addition to pharmacological treatment to help maintain stable blood pressure in older adults. Keywords: Effleurage Massage, Lavender, Hypertension, Older Adults. ABSTRAK Lanjut usia mempunyai hubungan perubahan yang disebabkan proses bertambahnya usia seperti fisik yang berubahatau fisiologis dan timbulnya berbagai macam-macam penyakit. Dampak fisik yang berubah terjadi saat lanjut usiaadalah tekanan darah yang meningkat atau hipertensi dan sebelum terjadi hipertensi akan berada di fase prahipertensi. Berbagai macam cara untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Banyak cara yang bisa digunakan untukmengontrol tekanan darah dapat dilakukan melalui terapi alami dengan obat-obatan dan terapi herbal yaitunonfarmakologi, gaya hidup yang harus dirubah, disiplin  dalam pengobatan, pengendalian terhadap stress dan terapipenenangan. Cara yang sangat baik untuk menurunkan tekanan darah dengan metode komplomenter adalah masase atau pemijatan.  Pengaruh terapi masase teknik effleurage di rasa sangat perlu untuk memaksimalkan penangananuntuk menurunkan tekanan darah. Masase atau pijat akan dikombinasikan dengan minyak esensial lavender yang merilekskan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk menganalisis “pengaruh antara Massage Effleurage dan Massage Minyak Esensial Lavender di bagian ekstremitas bawah-punggung terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia”. Penelitian ini merupakan penelitian dengan analisis True Experimental Kuantitatif dan Desain dari penelitianini yaitu “posttest-only control design”. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi berjenis kelamin perempuan di wilayah Polindes Desa Pamaroh Puskesmas Kadur Kabupaten Pamekasan Tahun 2023, sebanyak 156 orang. Sampel yang didapatkan peneliti sebesar 20 orang dengan metode Simple Random Sampling, yaitu kelompok intervensi atau sampel ditentukan oleh segala pertimbangan. Berdasarkan Data analisa hasil uji statistik Paired T tespada tekanan sistolik memiliki nilai signifikansi 0,334   0,05, yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan ,sehingga tidak ada pengaruh massase ekstremitas bawah dengan teknik effluerage terhadap penurunan tekanandarah pada lansia hipertensi. Sedangkan hasil uji statistik masase minyak lavender menunjukkan  pada tekanansistolik memiliki nilai signifikansi 0,003 0,05, yang  berarti ada perbedaan yang signifikan tekanan darah sebelum  dengan sesudah perlakuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh massase ekstremitas bawah denganminyak esensial lavender terhadap penurunan tekanan darah. Diharapkan dari penelitian ini bahwa massaseekstremitas bawah dengan minyak esensial lavender menjadi  pilihan alternatif selain pengobatan farmakologisdalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Kata Kunci: Masase Effurage, Lavender, Hipertensi, Lansia.