Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Tanda Dan Gejala Long Covid-19 Berbasis Imunopatologi Klinis Nur Iszakiyah; Taufiqur Rahman; Nindawi Nindawi; Faisal Amir
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1104

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (covid-19) merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan dimana salah satu fenomena patogenesisnya persistennya adalah long covid. Berbagai gejala pada long covid sangat beragam dan kompleks. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa long covid terjadi pada masyarakat dengan berbagai gejala beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tanda dan gejala long covid-19 berbasis imunopatologi klinis di Wilayah Kerja Puskesmas Camplong Kabupaten Sampang. Desain yang digunakan adalah studi deskriptif yang berupaya untuk mendeskripsikan fenomena kekinian. Penelitian ini mendeskripsikan tanda dan gejala yang terjadi pada pasien long covid dengan jumlah populasi dan sampel 24 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang gejala long covid seperti kelelahan, batuk, sesak napas, anosmia, demam, ageusia, sakit kepala, mual, dan nyeri dada. Data hasil penelitian dianalisa menggunakan analisis deskriptif dengan rumus : P = f/nx100. Hasil penelitian didapatkan bahwa penyintas long covid mengalami gejala sakit kepala (36%), kelelahan (24%), batuk (16%), Anosmia (12%), hilangnya indera perasa (8%) dan sesak napas (4%). Pembahasan dalam studi ini berbasis medical sains melalui pendekatan Imunopatologi Klinis. Manisfestasi klinis yang dirasakan oleh responden hampir setengahnya adalah sakit kepala dan kelelahan yang terjadi karena banyak faktor pencetus. Gejala-gejala yang muncul kemungkinan dimediasi oleh kakacauan sistem imun selama proses yang menimbulkan badai sitokin. Badai sitokin mungkin menjadi pencetus pada berbagai gangguan multi organ yang berimplikasi negatif terhadap kejadian post acute covid-19 syndrome atau long covid. Belum jelas faktor utama penyebab long covid dalam penelitian ini, namun kemungkinan besar imunopatologi saat fase inflamasi memegang peran penting terhadap terjadinya long covid
Analisis Komplikasi Mikrovaskuler: Perbedaan Neuropati pada Pasien Diabetes Melitus yang Berobat Teratur dengan yang Tidak Teratur Taufiqur Rahman; Prastomo Suhendro; Nindawi Nindawi; Mufidah Mufidah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.21458

Abstract

ABSTRACT Neuropathy is a nerve disorder due to chronic complications of Diabetes, characterized by tingling, pain or numbness. Diabetic neuropathy more often attacks the nerves in the feet. Diabetes Mellitus is a metabolic disorder characterized by chronic hyperglycemia that occurs due to disorders in insulin secretion and insulin action. The incidence of diabetes mellitus in Indonesia is 1785 cases that experience complications divided into: 16% of diabetes mellitus patients experience macrovascular complications, 27.6% experience microvascular complications such as diabetic neuropathy. Factors that can prevent and inhibit the progression of neuropathy are patient compliance in taking medication. Diabetes mellitus patients are often not disciplined in carrying out a healthy lifestyle such as consuming a balanced nutritional intake, physical activity and also in taking medication. The results of this study are used as study material for nurses for an education model with data-based planning (PBD) that utilizes data to improve the quality of the counseling matrix. This study aims to determine the difference in the level of neuropathy in diabetes mellitus patients who receive irregular treatment and those who receive regular treatment at the Mohammad Noer Pamekasan Hospital. The type of research is descriptive comparative. The research subjects were 20 people selected using purposive sampling technique. The research data were taken from filling out the questionnaire, and analyzed using the Mann Whitney test statistic. The results of this study indicate that there is a significant difference in the level of neuropathy in diabetes mellitus patients who receive regular treatment and those who do not receive regular treatment at RS. Mohammad Noer Pamekasan (p value = 0.002 0.05). The conclusion of the results of this study indicates that there is a difference in the level of neuropathy that is more severe in diabetes mellitus patients who receive irregular treatment compared to those who receive regular treatment, therefore innovative education with a nursing management perspective approach is an important pillar in improving the ability to manage self-care for DM patients. Keywords: Diabetes Mellitus, Neuropathy, Irregular Medication  ABSTRAK Neuropati merupakan gangguan saraf akibat komplikasi kronis penyakit Diabetes, yang ditandai dengan kesemutan, nyeri atau mati rasa. Neuropati diabetik lebih sering menyerang saraf di kaki. Diabetes Melitus merupakan kelainan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia kronik yang terjadi akibat adanya gangguan pada sekresi insulin dan kerja insulin. Angka kejadian diabetes melitus di Indonesia sebanyak 1785 kasus yang mengalami komplikasi terbagi dari: 16% penderita diabetes melitus mengalami komplikasi makrovaskuler, 27,6% mengalami komplikasi mikrovaskuler seperti neuropati diabetik. Faktor yang dapat mencegah dan menghambat progesivitas neuropati adalah kepatuhan pasien dalam minum obat. Penderita diabetes melitus seringkali tidak disiplin dalam melakukan pola hidup sehat seperti mengkonsumsi asupan gizi yang seimbang, aktivitas fisik dan juga dalam mengkonsumsi obat.  Hasil penelitian ini sebagai bahan kajian bagi perawat untuk model edukasi dengan perencanaan berbasis data (PBD) yang memanfaatkan data untuk meningkatkan kualitas matrik penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat neuropati pada pasien diabetes melitus yang berobat tidak teratur dengan yang berobat teratur di RS. Mohammad Noer Pamekasan.  Jenis penelitian adalah deskriptif komparatif. Subjek penelitian berjumlah 20 orang yang di pilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diambil dari pengisian kuesioner, dan dianalisis menggunakan statistik uji Mann whitney.  Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat neuropati pada pasien diabetes melitus yang berobat teratur dengan yang tidak teratur di RS. Mohammad Noer Pamekasan (p value = 0,0020,05). Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat neuropati yang lebih berat pada pasien diabetes melitus yang berobat tidak teratur dibandingkan dengan yang teratur, oleh karena itu edukasi yang inovatif dengan pendekatan perspektif manajemen keperawatan merupakan pilar penting dalam meningkatkan kemampuan mengelola perawatan diri/self care bagi penderita DM. Kata kunci: Diabetes Melitus, Neuropati, Berobat Tidak Teratur
Pengaruh Konsumsi Air Kelapa Muda (Cocos Nucifera L.) Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Nindawi Nindawi; Prastomo Suhendro; Mukhlish Hidayat; Novi Elvira Khoirun Nisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58243

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan utama karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Oleh karena itu, diperlukan terapi nonfarmakologis sebagai salah satunya dengan konsumsi air kelapa muda (Cocos nucifera L.) yang berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah melalui mekanisme vasodilatasi dan keseimbangan elektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi air kelapa muda terhadap perubahan tekanan darah penderita hipertensi di Posyandu Desa Gunung Eleh UPT Puskesmas Kedundung Sampang. Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one group pre-test post-test. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 responden penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian air kelapa muda sebanyak 250 ml dua kali sehari selama empat hari. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,01< 0,05, artinya ada penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah pemberian air kelapa muda. Kesimpulan : Penelitian ini dengan pengaruh kelapa muda terhadap sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi, dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam asuhan keperawatan komunitas. Kata Kunci: Air Kelapa Muda, Hipertensi, Tekanan Darah (Sistolik/Diastolik)
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Perilaku Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Mahasiswa Jurusan Kesehatan di Politeknik Negeri Madura Suraying Suraying; Sitti Nurjannah; Nindawi Nindawi; Lailatul Hafidah; Mohammad Shiddiq Suryadi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58326

Abstract

Abstrak Kekerasan seksual merupakan masalah yang sangat serius sehingga diperlukan upaya pencegahan dalam menanggulangi permasalahan tersebut, yakni dengan memberikan dukungan sosial untuk meningkatkan perilaku pencegahan kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan sosial dengan perilaku pencegahan kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan desain penelitian cross sectional, Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa jurusan kesehatan di Politeknik Negeri Madura yang berjumlah 446 mahasiswa, sampel yang diperoleh sebesar 82 responden dengan menggunakan non probability purposive sampling. penelitian ini menggunakan quesioner closeended dengan jenis skala likert, dengan pengolahan dan analisa data menggunakan coding, editing, scoring, tabulating dan interpretating dalam bentuk tabel dan narasi. Analisis data bivariat ini dilakukan secara komputerisasi, dengan menggunakan uji statistik Rank Spearman dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Ada hubungan antara dukungan sosial dengan perilaku pencegahan kekerasan seksual pada mahasiswa Jurusan Kesehatan di Politeknik Negeri Madura dengan sig, <0,01 & koefisien korelasi 0,547). Kesimpulan: dukungan sosial yang baik dapat mendukung kesiapan, kepercayaan diri, dan kesadaran para mahasiswa dalam upaya pencegahan kekerasan seksual. Kata kunci: Dukungan Sosial, Perilaku Pencegahan Kekerasan Seksual
Perbedaan Pengaruh Antara Massage Effleurage dan Massage Minyak Esensial Lavender Terhadap Penurunan Tekanan Darah Nur izakiyah; Endang Fauziyah; Nindawi Nindawi; Taufiqur Rahman; Willi Holis
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25604

Abstract

ABSTRACT Older adults experience various changes related to the aging process, including physical and physiological changes, which may lead to the development of various diseases. One of the physical changes commonly experienced in older adults is an increase in blood pressure or hypertension. Before developing hypertension, individuals usually enter a prehypertensive phase. There are various ways to manage high blood pressure. Blood pressure control can be achieved through natural therapies, including pharmacological and non-pharmacological approaches, lifestyle modifications, adherence to treatment, stress management, and relaxation therapies. One effective complementary method for lowering blood pressure is massage therapy. The effleurage massage technique is considered necessary to optimize the management of blood pressure reduction. Massage therapy is combined with lavender essential oil, which has a relaxing effect. Therefore, this study aims to analyze the effect of effleurage massage and lavender essential oil massage applied to the lower extremities and back on blood pressure reduction in older adults. This study employed a quantitative true experimental design with a posttest-only control design. The study population consisted of female patients with hypertension in the Polindes area of Pamaroh Village, Kadur Public Health Center, Pamekasan Regency, in 2023, totaling 156 individuals. The sample consisted of 20 participants selected using simple random sampling, with intervention groups determined based on specific considerations. Based on the statistical analysis using the Paired T-test, the systolic blood pressure results in the lower extremity massage group using the effleurage technique showed a significance value of 0.334 ( 0.05), indicating no significant difference. Thus, there was no effect of lower extremity effleurage massage on blood pressure reduction in older adults with hypertension. In contrast, the statistical results for the lavender essential oil massage group showed a systolic blood pressure significance value of 0.003 ( 0.05), indicating a significant difference in blood pressure before and after the intervention. It can be concluded that lower extremity massage using lavender essential oil has an effect on reducing blood pressure. This therapy is expected to be an alternative option in addition to pharmacological treatment to help maintain stable blood pressure in older adults. Keywords: Effleurage Massage, Lavender, Hypertension, Older Adults. ABSTRAK Lanjut usia mempunyai hubungan perubahan yang disebabkan proses bertambahnya usia seperti fisik yang berubahatau fisiologis dan timbulnya berbagai macam-macam penyakit. Dampak fisik yang berubah terjadi saat lanjut usiaadalah tekanan darah yang meningkat atau hipertensi dan sebelum terjadi hipertensi akan berada di fase prahipertensi. Berbagai macam cara untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Banyak cara yang bisa digunakan untukmengontrol tekanan darah dapat dilakukan melalui terapi alami dengan obat-obatan dan terapi herbal yaitunonfarmakologi, gaya hidup yang harus dirubah, disiplin  dalam pengobatan, pengendalian terhadap stress dan terapipenenangan. Cara yang sangat baik untuk menurunkan tekanan darah dengan metode komplomenter adalah masase atau pemijatan.  Pengaruh terapi masase teknik effleurage di rasa sangat perlu untuk memaksimalkan penangananuntuk menurunkan tekanan darah. Masase atau pijat akan dikombinasikan dengan minyak esensial lavender yang merilekskan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk menganalisis “pengaruh antara Massage Effleurage dan Massage Minyak Esensial Lavender di bagian ekstremitas bawah-punggung terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia”. Penelitian ini merupakan penelitian dengan analisis True Experimental Kuantitatif dan Desain dari penelitianini yaitu “posttest-only control design”. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi berjenis kelamin perempuan di wilayah Polindes Desa Pamaroh Puskesmas Kadur Kabupaten Pamekasan Tahun 2023, sebanyak 156 orang. Sampel yang didapatkan peneliti sebesar 20 orang dengan metode Simple Random Sampling, yaitu kelompok intervensi atau sampel ditentukan oleh segala pertimbangan. Berdasarkan Data analisa hasil uji statistik Paired T tespada tekanan sistolik memiliki nilai signifikansi 0,334   0,05, yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan ,sehingga tidak ada pengaruh massase ekstremitas bawah dengan teknik effluerage terhadap penurunan tekanandarah pada lansia hipertensi. Sedangkan hasil uji statistik masase minyak lavender menunjukkan  pada tekanansistolik memiliki nilai signifikansi 0,003 0,05, yang  berarti ada perbedaan yang signifikan tekanan darah sebelum  dengan sesudah perlakuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh massase ekstremitas bawah denganminyak esensial lavender terhadap penurunan tekanan darah. Diharapkan dari penelitian ini bahwa massaseekstremitas bawah dengan minyak esensial lavender menjadi  pilihan alternatif selain pengobatan farmakologisdalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Kata Kunci: Masase Effurage, Lavender, Hipertensi, Lansia.