Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH LIMBAH BIOGAS DAN ARANG SEKAM TERHADAP KETERSEDIAAN DAN SERAPAN HARA NITROGEN SERTA KUALITAS BIBIT STEK UBI JALAR (Ipomoea batatas. L) Mohammad Kamil; Josi Ali Arifandi
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 1 NO. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v1i2.105

Abstract

Ubi jalar adalah tanaman yang diperbanyak salah satunya dalam bentuk stek sebagai bahan tanam. Media tanam merupakan salah satu faktor dalam keberhasilan pembibitan ubi jalar. Kualitas media dapat dilihat dari seberapa baik media menyediakan kebutuhan pertumbuhan terutama salah satu unsur hara makro yaitu Nitrogen. Slury dan arang sekam merupakan solusi dalam meningkatkan dan menyediakan Nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi pupuk slurry dan arang sekam dalam  perbaikan media pembibitan dalam meningkatakn dan menyediakan unsur Nitrogen untuk meningkatkan kualitas bibit dalam menghasilkan stek ubi jalar. Pelaksanaan bertempat di Laboratorium Kesuburan Tanah dan green house berlokasi di Sukerejo dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu slurry dan arang sekam dan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara arang sekam dan slurry berbeda nyata pada variabel pH dan N-jaringan tanaman. Faktor tunggal arang sekam memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap variabel C-organik, Serapan N, dan panjang tanamanan. Sedangkan perlakuan slurry tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua variabel. Perlakuan A1 (2,5 kg arang sekam dan 2,5 kg tanah), A2 (3,3 kg arang sekam dan 1,7 kg tanah) dan A3 (1,7 kg arang sekam dan 3,3 kg tanah) memberikan hasil indeks kualitas bibit yang sangat baik. Kata kunci: Media Pembibitan, Ubi Jalar, Slurry dan Arang Sekam
Dinamika kelembaban tanah antar tanaman durian (Durio zibethinus) pada sistem irigasi tetes tanah bertekstur ringan Romadhona, Sukron; Arifandi, Josi Ali
Agrokompleks Vol 24 No 1 (2024): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v24i1.635

Abstract

Kelembaban tanah permukaan memainkan peran kunci dalam siklus hidrologi karena mengontrol fluks air antara tanah, vegetasi, dan atmosfer. Selain itu, pengetahuan tentang kelembaban tanah sangat dibutuhkan dalam banyak studi pertanian dan aplikasi yang berkaitan dengan pengelolaan irigasi. Sistem irigasi tetes merupakan salah satu alternatif teknologi aplikasi irigasi. Penerapan sistem irigasi ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air pada lahan kering. Penggunaan air irigasi tetes pada tanaman hanya di sekitar daerah perakaran saja. Tetesan irigasi di daerah perakaran tanaman dapat menekan aktivitas tanaman pengganggu. Kebutuhan air di daerah perakaran berbeda pada setiap tanaman. Komunitas ilmiah telah dengan jelas mengakui pentingnya kelembaban tanah sebagai masukan untuk aplikasi ilmu bumi, mengembangkan pendekatan dan teknik baru untuk pemantauan, pemodelan, dan penggunaan data kelembaban tanah. Pada penelitian ini kebutuhan air irigasi diterapkan pada tanaman durian. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pola kelembaban tanah pada tanaman durian. Kelembaban tanah mempunyai dua pengertian yang berbeda, sebagai kelembaban volumetris (θ) dan kelembaban gravimetris (w). Penentuan besarnya kebutuhan air bagi tanaman secara teliti pada umumnya terbentur pada kesukaran untuk mendapatkan hasil pengukuran yang teliti di lapangan. Kelembaban tanah pada hasil pengukuran berkisar antara 0.228 (cm3.cm-3) hingga 0.699 (cm3.cm-3).
ANALYSIS OF RICE FIELD SOIL FERTILITY IN COASTAL GEOGRAPHICAL AREAS: A CASE STUDY OF SITUBONDO DISTRICT, JAWA TIMUR PROVINCE, INDONESIA: ANALISIS KESUBURAN TANAH SAWAH DI WILAYAH GEOGRAFIS PESISIR: STUDI KASUS KABUPATEN SITUBONDO romadhona, sukron; Arifandi, Josi Ali
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 22 No 1 (2024): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v22n1.p71-82

Abstract

Soil fertility is a key factor in agricultural success, especially in rice fields, which are the main source of rice production. The research results showed significant variations in the physical and chemical properties of soil in the rice fields, which were the focus of the research. P2O5 for rice fields in Situbondo district is in the range of values from 19.34 me/100g to 142.29 me/100g, dominated by very high status. The distribution of K2O in the rice fields of Situbondo district is in the range of values from 16.95 me/100g to 395.99 me/100g, including low to very high status. The distribution of K2O is dominated by very high states. The distribution of organic C in rice field soil in Situbondo district is in the range of 0.93% to 6.54%. The organic C content is dominated by medium status. The KTK of Situbondo Regency is in the range of values from 10.18 me/100g to 48.23 me/100g. The KTK value is dominated by high status. Base saturation in the study area is classified as low to high, ranging from 19.43% - 78.89% and is dominated by status.
PENGARUH ANTHESIS JANTAN DAN WAKTU POLINASI TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PEMBENTUKAN BENIH SEMANGKA TANPA BIJI (Citrullus Lanatus Thunberg.) Ahmad Ihwanudin; Sri Hartatik; Kacung Hariyono; Josi Ali Arifandi
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 2 NO. 1 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v2i1.484

Abstract

Triploid watermelon seeds are produced from the crossing between watermelon diploid as males and tetraploid watermelons as females. The success of triploid seed formation is influenced by the success of pollination determined by pollen viability which is characterized by the period of anthesis and peptic receptivity by the time of pollination. This experiment was conducted in Jember  on 2018. The Factorial Randomized Block Design, 3x3  with three replications, was concucted to determine the effect of male anthesis period and pollination time on the success rate of seedless watermelon seed formation. The results showed that no significant interaction of the male anthesis period and the time of pollination effect. Pollens harvested during pre anthesis give the best pollination results. On the other hand, the best pollination can be done at 07.30 – 08.30 am  Keywords: anthesis, pollination, seeds, seedless watermelon.
PENGARUH SENYAWA HUMAT DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP SERAPAN HARA NITROGEN DAN KUALITAS BIBIT STEK UBIJALAR (Ipomoea batatas L.) Putri Tunjung Sari; Josi Ali Arifandi
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 1 NO. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v1i2.176

Abstract

Seed cutting of sweet potato influenced by nutrient availability, especially nitrogen. Humic straw substances and cattle chicken manure fertilizer can increase the amount of nitrogen in the soil and also can improve the physical nature of soil. This study aimed to find out the influence of humic straw substances and cattle chicken manure fertilizer application toward the uptake of nitrogen nutrients for the seeds cutting quality of sweet potatoes. This research was conducted using factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors, trere are humic straw subtances and cattle chiken manure. The variable observed was pH, C-Organic, N-Total of soil total length of plants, wet weight, dry weight, content of N-tissue, and N absorption. The result showed that a combination of humic straw substances and cattle chicken manure fertilizer influence to the increase of N-Total of soil, N-tissue, the uptake of N, the total length of plant, wet weight, and dry weight of the upper plants. The addition of a single factor of chicken manure fertilizer affects to the increase of pH and C-Organic of soil. Moreover, the best treatment combination in increasing the nitrogen uptake were A2P3 treatment (with 0.2% humic acid and 0.92 gram N of manure fertilizer). Furthermore, the best treatment combination in improving the number of seedlings cutting of sweet potatoes was A0P1 treatment (without humic acid and adding 0.46 gram N of  manure fertilizer).  Keywords:  seed cutting of sweet potatoes, nitrogen, chiken cattle manure and humic subtances.
PENGARUH LIMBAH BIOGAS DAN ARANG SEKAM TERHADAP KETERSEDIAAN DAN SERAPAN HARA NITROGEN SERTA KUALITAS BIBIT STEK UBI JALAR (Ipomoea batatas. L) Mohammad Kamil; Josi Ali Arifandi
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 1 NO. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v1i2.105

Abstract

Ubi jalar adalah tanaman yang diperbanyak salah satunya dalam bentuk stek sebagai bahan tanam. Media tanam merupakan salah satu faktor dalam keberhasilan pembibitan ubi jalar. Kualitas media dapat dilihat dari seberapa baik media menyediakan kebutuhan pertumbuhan terutama salah satu unsur hara makro yaitu Nitrogen. Slury dan arang sekam merupakan solusi dalam meningkatkan dan menyediakan Nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi pupuk slurry dan arang sekam dalam  perbaikan media pembibitan dalam meningkatakn dan menyediakan unsur Nitrogen untuk meningkatkan kualitas bibit dalam menghasilkan stek ubi jalar. Pelaksanaan bertempat di Laboratorium Kesuburan Tanah dan green house berlokasi di Sukerejo dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu slurry dan arang sekam dan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara arang sekam dan slurry berbeda nyata pada variabel pH dan N-jaringan tanaman. Faktor tunggal arang sekam memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap variabel C-organik, Serapan N, dan panjang tanamanan. Sedangkan perlakuan slurry tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua variabel. Perlakuan A1 (2,5 kg arang sekam dan 2,5 kg tanah), A2 (3,3 kg arang sekam dan 1,7 kg tanah) dan A3 (1,7 kg arang sekam dan 3,3 kg tanah) memberikan hasil indeks kualitas bibit yang sangat baik. Kata kunci: Media Pembibitan, Ubi Jalar, Slurry dan Arang Sekam