Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Research Report - Social Science

PROFIL DAYA INOVASI UKM DALAM MENGHADAPI ACFTA (STUDI KASUS UKM DI BANDUNG & GARUT) Orpha Jane; Arie Indra Chandra
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1907.664 KB)

Abstract

Inovasi merupakan sebuah prasyarat bagi Usaha Kecil dan Menengah berkembang dan bertumbuh. Dengan melakukan inovasi secara terus menerus, Usaha Kecil dan Menengah dapat bersaing dan terus hidup (sustainability). Mengingat pentingnya hal tersebut, penelitian ini ingin melihat dan mengidentifikasi profil daya inovasi pelaku Usaha Kecil Menengah. Pelaku yang diteliti dalam penelitian ini adalah pelaku UKM di kota Bandung dan Garut yang saat ini ikut dalam program Pembinaan dan Pengembangan Kapasitas Pelaku UKM yang diselenggarakan oleh Center of Excellence Small Medium Entreprise LPPM Unpar.Secara spesifik, penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam menghadapi pesaing, para pelaku bisnis umumnya bereaksi khas tapi sama. Berdasarkan data yang terkumpul, mayoritas responden melakukan tindakan-tindakan inovasi baik dalam mengembangkan produk, memperluas produk serta meningkatkan kualitas
PROSES INTERNASIONALISASI PERUSAHAAN : DESAIN STRATEGIS & ORGANISASI (STUDI KASUS UKM DI KOTA BANDUNG) Orpha Jane
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2013)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.434 KB)

Abstract

Internasionalisasi sebuah perusahaan merupakan salah satu tahapan pertumbuhan perusahaan, khususnya pertumbuhan pasar. Internasionalisasi menjadi cita-cita hampir seluruh perusahaan, tidak terkecuali perusahaan dengan skala kecil dan menengah atau yang dikenal dengan istilah UKM. Moda untuk melakukan internasionalisasi terdiri atas dua yaitu dengan menggunakan modal (Equity Mode) dan yang tidak menggunakan modal (Non-equity Mode).  Sejalan dengan itu, proses internasionalisasi sebuah perusahaan akan berkaitan pula dengan evolusi strategi serta desain organisasinya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses internasionalisasi sebuah perusahaan, khususnya Usaha Kecil dan Menengah di Bandung yang saat ini sedang dalam pertumbuhan bisnisnya, yaitu PT. Bumbu Desa. PT. Bumbu Desa berencana memperluas jangkauan pasarnya di kancah internasional, khususnya Amerika Serikat dan wilayah negara-negara ASEAN. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji berbagai literatur mengenai proses internasionalisasi terkait dengan strategi dan desain organisasinya. Secara spesifik, desain organisasi akan dibahas dalam penelitian lanjutan. Berdasarkan data yang terkumpul melalui proses wawancara teridentifikasi bahwa PT. Bumbu Desa menggunakan moda Franchising yang termasuk dalam Non-equity Mode of Entry dalam usahanya memasuki pasar luar negeri. Sementara itu, evolusi perusahaan melalui tahapan: (1)  internasionalisasi dengan menggunakan moda ekspor dan strategi home replication, (2) multicountry melalui joint venture dan strategi multidomestic dan (3) global melalui wholly owned subsidiary dengan strategi global dan transnational.
MEREK SEBAGAI STRATEGIC ASSET DAN DINAMIKA PERSAINGANNYA DI INDUSTRI KONSUMSI (STUDI EMPIRIK MEREK YANG MEMPEROLEH IBBA 2011) Orpha Jane
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.559 KB)

Abstract

Merek merupakan salah satu sumberdaya penting bagi perusahaan. Saat ini, merek tidak lagi memainkan peranan sebagai pemberi identitas produk, pemberi pembeda produk dibandingkan dengan pesaing ataupun sekedar logo, simbol atau nama merek. Merek harus dipandang sebagai sumberdaya stratejik (strategic asset) yang dapat meningkatkan kapabilitas dan kompetensi inti perusahaan dalam usahanya meraih keunggulan daya saing.Penelitian ini mencoba mengkaji merek sebagai strategic asset dan dinamika persaingannya di industri. Secara spesifik, penelitian ini ingin mengidentifikasi merek sebagai salah satu sumberdaya perusahaan yang dapat mempengaruhi keunggulan bersaing berkelanjutan perusahaan. Merek-merek yang dianalisis dalam penelitian adalah yang ikut dalam program Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2011 yang diselenggarakan oleh majalah SWA dan lembaga riset MARS. Analisis dikaitkan dengan kriteria VRIN (Valuable, Rare, Inimitability, Non-substituability).Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa sepuluh merek yang masuk pada kategori pemenang IBBA 2011 adalah merek yang dimiliki oleh produsen atau perusahaan yang sudah lama ada di industri sehingga memiliki kemampuan untuk berpromosi melalui periklanan secara intensif. Hal tersebut secara langsung mempengaruhi dinamika persaingan di industri. Dan secara spesifik dapat dinyatakan sebagai sumberdaya stratejik perusahaan, meskipun kriteria VRIN yang terpenuhi hanyalah valuable.Keyword: persaingan di industri, merek, sumberdaya stratejik, vrin
PENDIRIAN INKUBATOR BISNIS – TEKNOLOGI UNPAR Orpha Jane; Budi Husodo Bisowarno; Ceicalia Tesavrita; Maria Widyarini
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.754 KB)

Abstract

UNPAR, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi, aktif ambil bagian dalam pemberdayaan kewirausahaan, melalui pendirian Center of Excellence (COE) Small and Medium Enterprises (SME) yang bertujuan menfasilitasi berbagai upaya pengembangan dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Selain pendirian COE SME, pada dasarnya kontribusi UNPAR tercermin dari penyelenggaraan mata kuliah Kewirausahaan, Teknopreneurship dan Simulasi Bisnis di beberapa Jurusan yaitu Administrasi Bisnis, Manajemen, Teknik Kimia dan Teknik Industri. Melalui kuliah-kuliah tersebut terlahir pelaku usaha muda di berbagai bidang. Selama ini, orientasi mata kuliah tersebut hanya semata-mata berorientasi pada pengetahuan, sehingga kesinambungan bisnis yang sudah digagas dari para peserta tidak disiapkan secara terstruktur. Oleh karenanya dibutuhkan sebuah wadah untuk membantu mahasiswa yang betul-betul ingin menjalankan bisnisnya secara terstruktur dan profesional. Wadah ini disebut dengan Inkubator Bisnis Teknologi (IBT). Berbagai kegiatan dalam rangka pendirian IBT di tingkat universitas sudah dilakukan, dan diperoleh hasil berupa pendirian IBT di awal tahun 2016. Sebagai salah satu tindak lanjut dari program pengabdian ini adalah, pengajuan Proposal untuk Hibah Pengabdian kepada Masyarakat DIkti tahun 2016 guna mendukung operasional dari IBT yang dimaksud. Pengajuan co-worker space sebagai salah satu syarat pelaksanaan IBT akan diajukan kepada pihak universitas di awal tahun 2016. Perlunya sinergi antar program studi, terutama yang menyelenggarakan mata kuliah kewirausahaan mulai dilakukan lewat diskusi bersama dengan prodi yang dimaksud.