Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Pencahayaan Terhadap Produksi Di PT. Pilar Makmur Utama Akhmad Kurtubi; Fanny Desyanto; Muhammad Yus Firdaus; Febri Rismaningsih
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 2 No 1 (2021): Maret - Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.684 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kuatnya pencahayaan yang di butuhkan oleh masing-masing area produksi di PT. PILAR MAKMUR UTAMA dan ada kah pengaruh yang signifikan antara pencahayaan dengan produksi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan analisis regresi. Populasi dalam penelitian ini yang berjumlah 60 karyawan. Pengambilan sampel dengan teknik Proportionate Sampling dengan sampel sebesar 48 karyawan. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan skala likert yang memiliki 5 alternatif jawaban. Uji validitas instrumen menggunakan analisis butir dan dihitung dengan menggunakan rumus sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus Croncbach’s Alpha. Prasyarat analisis meliputi uji normalitas dan uji linearitas. Selanjutnya uji hipotesis menggunakan regresi sederhana.Hasil.perhitungan persentase pencapaian dan katagori per indicator pencahayaan tehadap produksi terhadap 48 responden yang ada di PT. PILAR MAKMUR UTAMA menunjukan bahwa rata rata karyawan menjawab sesuai terhadap produktfitas baik sebesar ( 89% ) sebanyak responden yang menjawab sesuia terhadap produktifitas kurang baik 0 dan sesuai terhadap produktifitas baik sebesar 43 responden Sedangkan kurang sesuai ter hadap produksi kurang baik ( 11% ) sebanyak responden yang menjawab kurang sesuai terhadap produksi kurang baik 4 dan kurang sesuai terhadap produksi baik 1.
Trends in using internet-based learning media for students during the COVID-19 pandemic Muhammad Yus Firdaus; Mustofa Kamil; Purnomo Purnomo
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74368

Abstract

The COVID-19 pandemic has led to a profound transformation in the global education system, forcing a sudden shift from face-to-face teaching to online learning. This study aims to understand how students have utilized technology for online learning during the pandemic, focusing on using the internet and smartphones and evaluating the effectiveness of various applications and platforms such as WhatsApp, Zoom, and Learning Management Systems (LMS). A descriptive quantitative research method was employed with a survey technique involving 220 students from Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) to gather data on their technology use activities. The findings indicate that UNIS students predominantly use the internet for learning and information-seeking, while smartphones are more frequently used for communication and entertainment. WhatsApp and Zoom are the most commonly used applications for online learning, reflecting a preference for familiar and easily accessible platforms. The study highlights the need for improved digital skills and technology access to support more effective learning. Recommendations include developing technology training for educators, providing better student resources, and integrating online learning models into long-term educational strategies to enhance education quality and flexibility.   Abstrak Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan transformasi mendalam dalam sistem pendidikan global, memaksa pergeseran dari metode tatap muka ke pembelajaran daring secara mendadak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penggunaan teknologi oleh mahasiswa dalam konteks pembelajaran daring selama pandemi, dengan fokus pada pemanfaatan internet dan smartphone, serta efektivitas berbagai aplikasi dan platform seperti WhatsApp, Zoom, dan LMS. Metode penelitian kuantitatif deskriptif digunakan dengan teknik survei terhadap 220 mahasiswa Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas teknologi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa UNIS dominan menggunakan internet untuk belajar dan mencari informasi, sementara smartphone lebih sering digunakan untuk komunikasi dan hiburan. WhatsApp dan Zoom adalah aplikasi paling sering digunakan untuk pembelajaran daring, mencerminkan preferensi terhadap platform yang familiar dan mudah diakses. Temuan ini menyoroti perlunya peningkatan keterampilan digital dan akses teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian ini menyarankan pengembangan pelatihan teknologi untuk pengajar dan penyediaan sumber daya yang lebih baik bagi mahasiswa, serta integrasi model pembelajaran daring dalam strategi pendidikan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan fleksibilitas pendidikan. Kata Kunci: COVID-19; pembelajaran jarak jauh; pembelajaran online
Academic policy for establishing new junior high schools in South Tangerang City Mustofa Kamil; Neneng Nurjanah; Muhammad Yus Firdaus; Bambang Mardi Sentosa; Purnomo Purnomo; Cucu Sukmana
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74566

Abstract

This study explores the academic policy regarding establishing new Junior High Schools (SMP) in South Tangerang City in response to the rising number of Elementary School (SD) graduates and the limited availability of secondary education facilities. Using a theoretical and quantitative approach, the research applies the "Social Demand Approach" planning model to identify the need for new schools. Findings reveal a significant imbalance between the number of SD and SMP, particularly in Setu, North Serpong, Pondok Aren, and Ciputat sub-districts, highlighting an urgent need for new school units (USB) and classrooms (RKB) to ensure equitable access to quality education. The analysis is supported by geographic and demographic data, considering essential variables such as student group sizes (rombel). Therefore, the policy for establishing new schools in South Tangerang City must be implemented promptly to address primary and secondary education challenges, ensuring adequate facilities for the growing student population. The research emphasizes the importance of addressing educational infrastructure needs to support student's educational progress and highlights the critical role of geographic information systems (GIS) in mapping school locations and planning future school development.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi kebijakan akademik terkait pendirian Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru di Kota Tangerang Selatan sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) dan terbatasnya ketersediaan fasilitas pendidikan menengah. Dengan menggunakan pendekatan teoritis dan kuantitatif, penelitian ini menerapkan model perencanaan "Social Demand Approach" untuk mengidentifikasi kebutuhan akan sekolah baru. Temuan menunjukkan ketidakseimbangan yang signifikan antara jumlah SD dan SMP, khususnya di kecamatan Setu, Serpong Utara, Pondok Aren, dan Ciputat, menyoroti kebutuhan mendesak akan unit sekolah baru (USB) dan ruang kelas (RKB) untuk memastikan akses yang merata terhadap pendidikan berkualitas. Analisis didukung oleh data geografis dan demografis, mempertimbangkan variabel penting seperti ukuran kelompok peserta didik (rombel). Oleh karena itu, kebijakan pendirian sekolah baru di Kota Tangerang Selatan harus dilaksanakan segera untuk mengatasi tantangan dalam pendidikan dasar dan menengah, serta memastikan fasilitas yang memadai bagi populasi peserta didik yang berkembang. Penelitian ini menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan infrastruktur pendidikan untuk mendukung kemajuan peserta didik. Sistem informasi geografis (GIS) memainkan peran penting dalam pemetaan lokasi sekolah dan perencanaan pengembangan pendidikan di masa depan. Kata Kunci: kebijakan pendidikan; kelompok belajar pendirian SMP; social demand approach