Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Teknik Sterilisasi Eksplan Daun Lahung (Durio dulcis) pada Media MS Secara In Vitro Agustiningrum, Eka; Hardarani, Nofia; Susanti, Hilda
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 2 (2023): December (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v5i2.1248

Abstract

Lahung adalah salah satu jenis Durio yang merupakan tanaman endemik Kalimantan yang sudah sulit dijumpai sehingga status lahung di alam saat ini adalah rawan atau genting. Oleh sebab itu perlu dilakukan pelestarian pada tanaman ini dengan teknik kultur jaringan untuk memperoleh tanaman yang sama dengan induknya. Sterilisasi merupakan tahapan penting dalam kultur jaringan agar memperoleh eksplan yang aseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik sterilisasi terbaik terhadap eksplan daun lahung pada media MS secara in vitro. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan teknik sterilisasi yang terdiri dari 6 taraf yaitu: s1 = NaOCl, alkohol 70%, s2 = fungisida, NaOCl, alkohol 70%, s3 = bakterisida, NaOCl, alkohol 70%, s4 = fungisida, bakterisida, NaOCl, alkohol 70%, s5 = fungisida, bakterisida, NaOCl, alkohol 70%, HgCl2 0,1% dan s6 = fungisida, bakterisida, NaOCl, alkohol 70%, HgCl2 0,1%, H2O2 17,6%. Variabel pengamatan pada penelitian ini adalah waktu muncul kontaminasi, persentase kontaminasi, persentase browning, persentase eksplan hidup, waktu muncul kalus, warna kalus dan tekstur kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sterilisasi yang efektif digunakan untuk eksplan daun lahung adalah fungisida + NaOCl + alkohol 70%.
Bimbingan teknis pewarna alami dari tanaman obat bersama tim penggerak PKK Desa Kait-kait Eva Agustina; Rahmah Muliati; Nur Yohaniz Miskiah; Muhammad Syamsuddin Atuf; Agus Ansyari; Nofia Hardarani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.26914

Abstract

AbstrakDesa Kait-kait, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, memiliki potensi besar dalam bidang pertanian berkat kesuburan tanahnya, di mana 44% penduduknya berprofesi sebagai petani. Meskipun demikian, masyarakat belum memanfaatkan tanaman sekitar yang berkhasiat obat seperti jahe, kunyit, daun kelor dan lain-lain secara optimal. Permasalahan ini berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang manfaat dan kegunaan tanaman tersebut, yang berpotensi menjadi alternatif pengobatan dan pewarna alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat. Kegiatan ini juga bagian dari program kerja Tim KKN-MBKM Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat tahun 2024 di Desa Kait-kait yang sekaligus bertujuan untuk merekognisi mata kuliah Budidaya Tanaman Rempah dan Obat. Mitra sasaran adalah 25 anggota PKK Desa Kait-kait. Metode pelaksanaan meliputi bimbingan teknis yang dilakukan pada 18 Agustus 2024, di mana peserta diajarkan tentang teknik budidaya tanaman obat dan pemanfaatannya sebagai pewarna alami. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang manfaat tanaman obat, serta antusiasme untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan. Beberapa peserta mulai menanam tanaman obat di pekarangan mereka dan menunjukkan ketertarikan dalam penggunaan tanaman obat sebagai pewarna alami. Kegiatan ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas kesehatan serta kesejahteraan di Desa Kait-kait. Kata kunci: desa kait-kait; keterampilan masyarakat; pewarna alami; tanaman obat AbstractKait-kait Village, Bati-bati District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan, possesses significant agricultural potential due to its fertile soil, where 44% of the population work as farmers. However, the community has not optimally utilized local medicinal plants such as ginger, turmeric, and moringa. This issue is related to a lack of knowledge about the benefits and uses of these plants, which have the potential to be alternatives for medicine and natural dyes. This community service activity aimed to enhance the knowledge and skills of the community in utilizing medicinal plants. It was part of the work program of the KKN-MBKM Team from the Faculty of Agriculture of Lambung Mangkurat University in 2024, which also aimed to recognize the course on Cultivation of Spice and Medicinal Plants. The target participants were 25 members of the PKK of Kait-kait Village. The implementation method includeds a technical guidance session held on August 18, 2024, where participants were educated on cultivation techniques for medicinal plants and their application as natural natural dyes. The results indicated an increased understanding among participants about the benefits of medicinal plants, along with enthusiasm to apply the knowledge gained. Some participants started planting medicinal plants in their yards and expressed interest in using these plants as natural coloring agents. This activity was expected to empower the community and improve health and well-being in Kait-kait Village. Keywords: community skills; kait-kait village; medicinal plants; natural dyes
Pelatihan pembuatan komposter POC dengan metode ember tumpuk pada kelompok Dasa Wisma Teratai 8, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara Bakti Nur Ismuhajaroh; Gani Jawak; Indya Dewi; Nofia Hardarani; Juharni Juharni; Muhammad Syaiful Shodiq; Dwija Putripertiwi; Tuniah Tuniah; Muhammad Ihsan Fadhiel; Izzatul Afifah; Rahmat Safutra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39554

Abstract

Abstrak Wilayah Banjarbaru Utara termasuk daerah dengan penduduk yang padat. Hampir setengah dari jumlah penduduk di Kecamatan Loktabat Utara berada di Kelurahan Loktabat Utara. Tingginya jumlah penduduk yang padat akan diikuti dengan meningkatnya sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik. Masalah sampah ini menjadi masalah yang sangat komplek. Tujuan dari pengabdian ini adalah upaya untuk mengatasi sampah dengan gerakan menyadarkan dan menumbuhkan kepedulian dalam mengolah sampah. Metode yang digunakan untuk menyadarkan adalah dengan memberikan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik pada kelompok Dasa Wiswa Teratai 8. Penyuluhan yang dilakukan disertai dengan praktik pengolahan sampah organik dengan metode ember tumpuk. Hasil yang diperoleh dari penyuluhan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan POC dan kompos. Pengetahuan  mengenai sampah organik yang mudah terurai dari responden 88% kemudian meningkat menjadi 100%, untuk sampah organik yang sulit terurai masih ada 12% menjadi 0%. Peningkatan masyarakat untuk mengolah sampah dengan ember tumpuk sebagai kelebihan dengan metode lainnya sebesar 8% dari 92% menjadi 100% tertarik. Ketertarikan masyarakat mengelola sampah dengan metode ember tumpuk berdasarkan tingkat kemudahannya sebesar 72%. Melalui pelatihan ini kelompok Dasa Wisma Teratai 8 mendapat informasi tentang pengelolaan sampah organic menggunakan metode ember tumpuk dan mendapat teknologi pengetahuan baru tentang metode pengomposan. Pelatihan ini juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dari rerata 63,2% menjadi 84,4%. Kata kunci: sampah organik; ember tumpuk; penyuluhan; kepedulian; penduduk Abstract The North Banjarbaru area is one of the regions with a dense population. Almost half of the population in the North Loktabat District resides in the North Loktabat Urban Village. The high population density will be followed by an increase in waste, both organic and inorganic. This waste problem has become a very complex issue. The aim of this service is an effort to tackle waste through a movement to raise awareness and foster concern in managing waste. The method used to raise awareness is by providing counseling to the community regarding the utilization of organic waste in the Dasa Wiswa Teratai 8 group. The counseling conducted was accompanied by practice in processing organic waste using the stacked bucket method. The results obtained from the counseling showed an increase in knowledge about organic waste that can be used as materials for making POC and compost. Knowledge about easily decomposable organic waste among respondents increased from 88% to 100%, while for hard-to-decompose organic waste, it decreased from 12% to 0%. The increase in community interest in processing waste using stacked buckets, as an advantage compared to other methods, was 8%, increasing from 92% to 100%. Community interest in managing waste using the stacked bucket method based on its ease of use was 72%. The Dasa Wisma Teratai 8 group learned new technological information about composting techniques and learned how to manage organic waste utilizing the stacked bucket approach. Additionally, the participants' knowledge and skills grew from an average of 63.2% to 84.4% as a result of this training. Keywords: concern; counseling; organic waste; population; stacked buckets.
Pengaruh Jenis Dan Dosis Pupuk Organik Enceng Gondok Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Sawi (Brassica Juncea L) Agus Salim; Zairin Zairin; Nofia Hardarani
AgroGreen Jurnal AgroGreen, Vol. 2, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrogreen.vi0.3447

Abstract

Hasil sawi belum mencukupi kebutuhan dan permintaan masyarakat karena areal pertanaman semakin sempit dan produktivitas tanaman sawi masih relatif rendah,. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis dalam jenis pupuk organik eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Dan memperoleh dosis dalam jenis pupuk organik eceng gondok yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam dengan model linear aditif untuk RAL dua faktor pola tersarang. Dengan hasil yaitu Dosis dalam jenis pupuk organik eceng gondok memberikan pengaruh nyata dan Dosis 20 t ha-1 dalam kompos eceng gondok memberikan hasil yang terbaik pada variabel tinggi tanaman sebesar 39,47 cm, luas daun sebesar 481 cm2, berat basah dengan akar seberat 102,58 g, berat basah tanpa akar seberat 98,41 g, berat kering dengan akar seberat 31,86 g dan berat kering tanpa akar seberat 30,69 g. Pada jumlah daun perlakuan dosis 20 t ha-1 dalam bokashi eceng gondok memberikan hasil yang terbaik sebanyak 13,67 helai.