Juanita, Juanita
Bagian Keilmuan Keperawatan Gawat Darurat Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA STATUS MENTAL DENGAN ASUPAN NUTRISI PADA LANSIA Juanita Juanita; Budi Satria
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.799 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.18444

Abstract

Lansia mengalami perubahan normal berupa penurunan fungsi status mental. Perubahan ini dapat berpengaruh terhadap kemampuan lansia melakukan aktifitas sehari-hari terutama kemampuan untuk makan, sehingga berpengaruh pada asupan nutrisi lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status mental dengan asupan nutrisi pada lansia. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh lanjut usia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Darussalam Aceh Besar, sebesar 102 responden yang teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling sebesar 102 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner short portable mental status questionnaire (SPMSQ) dan kuesioner perilaku asupan nutrisi dalam bentuk skala likert. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian menemukan adanya hubungan antara status mental dengan asupan nutrisi lansia (p = 0.011), yaitu lansia yang memiliki fungsi mental yang baik akan memiliki asupan nutrisi yang baik pula. Oleh karena itu, diharapkan kepada pemberi asuhan, terutama keluarga, untuk membantu memenuhi asupan nutrisi lansia dengan penurunan fungsi mental ini sehingga dapat menjaga dan meningkatkan kesehatannya.
Tingkat Belas Kasih Diri (Self-Compassion) pada Lansia yang Kehilangan Pasangan di Kota Banda Aceh Mutiara Nadya Nova; Ibrahim Ibrahim; Juanita Juanita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia yang kehilangan pasangan sering mengalami masalah psikologis seperti kesepian dan depresi. Oleh karena itu, diperlukan sikap belas kasih diri (self-compassion) agar lansia tetap memperlakukan dirinya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat belas kasih diri (self-compassion) pada lanjut usia yang kehilangan pasangan di Kota Banda Aceh. Desain penelitian deskriptif dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportional sampling terhadap 389 responden pada 9 kecamatan di Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara terpimpin menggunakan instrumen The Self-Compassion Scale Short Form (SCS-SF) yang terdiri dari 12 item pernyataan dalam bentuk skala likert. Metode analisa menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan mayoritas tingkat belas kasih diri (self-compassion) pada lansia yang kehilangan pasangan berada pada kategori tinggi sebanyak 231 responden (59,4%). Dapat disimpulkan bahwa belas kasih diri atau self-compassion pada lanjut usia yang kehilangan pasangan tergolong baik sehingga para lanjut usia tersebut dapat menjalani hidupnya setelah ditinggal pasangan dengan baik. Perawat puskesmas disarankan agar dapat melakukan pemberian terapi reminiscence atau mengingat kembali kenangan baik maupun buruk untuk kemudian dimaknai sehingga penilaian lansia akan dirinya menjadi lebih positif.
PENGABAIAN PADA LANSIA DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL Dwyna Putri RAHAYU; Juanita Juanita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakankelompok yang sangat rentan untuk mengalami pengabaian oleh pihak keluarga, baik secara fisik, psikologis, maupun finansial yang nantinya akan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan lansia termasuk kebutuhan spiritual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengabaian pada lansia dengan pemenuhan kebutuhan spiritual di Desa Blang Kecamatan Darussalam Aceh Besar. Desain penelitian yang digunakan adalah  deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 51 lansia. Pengumpulan data dilakukan tanggal 7-13 Juni 2016, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner pengabaian pada lansia yang terdiri dari 21 item pertanyaan dan kuesioner pemenuhan kebutuhan spiritual yang terdiri dari 16 item pertanyaan dalam bentuk skala likert dengan cara ukur wawancara terpimpin. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan confidence interval 95% dan α = 0,05. Hasil analisis data didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengabaian fisik (p = 0,003) dan pengabaian finansial (p = 0,009) dengan pemenuhan kebutuhan spiritual, tidak ada hubungan yang signifikan antara pengabaian psikologis dengan pemenuhan kebutuhan spiritual (p = 0,144), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengabaian dengan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan nilai p = 0,082 (p α); Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengabaian tidak mempengaruhi spiritual seseorang karena terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi spiritual lansia. Diharapkan kepada keluarga untuk terus memfasilitasi segala kebutuhan lansia termasuk kebutuhan spiritual dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki oleh keluarga, baik secara fisik, psikologis maupun finansial.
GAMBARAN SELF-CARE AGENCY DIABETES MELLITUS PADA LANSIA LAKI – LAKI DI KOTA BANDA ACEH Dina Fajarina; Juanita Juanita; Sarini Vivi Yanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit tingginya kadar glukosa dalam darah yang sering terjadi pada lansia, sehingga lansia harus memiliki kemampuan dalam perawatan diri (Self-care Agency) dan untuk mencegah komplikasi yang berbahaya.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran self-care agency diabetes mellitus pada lansia laki-laki di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain deskriptif eksploratif, metode pendekatan sectional study. Jumlah sampel sebanyak 118 lansia laki-laki diabetes mellitus yang diambil dengan purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner The Summary of Diabetes mellitus Activities questionnaire dengan nilai validitas 0,98 dan nilai reliabilitas 0,72. Hasil penelitian menunjukkan self-care agency lansia laki-laki dengan diabetes mellitus pada lima dimensi yaitu diet/pola makan, aktivitas fisik rata-rata, perawatan kaki, dan minum obat rata-rata 3 hari dalam satu minggu terakhir, untuk monitoring gula darah rata-rata 2 hari dalam satu minggu terakhir. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masih ada lansia yang belum melakukan aktivitas self-care agency selama seminggu dimana masih ada diet yang tidak sehat sehingga disarankan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan manajemen promosi kesehatan tentang diabetes mellitus.
SELF-CARE AGENCY PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS Laina Maulida; Nurhasanah Nurhasanah; Juanita Juanita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit naiknya kadar glukosa dalam darah yang tidak dapat disembuhkan sehingga memerlukan agen perawatan diri (Self-care agency). Self-care agency pada diabetes mellitus perlu dijalankan sepanjang kehidupan penderita, dimana self-care agency ini bertujuan untuk mengoptimalkan kontrol metabolik, serta mencegah komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui self-care agency pada lansia dengan diabetes mellitus di kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini kuantitatif deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional study dengan jumlah populasi 7.365. Metode pengambilan sampel yaitu non probability sampling menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah 379 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner The Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) dengan nilai validitas 0,98 dan nilai reliabilitas 0,72. Penelitian ini menggunakan analisis data univariat. Hasil penelitian Self-care agency pada lansia dengan diabetes mellitus yang terdiri dari enam dimensi yaitu diet khusus, aktivitas fisik, minum obat diabetes rata-rata 5 hari dalam satu minggu terakhir, diet umum rata-rata 6 hari dalam satu minggu terakhir, memonitoring gula darah rata-rata 2 hari dalam satu minggu terakhir, perawatan kaki rata-rata 4 hari dalam satu minggu terakhir dan dapat disimpulkan bahwa mayoritas self-care agency responden sudah baik. Direkomendasikan kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan promosi kesehatan terkait pentingnya melakukan manajemen pengobatan diabetes mellitus secara rutin.
GAMBARAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEPIAN PADA LANSIA DI ACEH andi mulyadi; juanita juanita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah psikologis yang sering terjadi pada lansia yaitu kesepian. Kesepian merupakan perasaan tersisihkan dari orang lain, kelompoknya, merasa tidak diperhatikanoleh orang-orang disekitarnya. Hal tersebut dipengaruhi karena adanya perasaan rendah diri, tidak diperdulikan oleh keluarga dan rendahnya spiritualitas lansia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor psikologis, faktor kebudayaan dan faktor spiritual yang mempengaruhi kesepian pada lansia. Jenis penelitian ini deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh lansia yang tinggal di Unit Pelaksana TeknisDinas (UPTD) Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Banda Aceh berjumlah 65 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling berjumlah 41 responden. Alat pengukuran data berupa kuesioner dengan 15 item pernyataan dalam bentuk skala liker tdengan menggunakan metode wawancara terpimpin. Hasil analisis data penelitian dapat diketahui bahwa: sebagian besar lansia memiliki faktor psikologis yang baik (78,0%), memiliki faktor kebudayaan dan situasional yang baik (51,2%), dan sebagian besar memiliki faktor spiritual yang baik (97,6%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor psikologis, kebudayaan dan situasional serta spiritual tidak berpengaruh terhadap kesepian pada lansia. Oleh karena itu diharapkan kepada keluarga lansia agar lebih memperhatikan lansia dan meningkatkan dukungan keluarga (family support) selama lansia tinggal dipanti
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DENGAN KUALITAS TIDUR LANSIA Lailatul Fitri; Riski Amalia; Juanita Juanita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas tidur adalah kapasitas tidur seseorang yang sangat mempengaruhi kesehatan fisik maupun kesehatan mental individu. Adapun jenis kelamin merupakan salah satu bagian basic conditioning factorsyang dapat menyebabkan terjadi permasalahan pada kualitas tidur lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jeniskelamin dengan kualitas tidur lansia. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yaitu 374 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisa data pada penelitian ini menggunakan chi square didapatkan hasil bahwa adanya hubungan antara  faktor jenis kelamin (p=0,038) dengan kualitas tidur lansia. Sehingga diharapkan lansia dapat menerapkan secara rutin terapi komplementer seperti relaksasi otot progresif, aromaterapi, dan juga dapat melakukan kegiatan untuk meningkatkan aktivitas fisik lansia  untuk meningkatkan kualitas tidur.
GAMBARAN INSOMNIA PADA LANSIA DI KOTA BANDA ACEH Nurul Khairani; Juanita Juanita; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insomnia merupakan salah satu masalah tidur yang paling sering terjadi pada dewasa tua/lanjut usia (lansia). Insomnia adalah ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan tidur secara kuantitas maupun kualitas. Kualitas tidur yang buruk dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan fisiologi dan psikologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran insomnia pada lansia di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskripsi dengan analisa univaritas dan desain cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode proportional sampling dengan jumlah sampel 359 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner Insomnia Rating Scale (KSPBJ-IRS) untuk mengetahui gambaran insomnia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insomnia pada lansia dalam kategori ringan, sebanyak 204 lansia (56,8%). Direkomendasikan untuk keluarga yang memiliki lansia agar dapat mendukung lansia meningkatkan aktivitas-aktivitas yang dapat mengatasi insomnia seperti sleep hygiene, terapi relaksasi, dan terapi kontrol stimulus.
HUBUNGAN ANTARA STATUS MENTAL DENGAN ASUPAN NUTRISI PADA LANSIA Juanita Juanita; Budi Satria
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.18444

Abstract

Lansia mengalami perubahan normal berupa penurunan fungsi status mental. Perubahan ini dapat berpengaruh terhadap kemampuan lansia melakukan aktifitas sehari-hari terutama kemampuan untuk makan, sehingga berpengaruh pada asupan nutrisi lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status mental dengan asupan nutrisi pada lansia. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh lanjut usia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Darussalam Aceh Besar, sebesar 102 responden yang teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling sebesar 102 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner short portable mental status questionnaire (SPMSQ) dan kuesioner perilaku asupan nutrisi dalam bentuk skala likert. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian menemukan adanya hubungan antara status mental dengan asupan nutrisi lansia (p = 0.011), yaitu lansia yang memiliki fungsi mental yang baik akan memiliki asupan nutrisi yang baik pula. Oleh karena itu, diharapkan kepada pemberi asuhan, terutama keluarga, untuk membantu memenuhi asupan nutrisi lansia dengan penurunan fungsi mental ini sehingga dapat menjaga dan meningkatkan kesehatannya.