Khairani Khairani
Bagian Keilmuan Keperawatan Gerontik Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI KOTA BANDA ACEH Dian Nellisa; Khairani Khairani; Rahmawati Rahmawati
Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v12i3.22403

Abstract

Diabetes mellitus adalah salah satu masalah kesehatan dunia yang meningkat setiap tahunnya. Kualitas hidup penderita diabetes mellitus menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Untuk meningkatkan kualitas hidup diperlukan self efficacy yang baik. Self efficacy adalah keyakinan yang dimiliki oleh lansia terhadap kemampuannya untuk melakukan pengelolaan diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pada lansia dengan diabetes mellitus di Kota Banda Aceh.  Penelitian ini bersifat deskriptif correlative menggunakan desain cross sectional study dengan populasi berjumlah 7.365 lansia dengan diabetes mellitus di Kota Banda Aceh. Metode pengambilan sampel yaitu nonprobability sampling  menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 379 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES) dan WHOQOL-BREF yang dilakukan dengan wawancara terpimpin. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan self efficacy baik (79,9%) dan kualitas hidup baik (96,8%) sehingga ada hubungan antara self efficacy dengan kualitas hidup lansia dengan diabetes mellitus (p-value = 0,000). Direkomendasikan kepada petugas kesehatan agar terus memberikan promosi kesehatan terkait pentingnya melakukan manajemen pengobatan diabetes mellitus, sehingga dapat meningkatkan self efficacy dan kualitas hidup serta kesehatan lansia.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI KOTA BANDA ACEH Dian Nellisa; Khairani Khairani; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume X No.1 Januari-Juni 2022
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus adalah salah satu masalah kesehatan dunia yang meningkat setiap tahunnya. Kualitas hidup penderita diabetes mellitus menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Untuk meningkatkan kualitas hidup diperlukan self efficacy yang baik. Self efficacy adalah keyakinan yang dimiliki oleh lansia terhadap kemampuannya untuk melakukan pengelolaan diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pada lansia dengan diabetes mellitus di Kota Banda Aceh.  Penelitian ini bersifat deskriptif correlative menggunakan desain cross sectional study dengan populasi berjumlah 7.365 lansia dengan diabetes mellitus di Kota Banda Aceh. Metode pengambilan sampel yaitu nonprobability sampling  menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 379 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES) dan WHOQOL-BREF yang dilakukan dengan wawancara terpimpin. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan self efficacy baik (79,9%) dan kualitas hidup baik (96,8%) sehingga ada hubungan antara self efficacy dengan kualitas hidup lansia dengan diabetes mellitus (p-value = 0,000). Direkomendasikan kepada petugas kesehatan agar terus memberikan promosi kesehatan terkait pentingnya melakukan manajemen pengobatan diabetes mellitus, sehingga dapat meningkatkan self efficacy dan kualitas hidup serta kesehatan lansia. Kata kunci: self efficacy, kualitas hidup, diabetes mellitus,  ABSTRACT                                                                                                                                Diabetes mellitus is one of the global health problems, and its prevalence keeps on increasing every year. The quality of life of patients with diabetes mellitus must receive serious attention. Self-efficacy is one of the determinant factors to improve quality of life. In this study, self-efficacy refers to the beliefs owned by the elderly towards their ability to control their diabetes mellitus conditions. The aim of this study was to examine the relationship between self-efficacy and the quality of life of the elderly in Banda Aceh City. This study was descriptive correlative research with a cross sectional study.  The population of the study was 7.365 elderlies with diabetes mellitus in Banda Aceh. The sampling technique used was non-probability sampling to select 379 respondents. The instruments used to collect the data werw  Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES) and WHOQOL-BREF administered trough the guided interview. The data were analyzed using Chi-square statistical test. The results revealed that self-efficacy was in good category (97.9%) and  quality of life was also in the good category (86.8%), suggesting that there was a correlation between self-efficacy and the quality of life of the elderly with diabetes mellitus (p-value = 0.000). It is expected that the health workers continuously provide education regarding the importance of diabetes mellitus treatment management to improve patients’ self-efficacy and quality of life. Keywords: self efficacy, quality of life, diabetes mellitus, elderly
TINGKAT KEBUTUHAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL dian islamy; khairani khairani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia sangat rentan mengalami perubahan psikis, sehingga dibutuhkan kekuatan spiritual salah satunya adalah hubungan dengan Tuhan. Kebutuhan religius dan spiritual dari lansia adalah kebutuhan akan kesempatan untuk beribadah sesuai dengan agama dan kebutuhan akan sumber-sumber untuk mempertahankan dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pribadi. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kebutuhan spiritual dengan tingkat kecemasan pada lansia di Panti Sosial kota Banda Aceh. Jenis penelitian bersifat deskriptif korelatif, dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah populasi 55 orang lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan cara simple random sampling sehingga jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 49 orang lansia. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dengan cara ukur wawancara terstruktur. Waktu dan tempat pengumpulan data dilakukan pada tanggal 8-11 Mei 2018 di Panti Sosial Kota Banda Aceh. Hasil analisa data secara bivariat menunjukkan ada hubungan antara tingkat kebutuhan spiritual dengan tingkat kecemasan (p=0,003). Lansia di Panti Sosial Kota Banda Aceh diharapkan untuk lebih meningkatkan diri dalam memenuhi kebutuhan spiritualnya dalam rangka untuk mengurangi tingkat kecemasan, dan pihak panti Sosial yang berada di wilayah Kota Banda Aceh agar lebih meningkatkan kualitas dalam memenuhi kebutuhan spiritual bagi para lansia yang ada didalamnya.
METODE DALAM MENEMUKAN KEBERMAKNAAN HIDUP LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI WERDHA BANDA ACEH cut putri sarah; khairani khairani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebermaknaan hidup merupakan suatu kondisi dimana seseorang dapat menghayati kehidupan yang bersifat khusus, unik, bebas dalam memilih sikap, bertanggung jawab atas pilihan yang telah diambil. Kebermaknaan hidup tidak berasal dari luar diri seseorang. Kebermaknaan hidup diciptakan oleh individu itu sendiri dari keyakinan dalam diri sehingga manusia berjuang untuk mengaktualisasikan dirinya bahkan seharusnya manusia membuktikan dirinya untuk merealisasikan potenisi-potensi yang dimiliki. Adapun bagian dari metode dalam menemukan kebermaknaan hidup adalah pemahaman pribasi, bertindak positif, pengakraban hubungan, pendalaman tiga nilai dan ibadah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode dalam menemukan kebermaknaan hidup lansia yang tinggal di Panti Werdha Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah lanjut usia sebanyak 52 orang yang diperoleh dengan metode total sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan cara wawancara terpimpin. Hasil pengolahan data menunjukkan metode dalam menemukan kebermaknaan hidup lansia berada pada kategori baik dengan jumlah 27 responden (51,9%). Hasil pengolahan data metode pemahaman pribadi berada pada kategori baik (55,8%), metode bertindak positif berada pada kategori baik (59,6%), metode pengakraban hubungan berada pada kategori baik (57,7%), metode pendalaman tiga nilai berada pada kategori baik (51,9%),  dan metode ibadah berada pada kategori baik (90,4%), Diharapkan bagi Dinas Sosial agar tetap mempertahankan serta lebih meningkatkan kepedulian terhadap lanjut usia yang berada di Panti Werdha Banda Aceh sehingga lanjut usia dapat meningkatkan metode dalam menemukan kebermaknaan hidup.
HUBUNGAN FAMILY SUPPORT DENGAN KEPATUHAN LANJUT USIA TERHADAP VAKSINASI COVID-19 DI KOTA BANDA ACEH febbyana oktamardalena; Khairani Khairani; Ibrahim Ibrahim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang memiliki prevalensi paling tinggi terkena dampak COVID-19. Pemerintah memprioritaskan lansia dalam pencegahan penularan COVID-19 dengan cara memberikan vaksinasi COVID-19. Pada masa pandemi ini keluarga menjadi berperan penting dalam mengajak dan memberi informasi kepada lansia mengenai vaksinasi COVID-19. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan family support dengan  kepatuhan lanjut usia terhadap vaksinasi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 2.719 lansia di Kecamatan Syiah Kuala dan Kuta Raja. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan beberapa kriteria inklusi. Jumlah responden sebanyak 337. Pengumpulan data menggunakan kuesioner family support scale dengan nilai reabilitas 0,94 dan vaccination adherence dengan nilai reabilitas 0,976. Pengumpulan data menggunakan tehnik wawancara terpimpin. Uji analisa menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian menunjukan mayoritas lansia mendapatkan dukungan keluarga sedang sebanyak 157 (46.6%) dan mayoritas lansia patuh akan vaksinasi COVID-19 sebanyak 230 (68.2%). Hasil penelitian didapatkan p-value 0,000 yang berarti terdapat hubungan family support dengan kepatuhan lanjut usia terhadap vaksinasi COVID-19  pada lansia. Harapan dari penelitian ini adalah petugas puskesmas dapat lebih mensosialisasikan tentang pentingnya family support pada lansia
GAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA LANSIA DI PANTI WERDHA noni mailisa; khairani khairani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychological well being merupakan nilai positif dari kesehatan mental yang terdiri dari penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, tujuan hidup, perkembangan pribadi, dan penguasaan terhadap lingkungan. Lansia memilki alasan yang berbeda-beda untuk tinggal di panti werdha diantaranya karena tidak ingin merepotkan keluarga, keputusan keluarga, kesehatan dan tinggal tanpa keluarga. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif eksploratif yang dilaksanakan pada tanggal 28-31 Juli 2017. Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang tinggal di Panti Werdha. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling sebanyak 52 orang. Pengukuran psychological well being lansia dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan bentuk skala likert. Analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian psychological well being pada lansia di Panti Werdha menunjukkan pada kategori kurang sebanyak 65.4% yang dibagi menjadi 6 sub kategori yaitu penerimaan diri baik (53.8%), hubungan positif dengan orang lain kurang (55.8%), otonomi baik (57.7%), tujuan hidup kurang (65.4%), perkembangan pribadi (65.4%), dan penguasaan terhadap lingkungan baik (61.5%). Diharapkan bagi pengelola panti untuk dapat membantu lansia untuk tetap mampu bersosialisasi, memiliki hubungan yang posistif dengan orang lain, harapan untuk tetap hidup dan merasa bahagia.                                                     
PEMANFAATANPELAYANANPOSYANDULANSIA DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS Afzalena Afzalena; Khairani Khairani; Mariatul Kiftia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring bertambahnya usia, lansia akanmengalami permasalahan baik dari segi kesehatan maupun sosial. Pelayanankesehatan lansia atau Posyandu Lansia bertujuan untuk meningkatkan mutukehidupan lanjut usia, meningkatkan kesehatan, dan memperpanjang usia. Partisipasi lansia dalam pemanfaatan posyandu lansia sangat penting untuk meningkatkan kesehatan fisik dan juga mentalnya untuk mencapai usia tua yang sehat, bahagia, dan juga berdaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi lansia pada pemanfaatan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Jenis penelitian ini adalah descriptive correlative dan dengan desain cross sectional study.Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 lansia yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling.Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan wawancara terpimpin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value 0,003), sikap lansia (p-value 0,010) dan dukungan keluarga (p-value 0,012) dengan partisipasi dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan Posyandu lansia. Diharapkan kepada pihak terkait agar dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam pemanfaatan posyandu lansia antara lain melalui promosi dan penyuluhan kesehatan tentang manfaat posyandu lansia.
SPIRITUALITAS LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL intan zahrina; Khairani Khairani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia adalah fase akhir dari rentang  kehidupan yang merupakan suatu hal yang wajar akan dialami oleh semua orang yang dikarunia umur yang panjang. Spiritualitas bagi lanjut usia menjadi aspek yang sangat dibutuhkan sebagai dasar dalam membina hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan diri sendiri, hubungan denga orang lain dan hubungan dengan alam untuk mempersiapkan diri menghadapi masa akhir kehidupan. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui gambaran spiritualitas lanjut usia di Panti Sosial Kota Banda Aceh. Desain penelitian deskriptif study. Populasi penelitian berjumlah 55 orang. Teknik pengambilan sampel total sampling, berjumlah 55 responden.Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara terpimpin. Metode analisis data menggunakan analisa univariat. Berdasarkan hasil analisis data di dapatkan bahwa gambaran spiritualitas lanjut usia berdasarkan hubungan dengan Tuhan berada pada kategori baik (85,5%), berdasarkan hubungan dengan diri sendiri berada pada kategori baik (80,0%), berdasarkan hubungan dengan orang lain berada pada kategori baik (80,0%), dan berdasarkan hubungan dengan alam berada pada kategori baik yaitu (78,2%). Secara umum Gambaran spiritualitas lanjut usia di Panti Sosial Kota Banda Aceh berada pada kategori baik yaitu 47 orang (85,5%) dan pada kategori kurang baik yaitu 8 orang (14,5%). Penulis menyarankan kepada kepal Panti Sosial Kota Banda Aceh agar lebih meningkatkan motivasi untuk lanjut usia dalam pemenuhan spiritualitas lanjut usia khususnya hubungan dengan alam supay lebih baik. 
PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI PANTI WERDHA BANDA ACEH dian ratna sari; khairani khairani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan perilaku yang didasari atas kesadaran seseorang yang dapat meningkatkan kesehatan dan melindungi dari berbagai ancaman penyakit disekitar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap lansia terhadap perilaku hidup bersih dan sehat di Panti Werdha Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah lanjut usia sebanyak 52 orang yang diperoleh dengan metode total sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan cara wawancara terpimpin. Hasil pengolahan data menunjukkan pengetahuan lansia berada pada kategori baik jumlah 33 responden (63,5%) dan hasil pengolahan data sikap lansia berada pada kategori baik jumlah 29 responden (55,8%), Diharapkan bagi Dinas Sosial agar tetap mempertahankan serta lebih meningkatkan informasi kesehatan terhadap lanjut usia yang berada di Panti Werdha Banda Aceh sehingga lanjut usia dapat meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI PENYAKIT KRONIS DI BANDA ACEH uswatun khasanah; khairani khairani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin bertambahnya usia, lansia menjadi lebih rentan terhadap berbagai keluhan fisik, baik karena faktor alamiah seperti menurunnya daya tahan tubuh maupun karena faktor penyakit, salah  satunya adalah penyakit kronis. Lansia dengan penyakit kronis akan menunjukkan berbagai masalah  psikis  salah satunya adalah  kecemasan yang akan berdampak pada penurunan aktivitas fisik dan status fungsional, persepsi tentang kesehatan yang buruk, penurunan kepuasan dan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecemasan pada lansia yang mengalami penyakit kronis di panti jompo di Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan pada Juni – Juli 2016. Desain  penelitian deskriptif, dengan teknik pengambilan  sampel purposive  sampling. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 50 lansia yang mengalami penyakit kronis (Hipertensi, penyakit sendi dan Diabetes Melitus) dengan jumlah sampel 37 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terpimpin dengan  menggunakan  kuesioner Hamilton  Rating Scale for Anxiety (HRS-A) yang terdiri dari 14  item pertanyaan. Metode analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh 18 lansia (48,6%) mengalami tingkat kecemasan sedang. Direkomendasikan bagi pihak panti untuk memberikan intervensi lebih lanjut baik dalam  hal pemberian  terapi farmakologis maupun terapi nonfarmakologis seperti mengajarkan teknik relaksasi napas dalam, zikir dan memberikan kegiatan-kegiatan rutin pada lansia untuk menurunkan tingkat kecemasan.