Ali Mahfudz
Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAREKTERISTIK KOMUNIKASI NABI MUHAMMAD SAW BERBASIS KHITHAB QUL DALAM AL-QUR’AN Muhammad Hariyadi; Ali Mahfudz
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 4, No 01 (2021): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36670/alamin.v4i01.85

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap karakteristik komunikasi Nabi Muhammad SAW dalam perspektif Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode tafsir tematik kosa kata. Artikel ini memfokuskan kepada khithab Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW berupa kata qul yang merupakan pengajaran Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dalam berkomunikasi kepada ragam komunikan. Beberapa karakteristik komunikasi Nabi SAW yang ditemukan dari penelitian ini diantaranya memiliki integritas keimanan, memiliki keahlian dan dapat dipercaya, tidak meminta imbalan, rendah hati, menempatkan diri pada situasi yang dihadapi komunikaan (empati), sadar otoritas diri, berserah diri (tawakal) kepada Allah SWT, peka konteks, dan strategi moderasi.
KESANTUNAN BAHASA KENABIAN DALAM PEMBELAJARAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN Ali Mahfudz; Miftah Ulya
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 12 No. 2 (2023): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v12i2.966

Abstract

Kekerasan verbal di sekolah oleh guru terhadap peserta didik telah menjadi isu yang serius. Untuk mengatasi masalah ini, sebagian besar penelitian mengusulkan penggunaan kesantunan bahasa sebagai strategi efektif. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research untuk mengeksplorasi konsep kesantunan berbahasa dalam konteks pendidikan, dengan mengambil teladan Nabi Muhammad saw dalam Al-Qur’an. Analisis kesantunan berbahasa menggunakan kerangka kerja Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi Muhammad saw selalu diajarkan oleh Allah untuk berbahasa santun dalam mendidik umatnya. Kesantunan berbahasa yang diterapkan mencakup kesimpatian, kesetujuan, penerimaan, kemurahan, dan kerendahan hati. Oleh karena itu, artikel ini menekankan pentingnya guru mempraktikkan kesantunan berbahasa ketika mendidik peserta didiknya, sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung bagi perkembangan optimal peserta didik.
PENDIDIKAN TASAWUF SULTAN MUHAMMAD IDRUS BIN SULTAN BADARUDDIN AL-BUTHUNI DALAM KITAB TAHSIN AL-AULAD FI THA’ATI RABBI AL-‘IBAD Ali Mahfudz; Ahmad Ari Masyhuri
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v13i1.1133

Abstract

Kenakalan remaja di sekolah telah menjadi masalah yang signifikan yang berdampak pada perkembangan sosial dan moral mereka. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengekplorasi pendidikan tasawuf Sultan Muhammad Idrus dalam kitabnya Tahsin al-Aulad fi Tha’ati Rabbi al-‘Ibad. Untuk menganalisis konsep pendidikan tasawuf yang diuraikan dalam kitab tersebut, artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kajian pustaka. Data dikumpulkan melalui peninjauan mendalam literatur terkait. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan tasawuf yang diajarkan oleh Sultan Muhammad Idrus mengadopsi pendekatan yang menyeluruh dan holistik, mencakup tiga dimensi utama yaitu hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan alam. Oleh karena itu, artikel ini menekankan pentingnya penerapan pendidikan tasawuf Sultan Muhammad Idrus sebagai model pendidikan yang efektif untuk membentuk karakter remaja yang seimbang dan harmonis, serta berkontribusi positif dalam mengatasi masalah kenakalan remaja di era modern.