Nova Fajri
Bagian Keilmuan Keperawatan Anak Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERILAKU ORANG TUA DALAM PRAKTIK PEMBERIAN MAKANAN PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH Rohadatul 'Aisy; Inda Mariana Harahap; Nova Fajri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan preferensi makanan, perilaku makan dan status berat badan anak sangat dipengaruhi oleh orang tua. Perilaku orang tua dalam praktik pemberian makanan pada anak usia pra sekolah merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi asupan nutrisi anak pra sekolah. Perilaku pemberian makan yang tidak tepat tidak hanya menyebabkan masalah kurang gizi pada anak tetapi juga masalah kelebihan berat badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perilaku orang tua dalam praktik pemberian makanan pada anak usia pra sekolah di TK Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua murid di TK Islam Nurul Amalia Aceh Besar. Pemilihan Sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 96 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner baku yaitu Comprehesinve Feeding Practices Questionnaire (CFPQ). Metode analisa data dilakukan dengan analisis statistik univariat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemberian makan dengan nilai median tertinggi adalah mendorong asupan makanan seimbang dan bervariasi, memantau asupan makanan, memberikan contoh makan yang sehat, memberikan tekanan saat makan (16,00) dan pengajaran tentang nutrisi (12,00). Skor median terendah dari perilaku orang tua dalam pemberian makan adalah menggunakan makanan untuk mengatur emosi anak (7,00). Direkomendasikan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan bimbingan kepada orang tua tentang praktik pemberian makan yang benar dan menghindari perilaku menggunakan makanan untuk mengatur emosi anak, menggunakan makanan sebagai hadiah dan menghindari tekanan saat makan.
GAMBARAN PENGELOLAAN LIMBAH TERDAPAT TERJADINYA PENYAKIT INFEKSI MENULAR PADA BALITA STUNTING Shyafa Diba Azizi; Nevi Hasrati Nizami; Nova Fajri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi lingkungan merupakan salah satu penyebab dari kekurangan gizi (stunting) yang meliputi keadaan yang tidak sehat, seperti akses air bersih, pengelolaan jamban, pengelolaan limbah dan pengelolaan sampah yang dapat memicu berbagai jenis penyakit seperti diare, hepatitis B serta penyakit lainnya. Pengelolaan air limbah yang berupa tinja, urine, sisa buangan kamar mandi dan sisa buangan dari dapur yang baik dan perlu dilakukan pengawasan lebih ketat, dikarenakan mayoritas responden membuang air limbah pada tempat yang tidak tepat, seperti saluran pembuangan yang terbuka dan pekarangan rumah dapat menjadi tempat perkembangbiakan lalat,tikus dan lain-lainnya. Selain itu riwayat penyakit infeksi seperti diare dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)  juga dapat menghambat pertumbuhan balita  jika tidak ditangani dengan cepat. Prevalensi balita stunting di Aceh pada Tahun 2018 berada pada peringkat ketiga tertinggi yaitu 37,3%. Kondisi sanitasi lingkungan yang baik dapat mencegah terjadinya penyakit infeksi menular yang dapat menyebabkan stunting.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  gambaran pengelolaan limbah terhadap terjadinya penyakit infeksi menular pada balita stunting di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 259 balita. Teknik pengambilan sampel dengan convecience sampling dengan jumlah sampel 173 responden. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dengan nilai 0,361 serta reliabilitas dengan nilai Cronbach Alpha 0,955. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dalam kategori kurang (64,5%). Diharapkan pihak puskesmas melakukan sosialisasi terkait sanitasi lingkungan terkhusus pemantauan pengelolaan limbah masyarakat yang dapat berdampak terhadap terjadinya penyakit infeksi menular sehingga mengakibatkan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Erfiana Erfiana; Sri Intan Rahayuningsih; Nova Fajri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih merupakan masalah gizi kronis pada balita di Indonesia. Prevalensi stunting masih berada pada kategori tinggi jika dibandingkan dengan standar ketetapan WHO yaitu tidak lebih dari 20%. Pengetahuan ibu dapat mempengaruhi perilaku pencegahan stunting sehingga peran ibu sangat penting dalam menurunkan angka kejadian stunting.  Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Jeulingke Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif menggunakan desain cross sectional study dengan pendekatan retrospektif. Metode pengambilan sampel yaitu dengan nonprobability sampling dan menggunakan teknik proportional sampling sebanyak 92 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan metode wawancara terpimpin dan hasil dianalisis menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Banda Aceh dengan P-value= 0,001. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat memberikan promosi kesehatan terkait pencegahan stunting, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan mengendalikan status gizi anak tetap berada pada kategori baik.