Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

A qualitative exploration of factors influencing bullying behavior in schools Dini Mulyati; Suraya Putri; Eri Riana Pertiwi; Ratna Juwita
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i5.821

Abstract

Background: Bullying in schools is a growing global problem that affects victims, perpetrators, and the surrounding environment. Environmental and individual factors, such as family, mass media, and social pressure, play a significant role in the emergence of bullying behavior. In Indonesia, this phenomenon is still often overlooked, even though it has long-term consequences for students' psychological and academic well-being. Purpose: To analyze the factors that contribute to bullying behavior in schools. Method: A descriptive qualitative design with an exploratory focus was conducted in April 2025 at State Vocational High School 1 Banda Aceh. A total sampling technique was utilized, resulting in the selection of four participants, consisting of key informants including teachers and the headmaster. Data collection was carried out through triangulation, integrating multiple data sources, methods, and theoretical perspectives to enhance the credibility and validity of the findings. In-depth interviews served as the primary data collection method. The collected data were analyzed using thematic analysis, allowing for the identification of recurring patterns and the extraction of core meanings from the participants' narratives. Results: Bullying behavior among students is influenced by family, media, and peer environments. A lack of support or harsh treatment at home can lead children to imitate negative behavior at school, while exposure to violent media and poor parental supervision further contribute to aggression. Peer pressure also plays a significant role, as teenagers often follow group behavior to feel accepted. Conclusion: Preventing bullying requires a comprehensive approach involving families, schools and communities.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Belajar Pada MahasiswaBaru Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Nabilla Putri Zahra; Fithria Fithria; Dini Mulyati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.3190

Abstract

Masa transisi ke pendidikan tinggi, khususnya pada program studi keperawatan, merupakan fase yang menantang dan kerap disertai penurunan motivasi belajar dengan prevelensi 30–45%, terutama pada fakultas kesehatan dengan beban akademik yang lebih tinggi. Dukungan keluarga menjadi faktor eksternal utama yang berperan penting dalam membantu mahasiswa beradaptasi dan mempertahankan motivasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga, yang meliputi dukungan informasional, emosional, instrumental, dan penilaian, dengan motivasi belajar mahasiswa baru Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan desain cross-sectional study. Sampel sebanyak 166 responden diambil melalui Purposive sampling. Data dikumpulkan secara daring menggunakan kuesioner Perceived Social Support from Family (PSS-Fa) dan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α = 0.05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga secara keseluruhan dengan motivasi belajar (p = 0,000). Setiap dimensi dukungan keluarga juga berhubungan signifikan dengan motivasi belajar, meliputi dukungan informasional (p = 0,000), dukungan penilaian (p = 0,000), dukungan instrumental (p = 0,000), dan dukungan emosional (p = 0,000). Institusi pendidikan keperawatan diharapkan dapat memperkuat program pendampingan akademik dengan melibatkan keluarga secara aktif melalui edukasi, komunikasi berkala, dan layanan konseling yang suportif, sehingga keluarga mampu memberikan dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penilaian yang konsisten kepada mahasiswa baru guna mempertahankan dan meningkatkan motivasi belajar mereka.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self-Management Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Darul Imarah Dinda Maqhfirah; Yuni Arnita; Dini Mulyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56336

Abstract

Abstrak Manajemen mandiri pada penderita diabetes melitus saat ini belum optimal, sehingga perlu pengelolaan yang tepat untuk mencegah munculnya komplikasi. Self-management merupakan upaya yang dapat diterapkan untuk mengendalikan kadar gula darah dan dukungan keluarga menjadi kunci keberhasilan self-management . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self-management pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional . Responden dalam penelitian ini berjumlah 101 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling . Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara terpimpin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 67 responden (66,3%) memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik dan 79 responden (78,2%) memiliki manajemen diri dalam kategori baik. Hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square diperoleh hasil nilai p-value =0,000 (<0,005). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan self-management pada penderita diabetes melitus tipe 2. diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi dengan melibatkan keluarga, sehingga keluarga mampu mempertahankan dan mengoptimalkan self-management pada penderita diabetes melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Dukungan Keluarga, Manajemen Diri Abstrak Pengelolaan diri pada individu penderita diabetes melitus saat ini masih suboptimal, sehingga memerlukan terapi yang efektif untuk mencegah komplikasi. Pengelolaan diri merupakan upaya yang dapat diterapkan untuk mengontrol kadar gula darah dan dukungan keluarga merupakan kunci keberhasilan pengelolaan diri. Dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui korelasi antara dukungan keluarga dan pemeliharaan diri pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 101 responden yang direkrut melalui metode seleksi purposif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67 responden (66,3%) memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik dan 79 responden (78,2%) memiliki pengelolaan diri dalam kategori baik. Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square memperoleh nilai p sebesar 0,000 (<0,005). Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara dukungan keluarga dan pengelolaan diri pada penderita diabetes melitus tipe 2. Disarankan juga agar tenaga kesehatan memberikan edukasi kesehatan yang melibatkan keluarga, sehingga mereka dapat mempertahankan dan mengoptimalkan pengelolaan diri pada penderita diabetes melitus. Kata kunci : Diabetes Melitus, Dukungan Keluarga, Manajemen Diri