Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Detection of Plantaricin-Encoding Gene and Its Partial Purification in Lactobacillus plantarum BP102 Elsa Mega Suryani; Yoga Dwi Jatmiko; Irfan Mustafa
Jurnal Biodjati Vol 8 No 2 (2023): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v8i2.27851

Abstract

Lactobacillus plantarum BP102 isolated from garlic bulb tissue has probiotic properties, including producing bacteriocin called plantaricin. This study aimed to detect the gene encoding bacteriocin produced by Lactobacillus plantarum BP102, and to evaluate the bacteriocin activity at each stage of partial purification. After the end of the log phase of L. plantarum BP102 was determined, and the bacteriocin-encoding genes were checked by PCR technique. Partial purification of bacteriocin was elucidated including pH-neutralized cell-free-supernatant (CFS), precipitation using 80% of ammonium sulfate, and dialysis (cut-off 10 kDa), then the bacteriocin activity in every partial purification stage was evaluated. The molecular weight of plantaricin was estimated using SDS-PAGE analysis. Lactobacillus plantarum BP102 harbored the gene encoding plantaricin (pln) biosynthesis, namely plnEF and plnK genes. The activity of crude bacteriocin was inactivated by the presence of proteinase-K enzyme. The protein concentration was gradually decreased along with the purification process. The bacteriocin activity was demonstrated at each step of the purification process (CFS, precipitation, and dialysis) against Bacillus cereus by 9.23 ± 0.20 mm, 7.86 ± 0.15 mm, and 7.6 ± 0.10 mm, respectively; while, Escherichia coli by 10.3 ± 0.55 mm, 7.4 ± 0.1 mm, and 6.86 ± 0.45, respectively. The molecular weight of partially purified bacteriocin BP102 was found to be approximately 15.9 kDa. The overlaid part of the gel showed a slight inhibition against E. coli due to a low protein concentration. This bacteriocin purification process should be further optimized to improve the bacteriocin activity that could be useful for food preservation.
Formulasi dan Karakteristik Fisik Minuman Isotonik Nira Aren dengan Penambahan Sari Buah Pepaya Azmalina Adriani; Hardiana; Yuni Dewi Safrida; Irfan Mustafa; Mulia Aria Suzanni
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v6i1.169

Abstract

Minuman isotonik merupakan salah satu inovasi dalam bidang pangan fungsional yang berfungsi untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang selama aktivitas fisik. Penelitian ini mengembangkan minuman isotonik alami berbahan nira aren dengan penambahan sari Pepaya. Nira aren mengandung elektrolit alami seperti kalium dan natrium, sedangkan sari Pepaya kaya vitamin C, antioksidan, dan enzim papain. Penelitian bertujuan untuk memformulasikan, menentukan karakteristik fisikokimia (organoleptik, pH, viskositas) dan tingkat kesukaan dari formula minuman isotonik nira aren sari Pepaya. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan empat formula: F0, F1, F2, dan F3, dengan masing – masing formula untuk nira aren 50ml, dengan penambahan sari Pepaya F0: 0g, F1: 6g, F2: 8g, F3:10g. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik organoleptik menunjukkan minuman berwarna putih keruh hingga orange, beraroma khas nira, berasa manis asin,  pH 5,6 – 5,8 dan viskositas 7,334–9,406 cP, Dari uji hedonik Formula F2  mendapatkan tingkat kesukaan yang diminati. Dapat disimpulan bahwa penambahan sari pepaya pada formulasi minuman isotonik berbasis nira aren berpengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan tingkat penerimaan konsumen. Formula F2 dapat direkomendasikan sebagai formulasi baik dalam pengembangan minuman isotonik nira aren dengan penambahan sari pepaya karena memiliki karakteristik fisikokimia yang baik serta tingkat penerimaan konsumen yang paling tinggi.