Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PROTOTIPE PENGUKURAN PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK PADA KAMAR KOS DALAM SATU HUNIAN BERBASIS ARDUINO UNO R3 DAN GSM SHIELD SIM900 Yulizar Yulizar; Ira Devi Sara; Mahdi Syukri
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini bertujuan untuk merancang dan menghasilkan sebuah prototipe sistem pengukuran pemakaian energi listrik pada setiap kamar dalam satu hunian menggunakan jaringan GSM. Rancangan Prototipe ini menggunakan sensor tegangan dan sensor arus ACS721, mikrokontroler ATmega 328P pada Arduino Uno R3 dan menggunakan GSM Shield SIM900 sebagai alat komunikasi antara pemilik hunian untuk mengetahui konsumsi energi listrik dan biaya pemakaian energinya yang ditampilkan langsung pada layar LCD sistem pengukuran. Nilai pengukuran seperti tegangan dan arus diperoleh dari sampel gelombang masukan sensor tegangan dan sensor arus. Keakuratan dari prototipe sistem pengukuran ini diperoleh dengan membandingkan hasil pengukurannya dengan alat ukur digital lainnya yang terpercaya dengan tingkat akurasi 2%. Hasil pengujian diperoleh perbedaan pengukuran tegangan sebesar 2.5% dan arus sebesar 1.0% dan 0.85% serta Cos Phinya sebesar 2.0% dan energi listik sebesar 3.9%. Dari hasil ini dapat disimpulkan, prototipe sistem pengukuran energi listrik ini terpercaya dapat mengukur energi listrik dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Simulasi Relai Arus Lebih Standar Invers Dengan Beban Resistif Fariz Mashuri; Syukriyadin Syukriyadin; Ira Devi Sara
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu gangguan kelistrikan yang sering terjadi pada sistem tenaga listrik adalah gangguan arus lebih (overcurrent). Sebagai respon terhadap gangguan arus lebih maka diperlukan perangkat proteksi yang mampu mengatasi gangguan arus lebih tersebut. Salah satu perangkat proteksi yang menangani gangguan arus lebih adalah relai arus lebih (overcurrent relay). Dalam penelitian ini dilakukan simulasi relai arus lebih dengan karakteristik standar invers yang sesuai dengan standar IEC 60255 terhadap gangguan arus lebih akibat penggunaan beban resistif. Simulasi pada penelitian ini menggunakan software Proteus 8.6 yang pada software tersebut terdapat komponen-komponen yang dapat menunjang dilakukannya simulasi seperti mikrokontroler Arduino, sensor arus, sakelar elektromagnetik, dan beban resistif.Pada simulasi dilakukan pengaturan arus sebesar 1 A dan time multiplier setting (TMS) 0.1 hingga 0.4. Ketika simulasi arus gangguan sebesar 2 A didapatkan waktu operasi relai sebesar 1010 ms pada pengaturan TMS 0.1 dan 4055 ms pada pengaturan TMS 0.4. Ketika simulasi arus gangguan sebesar 5 A didapatkan waktu operasi relai sebesar 431 ms pada pengaturan TMS 0.1 dan 1753 ms pada pengaturan TMS 0.4. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa relai arus lebih yang disimulasikan berkerja sesuai dengan karakteristik standar invers standar IEC 60255. Kata Kunci: Relai arus lebih, ACS 712, Proteus 8.6, Arduino, arus lebih, IEC 60255, sakelar elektromagnetik.
SISTEM MANAJEMEN DAYA LISTRIK SURYA PADA GEDUNG BERBASIS ARDUINO M. Darianzhah Putra; Ira Devi Sara; Syukriyadin Syukriyadin
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi yang dihasilkan oleh panel surya tidak selalu mencukupi kebutuhan energi beban yang harus dilayani dan dilain waktu energi yang dihasilkan berlebih. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dirancang suatu sistem manajemen daya listrik pada gedung yang dipasang panel surya sebagai penyuplai daya. Pada penelitian ini ada 3 gedung dengan kapasitas daya listrik surya yang dihasilkan sama, setiap gedung dirancang memiliki perangkat 2 baterai dan sensor tegangan disetiap gedung serta kontroller yang sama. Pengujian dilakukan pada prototipe sistem yang telah dirancang, serta memakai bahasa pemograman C yang diinputkan kedalam mikrokontroller arduino. Skenario pengaturan daya dari dan ke gedung dilakukan dengan bantuan 6 relai dan mikrokontroller arduino. Gedung yang mengalami defisit diberi status low dan ditandai dengan kondisi tegangan baterai mencapai 85% dari tegangan nominal baterai. Gedung yang memiliki surplus daya ditandai dengan status high dan kondisi tegangan baterai diatas 90%. Kekurangan energinya akan disuplai oleh satu baterai dari salah satu gedung yang lain yang memiliki energi surplus paling tinggi. Dengan adanya penelitian ini dapat menjamin kekontinuitas suplai daya listrik pada gedung dan mengontrol penyaluran daya listrik antar gedung. Kata Kunci— Modul Surya, Manajemen Energi, Daya listrik, Sensor Tegangan, Mikrokontroller Arduino.
Prototipe Pemanfaatan Panel Surya Sebagai Sumber Energi Pada Sistem Otomasi Stadion Bola Andi Julisman; Ira Devi Sara; Ramdhan Halid Siregar
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan prototipe sistem buka tutup atap stadion secara otomatis. Untuk menutup dan membuka atap digunakan dua buah sensor yang terletak pada bagian atas stadion. Sensor air (RD sensor) digunakan untuk mendeteksi air sedangkan sensor cahaya (LDR sensor) untuk mendeteksi cahaya yang berada di sekitar stadion. Energi yang digunakan untuk mengaktifkan sistem tersebut berasal dari panel surya dengan kapasitas 50 Wp. Kerja prototipe ini diatur oleh mikrokontroler arduino. Atap stadion yang digunakan pada prototipe ini terbuat dari bahan fiber yang beratnya 16 gram. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan prototipe telah dapat bekerja dengan baik dan mampu menggerakkan atap dengan torsi 648 x 10-6 N/m maka dipilih motor dengan torsi 3,82 N/m.Kata Kunci—Panel surya, motor DC, arduino, LDR sensor, RD sensor.
Komparasi Kinerja Panel Surya Jenis Monokristal dan Polykristal Studi Kasus Cuaca Banda Aceh Sura Eka Pratama Pagan; Ira Devi Sara; Hafidh Hasan
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS RANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) OFF-GRID TERPUSAT DUSUN KETUBONG TUNONG KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA Zikra Latasya; Ira Devi Sara; Syahrizal Syahrizal
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketubong Tunong merupakan Dusun di Desa Blang Lango yang belum dapat menikmati listrik. Pemerintah daerah akan membangun PLTS Off-grid Terpusat untuk melayani beban penerangan di malam hari untuk Dusun tersebut dengan kapasitas total sebesar 45 kWp. Namun, kebutuhan energi listrik masyarakat setempat lbukan hanya penerangan di malam hari. Untuk itu dilakukan perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-grid terpusat sesuai dengan kebutuhan masyrakat dn fasilitas umum di Dusun Tersebut. Setelah dilakukan perhitungan dan analisis, didapat kapasitas yang diperlukan oleh masyarakat Dusun ketubong Tunong sebesar 112,8 kWp dan dapat digunakan selama 24 jam.
PANEL SURYA SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TERKONEKSI KE GRID DENGAN METODE KONVERTER BOOST 3 TINGKAT MENGGUNAKANMPPT PERTURB AND OBSERVE Fakhruddin Fakhruddin; Ira Devi Sara; Rakhmad Syafutra Lubis
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matahari sebagai energi terbarukan (renewable energy) yang diaplikasikan dalam sistem tenaga listrik baik berdiri sendiri maupun dalam sistem pembangkit terpadu (Distributed Generation System (DGS)). Energi listrik yang dihasilkan oleh matahari melalui panel surya  merupakan sumber listrik arus searah (DC) yang  tidak konstan dan perlu dimaksimalkan dayanya dengan pencarian titik daya maksimum (MPPT),  listrik dari panel surya ini sebelum dihubungkan dalam sistem tenaga harus dikonversikan sumber DC  ke sumber arus bolak balik (AC) dengan inverter. Untuk memaksimalkan daya dari panel surya digunakan MPPT Pertub and Observe  untuk menggendalikan  boost converter 3 tingkatyang merupakan DC-DC konverter untuk menghasilkan keluaran tegangan DC-link sebagai sumber masukan inverter yang akan  menyalurkan daya PV ke grid .  Simulasi PV 10000 Watt yang  terkoneksi ke grid dengan kondisi variasi iradiasi 600W/m2 sampai 1000W/m2 dan temperatur 25oC menunjukkan akurasi kinerja MPPT PO rata-rata error 0.818%. Penyaluran daya dari panel surya  menggunakan boost converter yang terkendali MPPT PO dalam menyalurkan daya dari panel surya ke inverter ke grid mencapai rata-rata 97,8%, penggunaan konfigurasi konverter boost 3 tingkat dengan kendali MPPT P0 ini  dapat  memaksimalkan daya keluaran dari panel surya
DESAIN DAN ANALISIS INVERTER SATU FASA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPWM BERBASIS ARDUINO Khairul Azmi; Ira Devi Sara; Syahrizal Syahrizal
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 2, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Perkembangan energi terbarukan seperti solar cell, fuel cell, dan energi angin memerlukan inverter agar energi tersebut dapat dimanfaatkan oleh beban listrik AC. Inverter adalah sebuah rangkaian yang dapat mengubah sumber tegangan DC menjadi sumber tegangan AC. Hasil keluaran inverter umumnya bervariasi, tergantung kepada tegangan input, topologi rangkaian, dan metode pensaklaran yang digunakan. Agar tegangan keluaran inverter dapat digunakan untuk beban seperti motor listrik, maka tingkat harmonisanya haruslah rendah yaitu dibawah 10%. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan inverter dengan gelombang keluarannya mendekati sinusoidal murni atau sinyal sinus termodifikasi dengan THD tegangan dibawah 10%. Metode pensaklaran yang digunakan adalah SPWM atau Sinusoidal Pulse Width Modulation dengan topologi rangkaian full bridge. Sistem pensaklarannya dikendalikan oleh Arduino Uno. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan yaitu inverter hasil perancangan menghasilkan tegangan keluaran 11,3 VAC dengan tegangan masukan 12 VDC. Gelombang keluaran yang dihasilkan adalah gelombang sinus termodifikasi. Efisiensi inverter yaitu 90,23% dengan pengujian beban resistif 5Ω dengan THD tegangan yang dihasilkan sebesar 8,9%. Nilai THD tegangan yang dihasilkan ini sudah sesuai dengan standar IEEE: 519-1992 untuk aplikasi dedicated system yaitu sebesar 10% dan sudah mendekati standar IEEE: 519-2014 yaitu sebesar 8%. Dengan demikian, dapat disimpulkan inverter satu fasa ini dapat digunakan untuk aplikasi pada motor AC satu fasa. Kata Kunci— Inverter, SPWM, THD Tegangan, Arduino Uno, MOSFET.
Pengaruh Heatsink Terhadap Kinerja Modul Surya T. Mizan Sya’rani D; Ira Devi Sara; Laina Hilma Sari
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 2, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.837 KB) | DOI: 10.32672/jnkti.v2i1.1051

Abstract

Panas matahari yang diserap oleh modul surya dapat menaikkan suhu modul surya dan menurunkan tegangan keluarannya. Oleh karena itu perlu usaha untuk menurunkan suhu modul surya agar kinerja modul surya agar tetap optimal. Pemasangan bahan heatsink digunakan untuk mendinginkan modul surya. Pemakaian heatsink mampu menurunkan suhu modul surya sebesar 45,9oC lebih besar daripada tanpa menggunakan heatsink  53,3oC sedangkan tegangan keluaran dari modul surya mampu ditingkatkan menjadi 20,03 volt.  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemakaian bahan heatsink lebih baik untuk menurunkan suhu modul surya daripada tanpa menggunakan heatsink.
KAJIANPENERAPAN SISTEM BUILDING INTEGRATED PHOTOVOLTAICS (BIPV) PADA RANCANGAN RUMAH MINIMALIS DI KOTA BANDA ACEH Zoel Fachri; Ira Devi Sara; Rakhmad Syafutra Lubis
J-Innovation Vol. 5 No. 1 (2016): Jurnal J-Innovation
Publisher : Politeknik Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.186 KB) | DOI: 10.55600/jipa.v5i1.29

Abstract

The potential of renewable energy in Indonesia is very large, clean and environmentally friendly. In its utilization has not been optimal pemanfataan renewable energy renewable electricity generation costs caused such solar power can't compete with the cost of energy-fueled power plant fossil remains a challenge in the energy sector. Generating statistical data in the State Llistrik 2015 the ratio of electrification in the aceh province reached 94.17% produced by fossil-fueled power plants with the largest electric energy consumption in households. Targeted national energy by 2050, an area dominated by renewable energy which is the vision of the green city Banda Aceh regarding renewable energy utilization strategy policy. The application of Building Integrated Photovoltaik (BIPV) on the minimalist house in Banda Aceh against the slope of the roof 5 °, 10 °, 15 °, 20 °, 25 °, 30 ° and 35 ° be solutions in the utilization of renewable energy. The intensity of the radiation in the city of Banda Aceh in the past year the average reach 5 kWh/m2 and the maximum temperature in the year i.e. 34.4 ° C as well as the assumption of the electric energy needs at home, minimalist type 70 of 10368 Wh/day. The results of the simulation using software Skelion get the highest PV energy estimation on minimalist House against the slope of 5 ° of 26.2 kWh/year. But in terms of the aesthetics of a house in the tropics with a good saddle roof modeling that is on a slope of 30 ° and the electric energy generated 24.5 kWh/year.