Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG E-SERTIPIKAT TANAH DALAM PERATURAN ATR/BPN NO.1 TAHUN 2021 Daniel Surianto; Elbert Elbert; Gustianus Fernando
Jurnal ADIL Vol 12, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ajl.v12i1.1921

Abstract

Indonesia  merupakan  negara  kepulauan  yang  memiliki  sejumlah  permasalahan  salah  satunya keterbatasan lahan tanah seperti sengketa tanah antar sesama penduduk dalam menguasai tanah. Untuk  menyelesaikan  permasalahan  tersebut  pemerintah  mengeluarkan  Permen  ATR/BPN  No.1 Tahun 2021 Tentang Sertipikat Elektronik. Akan tetapi timbul permasalahan yaitu perlindungan hukum  bagi  para  pemegang  E-Sertipikat  Tanah.  Sehingga  dalam  penelitian  ini  akan  meninjau langsung  dari  sisi  aspek  hukum  dan  permasalahan  sering  terjadi  serta  solusi  dari  adanya permasalahan  E-Sertipikat  Tanah.  Metode  Penelitian  yang  digunakan  Metode  Yuridis  Normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan yang berdasarkan bahan hukum primer  dan  sekunder.  Hasil  penelitian  yang  didapatkan  masih  banyaknya  peraturan  perundang- undangan  yang  tidak  sesuai  dalam  mendukung  kebijakan  sertipikat  tanah  elektronik  dan banyaknya  tantangan  yang  harus  dibenahi  pemerintah  berkaitan  dengan  penerbitan  sertipikat tanah elektronik. Dalam implementasi penerbitan sertipikat tanah elektronik dapat menimbulkan dampak yang baru seperti pembuktian di pengadilan dan ke auntentikan suatu akta jual-beli yang akan  melahirkan  penerbitan  sertipikat  tanah  elektronik.  Dalam  mendukung  program  pemerintah dalam  penerbitan  sertipikat  tanah  elektronik  ada  beberapa  hal  yang  perlu  dilakukan  pemerintah seperti mengandeng Pakar keilmuan Informasi Teknologi (IT) dan Ilmu Hukum supaya dapat bisa saling melengkapi dalam penerbitan sertipikat tanah elektronik dan pemerintah wajib melakukan sosialisasi,  bimbingan  teknis  dan  penyuluhan.  Terkait  aturan  penerbitan  sertipikat  tanah elektronik dengan demikian masyarakat akan mendapat perlindungan hukum yang lebih kuat dan aman berkaitan dengan sertipikat tanah elektronik.
ANALISA HUKUM ATAS TANAH HAK MILIK YANG TERLANTAR BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NO. 20 TAHUN 2021 TENTANG PENERBITAN KAWASAN DAN TANAH TERLANTAR Elbert Elbert; Gustianus Fernando
Jurnal Hukum Adigama Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Hukum Adigama
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/adigama.v4i2.17877

Abstract

Certificate of property rights is a letter of proof of ownership of property rights that acts as a strong means of evidence. However, property rights can be abolished if the land is abandoned or not utilized properly. As stipulated in Government Regulation No. 20 of 2021 concerning the Issuance of Abandoned Areas andLand, that land with property rights status becomes an object of abandoned land. The formulation of the issues raised is, the legal certainty of property rights that are designated as abandoned land and the Process of Settlement of Abandoned Land based on PP No. 20 of 2001. In this study the authors used this type of normative legal research, which is this study will find and also formulate legal arguments related to abandoned property rights land. The conclusions in this study show that property rights land is the highest pedestal of rights and strengthened by issuing certificates of property rights, but the power of the certificate cannot prevent the removal of property rights status into abandoned land, if the landowner does not utilize the land as the social function that has been established by Uupa No. 5 of 1960.
Cervical Cancer Awareness and Its Association with VIA (Visual Inspection with Acetic Acid) Screening Behaviors Among Women of Reproductive Age: A Cross-Sectional Study at Simpang Limun Primary Health Center Khosasi, Felix; Elbert Elbert; Ginting, Anastasia Grace Milenia; Matondang, Halisa Tiara Ariani; Batubara, Riska Primayanti; Rina Amelia
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 7 No. 2 (2026): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v7i2.21104

Abstract

Background: Cervical cancer is a malignant disease that affects the cervix and ranks as the fourth most common cause of cancer globally, according to the World Health Organization. Women over the age of 15 are at high risk, with the most affected age group being 25–64 years. Early detection through screening, such as viasual examintation tests, plays a crucial role in reducing cervical cancer morbidity and mortality. Objectives: This study aims to determine the relationship between the knowledge of women of childbearing age about cervical cancer and VIA tests, and their behavior (attitudes and actions) regarding VIA examination as a screening method for cervical cancer. Methods: This analytical descriptive study used a cross-sectional design. Data were collected through questionnaires distributed to women of childbearing age who visited the Simpang Limun Primary Health Center. The study population included women of childbearing age in the health center's working area. A total of 100 participants were selected using the one-population hypothesis sampling formula. Data were analyzed using the Chi-square test in SPSS. Results: The findings indicate a significant relationship between knowledge about cervical cancer and VIA tests and the behavior (attitudes and actions) of women of childbearing age towards undergoing VIA examinations. Conclusion: Enhancing knowledge about cervical cancer and  tests can positively influence the behavior of women of childbearing age, leading to increased participation in cervical cancer screening. Keyword: Cervical cancer, Screening, VIA test, Knowledge, Behavior Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyakit ganas yang menyerang leher rahim dan menempati peringkat keempat sebagai penyebab kanker tersering di dunia menurut World Health Organization. Wanita berusia di atas 15 tahun berisiko tinggi, dengan kelompok usia yang paling banyak terkena adalah 25–64 tahun. Deteksi dini melalui skrining, seperti pemeriksaan IVA, berperan penting dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan wanita usia subur tentang kanker serviks dan tes IVA dengan perilaku (sikap dan tindakan) mereka terhadap pemeriksaan IVA sebagai metode skrining untuk kanker serviks. Metode: Penelitian deskriptif analitik ini menggunakan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada wanita usia subur yang berkunjung ke Puskesmas Simpang Limun. Populasi penelitian mencakup wanita usia subur di wilayah kerja puskesmas tersebut. Sebanyak 100 partisipan dipilih menggunakan rumus one-population hypothesis sampling formula. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan bantuan program SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kanker serviks dan pemeriksaan IVA dengan perilaku (sikap dan tindakan) wanita usia subur terhadap pemeriksaan IVA. Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan tentang kanker serviks dan tes IVA dapat berpengaruh positif terhadap perilaku wanita usia subur, sehingga meningkatkan partisipasi dalam melakukan skrining kanker serviks. Kata Kunci: Cervical cancer, Screening, VIA test, Pengetahuan, Sikap