Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Psikoedukasi Pola Asuh Orang Tua dalam Mengelola Peer Problem Anak Usia 3-6 Tahun di RPTRA Taman Apel Indriyanti Hermanto; Fitrialita Dwi Agustin; Linda Wati
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.4836

Abstract

Permasalahan hubungan teman sebaya (peer problem) pada anak usia dini dapat mempengaruhi perkembangan sosial apabila tidak ditangani secara tepat. Salah satu faktor yang berperan dalam perkembangan hubungan sosial anak adalah peran dan pola asuh orang tua. Kondisi ini menunjukan pentingnya dilakukan psikoedukasi kepada orang tua agar mampu menerapkan pola asuh yang mendukung perkembangan sosial anak. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai hubungan pola asuh dengan peer problem pada anak usia dini 3-6 tahun. Kegiatan ini merupakan pengabdian masyarakat dengan desain pre-test dan post-test yang dilaksanakan di RPTRA Taman Apel. Partisipan kegiatan terdiri dari 11 orang tua yang memiliki anak usia 3-6 tahun dan dipilih secara purposive berdasarkan program bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh RPTRA. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta asesmen menggunakan Strenghts and Difficulties Questionnaire (SDQ) versi 2-4 tahun dan 4-10 tahun sesuai dengan perkembangan usia anak. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pemahaman orang tua mengenai pola asuh dengan peer problem, yang didukung oleh penurunan skor peer problem pada hasil evaluasi SDQ. Dengan demikian, psikoedukasi dapat menjadi salah satu bentuk intervensi preventif untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mendukung perkembangan hubungan sosial anak. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan kegiatan dengan melibatkan guru atau pengasuh agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan hubungan sosial anak.
KETANGGUHAN SEBAGAI UPAYA MENGATASI KESEPIAN PADA MAHASISWA RANTAU DI JAKARTA Yunita Olip Naibaho; Linda Wati
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.9591

Abstract

ABSTRACT Migrant students often face social, academic, and emotional challenges that often trigger loneliness due to differences in environment, culture, and limited social support. Loneliness can lead to decreased motivation, emotional imbalance, and even mental health problems. This condition emphasizes the importance of protective factors that can help students manage stress while living away from home, one of which is hardiness. This study aims to determine the relationship between hardiness and loneliness among students living away from home in Jakarta. The research method used is quantitative correlational with purposive sampling techniques, involving 215 participants. Resilience was measured using the Dispositional Resilience Scale developed in 2010 by Hystad, while loneliness was assessed using the UCLA Loneliness Scale Version 3 introduced in 1996 by Russell. The results of the analysis using Spearman's rho showed a value of r = –0.580 and p = 0.000, indicating a negative and significant relationship between hardiness and loneliness. These findings show that the higher the hardiness of migrant students, the lower their level of loneliness, and vice versa. ABSTRAK Mahasiswa rantau sering dihadapkan pada tantangan adaptasi sosial, akademik, dan emosional yang sering memicu kesepian akibat perbedaan lingkungan, budaya, serta keterbatasan dukungan sosial. Kesepian dapat berdampak pada penurunan motivasi, gangguan keseimbangan emosional, hingga risiko masalah kesehatan mental. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya faktor protektif yang mampu membantu mahasiswa mengelola tekanan selama merantau, salah satunya adalah ketangguhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketangguhan dengan kesepian pada mahasiswa rantau di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling, melibatkan 215 partisipan. Pengukuran ketangguhan dilakukan dengan menggunakan Dispositional Resilience Scale yang dikembangkan pada tahun 2010 oleh Hystad, sedangkan tingkat kesepian diukur menggunakan UCLA Loneliness Scale Version 3 yang diperkenalkan pada tahun 1996 oleh Russell. Hasil analisis menggunakan Spearman’s rho menunjukkan nilai r = –0.580 dan p = 0.000, yang mengindikasikan adanya hubungan negatif dan signifikan antara ketangguhan dan kesepian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi ketangguhan mahasiswa rantau, maka semakin rendah tingkat kesepian yang mereka alami, begitu juga sebaliknya.