Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

THE EFFECTS OF AMETHYST Datura metel (LINN, 1753) LEAVES EXTRACT AS AN ANESTHETIC AGENT ON HAEMATOLOGICAL CONDITION OF TILAPIA Oreochromis niloticus (LINN,1758) FRY Revita Syefti Palmi; Indra Gumay Yudha; Wardiyanto Wardiyanto
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.15 KB) | DOI: 10.23960/jrtbp.v8i1.p897-908

Abstract

Anesthetic method is an important component to support the activities of transporting live fish from one place to another for a long period of time. Cost efficiency and effectiveness of anesthetic ingredients that not cause residues in fish are factors to beconsidered as an anesthetic. Aim of this research is to study the effect of subletal concentration of amethyst leaf extract on the hematological conditions of tilapia fry after transporting on wet transportation systems. The research procedure was through the amethyst leaf extract toxicity test series (LC50-96 hours) to determine its sublethal concentration by 20% (0,297 ml/l), 30% (0,445 ml/l) and 40% (0,594 ml/l) of the LC50 value. The measured parameters are clinical symptoms, period of fainting and conscious recovery, hematological analysis, survival rate, and water quality. The results showed the concentration of amethyst leaf extract had an effect (P<0,05) on the period of fainting and the hematological component after transportation simulation. Results of water quality measurement showed the parameters of pH at 6 and ammonia 0,04 mg/l are not at the optimum value when fish transportation occur. The recommended concentration of amethyst leaf extract for use as an anesthetic agent is 0,445 ml/l
STUDI PERFORMA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) YANG DIPELIHARA DENGAN SISTEM SEMI INTENSIF PADA KONDISI AIR TAMBAK DENGAN KELIMPAHAN PLANKTON YANG BERBEDA PADA SAAT PENEBARAN Aan Pratama; Wardiyanto Wardiyanto; Supono Supono
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.909 KB)

Abstract

Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dilakukan dengan sistem semi intensif ditekankan pada pengolahan kualitas air untuk menumbuhkan plankton di tambak budidaya dan menjaga parameter kualitas air lainnya agar tetap berada pada nilai optimum untuk kegiatan budidaya. Ketersediaan plankton di tambak memegang peranan penting dalam menyuplai oksigen terlarut (Disolved Oxygen)  bagi udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dipelihara dengan sistem semi intensif dengan kelimpahan plankton yang berbeda pada saat penebaran yang meliputi pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, biomassa, dan konversi pakan. Tipe penelitian ini merupakan studi kasus pada tambak udang vaname semi intensif dengan padat tebar 66 ekor/m2. Metode yang dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan data-data primer dan sekunder di lapangan kemudian di analisis menggunakan metode Descriptive test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tambak udang dengan kelimpahan plankton yang tinggi pada saat penebaran memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik, yaitu sebesar 92,5 % dengan nilai konversi pakan 1,3, dan biomass udang mencapai 1050 kg. Sedangkan perkembangan udang pada tambak yang dipelihara dengan kelimpahan plankton rendah memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah, yaitu sebesar 40,13% dengan nilai konversi pakan 1,9, dan biomassa udang mencapai 550 kg.
TREATMENT OF VIBRIOSIS DISEASE (Vibrio harveyi) IN VANAME SHRIMP (Litopenaeus vannamei, Boone 1931) USING Avicennia alba LEAVES EXTRACT Dian Rusadi; Wardiyanto Wardiyanto; Rara Diantari
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.864 KB) | DOI: 10.23960/jrtbp.v8i1.p909-916

Abstract

Avicennia alba is a mangrove plant that often ued by coastal society as a traditional medecine, it is potential to be dveloped as the sources of pharmaceutical. The aim of the research is to examine the effect of Avicennia alba leaves extract various concentrations to Vibrio harveyi infection on vaname shrimp. The addition of the extract is thought to be used as an antibacterial so that it can give effect to the attack of V. harveyi in vaname shrimp. Vaname shrimps (total of 120 shrimps) with a weight of 10±2g/ind were injected intramuscularly with V. harveyi bacteria in 107 CFU/ml density. After the occurrences of clinical symptoms, the shrimps were immersed into A. alba leaves extract with concentration 0 ppm, 150 ppm, 250 ppm, and 350 ppm for 21 days. The results showed that the addition leaves extract can increase shrimp’s survival rate as much as 46.67% and increase the shrimp’s ability to prevent (RPS) V. harveyi infection untill of 70±15%. The mean time of death (MTD) was 106±18.33 hours, it caused there ar active compounds contained such as saponin, tannin, and steroid be suspected antibacterial so that they can protect shrimp from the effect of Vibrio infection damage. Giving a concentration of 250 ppm Avicennia alba leaves extract can treat vaname shrimp which was attacked by V. harveyi better than other treatments.
KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERKEMBANGAN LARVA UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) ASAHAN PADA SALINITAS BERBEDA Yoga Ipandri; Wardiyanto Wardiyanto; Tarsim Tarsim
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.165 KB)

Abstract

Kelangsungan hidup dan perkembangan larva udang galah asahan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, salah satu faktor eksternal yakni salinitas yang merupakan faktor pembatas bagi kelangsungan hidup dan perkembangan larva udang. Larva udang galah asahan memiliki kemampuan toleransi salinitas dengan kisaran 8-15 ppt. Kemampuan toleransi pada larva udang galah dapatdisempurnakan dengan menentukan pola adaptasi dengan perubahan salinitas yang tepat. Setelah ditentukan salinitas yang tepat maka diharapkan kelangsungan hidup dan perkembangan larva udang galah asahan akan optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis kelangsungan hidup dan perkembangan larva udang galah asahan pada salinitas berbeda (11 ppt, 13 ppt, dan 15 ppt). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan larva udang galah asahan pada salinitas berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan perkembangan larva udang galah asahan. 
Penanganan penyakit white feces pada udang vaname Litopenaeus vannamei menggunakan aplikasi pakan yang dicampur ekstrak lengkuas merah Alpinia purpurata k. schum Juliana Marbun; Esti Harpeni; Wardiyanto Wardiyanto
Depik Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.021 KB) | DOI: 10.13170/depik.8.2.13570

Abstract

Abstract. The main problem in vaname shrimp Litopenaeus vannamei culture is a disease. One of the diseases that can infect vaname shrimp is White Feces Disease (WFD) caused by bacteria Vibrio sp. The Treatment can be done by using Red galangal Rhizome extract. Since MBC testing result galangal extract can be a treat of Vibrio sp bacteria. This research used the completely randomized design (RAL) with five treatments and three replications which treatment A (negative control),          B (positive control), C (7.5 grams), D (10 grams) and (12.5 grams) which are mixed with pellet for treating White Feces Disease in vaname shrimp. The result shows that red galangal rhizome extracted give effect to SR (Survival Rate), RPS (Relative Percent Survival), TVC (Total Vibrio Count), but it didn’t give effect to clinical indication and   histopathology.Keywords: vaname shrimp, white feces disease, extract red galangal Rhizome Abstrak. Permasalahan utama dalam budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah penyakit, salah satu penyakit yang dapat menyerang udang vaname yaitu White Feces Disease (WFD) yang disebabkan bakteri Vibrio sp. Upaya pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani penyakit tersebut adalah dengan pengobatan menggunakan ekstrak rimpang lengkuas merah dikarenakan ekstrak lengkuas telah diuji secara MBC dapat mematikan bakteri Vibrio sp. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak rimpang lengkuas merah dengan dosis berbeda yang dicampur dengan pakan buatan untuk mengobati penyakit white feces disease pada udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, tiga ulangan dimana perlakuan A (kontrol negatif), perlakuan B (kontrol positif), perlakuan C (7,5 g), perlakuan D (10 g) dan perlakuan E (12,5 g). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak rimpang lengkuas merah berpengaruh terhadap SR, RPS (Relative Percent Survival) dan TVC (Total Vibrio Count), namun tidak berpengaruh terhadap gejala klinis dan histopatalogi. Kata Kunci: udang vaname, white feces disease, ekstrak rimpang lengkuas merah
Penanganan penyakit white feces pada udang vaname Litopenaeus vannamei menggunakan aplikasi pakan yang dicampur ekstrak lengkuas merah Alpinia purpurata k. schum Juliana Marbun; Esti Harpeni; Wardiyanto Wardiyanto
Depik Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.2.13570

Abstract

Abstract. The main problem in vaname shrimp Litopenaeus vannamei culture is a disease. One of the diseases that can infect vaname shrimp is White Feces Disease (WFD) caused by bacteria Vibrio sp. The Treatment can be done by using Red galangal Rhizome extract. Since MBC testing result galangal extract can be a treat of Vibrio sp bacteria. This research used the completely randomized design (RAL) with five treatments and three replications which treatment A (negative control),          B (positive control), C (7.5 grams), D (10 grams) and (12.5 grams) which are mixed with pellet for treating White Feces Disease in vaname shrimp. The result shows that red galangal rhizome extracted give effect to SR (Survival Rate), RPS (Relative Percent Survival), TVC (Total Vibrio Count), but it didn’t give effect to clinical indication and   histopathology.Keywords: vaname shrimp, white feces disease, extract red galangal Rhizome Abstrak. Permasalahan utama dalam budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah penyakit, salah satu penyakit yang dapat menyerang udang vaname yaitu White Feces Disease (WFD) yang disebabkan bakteri Vibrio sp. Upaya pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani penyakit tersebut adalah dengan pengobatan menggunakan ekstrak rimpang lengkuas merah dikarenakan ekstrak lengkuas telah diuji secara MBC dapat mematikan bakteri Vibrio sp. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak rimpang lengkuas merah dengan dosis berbeda yang dicampur dengan pakan buatan untuk mengobati penyakit white feces disease pada udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, tiga ulangan dimana perlakuan A (kontrol negatif), perlakuan B (kontrol positif), perlakuan C (7,5 g), perlakuan D (10 g) dan perlakuan E (12,5 g). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak rimpang lengkuas merah berpengaruh terhadap SR, RPS (Relative Percent Survival) dan TVC (Total Vibrio Count), namun tidak berpengaruh terhadap gejala klinis dan histopatalogi. Kata Kunci: udang vaname, white feces disease, ekstrak rimpang lengkuas merah
Penanganan penyakit white feces pada udang vaname Litopenaeus vannamei menggunakan aplikasi pakan yang dicampur ekstrak lengkuas merah Alpinia purpurata k. schum Juliana Marbun; Esti Harpeni; Wardiyanto Wardiyanto
Depik Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.2.13570

Abstract

Abstract. The main problem in vaname shrimp Litopenaeus vannamei culture is a disease. One of the diseases that can infect vaname shrimp is White Feces Disease (WFD) caused by bacteria Vibrio sp. The Treatment can be done by using Red galangal Rhizome extract. Since MBC testing result galangal extract can be a treat of Vibrio sp bacteria. This research used the completely randomized design (RAL) with five treatments and three replications which treatment A (negative control),          B (positive control), C (7.5 grams), D (10 grams) and (12.5 grams) which are mixed with pellet for treating White Feces Disease in vaname shrimp. The result shows that red galangal rhizome extracted give effect to SR (Survival Rate), RPS (Relative Percent Survival), TVC (Total Vibrio Count), but it didn’t give effect to clinical indication and   histopathology.Keywords: vaname shrimp, white feces disease, extract red galangal Rhizome Abstrak. Permasalahan utama dalam budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah penyakit, salah satu penyakit yang dapat menyerang udang vaname yaitu White Feces Disease (WFD) yang disebabkan bakteri Vibrio sp. Upaya pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani penyakit tersebut adalah dengan pengobatan menggunakan ekstrak rimpang lengkuas merah dikarenakan ekstrak lengkuas telah diuji secara MBC dapat mematikan bakteri Vibrio sp. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak rimpang lengkuas merah dengan dosis berbeda yang dicampur dengan pakan buatan untuk mengobati penyakit white feces disease pada udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, tiga ulangan dimana perlakuan A (kontrol negatif), perlakuan B (kontrol positif), perlakuan C (7,5 g), perlakuan D (10 g) dan perlakuan E (12,5 g). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak rimpang lengkuas merah berpengaruh terhadap SR, RPS (Relative Percent Survival) dan TVC (Total Vibrio Count), namun tidak berpengaruh terhadap gejala klinis dan histopatalogi. Kata Kunci: udang vaname, white feces disease, ekstrak rimpang lengkuas merah