Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keanekaragaman dan Dominansi Gulma Pada Fase Pertumbuhan Tanaman Padi Sawah Irigasi Di Kecamatan Muara Baru Kabupaten Aceh Utara Jelita Widiya Pratiwi; Muhammad Muaz Munauwar; Baidhawi Baidhawi; Novita Pramahsari Putri; Hendrival Hendrival; Latifah Latifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Juni 202
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran gulma pada budidaya padi sawah dapat menyebabkan penurunan hasil produksi hingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis gulma dominan yang tumbuh dan gulma yang mendominasi pada fase vegetatif dan generatif padi sawah irigasi di Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuadrat dengan peletakan 6 plot secara acak di setiap area penelitian, ukuran setiap plot 0,5x0,5 m. Hasil penelitan menunjukkan bahwa terdapat 8 spesies gulma dengan total keseluruhan 220 individu pada tanaman padi. Spesies gulma yang ditemukan pada fase vegetatif 20 HST yaitu Panicum repens dengan INP 55,99% dan Ipomoea aquatica 44%. Pada 30 HST ditemukan Panicum repens dengan INP 45,46%, Fimbristylis miliacea 32,79% dan Sphenoclea zeylanica 21,74%. Pada 40 HST ditemukan Panicum repens dengan INP 46.05%, Fimbristylis miliacea 21,99%, Leptochloa chinensis 18,78% dan Sphenoclea zeylanica 13,18%. Fase generatif tanaman padi umur 70 HST ditemukan Sphenoclea zeylanica dengan INP sebesar 66,80%, Ipomoea aquatica 24,22% dan Limnocharis flava 8,98%. Pada umur 80 HST ditemukan Fimbristylis miliacea sebesar dengan INP 74.77%, Echinocloa crus-galli 13,15% dan Leptochloa chinensis 12,08% dan umur 90 HST ditemukan Leersia hexandra dengan INP 57,85% dan Leptochloa chinensis 42,15%.
Efektivitas Waktu Penyiangan dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Gulma dan Produksi Tanaman Terung Ungu Varietas Antaboga (Solanum melongena L.) Halimatussakdiah Halimatussakdiah; Baidhawi Baidhawi; Muhammad Muaz Munauwar; Hendrival Hendrival; Latifah Latifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil tanaman terung (Solanum melongena L.) salah satunya disebabkan oleh gulma. Salah satu cara mengatasi populasi gulma yaitu dengan cara waktu penyiangan dan penggunaan jarak tanam yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan gulma dan produksi tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Alue Bili, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, dari Desember hingga Maret 2025. Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama, yaitu waktu penyiangan, terdiri dari (H0) bersih total, (H1) 14, 28, dan 42 HST, dan (H2) 28 dan 42 HST. Faktor kedua yaitu jarak tanam (J1) 30 x 30 cm dan (J2) 40 x 30 cm. Parameter yang diamati berupa persentase penutupan gulma, berat kering gulma, tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah buah dan berat buah. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan waktu penyiangan secara tunggal berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering gulma umur 28 HST, persentase penutupan gulma pada semua umur pengamatan dan jumlah daun pada umur 35 HST, dan berpengaruh nyata pada peubah berat kering tanaman umur 42 HST dan tinggi tanaman pada umur 28 dan 35 HST. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan penyiangan 14, 28, dan 42 HST. Perlakuan jarak tanam tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada semua peubah yang diamati. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan waktu penyiangan dan jarak tanam pada semua peubah yang diamati.