Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PengaMAS

IDENTIFIKASI ARSITEKTUR KOLONIAL BENTENG NASAU PULAU MOTI Elvira, Suci; Harisun, Endah
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i2.7626

Abstract

Penelitian ini berfokus pada situs sejarah Benteng Nassau di Pulau Moti, Maluku, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan survei lapangan, wawancara, dan tinjauan pustaka sebagai sumber data primer. Kondisi Benteng Nassau saat ini memperlihatkan sebagian reruntuhan akibat faktor perang, gempa bumi, cuaca, serta abrasi pantai. Meski mengalami kerusakan, benteng ini tetap menjadi daya tarik sejarah yang signifikan. Temuan ini menyoroti usia benteng, perkiraan ketebalan dinding, dan keberadaan sisa-sisa seperti lubang. Namun kawasan disekitarnya telah mengalami perubahan pola permukiman, dimana rumah-rumah dibangun tanpa mempertimbangkan perlindungan terhadap situs sejarah. Jejak benteng meluas hingga perkebunan masyarakat, dan istilah "Jere Bastiong" digunakan untuk menyebut reruntuhan tersebut. Faktor alam, kondisi cuaca, peristiwa sejarah, dan ditinggalkannya berkontribusi terhadap kerusakan Benteng Nassau. Perawatan dan pemeliharaan yang tepat diperlukan untuk melestarikan struktur yang tersisa dan memfasilitasi penelitian dan eksplorasi lebih lanjut.
IDENTIFIKASI ARSITEKTUR KOLONIAL BENTENG NASAU PULAU MOTI Elvira, Suci; Harisun, Endah
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i2.7626

Abstract

Penelitian ini berfokus pada situs sejarah Benteng Nassau di Pulau Moti, Maluku, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan survei lapangan, wawancara, dan tinjauan pustaka sebagai sumber data primer. Kondisi Benteng Nassau saat ini memperlihatkan sebagian reruntuhan akibat faktor perang, gempa bumi, cuaca, serta abrasi pantai. Meski mengalami kerusakan, benteng ini tetap menjadi daya tarik sejarah yang signifikan. Temuan ini menyoroti usia benteng, perkiraan ketebalan dinding, dan keberadaan sisa-sisa seperti lubang. Namun kawasan disekitarnya telah mengalami perubahan pola permukiman, dimana rumah-rumah dibangun tanpa mempertimbangkan perlindungan terhadap situs sejarah. Jejak benteng meluas hingga perkebunan masyarakat, dan istilah "Jere Bastiong" digunakan untuk menyebut reruntuhan tersebut. Faktor alam, kondisi cuaca, peristiwa sejarah, dan ditinggalkannya berkontribusi terhadap kerusakan Benteng Nassau. Perawatan dan pemeliharaan yang tepat diperlukan untuk melestarikan struktur yang tersisa dan memfasilitasi penelitian dan eksplorasi lebih lanjut.
Sosialisasi Pengenalan Benteng Nassau Pulau Moti ke Mahasiswa Arsitektur Universitas Khairun Harisun, Endah; Conoras, Muhammad Amrin MS; Suhartini, Suahrtini
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v6i1.5846

Abstract

Kegiatan Sosialisasi Pengenalan Benteng Nassau Pulau Moti ke Mahasiswa Arsitektur Universitas Khairun, melalui pembelajaran metode indoor dan outdoor  learning merupakan bagian kegiatan pengabdian kepada mahasiswaProgram Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Khairun. keberadaan benteng Nassau kondisi sekarang  ini berupa situs puing-puing bebatuan yang tersebar di kelurahan Moti Kota. Benteng Nassau yang lama kelamaan diyakini akan hilang wujudnya dan belum banyak yang terdokumentasikan ataupun terpublikasikan akan menjadi kerugian besar bagi peneliti sejarah dan arsitektur. Sebagai program studi Arsitektur yang mempelajari sejarah perkembangan Arsitektur, menjadi tanggungjawab moral dalam mendokumentasikan ataupun mempublikasikan bangunan benteng Nassau Pulau Moti sebagai bagian dari sejarah perkembangan bnagunan arsitektur kolonial yang ada di wilayah Maluku Utara. Hasil dari kegiatan Sosialisasi Pengenalan Benteng Nassau Pulau Moti ke Mahasiswa Arsitektur Universitas Khairun ini, diharapkan mahasiswa dapat mengetahui tentang teori-teori dari sejarah arsitektur kolonial Maluku Utara, konstruksi banguan dan pengenalan material bangunan. Benteng Nassau di Pulau Moti dibangun oleh Belanda dalam rangka mempekuat ekspansi militer di wilayah Maluku Utara untuk menguasai hasil bumi dari masyarakat setempat berupa cengkeh dan hasil rempah lainnya.