Wirdanengsih Wirdanengsih
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pola Pengasuhan Anak di Taman Penitipan Anak (Studi Kasus: TPA Mawar di PTPN VI Unit Usaha Danau Kembar Solok) Rini Hidayati; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 4 No 4 (2021): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v4i4.488

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana pola asuh anak di TPA Mawar di PTPN VI Unit Usaha Danau Kembar, Solok dengan 14 orang anak, dengan 1 orang pengasuh pada realitanya bisa bertahan selama 8 tahun menjadi pengasuh di TPA Mawar sampai sekarang dengan jumlah anak yang dititipkan mengalami peningkatan setiap tahunnya, tahun 2019 berjumlah 11 orang anak tahun 2020 ada 13 orang anak dan 2021 ada 14 orang anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pola pengasuhan anak di TPA Mawar yang berada di PTPN VI unit usaha danau kembar, solok. Jenis penelitian yang dipakai yaitu penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus dengan teknik pemilihan informan yaitu purpose sampling dengan informan berjumlah 15 orang, 1 orang pengasuh, 10 orang tua anak, dan 4 orang anak. Teori yang digunakan yaitu teori Pola asuh Baumrind tipe Authoritative. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Milles dan Huberman yaitu Reduksi data, Penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang didapat yaitu jenis TPA Mawar yaitu TPA Perkebunan dengan bentuk layanan full Day, dan pola asuh yang diterapkan yaitu pola asuh Authoritative yaitu pengasuhan dengan tingginya Demandingness dan responsiviness kepada anak dengan Pengasuhan yang hangat kepada anak, mengajak anak bekerja sama, makan dan bermain bersama, spiritual dan menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua.
Internalisasi Nilai Berbasis Akhlak di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang Desi Junita Sari; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 4 No 4 (2021): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v4i4.489

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai proses internalisasi nilai berbasis akhlak di pesantren MTI Canduang. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses guru menginternalisasikan nilai-nilai akhlak pada santri serta kendala apa yang dihadapi guru dalam proses internalisasi nilai di Pesantren MTI Canduang. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Konstruksi Realitas Sosial Peter L. Berger dan Luckmann. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Adapun Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 orang. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Data ini dianalisis menggunakan teknik analisis dari Matthew B Milles dan A Michael Hurberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai akhlak dimulai dari sosialisasi nilai-nilai pesantren, keteladanan guru, latihan dan pembiasaan, kemandirian, nasehat, serta pemberian reward dan punishment. Internalisasi nilai akhlak yang dilakukan guru merujuk pada keteladanan almarhum Syeikh Sulaiman Ar-rasuli sebagai pendiri Pondok Pesantren MTI Canduang. Nilai-nilai yang diterapkan Syeikh ketika mengajar muridnya diwariskan hingga saat sekarang ini. Adapun kendala yang dihadapi guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai berbasis akhlak ini adalah, pertama; siswa berasal dari latar belakang yang berbeda, kedua; penggunaan gadget, dan ketiga; kontrol santri non asrama.
Fungsi Pendampingan Keluarga Petani dalam Belajar Daring di Rumah Masa Pandemi Covid-19 Wahyu Fitri Alfiani; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 4 No 4 (2021): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v4i4.498

Abstract

Latar belakang penelitian ini karena adanya pandemi Covid-19 membuat berbagai perubahan pada setiap aspek kehidupan terutama pendidikan yang mengakibatkan berubahnya sistem belajar siswa. Siswa biasanya belajar di sekolah secara offline harus digantikan dengan pembelajaran daring secara online dengan menggunakan Handphone. Situasi yang terjadi sekarang sangat menuntut keterlibatan orang tua secara lebih maksimal dan melakukan komonikasi yang lebih intens dengan guru dalam melaporkan perkembangan belajar anak. Dapat dikatakan bahwa situasi pandemi Covid-19 mengembalikan hakikat pendidikan anak dalam keluarga. Penelitian bertujuan menganalisis fungsi pendampingan keluarga petani dalam proses belajar daring di rumah pada masa pandemi Covid-19. Dalam menganalisis penelitian ini digunakan teori struktural fungsional oleh Talcott Parsons melalui konsep AGIL, Adaptation, Goal Attaiment, Integration, dan Latency). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 11 keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua kurang mengawasi anaknya dalam proses belajar daring di rumah, hal ini disebabkan karena kesibukan kedua orang tua yang bekerja di luar rumah, sehingga tidak bisa mengontrol anak setiap saat. Kesibukan orang tua menyebabkan kurangnya kesadaran atas peran sebagai orang tua dalam mendampingi anak saat proses belajar daring di rumah.
Ngomix di Kalangan Remaja (Studi Kasus pada Remaja Kecanduan Obat Batuk Komix di Kelurahan Kayu Kunyit, Bengkulu Selatan) Minar Minar; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 4 No 4 (2021): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v4i4.518

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perilaku ngomix dikalangan remaja, yaitu penyalahgunaan obat batuk komix oleh remaja di Kelurahan Kayu Kunyit. Penelitian ini menjadi penting untuk diteliti karena remaja di Kelurahan Kayu Kunyit memiliki perilaku menyimpang yaitu ngomix sehingga perlu dilakukan penelitian mendalam tentang bagaimana perilaku menyimpang itu dilakukan, disebarkan hingga menjadi gaya hidup remaja di Kelurahan Kayu Kunyit. Obat batuk komix yang seharusnya menjadi obat untuk menahan batuk justru digunakan untuk mabuk-mabukkan. Realita tersebut mendorong peneliti pada suatu pertanyaan yaitu apa yang menjadi faktor penyebab remaja ngomix. Pertanyaan tersebut akan dianalisis melalui teori Belajar Sosial (Differential Association) oleh Sutherland dan teori Pola Asuh oleh Baumrind tipe Permissive. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perilaku menyimpang ngomix. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan tipe penelitian studi kasus intrinsik, pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan 14 informan, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Lokasi penelitian di Kelurahan Kayu Kunyit. Hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa aspek yang mempengaruhi perilaku ngomix remaja. Kurangnya kontrol diri dalam memenuhi ajakan teman, motivasi untuk berubah yang rendah, rendahnya kesadaran beragama. Ketiga hal tersebut merupakan faktor internal. Kemudian faktor eksternal, minimnya motivasi dari orang tua, minimnya atensi dari orang tua, kasus dalam keluarga serta perceraian orang tua, pengaruh teman sepermainan (area pergaulan), kesalahan pola asuh orang tua. Dari semua faktor yang ada, faktor dominan yang mempengaruhi perilaku ngomix dikalangan remaja adalah faktor teman sepermainan.
Sosialisasi Pendidikan Seks Remaja Pada Keluarga Petani Karet (Studi Kasus: Lima Keluarga Petani di Desa Sukadamai) Asri Handayani; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 4 No 4 (2021): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v4i4.520

Abstract

Maraknya kasus hamil di luar nikah dan kasus penyebaran foto telanjang menjadi tantangan bagi orang tua di desa Sukadamai untuk menjaga anaknya dari perilaku penyimpangan seksual. Masalah tersebut menjadi topik yang menarik untuk dibahas oleh peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa bentuk sosialisasi pendidikan seks remaja pada keluarga petani karet di Desa Sukadamai Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Untuk menganalisis data peneliti menggunakan teori peran dari George Herbert Mead. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data penelitian didapat dari proses observasi, wawancara mendalam pada 13 informan dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman dengan tiga langkah yaitu reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan sosialisasi pendidikan seks remaja yang dilakukan oleh orang tua di Desa Sukadamai yaitu bentuk sosialisasi pendidikan seks remaja terbagi dalam tiga aspek yaitu 1) aspek biologis, mengenalkan perubahan fisik dan hal baru yang akan dialami anak 2) aspek batasan dan norma sosial, mengajarkan kepada anak ada batasan norma yang harus dijalani sebagai laki-laki dan perempuan 3) aspek peran dan fungsi seksual, mengajarkan anak untuk menjalani perannya sebagai perempuan dan laki-laki. Hambatan yang dialami oleh orang tua untuk mensosialisasikan pendidikan seks adalah pergaulan anak dan penggunaan dari handphone.
Perilaku Anak Pasca Korban Pencabulan (Studi Kasus 3 Anak Korban Pencabulan Umur 3-6 Tahun) Yolanda Makhrini; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 4 No 4 (2021): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v4i4.531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan perilaku anak pasca korban pencabulan dari 3 anak pencabulan umur 3-6. Penelitian ini dianalisis dengan Teori Pertukaran Perilaku yang dibangun oleh George C. Homans. Teori ini mencoba membawa individu ke dalam analisis sosiologis. Teori Pertukaran yang dikembangkan oleh Homans bertumpu pada asumsi bahwa orang yang terlibat dalam perilaku untuk memperoleh ganjaran atau menghindari hukuman. Kata kunci dari Teori ini adalah Stimulus dan Respon. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah 3 anak pasca korban pencabulan dan masing-masing keluarga korban pencabulan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan tringulasi data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa perilaku anak pasca korban pencabulan yang diambil dari 3 orang anak bahwa anak memiliki perubahan perilaku dari karakter yang ceria, aktif, senang dengan orang lain menjadi anak yang pemurung, berontak, menutup diri dengan lingkungan, dan takut dengan orang-orang baru yang diakibatkan kurangnya stimulus yang diberikan keluarga akibat faktor ekonomi dan wawasan keluarga terhadap korban pencabulan.
Pola Hidup Mahasiswi Berasrama di Kota Padang (Studi Pola Hidup Mahasiswi Asrama Yayasan Amal Saleh di Kota Padang) Dinda Karunia Putri; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i2.610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pola hidup mahasiswi berasrama di Yayasan Amal Saleh. Penelitian ini penting untuk di lakukan karena untuk melihat sebuah jenis hunian tempat tinggal jenis asrama yang memiliki kegiatan positif di Kota Padang. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe fenomenologi yang melihat bagaimana dari sebuah pengetahuan yang membentuk kegiatan dan aktivitas-aktivitas dari mahasiswi berasrama, yang mana asrama merupakan jenis hunian tempat tinggal dalam jangka waktu tertentu, hunian jenis asrama ini banyak dipilih oleh mahasiswa, seperti Yayasan Amal Saleh yang memiliki hunian yang menyediakan tempat tinggal jenis asrama yang disebut dengan surau, mahasiswi yang tinggal disurau disebut dengan santri kemudian santri ini diberikan pembinaan sehingga membentuk sebuah pola didalam kehidupan mereka, pola hidup merupakan sebuah kegiatan yang menjadikan sebuah aktivitas sehari-hari, dalam pola keseharian atau aktivitas sosial pola hidup dapat mengidentifikasikan bagaimana kegiatan keseharian yang dilakukan oleh individu, baik itu dalam melakukan kegiatan domestik, menjalankan kegiatan-kegiatan yang ada disurau maupun menjalankan kegiatan yang ada di Yayasan serta melakukan aktivitas lain di luar surau dalam penelitian ini peneliti mengambil informan yang dipilih berjumlah sebelas orang dengan kriteria sebagai mahasiswi asrama, ketua asrama, pembina dan masyarakat sekitar di Yayasan Amal Saleh.
Makna Simbolik Bakuwai Dalam Olahraga Baburu Babi (Aktivitas Kelompok Baburu Babi di Kota Padang) Yogi Muhammad Kurniawan; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i2.618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna simbolik bakuwai dalam olahraga baburu babi pada aktivitas kelompok baburu babi di Kota Padang. Kajian ini menarik karena, baburu babi di beberapa daerah Sumatera Barat memiliki cara tersendiri dalam baburu seperti dapat kita lihat pada aktivitas baburu babi di Padang Pariaman menggunakan pistol badia balansa sebagai simbol bagi kelompok baburu lainnya untuk melepaskan anjing buruan menuju suara letusan pistol. Namun berbeda dengan baburu babi di Kota Padang tidak menggunakan pistol badia balansa, melainkan hanya melakukan bakuwai sebagai interaksi simbol antara sesama kelompok baburu dalam daerah perburuan. Hal tersebut yang menjadi fenomena dalam baburu babi, penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik yang dijelaskan oleh Hebert Blumer. Metode yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan tipe penelitian deskriptif, pemilihan informan dilakukan teknik purposive sampling dengan 12 orang informan, pengumpulan data yang dilakukan secara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data di analisis menggunakan teknik model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan aktivitas baburu babi dilakukan setiap hari minggu secara bergiliran, dan bakuwai yang dilakukan dalam aktivitas baburu babi, yaitu; hayo, atuah, konyoa, ambek bawah, ambek ateh, ambek jalan, ambek puncak, dan tambah anjiang. Hasil analisis interaksionisme simbolik menunjukan makna simbolik bakuwai dalam olahraga baburu babi yaitu sedang mencari babi, menemukan babi, memberikan semangat, dan memerintahkan.
Kontrol Sosial Orang Tua Terhadap Perilaku Anak-Anak Pengguna Gadget (Studi Kasus: Nagari Suliki Kecamatan Suliki Kabupaten 50 Kota) Alivia Ardiva; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i2.622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis kontrol sosial orang tua pada anak atas penggunaan gadget di Nagari Suliki Kecamatan Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota. Alasan peneliti melakukan penelitian di Nagari Suliki karena tergolong tempat yang masih menjaga nilai-nilai sosial, adat istiadat dan agama juga terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi khususnya terhadap anak-anak rentan akan dampak negatif dari intensitas kecanduan gadget. Penelitian ini menggunakan teori Kontrol Sosial oleh Travis Hirschi. Teori ini mengembangkan empat fungsi untuk mengendalikan individu yaitu attachment atau kasih sayang, commitment atau tanggung jawab, inveloment atau keterlibatan, believe atau kepercayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan tipe penelitian studi kasus (case study). Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi non partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kontrol sosial yang diberikan oleh orang tua pada anak atas penggunaan gadget tersebut diantaranya yaitu: Pertama membatasi waktu menggunakan gadget, yang kedua mendampingi ketika menggunakan gadget, yang ketiga teguran, keempat pengawasan dalam penggunaan gadget, dan yang kelima memberikan ancaman yang terdiri dari mengancam anak untuk diusir dari rumah, dan mengancam anak untuk gadget-nya disita.
Peran Orang Tua dalam Pelaksanaan Protokol Kesehatan di Masa Belajar Tatap Muka Terbatas Fitri Yeti; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i3.639

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya adaptasi kebiasaan baru untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 membuat masyarakat harus berperilaku sesuai dengan Protokol Kesehatan 5M. Pandemi Covid-19 merupakan situasi yang sangat berbahaya penularannya lebih mudah terjadi pada kalangan anak-anak maka sebab itu perlu untuk kita menyadari pentingnya menjaga protokol kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan peran orang tua dalam pelaksanaan protokol kesehatan di masa belajar tatap muka terbatas pada masa pandemi Sekolah Dasar 32 Bungo Pasang (studi kasus keluarga pegawai di Perumahan Pasir Putih). Penelitian ini menarik dilakukan karena protokol kesehatan termasuk hal yang baru di masa Covid-19 ini apalagi pada usia anak Sekolah Dasar yang belum mengerti apa-apa, maka dalam hal ini peran orang tua dalam hal protokol kesehatan sangat perlu dilakukan dimana pelaksanaan protokol kesehatan tidak hanya menjadi peran guru tapi peran orang tua juga sangat dibutuhkan hal ini untuk tercapainya tujuan yang diharapkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, studi kasus. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling, pengumpulan data secara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pola Miles dan Huberman. Lokasi penelitian di Perumahan Pasir Putih, Kelurahan Bungo Pasang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya berbagai macam peran yang dilakukan orang tua terhadap anaknya dalam protokol kesehatan yaitu memberikan nasihat, orang tua sebagai motivator bagi anak, orang tua memberikan contoh yang baik kepada anak, orang tua berperan menjalin hubungan yang harmonis dengan anak, memberikan pengawasan dalam hal persiapan mental, fisik dan sosiologis anak, menanamkan kebiasaan untuk melakukan pola kebiasaan baru.