Harmanto Harmanto
Unknown Affiliation

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM SAVE OUR STUDENT DALAM UPAYA MENEKAN JUMLAH PELANGGARAN LALU LINTAS PADA PELAJAR KOTA SURABAYA Citra Virda Osha Paramita; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p880-896

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang implementasi dan tingkat keberhasilan program Save Our Student oleh Satlantas Polrestabes Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih dengan teknik judgement sampling yaitu seorang informan dipilih berdasarkan pertimbangan orang mana yang layak untuk dijadikan informan. Penelitian ini juga melibatkan informan Kanit Dikyasa dan anggota tim Save Our Student yang menjalankan program Save Our Student tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Save Our Student dilakukan melalui dua proses. Pertama sosialisasi yang berisi materi tentang Safety Riding yang berdasar pada UU No. 22 Tahun 2009 kepada pelajar. Kedua dilakukan penindakan kepada pelajar yang melakukan pelanggaran lalu lintas melalui operasi rutin yang dilakukan oleh Satlantas Polrestabes Surabaya. Dan Keberhasilan dari program ini belum dapat dikatakan berhasil karena meskipun data pelanggaran yang berasal dari Satlantas polrestabes Surabaya mengalami penurunan namun berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di beberapa sekolah di Surabaya kenyataannya masih banyak pelajar yang melanggar aturan dalam program tersebut.Kata kunci : Save Our Student, pelanggaran lalu lintasAbstractThe purpose of this study is to describe the implementation and success rate of the program Save Our Student in an effort to reduce the number of traffic violations in the student city of Surabaya. This research used a qualitative approach with descriptive methods. The data in this study was obtained through observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is to reduce the data, present the data and concluded the data. Informants were selected by judgment sampling technique is one of the informants were selected based on the considerations which are suitable as an informant. This research also involved informants Dikyasa Chief Unit and Save Our Student team members who run the program Save Our Student. The results showed that the implementation of the program Save Our Student done through two process. The first socialization that contains material about Safety Riding is based on Law No. 22 of 2009 to the learner. The second is repression Socialization also made to students who violate traffic through routine operations carried out by the Traffic Polrestabes Surabaya. And the success of this program has not been successful because even though the data breaches originating from Surabaya Polrestabes Traffic declined but based on observations and interviews conducted in several schools in Surabaya reality there are many students who violate the rules in the program.Keywords : Save Our Student, traffic violations
STRATEGI ORANG TUA ASUH DALAM UPAYA MEMBINA KARAKTER MANTAN ANAK JALANAN DI UPTD KAMPUNG ANAK NEGERI Ayu Puji Lestari; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p957-975

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi orang tua asuh, hambatan, dan hasil dari pembinaan karakter religius, kejujuran, disiplin, kreatif, dan mandiri mantan anak jalanan di UPTD Kampung Anak Negeri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain, observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan, strategi yang digunakan oleh orang tua asuh dalam upaya membina karakter mantan anak jalanan di UPTD Kampung Anak Negeri dilakukan dengan cara mengintegrasikan nilai karakter religius, kejujuran, disiplin, kreatif, dan mandiri ke dalam kegiatan pembinaan rutin, budaya karakter, tulisan afirmatif, metode repeat power, dan keteladanan. Hambatan yang ditemui dalam membina karakter kepada mantan anak jalanan berasal dari faktor internal meliputi, karakteristik dan kebiasaan buruk mantan anak jalanan, serta anak mempunyai IQ jongkok. Sedangkan faktor eksternal meliputi, ketidakpedulian orang tua, kurangnya keteladanan dari orang tua, lingkungan tempat tinggal anak, pengaruh celluler phone (CP) dan teman sebaya. Hasil dari pembinaan karakter mantan anak jalanan di UPTD Kampung Anak Negeri menunjukkan adanya perubahan dan perkembangan perilaku, pola pikir, dan gaya hidup anak menjadi lebih baik dan positif.Kata kunci : Pembinaan karakter, mantan anak jalanan.AbstractThe goal of this research is describe strategy, obstacles, and output from fostering character of religious, honesty, discipline, creative, and autonomous to ex children of the street in UPTD Kampung Anak Negeri Wonorejo Surabaya. This research uses qualitative approach with case study method. Data is collected by means of observation, interview, and documentation. Data is analyzed by reducing data, presenting data, and concluding data. Result of the research indicates that strategi used by the foster parents in their effort to foster character of ex children of the street in UPTD Kampung Anak Negeri is conducted through integrating character values of religious, honesty, discipline, creative, and autonomous into regular activity of fostering, character culture, affirmative written, repeat power method, and exemplary. Obstacles in fostering character to ex children of the street comes from internal consist of bad characters and bad habits of ex children of the street, and also the children have less IQ. Meanwhile, external factors consist of no attention of parents, no role model of parents, environment, effect of celluler phone (CP), and friends. Output of fostering character to ex children of the street in UPTD Kampung Anak Negeri indicates changes and improvements of behaviors, mindsets, and life style of the children to be better and positive.Key word : ex children of the street, strategy of fostering character
PERAN KETELADANAN GURU DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 12 SURABAYA Gama Septian Maulana; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1189-1204

Abstract

ABSTRAKTujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk keteladanan guru dalam upaya membentuk karakter peserta didik di SMA Negeri 12 Surabaya, untuk mengetahui faktor - faktor yang mendukung dan menghambat upaya mengembangkan keteladanan guru di SMA Negeri 12 Surabaya, untuk mengetahui bagaimana peran keteladanan guru dalam upaya membentuk karakter peserta didik di SMA Negeri 12 Surabaya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian Deskriptif. Tehnik pengambilan subjek data dilakukan secara selektif. Tehnik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Tehnik analisis data yang digunakan yakni tehnik analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang telah dianalisis menunjukan bahwa peran keteladanan guru di SMA Negeri 12 Surabaya dalam membentuk karakter peserta didiknya telah berjalan maksimal. Dimana para guru tidak lagi hanya bertugas menjadi pengajar akan tetapi memiliki tugas yang lainnya yakni mendidik. Dalam mendidik, dibutuhkan kompetensi lebih yang harus dimiliki oleh seorang guru. Salah satunya memiliki keteladan bagi siswa-siswanya atau peserta didiknya. Bentuk keteladan guru ini berupa sifat yang akan diturunkan kepada peserta didiknya melalui proses belajar mengajar, tata tertib sekolah yang telah di integrasi dengan berbagai macam bentuk karakter, dan kultur sekolah atau budaya sekolah. Dalam pelaksanaan keteladanan guru dalam upaya membentuk karakter peserta didiknya terdapat hambatan serta dukungan didalam prosesnya. Hambatan yang dilalui yakni, kurangnya kesadaran diri peserta didiknya terhadap pentingnya karakter, pergaulan siswa diluar sekolah yang terbawa masuk kedalam lingkungan sekolah, adanya kekukrang kerja samaan diantara guru dalam pelaksanaannya. Dukungan atau dorongan yang dilalui yakni, orang tua peserta didik yang telah mempercayakan sepenuhnya kepada guru, dukungan dari seluruh warga sekolah, dan kerja sama yang terjalin baik antara guru dengan peserta didik.Kata kunci : Pembentukan Karakter, Peran Keteladanan GuruABSTRACTThis study included in the descriptive study. Retrieval technique is selective data subject. Techniques of data collection through interviews, documentation and observation. Data analysis techniques used namely data analysis techniques using qualitative descriptive analysis. The results of studies that have analyzed the example shows that the role of teachers in the State High School 12 Surabaya in shaping the character of student participants has been running maximum. Where the teacher is no longer just be a teacher on duty but have the task of educating others. In educating, more competencies are needed to be possessed by a teacher. One of them has the example for his students or learners. This form of exemplary teachers in the form of properties that will be passed down to the learners through the learning process, the school rules that have been in various forms of integration with characters, and the school culture or school culture. In the exemplary implementation of the teacher in order to form the character of the participant students are barriers and support in the process. Impassable barriers namely, a lack of self-awareness of the importance of learners' characters, relationships outside of school students who carried into the school environment, the presence of lack of similarity between the work of teachers in the implementation. Support or encouragement that passed, parents of students who have entrusted entirely to the teachers, the support of the entire school community, and the cooperation between
HAMBATAN YANG DIHADAPI GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENERAPKAN KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI SE-KABUPATEN LAMONGAN Ahmad Dani Iswantoro; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1079-1093

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan tentang hambatan yang dihadapi guru PPKn dalam menerapkan kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hambatan yang dihadapi guru PPKn dalam menerapkan kurikulum 2013 di SMP Negeri se-Kabupaten Lamongan. Subjek penelitian ini adalah guru PPKn di SMP Negeri se-kabupaten Lamongan yang menjadi Pilot Project pengembangan kurikulum 2013. Pendekatan dan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif presentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Hambatan yang dihadapi antara lain adalah mengembangkan silabus secara mandiri sebanyak 72,2% guru, mengembangkan RPP secara mandiri sebanyak 50% guru, menyusun kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan ilmiah sebanyak 22,2% guru, mengembangkan indikator pencapaian pada setiap KD sebanyak 22,2% guru, menguasai berbagai macam model pembelajaran sebanyak 55,6% guru, melakukan penilaian afektif sebanyak 45,8% guru, melakukan penilaian psikomotor sebanyak 38,9% guru, memotifasi keaktifan siswa 44,4% guru, dan mengoperasikan media teknologi sebanyak 27,8% guru. 2) Upaya mengatasi hambatan kurikulum 2013 dengan melakukan diskusi dengan guru PPKn melalui MGMP, mengikuti seminar/ lokakarya mengenai kurikulum 2013, memanfaatkan silabus yang telah dibuat pemerintah, dan mempelajari serta memahami berbagai macam model pembelajaran. Kata Kunci: Hambatan, Guru PPKn, Kurikulum 2013. Abstract This research reveals about the obstacles that is faced by civic education teachers in implementing the 2013 curriculum. The purpose of this research is analyzing the civic education teachers obstacles that is faced in implementing the 2013 curriculum in secondary schools throughout the Lamongan district. The subjects were secondary schools civic education teachers throughout the Lamongan district which is being a Pilot Project of 2013 curriculum implementation. The approach and design of this research is quantitative descriptive. Data collection method in this study was a questionnaire and interviews. Data analyzing techniques in this research is descriptive percentage. These results indicate that: 1) the Obstacle among others are developing independently syllabus as much as 72,2% of teachers, developing lesson plans independently as much as 50% of teachers, organizing learning activities using a scientific approach as much as 22,2% of teachers, developing indicators of achievement in each based competence as much as 22,2 % of teachers, mastering a variety of learning models as much as 55,6% of teachers, making an affective assessment as much as 45,8% of teachers, making a psychomotor assessment as much as 38,9% of teachers, motivating students activeness as much as 44.4% of teachers, and operating the technology media as much as 27.8% of teachers. 2) the efforts to overcome the 2013 curriculum obstacles by discussing with civic education teachers through MGMP, following the 2013 curriculum workshops, utilizing the syllabus that has been made by the government, and learning and understanding the wide variety of learning models. Keyword: Obstacles, Civic Education Teacher, 2013 curriculum.
PENEGAKAN KEDISIPLINAN SISWA PASCA REGROUPING SEKOLAH DI SMK NEGERI 12 SURABAYA Andian Indah Prastiwi; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1130-1144

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengukur penegakan kedisiplinan siswa pasca adanya regrouping sekolah di SMK Negeri 12 Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penegakan kedisiplinan siswa pasca regrouping sekolah di SMK Negeri 12 Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Behaviorisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di SMK Negeri 12 Surabaya yang merupakan sekolah hasil gabungan antara SMK Negeri 9 Surabaya dan SMK Negeri 11 Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rumus skor interval. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, penegakan kedisiplinan siswa pasca regrouping sekolah di SMK Negeri 12 Surabaya yang dianalisis melalui lima aspek penegakan kedisiplinan antara lain, (1) kedisiplinan dalam menaati tata tertib sekolah, (2) kedisiplinan dalam menaati waktu, (3) kedisiplinan dalam menaati pembelajaran, (4) Pemberian sanksi, dan (5) Kerjasama serta tindak lanjut guru dan orang tua siswa masing-masing aspeknya memiliki kesamaan kategori penegakan kedisiplinan yakni, cukup baik. Perolehan skor secara keseluruhan dari lima aspek tersebut berjumlah 97,39 sehingga penegakan kedisiplinan siswa pasca regrouping sekolah di SMK Negeri 12 Surabaya secara keseluruhan memiliki kategori cukup baik. Kata Kunci: penegakan kedisiplinan, regrouping sekolah, siswa Abstract This research about quantify of enforce discipline after regrouping school students in SMK Negeri 12 Surabaya. The purpose of this research is to know about enforce discipline after regrouping school students in SMK Negeri 12 Surabaya. The theory used for this research is Behaviorism theory. This research used a descriptive quantitative methods. This research was conducted in SMK Negeri 12 Surabaya, this school is combined result of SMK Negeri 9 Surabaya and SMK Negeri 11 Surabaya. The technique of collecting data using observation, questionnaries, interview, and documentation then analyzed with interval score pattern. Based on the results of data analysis, it can be concluded: the enforcement of discipline after regrouping school students in SMK Negeri 12 Surabaya was good enough. It was analyzed through the five aspects of the enforcement of discipline among others, (1) discipline in obeying the school rules, (2) discipline in keeping the time, (3) discipline in keeping the implementation of learning, (4) giving punishment to students, and (5) cooperation and follow-up of teachers with parents that each aspect have in common categories namely the enforcement of discipline. The result of overall score of five aspects is 97,39, so the enforcement of discipline after regrouping school students in SMK Negeri 12 Surabaya overall included was good enough category. Key Words: enforce discipline, regrouping school, student
STRATEGI SELF REGULATED LEARNING MAHASISWA YANG MELAKUKAN KERJA SAMPINGAN DI JURUSAN PMP-KN, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM, UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Muhammad Arif Ardiansyah; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n4.p265-281

Abstract

ABSTRAKSelf Regulated Learning merupakan salah satu teori belajar yang konstruktif yang menganut visi siswa ideal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi self regulated learning mahasiswa jurusan PMP-KN, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya yang melakukan kerja sampingan dan menganalisis hasil belajar dalam bentuk Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa yang melakukan kerja sampingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi yang dilaksanakan di Jurusan PMP-KN, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya. Data yang telah diproses kemudian ditarik kesimpulan dengan menggunakan metode reduksi yakni merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting agar diperoleh kesimpulan yang objektif. Data diperoleh dari observasi, dan wawancara mendalam kepada 6 informan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa self regulated learning mempengaruhi kegiatan mahasiswa anatara bekerja dan belajar karena setiap mahasiswa mempunyai strategi yang berbeda dalam melakukan kerja dengan kuliah. (1). Jenis pekerjaan yang ditekuni mahasiswa sesuai dengan kebutuhannya. (2). Guru bimbingan belajar menjadi salah satu bentuk kerja sampingan yang tidak menghambat perkuliahan, begitu juga dengan tl bus karena waktu yang tidak terlalu terporsir. (3). Cara pendang mahasiswa pada sebuah pekerjaan dan sadar bahwa tugas utama mereka adalah belajar, sehingga memandang pekerjaan hanya sebagai pelengkap saja. (4). Tidak terlalu berargumentasi dan berandai-andai, maksudnya adalah sebagai insan terdidik sebaiknya mahasiswa bisa merencanakan dengan baik dan bisa berpikir panjang dengan keputusan yang akan diambilnya. Hasil yang memuaskan yaitu berada pada pemilihan jenis pekerjaan guru dan team leader bus dengan IPK diatas 3 dibandingkan dengan mereka yang lebih memilih jenis pekerjaan yang lain seperti pekerja kontrak dan sales promotion dengan IPK rata-rata 2 dibawah 3.Kata Kunci : Strategi, Self Regulated Learning, Kerja.ABSTRACTSelf Regulated Learning is a one constructive learning theory which adhere the vision of an ideal student. A Student has to be able to manage himself..This study uses a qualitative descriptive approach by designing phenomenology study conducted at the Civic Education Departement, Faculty of Socialand Legal, Surabaya State University. The data have been processed then be deduced by using the reduction method that encapsulates, choose the subject matter, focusing on the things that are important in order to obtain an objective conclusion. Data obtained from observation and depth interviews with six informants research. Based on this research, it is known that self-regulated learning affect student activities anatara work and learning for every student has a different strategy in doing work with the college. (1). Kind of Job they choose, how the student can choose jobs wisely that match their needs. According to research, the suitable job is teacher and the leader of the bus according to informans studied; (2). Student perspective, how the student regard to the job and aware that their main duty is studying, so considering occupation as only as complementary; (3). Not too much argueing and wishing. It means that as an educated man they should be able to plan well and think deeply with the decisions they take; (4). The suitable strategy is used, that they more concern to study and consider job during study is only as the implementation of knowledge they obtained. Satisfactory results which are in the selection of the work of teachers and bus team leader with a cumulative performance index above 3 than those who prefer other types of work such as contract workers and sales promotion with an average cumulative performance index 2 below 3 .Keywords:University Students, Strategies, Self-Regulated Learning, Job.
STRATEGI GURU PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KREATIF PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 2 KOTA MOJOKERTO Nurlaili Fitriatussa’diyah; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n4.p297-312

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Strategi Guru Prakarya dan Kewirausahaan dalammembentuk karakter kreatif peserta didik di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto. Metode pengumpulandata menggunakan observasi non-partisipant, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Teknikanalisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa strategi guru Prakarya dan Kewirausahaan dalam membentukkarakter kreatif melalui pribadi yaitu ekspresi dari keunikan individu contoh dari pribadi guruPrakarya dan Kewirausahaan dapat berperilaku mengembangkan suatu karya dengan memberikan,berjualan lewat media social, melalui pendorong dengan motivasi, media dan metode pembelajaranyang menarik, melalui proses dengan merangsang peserta didik untuk melibatkan dirinya dalamkegiatan kreatif, dengan membantu mengusahakan sarana prasarana yang diperlukan, melaluiproduk merupakan dorongan dari faktor internal dan eksternal secara kreatif, maka produk-produkkreatif akan bermakna.Kata Kunci: Strategi Guru Prakarya dan Kewirausahaan, Karakter, Kreatif, Peserta DidikAbstractThis study aimed to describe and Entrepreneurship Strategy Master craft creative in shaping thecharacter of the students at SMAN 2 in Mojokerto. Methods of data collection using non-partisipantobservation, semi-structured interviews and documentation. Data analysis technique used is datareduction, data presentation and conclusion. The results showed that the strategy of teachers craftand Entrepreneurship in shaping the character creatively through personal that is the expression ofthe uniqueness of individual examples of teachers' personal craft and Entrepreneurship can behavedevelop a work by providing, selling through social media, through the driving motivation, mediaand learning methods Interestingly, through the process by stimulating learners to engagethemselves in creative activities, to help commercialize the necessary infrastructure, through theproduct a boost of internal and external factors creatively, then the creative products will bemeaningful.Keywords: craft Guru Strategy and Entrepreneurship, Character, Creative, Student
PELATIHAN PENGEMBANGAN PENILAIAN OTENTIK DAN PENULISAN RAPOR SD KURIKULUM 2013 BAGI GURU-GURU SD DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN GAYAMSARI KOTA SEMARANG Sri Sulistyorini; Hardjono Hardjono; Harmanto Harmanto; Arini Esti Astuti
Jurnal Abdimas Vol 19, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v19i1.4704

Abstract

Pelatihan Penilaian Otentik dan Penulisan Rapor SD Kurikulum 2013 diberikan bagi guru-guru SD UPTD Pendidikan Kecamatan Gayamsari karena guru-guru belum pernah diberikan pelatihan penilaian otentik dan penulisan rapor. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi identifikasi peserta, pengorganisasian yaitu negosiasi dengan pihak terkait, penjelasan konsep penilaian, praktik pembuatan rubrik untuk kompetensi sikap dan keterampilan, penulisan soal kompetensi pengetahuan dan simulasi penulisan rapor. Hasil kegiatan menunjukkan guru-guru SD UPTD Pendidikan Kecamatan Gayamsari mendapatkan pengetahuan pemahaman konsep penilaian otentik untuk mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan sesuai konsep penilaian dan penulisan rapor. Guru-guru telah mempratikkan membuat rubrik untuk menilai KD 1 (sikap spiritual), KD2 ( sikap sosial), soal-soal untuk menilai aspek pengetahuan dalam KD3 dan membuat rubrik untuk mencapai kompetensi keterampilan pada KD4. Melalui simulasi guru-guru telah terampil membuat kisi-kisi soal UTS (Ujian Tengah Semester), membuat soal, menganalisis dan menarasikan dalam bnetuk rapor UTS.Kata kunci: Penilaian otentik, penulisan rapor, Kurikulum 2013