Devianti Devianti
Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Otomasi Sistem Hidroponik Berbasis Logika Fuzzy menggunakan Air Limbah Ahmad Iswanda; Indera Sakti Nasution; Devianti Devianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.783 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19149

Abstract

Abstrak. Hidroponik adalah budidaya pertanian tanpa menggunakan tanah dan air sebagai media tanam yang berisi larutan nutrisi. pemanfaatkan sumber air IPAL sangat tepat menjadi bahan baku mutu air untuk hidroponik pengolahan air limbah. Saat ini ialah perlakuan hidroponik dilakukan pemantauan langsung kadar pH dan nutrisi. sistem pemantau kondisi hidroponik serta dapat dikontrol menggunakan mikrokontroler arduino uno, sensor Dfrobot pH, Dfrobot TDS, dan sensor DHT22 dan hidroponik mini DFT. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sistem hidroponik bersumber air instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang menggunakan mikrokontroler berbasis logika fuzzy. Penelitian ini meliputi tahap (1) Perancangan sistem pengendalian hidroponik mini, (2) Perancangan Hardware, (3) Perancanan Software menggunakan arduino IDE dan library fuzzy logic, (4) Pengambilan sampel air IPAL, (5) Pengujian parameter sistem logika fuzzy dengan MATLAB dan kalibrasi sensor, (6) Pengamatan pertumbuhan tanam selada. Penelitian ini memperoleh hasil pemanfaatan air IPAL terbilang efektif dikarenakan tingkat unsur hara diperoleh EC 0,6 mS/cm dan perlu penambahan pupuk cair AB mix sebesesar EC 0,6 mS/cm atau setara 420 ppm. Tingkat keberhasilan sistem logika fuzzy bekerja dengan baik karena dapat menjaga kestabilan sistem. Diperoleh nilai overshoot sebesar 2.296%-4,318% dan error 0,227%-0,606%.Hydroponics System Automation Based on Fuzzy Logic Using WastewaterAbstract. Hydroponics island for agricultural cultivation without using soil, so it only needs water for plant growth. The cultivation technique uses water as a planting medium containing a nutrient solution. Utilizing IPAL water sources is very appropriate as raw material for water quality for hydroponics. The wastewater treatment plant (IPAL) is located in Panteriek Village, Leung Bata District, Banda Aceh. The current problem is that hydroponic treatment can directly monitor pH and nutrient levels. a hydroponic condition monitoring system and can be controlled using an Arduino Uno microcontroller and sensors in the form of a Dfrobot pH sensor, Dfrobot TDS, and a DHT22 sensor, and mini DFT hydroponics. The purpose of this research is to create a hydroponic system from wastewater treatment plants (IPAL) using a microcontroller based on fuzzy logic. This research includes the stages (1) designing a mini hydroponic control system, (2) designing hardware, (3) designing software using the Arduino IDE and fuzzy logic library, (4) taking IPAL water samples, (5) testing fuzzy logic system parameters with MATLAB and sensor calibration, (6) Observation of lettuce growth. This study found that the utilization of IPAL water was considered effective because the nutrient level was obtained EC 0.6 mS/cm and needed to add AB mix liquid fertilizer as large as EC 0.6 mS/cm or the equivalent of 420 ppm. The success rate of the fuzzy logic system works well because it can maintain system stability. Obtained an overshoot value of 2.296% -4.318% and an error of 0.227% -0.606%.
Analisis Beberapa Sifat Fisika - Mekanika dan Kinerja Traktor Roda Dua Akibat Pemberian Pupuk Organik dan Kedalaman Pengolahan Tanah Ordo Entisols Filzah Azzuhra; Devianti Devianti; Yuswar Yunus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.886 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10409

Abstract

Abstrak: Pengolahan tanah dengan menggunakan traktor roda dua dapat memberikan efek pemadatan tanah dan salah satu metode yang dilakukan untuk menguragi pemadatan tanah tersebut yaitu dengan melakukan pemberian pupuk organik pada tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan beberapa sifat fisika - mekanika dan kinerja traktor roda dua  akibat pemberian pupuk organik dan kedalaman pengolahan tanah ordo entisols. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental design yang ditata dalam bentuk rancangan petak terpisah (split plot design), menggunakan dua faktor (petak utama dan anak petak). Kedua faktor tersebut adalah kedalaman pengolahan tanah (10 cm dan 20 cm) sebagai petak utama dan pupuk organik (0 ton/ha, 10 ton/ha dan 20 ton/ha) sebagai anak petak. Total kombinasi perlakuan adalah 6 plot percobaan dengan 3 kali ulangan, sehingga seluruhnya berjumlah 18 plot percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dengan dosis 10 dan 20 ton /ha memberikan pengaruh nyata terhadap permeabilitas, pF 2,0 – 2,54 sedangkan pada bobot isi, porositas, stabilitas agregat dan tahanan penetrasi tanah tidak berpengaruh nyata. Kedalaman pengolahan tanah memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap bobot isi, porositas, permeabilitas, pF 2,0 – 2,54 dan stabilitas agregat namun tidak berpengaruh nyata terhadap tahanan penetrasi tanah. Perlakuan dengan pemberian pupuk organik dan kedalaman pengolahan tanah memiliki hubungan yang sangat kuat terhadap bobot isi, porositas total, permeabilitas, distribusi pori, indeks stabilitas agregat dan tahanan penetrasi tanah, perlakuan kedalaman pengolahan tanah juga memiliki hubungan yang kuat terhadap kinerja traktor roda dua.Analysis of Some Physical Properties - Mechanics and Two-Wheel Tractor Performance Due Given Organic Fertilizers and the Depth of Soil Processing of Entisols OrderAbstract: Tillage by using the two-wheeled tractor can give the effect of soil compaction and the method that is done to the soil compaction reduces by giving organic fertilizer to the soil. The purpose of this research was to determine changes in some physical-mechanical properties and the performance of two-wheeled tractor due given organic fertilizers and the depth of processing of entisols. The method used in this research is an experimental design arranged in a split plot design, using two-factors (main plots and subplots). The two factors of the depth of tillage (10 cm and 20 cm) as the main plots and organic fertilizer (0 tons / ha, 10 tons / ha and 20 tons / ha) as subplots. Total treatment combination was 6 experiment plots repeated 3 times, the total amounted to 18 experimental plots.The results showed that by giving of organic fertilizers with doses of 10 and 20 tons / ha gave a real effect on permeability, pF 2.0 - 2.54 while in bulk density, porosity, aggregate stability and soil penetration resistance were not significantly affected. The depth of soil processing provide a significant effect on the weight of the contents,porosity, permeability, pF 2.0 to 2.54 and aggregate stability but did not significantly affect the soil penetration resistance.The treatment by giving organic fertilizer and the depth of soil processing has a very strong relationship to the content weight, total porosity, permeability, pore distribution, index of aggregate stability and soil penetration resistance,depth of tillage treatments also have a strong relationship to the performance of two-wheeled tractors.
Aplikasi Near Infrared Spectroscopy (NIRS) Untuk Mendeteksi Pencemaran Tanah Puji Meihani; Agus Arip Munawar; Devianti Devianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2062.737 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.10854

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi pencemaran tanah (zat Pb, Zn dan Cu) dengan menggunakan NIRS. Metode yang dilakukan ialah skala laboratorium dan hasil uji menggunakan NIRS. Pada pengujian menggunakan NIRS, metode koreksi spektrum yang digunakan ialah Standard Normal Variate (SNV) dan De-Trending (DT) sedangkan dalam membangun model prediksi, metode regresi yang digunakan yakni Partial Least Square (PLS). Keakuratan model prediksi dilihat berdasarkan parameter statistika seperti r, R2, RMSEC dan RPD. Hasil yang didapatkan pada pengujian menggunakan NIRS pada prediksi data mentah untuk ketiga parameter (Pb, Zn dan Cu) didapatkan nilai RPD masing-masing 2.69, 2.69, dan 2.68. Nilai tersebut termasuk ke dalam kategori good model performance. Untuk meningkatkan nilai RPD, dilakukan prediksi setelah dikoreksi menggunakan SNV. Nilai RPD yang didapatkan pada masing-masing parameter (Pb, Zn dan Cu) adalah 5.21, 4.56, dan 4.78. Nilai-nilai prediksi tersebut masuk ke dalam kategori very good performance. Sedangkan nilai RPD untuk prediksi menggunakan SNV untuk ketiga parameter (Pb, Zn dan Cu) masing-masing 4.31, 4.39 dan 4.08 yang dikategorikan sebagai very good performance. Berdasarkan nilai RPD yang didapatkan dari ketiga prediksi, prediksi dengan menggunakan SNV yang paling baik karena memiliki nilai RPD yang paling tinggi.The Application of Near Infrared Spectroscopy (NIRS) to Soil Contamination DetectionAbstract. This study aims to soil pollution detection (Pb, Zn and Cu substances) by using NIRS. The method used are the laboratory scale and using NIRS. In using NIRS method, the spectrum correction method used is Standard Normal Variate (SNV) and De-Trending (DT). Prediction model using Partial Least Square (PLS). The accuracy of the prediction model is based on the statistical parameters such as r, R2, RMSEC and RPD. The results based on the NIRS method obtained the values of RPD are 2.69, 2.69, and 2.68 in prediction of raw data for parameters (Pb, Zn and Cu). These values belong to good model performance category. To increase the RPD score, prediction were made by using SNV spectrum correction method. RPD values obtained in each parameter (Pb, Zn and Cu) were 5.21, 4.56, and 4.78. These predictive values can be categorized as very good performance. The values of RPD for prediction used DT for the three parameters (Pb, Zn and Cu) 4.31, 4.39 and 4.08 which are categorized as very good performance. Based on RPD values obtained from the three predictions, predictions using SNV are the best because it has the highest RPD value.
Pola Perubahan Penggunaan Lahan Sub Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikujang Devianti Devianti
Rona Teknik Pertanian Vol 9, No 2 (2016): Volume 9, No. 2, Oktober 2016
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v9i2.5651

Abstract

Abstrak. Sub Sub DAS Cikujang merupakan salah satu bagian dari Sub DAS Cimanuk hulu yang dapat menyumbang sedimen ke waduk Jatigede yang berasal dari erosi sebagai akibat perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kondisi fisik lahan. Hasil kajian memperlihatkan  pola perubahan penggunaan lahan di Sub Sub DAS Cikujang periode 1994-2009, terjadi perubahan penggunaan lahan dari kawasan lindung menjadi kawasan budidaya seluas 742,20 ha. Kawasan lindung pada tahun 1994 seluas 3.213,03 ha menurun menjadi 2.470,83 ha pada tahun 2009 dan kawasan budidaya pada tahun 1994 seluas 9.532,41 ha meningkat menjadi 10.274,61 ha pada tahun 2009 dengan laju perubahan 185,55 ha/tahun. Laju penurunan luasan hutan primer mencapai 54,45 ha/tahun, dan pada tahun 2009 tidak terdapat lagi lahan dengan fungsi sebagai hutan primer. Laju penurunan luasan hutan sekunder mencapai 135,90 ha/tahun dari 2.995,25 ha pada tahun 1994 menjadi 2.451,65 ha pada tahun 2009. Pola perubahan penggunaan lahan di Sub Sub DAS Cikujang sebagian besar dipengaruhi dengan pola perubahan hutan primer dan hutan sekunder pada kawasan lindung. Sedangkan pola perubahan penggunaan lahan pada kawasan budidaya dipengaruhi pola perubahan lahan kebun campuran, tegalan/ladang, perkebunan, dan sawah Land-Use Change Pattern in Cikujang Catchment Area Abstract. Cikujang catchment area is one part of the subzone Cimanuk that can contribute sediment upstream reservoirs to Jatigede derived from erosion as a result of changes in land use that is not in accordance with the physical condition of the land. Based on analysis result of land-use change pattern in Cikujang catchment area in 1994 – 2009 period, land-use had changed 742,20ha from protected areas to cultivated areas, where protected area had decreased from 3.213,03ha in 1994 to 2.470,83ha in 2009 and cultivated area had increased from 10.274,61 ha in 1994 to10.274,61 ha in 2009 with changing rate ha/year. The rate of decreasing primary forest area was 54.45ha/year, as a result there was no land function as primary forest in 2009.  The rate of decreasing secondary forest area was 135,90ha/year ranging from 2.995,25ha in 1994 to 2.451,65ha in 2009. Land-use change pattern in Cikujang catchment area dominantly was influenced by changing pattern of protected forest and secondary forest in protected area, but in cultivated area land-use change pattern was influenced by changing pattern of farm, grassland, and rice field.