Ganung Harsono
Divisi Alergi-Imunologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia / RSU Cipto Mangunkusumo Jakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Analisis Hubungan Eosinopenia Terhadap Derajat Keparahan Infeksi COVID-19: Studi Cross-Sectional di Rumah Sakit Umum Daerah Moewardi Surakarta Kesit, Johan Wijaya; Harsono, Ganung; Moelyo, Annang Giri
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.102-8

Abstract

Latar belakang. Luaran klinis infeksi COVID-19 pada anak baik tetapi angka kematian COVID-19 masih tinggi. Identifikasi derajat keparahan sedini mungkin dapat memberikan luaran klinis yang baik. Beberapa penanda inflamasi pada kasus COVID-19 salah satunya didapatkan eosinopenia. Tetapi hingga saat ini belum ada penelitian tentang hubungan antara eosinopenia terhadap derajat keparahan infeksi COVID-19 pada anak.Tujuan. Menganalisis hubungan eosinopenia terhadap derajat keparahan infeksi COVID-19 pada anak. Metode. Studi cross sectional observasional analitik, data sekunder retrospektif, diambil dari rekam medis pasien usia 0-<18 tahun terkonfirmasi COVID-19 derajat ringan, sedang, berat dan kritis, yang dirawat diruang isolasi RSUD Dr. Moewardi Jawa Tengah sejak 1 Januari 2022 – 31 Desember 2022 didapatkan 268 subyek penelitian. Analisis statistik SPSS 22 dengan Uji Chi square dan nilai p<0,05 signifikan.Hasil. Dari 268 subyek, kelompok eosinopenia 168 (62,6%) anak dan non eosinopenia 100 (37,4%) anak. Kasus severe (derajat berat dan kritis) 160 (95,2%) anak dan kasus non severe (derajat ringan dan sedang) 8 (4,7%) anak pada kelompok eosinopenia. Ada korelasi bermakna antara eosinopenia terhadap derajat keparahan infeksi COVID-19 kasus severe (p<0,001) dengan nilai duga positif (NDP) 95,2% dan nilai duga negatif (NDN) 87%.Kesimpulan. Eosinopenia dapat memprediksi derajat keparahan infeksi COVID-19 pada anak.
Korelasi antara Penyakit Alergi dengan Kesehatan Mental pada Remaja: Sebuah Studi Observasional di Surakarta Lestari, Dewi Kurnia; Harsono, Ganung; Martuti, Sri
Sari Pediatri Vol 26, No 6 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.6.2025.358-63

Abstract

Latar belakang. Penyakit alergi (atopi) merupakan kondisi hipersensitivitas IgE-mediated yang berkorelasi dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan mental pada anak. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan antara penyakit alergi dengan gangguan kesehatan mental pada remaja.Tujuan. Menilai korelasi penyakit alergi terhadap gangguan kesehatan mental pada remaja usia 13-18 tahun.Metode. Studi observasional potong lintang dengan consecutive sampling pada 52 siswa SMP Muhammadiyah 4 Surakarta. Diagnosis alergi dinilai menggunakan kuesioner ISAAC Score, sedangkan gangguan kesehatan mental dievaluasi dengan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis statistik menggunakan regresi logistik multivariat.Hasil. Penyakit alergi meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental secara signifikan (OR=26,25; IK95%=4,88-141,20; p<0,001). Durasi tidur <8 jam merupakan faktor dominan (OR=54; IK95%=2,80-1041; p=0,008). Variabel lain seperti pendapatan orang tua <UMR (p=0,028) dan status pernikahan orang tua bercerai (p=0,002) juga menunjukkan asosiasi bermakna.Kesimpulan. Penyakit alergi merupakan prediktor kuat gangguan kesehatan mental pada remaja. Intervensi holistik yang mencakup manajemen alergi, optimasi durasi tidur, dan dukungan psikososial diperlukan untuk memitigasi risiko tersebut.