Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Inovator

Uji perfoma tungku gasifikasi untuk pirolisis gas metan dari ampas tebu S. Rizal; M. Faisal; Erna Yuliwati
Jurnal Inovator Vol 3 No 1 (2020): Uji Performa Mesin
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.692 KB) | DOI: 10.37338/ji.v3i1.108

Abstract

Indonesia memiliki tanaman multikultura, dimana salah satunya adalah tebu. Tebu merupakan bahan baku gula, dimana limbah biomassanya masih menumpuk dan akan mengeluarkan bau, karena belum dimanfaatkan secara sesuai, sementara produksinya cukup besar yaitu 24-30% dari pabrik gula. Di perlukan teknologi pengolahan limbah yang efektif, efisien dan ramah lingkungan untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi sumber energi terbarukandengan menggunakan metode gasifikasi. Gasifikasi adalah suatu proses konversi bahan bakar padat menjadi gas mampu bakar (CO, CH4, dan H2) melalui proses pembakaran dengan suplai udara terbatas (20%-40% udara stoikiometri) dengan pemecahan rantai hidrokarbon panjang menjadi hidrokarbon pendek pada temperatur tinggi. Metode ini memerlukan tungku gasifier updraft yang mampu dioperasikan pada temperatur tinggi dan dapat mengkonversi limbah biomassa menjadi syngas dengan konversi yang tinggi. Gasifier updraft merupakan tungku gasifikasi yang digunakan pada penelitian ini, dimana kondisi operasi gasifikasi menggunakan temperatur 300-500o C dan tekanan atmosfir, menggunakan debit udara 10-20 L/menit dengan katalis zeolit. Tahapan penelitian ini adalah pengeringan, penghancuran, pemisahan ukuran, proses gasifikasi, dan analisa proksimat dan ultimat komposisi gas yang dihasilkan. Analisa proksimat adalah analisis untuk mengukur nilai kalor dengan menggunakan alat calorimeter bomb, kadar abu menggunakan furnace AAF, dan kadar air lembab menggunakan desikator, Analisa ultimat untuk menganalisis kadar CH4, H2, O2, N2, CO dan CO2 dengan menggunakan Gas Chromatography (GC). Ampas tebu sebagai bahan baku utama, sebelumnya dikeringkan dan kemudian dicacah dan dipisahkan cacahan yang memiliki ukuran 7 cm lalu dimasukkan ke dalam gasifier. Hasil dari penelitian ini adalah syngas dengan rasio combustible gas (CO, H2 dan CH4)dan noncombustible gas (NGC) terbaik adalah 1,03 dengan menggunakan katalis bentonit sebanyak 200gr dan air 40 mL/min.
TUNGKU GASIFIKASI UNTUK PRODUKSI GAS METAN DARI AMPAS TEBU S. Rizal; M. Faisal; Erna Yuliwati
Jurnal INOVATOR Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v3i1.128

Abstract

Indonesia is an agrarian country with subtropical climate suitable for planting multicultural and one of those plants is sugar cane. Sugar cane is a raw material for producing sugar, where biomass waste has not been utilized appropriately. The amount of biomass waste was produced of 24-30% from sugar mills. Effective, efficient and environmentally friendly waste treatment technology is needed to utilize the waste into a renewable energy source using gasification methods. Gasification is a process to convert biomass waste to combustible gases (CO, CH4, and H2). This process is combustion with limited air supply (20% -40% stoichiometric air) to break long hydrocarbon chains into short hydrocarbons at high temperatures. This method requires an updraft gasifier furnace that is capable of being operated at high temperatures, which can convert biomass waste into syngas with high conversion. An updraft gasifier is a gasification furnace at temperature of 300-500oC and atmospheric pressure, also used air flow of 10-20 L / min and zeolite as catalyst. This research are devided into few steps, namely drying, crushing, separating, gasification process, The proximate and ultimate method was used to analyze the produced syngas. Proximate analysis is an analysis to measure the calorific value by using a calorimeter bomb, ash content used AAF furnace, and moist water content used a decator. Moreover, ultimate method was used to analyze CH4, H2, O2, N2, CO and CO2 compositions by using Gas Chromatography (GC). Firstly, sugarcane bagasse as the main raw material, were dried and chopped in 7 cm then it were put into the gasifier. The results showed that maximum syngas ratio of combustible gas (CO, H2 and CH4) and noncombustible gas (NGC) of 1.03 with added the zeolit of 200 gr and water of 40 ,L/min.