Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA 1 PANTE CEUREUMEN ACEH BARAT Rita Oktavia
Jurnal Bionatural Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL BIONATURAL
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/bio.v9i2.135

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan mendalam mengenai pengembangan AR sebagai media pembelajaran oleh guru SMA di Aceh Barat. Dan mengetahui materi yang dirasa sulit oleh siswa pada pembelajaran Biologi yang diperlukan pengembangan media berbasis AR, khususnya SMA 1 Pante Ceureumen. Penelitian dilaksanakan di SMA 1 Pante Ceureumen Aceh Barat. Adapun waktu penelitian dilaksanakan pada Juni hingga September 2022. Dikelas XII berjumlah 30 siswa semester 1 tahun ajaran 2021/2022. Penelitian kuantitatif metode deskritif. Objek pada penelitian ini adalah media AR sebagai media pembelajaran pada pembelajaran Biologi. Sedangkan subjek penelitian adalah sebagai berikut:2 orang dosen sebagai ahli akan memvalidasi instrumen penelitian berupa angket. Dan 5 Guru SMA dan 30 siswa kelas XII SMA Pante Ceureumen sebagai responden yang memberikan respon terhadap media AR. Teknik Pengumpulan Data sebagai berikut angket, validasi, wawancara. Hasil wawancara dari guru memberikan respon positif dalam tindak lanjut pengembangan media pembelajaran AR sebagai media pembelajaran, untuk pengembangan media ajar berbasisi digitatal dan dapat menggunakan Hp maka media ini tentu dapat mempermudah guru dan siswa untuk lebih memahami materi bergambarkan 3D dan soal yang berbentuk 3D. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa terhadap media AR diketahui bahwa 30 siswa tidak mengetahui AR, disekolah belum menggunakan media AR, AR juga belum pernah digunakan pada pembelajaran Biologi. Selanjutnya, topic materi biologi yang dianggap sulit oleh siswa yaitu Rangka dan tulang, organ tubuh manusia, transpor membrane sel, virus, sel-sel darah. Pada topic ini sangat diperlukan media pembelajaran berbasisi Augmented reality (AR).
TINGKAT LITERASI DIGITAL SISWA DITINJAU DARI PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI MOBILE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA SISWA MENGENGAH ATAS (SMA) KECAMATAN KUALA NAGAN RAYA Rita Oktavia
Jurnal Bionatural Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Bionatural
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/bio.v8i2.204

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat literasi digital siswa ditinjau dari penggunaan teknologi informasi sebagai mobile learning dalam pembelajaran biologi. Selain itu sebagai data base informasi apakah yang menjadi kendala pengemabangan literasi digital pada siswa mengengah atas (SMA) kecamatan kuala. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisa data menggunakan statistika deskriptif dengan tahapan modifikasi metode. Penyajian data dibuat dalam bentuk tabel nilai-nilai statistiknya, sedangkan patokan penilaian menggunakan Penilaian Acuan Patokan atau PAP Tipe II. Hasil diperoleh pada SMA N 1 Kuala tingkat literasi digital siswa masuk kategori penilaian rendah pada 35,5%. Sedangkan pada SMA N 3 Kuala tingkat literasi siswa masuk kategori penilaian Cukup 51,7%. Dapat disimpulkan bahwa kategori penilaian tingkat literasi digital siswa Rendah pada SMA N 1 Kuala. Sedangkan pada SMA N 3 Kuala kategori penilaian tingkat literasi digital siswa Cukup. Menunjukkan bahwa penerapan disekolah terkait multimedia dan penggunaan teknologi informasi masih kurang diterapkan oleh tenaga pendidik. Selain itu, penerapan literasi digital diluar sekolah belum dikembangkan atau diterapkan oleh siswa dengan baik sebagai mobile learning.
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI SISTEM EKSKRESI DI KELAS IX SMP NEGERI 1 SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT Rita Oktavia; Khairil Hadi; Desi Safriani
Jurnal Bionatural Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Bionatural
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/bio.v8i1.282

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh model discovery learning terhadap hasil belajar pada materi sistem ekskresi di kelas IX SMP Negeri 1 Samatiga Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.dengan jenis penelitian eksperimen quasi dan Disain kelompok kontrol yang nonekuivalen. . Populasi dalam penelitian ini adalah kelas IX SMP Negeri 1 Samatiga Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat semester ganjil tahun ajaran .. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX semester ganjil tahun ajaran . sebanyak dua kelas yaitu kelas IX A sebanyak 36siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IX B sebanyak 34 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan Instrumen tes hasil belajar.yang dianalisa data adalah data kuantitatif ini dianalisis oleh peneliti dengan menggunakan statistik. Hasil penelitian ditemukan terdapat pengaruh hasil belajar siswa antara kelompok siswa yang diajar menggunakan model discovery learning dan kelompok siswa yang diajar tanpa menggunakan model discovery learning. (kriteria thitung ≤ ttabel ) dengan demikian ttabel pada taraf signifikansi 5% dan db 68 sebesar 1,990 ternyata thitung lebih besar dari ttabel (2,901 >1,990) sehingga H0 yang berbunyi tidak ada pengaruh hasil belajar siswa antara kelompok siswa yang diajar menggunakan model discovery learning dengan kelompok siswa yang diajar tanpa menggunakan model discovery learningberhasil ditolak
TINGKAT KEANEKARAGAMAN CACING TANAH BERDASARKAN RIWAYAT LAHAN (TERKENA DAN TIDAK TERKENA TSUNAMI) DI ACEH BARAT Rita Oktavia
Jurnal Bionatural Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Bionatural
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/bio.v8i1.283

Abstract

Cacing tanah memiliki banyak manfaat bagi ekosistem dan kehidupan manusia. Sifat cacing yang tidak agresif dan cenderung lambat memberikan respon pada perubahan, membuat sedikit peneliti mengkaji tentang hewan ini. Cacing tanah merupakan hewan mesofauna yang penting dalam meningkatkan kesuburan tanah, serta dapat melalui populasi dan biomasaa caing dapat mngetahui tingkat kesehatan tanah. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari tingkat keanekaragaman cacing tanah berdasarkan riwayat lahan yang terkena dan dan tidak terkena tsunami di Aceh Barat. Metode pengkoleksian sampel menggunakan handsorting, dengan ketentuan dibuat lima plot berukuran 2x2 m persegi pada masing-masing lahan yaitu perkebunan sawit, daerah perumahan, lahan bekas tambang, tanah berpasir dan perkebunan karet . Kemudian dikaitkan dengan riwayat lahan yang terkena dan tidak terkena limbahan tsunami. Sampel yang ditemukan dimasukkan ke dalam botol sampel yang telah diisi alkohol 70%. Kemudian, diidentifikasi menggunakan buku Sim&Easton (1972) serta Blackmore (2002) di Lab Biologi Dasar STKIP Bina Bangsa Meulaboh. Pada lahan terkena tsunami lahan yang memiliki kerapatan cacing tanah tertinggi ditemukan pada lahan perkebunan karet sebesar 8,75 ind/m2 dan terendah ditemukan pada lahan pemukiman yaitu 2 ind/m2. Kerapatan cacing tanah pada lahan tidak terkena tsunami, kerapatan cacing tanah tertinggi ditemukan pada lahan perkebunan sawit sebesar 12 ind/m2 dan terendah ditemukan pada lahan bekas tambang yaitu 3,75 ind/m2. Tingkat kearagaman jenis cacing tanah tinggi ditemukan pada lahan tidak terkena tsunami.
MISKONSEPSI MATERI ILMU PENGETAHUAN ALAM PADA MAHASISWA CALON GURU DI SEKOLAH DASAR Rufa Hera; Rita Oktavia
Jurnal Bionatural Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL BIONATURAL
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/bio.v10i2.616

Abstract

Pelajaran IPA atau SAINS merupakan mata pelajaran yang sangat penting diberikan kepada anak didik karena melalui pembelajaran SAINS siswa mampu bersikap ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dengan merepkan pola pikir ilmiah. Namun demikian, miskonsepsi terkadang menjadi pemicu abstraknya ilmu pengetahuan alam yg dimiliki siswa karena beberapa penyimpangan konsep sains atau secara mendasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan miskonsepsi pada calon guru sekolah dasar terhadap materi konsep dasar IPA. Adapun subjek yang digunakan adalah calon guru SD yaitu mahasiswa PGSD yang berjumlah 32 orang. Jumlah subjek yang dijadikan sebagai responden adalah 32 orang total keseluruhan dari jumlah mahasiswa calon guru Sekolah Dasar. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1) terjadi miskonsepsi dalam berbagai konsep Dasar IPA pada calon guru sekolah dasar, (2) konsep-konsep yang dominan mengalami miskonsepsi dengan persentase lebih dari 50% adalah (a) Pernafasan pada makhluk hidup, (b) benda langit dan tata surya, (c) fotosintesis dan respirasi. Sementara miskonsepsi juga terjadi pada beberapa konsep lainnya kurang dari 50% yaitu materi (a) Sistem pencernaan dan (b) Alat Indra, (c)perkembangan makhluk hidup, dan (d) keseimbangan lingkungan.
UPAYA STRATEGI HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI BLANG BINTANG KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA musdiani musdiani; Rita Oktavia; suriana
Jurnal Bionatural Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL BIONATURAL
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran Higher Order Thinking Skill (HOTS) di kelas V SD Negeri Blang Bintang Kecamatan Kaula Kabupaten Nagan Raya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 22 orang, yang terdiri dari 9 laki-laki dan 13 perempuan. Teknik Pengeumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian dari implementasi strategi Higher Order Thinking Skill (Hots). Pada hasil pra tindakan siswa yang memperoleh ketuntasan hasil belajar yaitu 7 siswa atau 31,8% dengan nilai rata-rata 51,3. Pada siklus pertama siswa yang memperoleh ketuntasan hasil belajar meningkat menjadi 9 siswa atau 40,9% dengan nilai rata-rata 53,6. Selanjutnya pada siklus kedua siswa yang memperoleh ketuntasan hasil belajar meningkat menjadi 18 siswa atau 81,8% dengan nilai rata-rata 75,9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pada Upaya Strategi Higher Order Thinking Skill (Hots) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Negeri Blang Bintang Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya.
TINGKAT PENGETAHUAN PETERNAK TENTANG PRODUKTIVITAS TERNAK DAN EKTOPARASIT PADA TERNAK KERBAU (Bubalus bubalis) Rita Oktavia; Agus Kistian; Rufa Hera
Jurnal Bionatural Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL BIONATURAL
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/bio.v10i2.723

Abstract

Produktivitas Ternak diketahui dengan 3 komponen penting yaitu Breeding, Feeding, dan Management. Pada pelatihan yang dilakukan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan kelompok ternak pada komponen feeding dan Management. Metode di Data responden diperoleh dengan pembagian angket dengan pertanyaan terkait dengan produktifitas ternak. Analisis Data Data primer yang diperoleh dilakukan analisis data menggunakan analisis deskriptif. Dari hasil pelatihan yang dilakukan oleh Tim STKIP Bina Bangsa Meulaboh kepada Peternak kerbau (Bubalus bubalis) desa Alue Tampak Kecamatan kaway XVI diperoleh peningkatan pengetahuan mitra tentang produktivitas ternak mencapai 83% pada postest. Dibandingkan Nilai awal sebesar 25,8%. Dengan Peningkatan Pengetahuan Mitra sebesar 57,2%.  
IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN DAN KONDISI TANAH REVEGETASI LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA Rita Oktavia
Jurnal Bionatural Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Bionatural
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan tambang batubara memiliki tanah yang miskin akan unsur hara. Sehingga untuk perbaikan lahan diperlukan waktu dan proses yang cukup lama. Berbagai metode dilakukan untuk pengembalian kesuburan tanah.pada lahan pasca tambang jenis tumbuhan sangatlah spesifik. Dengan kondisi lahan yang mengandung pirit. Untuk itu identifikasi jenis tumbuhan yang mampu hidup diperlukan untuk memudahkan dalam pengembalian fungsi lahan. Usia lahan tambang yang telah direvegerasi berbeda. Sehingga jenis dan keanekaragaman tumbuhan juga berbeda. Faktor-faktor lingkungan di lokasi penelitian adalah di lahan revegetasi umur 20 tahun mempunyai pH tanah tinggi (6,55), lahan revegetasi umur 12 tahun mempunyai pH tanah terendah (6,18). Kalembaban tanah tinggi (43,51%) pada lokasi lahan alami, kelembaban terendah (25%) ditemukan pada lahan non-regevetasi. Suhu tertinggi (34,12oC) ditemukan pada lahan non-revegetasi dan terendah (26,4oC) di lokasi lahan alami. Bobot kering serasah tertinggi (223,75 g) di lahan revegetasi umur 23 tahun dan terendah (13,75 g) di lahan non-revegetasi. Ditemukan jenis tumbuhan yang berbeda pada jenis lahan revegetasi yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis tanah (Tabel 8), kandungan C-organik dan N-total ditemukan tinggi pada lahan revegetasi umur 23 tahun (6,06%; 0,52%), diikuti lahan umur 20 tahun (6,22%; 0,49%).