Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Industrial Engineering Journal (IEJ)

ANALISIS BEBAN KERJA OPERATOR BAGIAN BOILER DENGAN LINGKUNGAN KERJA FISIK DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III PKS SISUMUT Syarifuddin Syarifuddin; Ayrianti Melinda Pane; Muzakir Muzakir
Industrial Engineering Journal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v10i1.623

Abstract

Beban kerja merupakan beban yang diterima oleh pekerja akibat pelaksanaan kerja, yang mana beban kerja ini diterima oleh tubuh akibat melaksanakan suatu aktivitas kerja. Stasiun boiler merupakan salah satu stasiun yang ada di PT Perkebunan Nusantara III PKS Sisumut. Ketel uap (boiler) digunakan sebagai sumber tenaga dan sumber uap yang akan dipakai untuk mengolah kelapa sawit.. Stasiun boiler mempunyai suhu ruangan sebesar 29-420C akibat dipengaruhi oleh paparan panas dari tungku pembakaran boiler. Operator bekerja selama 8 jam kerja per hari dan berada di lingkungan kerja yang panas. Melalui pengukuran beban kerja, maka akan diketahui apakah kerja beban kerja seorang operator sudah optimal dengan adanya pengaruh temperatur disekitar lingkungan. Beban kerja yang diperoleh dari perhitungan komsumsi energi didapat hasil nilai rata-rata E = 8,031 Kkal/menit dan nilai rata-rata %CVL = 60,39 (kerja dalam waktu singkat) dikategorikan bahwa beban kerja operator merupakan beban kerja berat yang berarti operator tidak diperbolehkan beraktivitas dalam waktu yang lama. Dan temperatur yang diperoleh dari perhitungan rata-rata nilai ISBB pada stasiun boiler adalah 33,50C. Hal ini menunjukkan bahwa iklim kerja di stasiun boiler melebihi NAB. Dengan demikian, temperatur pada lingkungan kerja merupakan salah satu penyebab terjadinya kelelahan operator boiler saat bekerja. Berdasarkan persamaan regresi antara denyut nadi kerja dan temperatur diperoleh nilai korelasi 1,000. Hal ini menunjukkan bahwa denyut nadi kerja mempunyai hubungan antara denyut nadi kerja dengan temperatur. Semakin tinggi temperatur maka denyut nadi juga akan semakin cepat.
ANALISIS JUMLAH KEBUTUHAN KARYAWAN KRANI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL TIME EQUIVALENT DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III PKS SEI MANGKEI Syarifuddin Syarifuddin; Fuji Fahrunnisa; Muzakir Muzakir
Industrial Engineering Journal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v11i1.730

Abstract

PT. Perkebunan Nusantara III PKS Sei Mangkei merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang perkebunan, pengolahan,dan pemasaran hasil perkebunan yang berlokasi di Blok 113, Afdeling II, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Jumlah karyawan pada tahun 2019 yaitu sebanyak 200 orang dengan 8 karyawan pimpinan dan 8 karyawan pelaksan . Penelitan bertujuan untuk menetukan karyawan yang optimal menggunakan metode Full Time Equivalent. Metode Full Time Equivalent digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan dibandingkan terhadap waktu kerja efektif yang tersedia, FTE bertujuan menyederhanakan pengukuran kerja dengan mengubah jam beban kerja ke jumlah orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Hasil Metode FTE menunjukkan karyawan krani laboratorium yang dibutuhkan adalah 1 orang dengan jumlah karyawan sekarang 1 orang. Hasil Metode FTE menunjukkan karyawan krani sortasi yang dibutuhkan adalah 1,22 orang dengan jumlah karyawan sekarang 1 orang. Berdasarkan perhitungan Metode FTE perlu adanya perubahan tenaga kerja atau karyawan pada krani ini, di bagian krani laboratorium sudah sesuai maka tidak perlu penambahan jumlah tenaga kerja sedangkan bagian krani sortasi perlu penambahan 2 orang karyawan. Copyright ©2020 Department of industrial engineering. All rights reserved.