Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendidikan Karakter Melalui Program Mentoring Studi Kasus: SMP Perguruan Islam Ar-Risalah Kota Padang Mega Mustika; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran (December 2019)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v1i2.18

Abstract

Berangkat akan pentingnya pendidikan karakter di sekolah, banyak sekolah yang berorientasi pada kognitif. SMP Perguruan Islam Ar Risalah Kota Padang sekolah berbasis agama yang merupakan sekolah berorientasi pada pembinaan karakter peserta didik. Pembinaan karakter dilakukan melalui program mentoring yang menjadi program wajib yang diikuti oleh peserta didik. Tujuan penelitian memberikan gambaran pendidikan karakter melalui program mentoring di SMP Perguruan Islam Ar Risalah Kota Padang. Penelitian ini menggunakan Teori Belajar Sosial dari Albert Bandura. Penelitian ini menngunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan di SMP Perguruan Islam Ar Risalah Kota Padang. Data dikumpulkan dengan wawancara, obbservasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunaka metode interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) program mentoring sebagai salah satu sarana pembinaan karakter di SMP Perguruan Islam Ar Risalah yang memiliki bentuk-bentuk kegiatan berupa tilawah Al Qur’an, pembacan doa, kultum, rihlah, qodhoya, memasak bersama. 2) karakter yang dibina melalui mentoring adalah karakter religius, peduli sosial, kerjasama, bersaudara.
Dampak Konformitas Teman Sebaya Terhadap Motivasi Belajar Dan Prestasi Akademik Siswa Bismil Selvia; Farhan Julianto; Festy Azkia Fais; Mega Mustika
Simpati Vol. 2 No. 1 (2024): Januari: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v2i1.508

Abstract

Conformity, or the tendency to conform attitudes and behaviors to group norms, can affect students' learning motivation and academic achievement. This article discusses the impact of conformity on students' learning motivation and academic achievement from two sides, namely positive impact and negative impact. On the positive side, conformity within certain limits can help students adapt to the school environment and encourage them to learn to be accepted in the group. But on the other hand, excessive pressure to conform to peers can reduce students' internal motivation to learn and achieve. Students tend to only study as needed to be accepted in the group and their academic performance decreases. Therefore, a balance is needed, where students maintain their uniqueness while adapting positively to the group. Thus, conformity can benefit students' learning motivation and achievement.
Readiness in Counseling and Psychotherapy Mega Mustika; Rezki Hariko; Yeni Karneli
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 7 No. 2 (2022): SCHOULID : Indonesian Journal for School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/081815011

Abstract

Readiness is an important factor in the success of the counseling process. In counseling there are several factors that influence the readiness of counselors including; ability/strength of concepts and in giving/receiving information about oneself. Methods in preparing clients: discussing specifically the importance of implementing counseling related to the problems experienced by clients, motivating clients to seek/contact institutions/agents that can provide assistance related to the problems experienced, make referrals/handover cases when the problems encountered require expert assistance specifically, providing information related to the client's problems, motivating the client to attend "education" specifically and intensifying the problem.In the medical world, diagnosis means finding a hypothesis from the observed symptoms, not much different from that understanding, diagnosis in counseling aims to make a temporary hypothesis about the problems experienced by the client. This can be observed through the behavior, expressions, client explanations of the problems experienced. With the hypothesis, the counselor can more easily explore the client so as to find the right technique/method in alleviating the client's problems and directing the client's independence
Pentingnya Bimbingan Karir dalam Perencanaan Karir Siswa SLTA Mega Mustika; Daharnis Daharnis; Mega Iswari
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 7 No. 3 (2022): SCHOULID : Indonesian Journal for School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/081821011

Abstract

Kematangan karier siswa yang sangat rendah menjadi masalah di dunia pendidikan dilihat dari siswa yang masih ragu tentang karier dan menentukan masa depan yang sesuai dengan mereka. Program bimbingan karir di sekolah bertujuan untuk membantu anak dalam merencanakan karir di masa mendatang, agar karir yang dipilih sesuai dengan bakat minat dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi. Jika orang memperoleh karir yang tepat maka hidup orang akhirnya akan bahagia. Dan kebahagiaan adalah tujuan hidup semua orang. Oleh sebab itu, bimbingan karir sejak usia dini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tugas pendidikan. Bimbingan karir tidak hanya sekedar memberikan respon kepada masalahmasalah yang muncul, akan tetapi juga membantu memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan. sejumlah karir sudah dibangun sejak masa sekolah, misalnya sekolah lanjutan menengah yang seharusnya mulai memberikan dasar-dasar keterampilan dan mengembangkan minat siswanya. Hal ini menjadi dasar bagi siswa untuk menentukan arah karirnya, seperti bidang pendidikan apa yang dipilihnya setelah menyelesaikan sekolah menengah. Perkembangan karir memang tampak maju pesat pada masa remaja dan merupakan dinamika yang penting di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).