Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP TEKANAN DARAH IBU HAMIL HIPERTENSI TRIMESTER III Asramila, Dorothy; Herliani, Yulia; Nurvita, Nita
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.325 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap perubahan tekanan darah pada ibu hamil hipertensi di Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan penelitian pretest-postest without control group. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu hamil hipertensi trimester III, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 30 ibu hamil hipertensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tekanan darah sistol sebelum dilakukan relaksasi nafas dalam yaitu 135,7 mmHg, sistol sesudah relaksasi nafas dalam yaitu 143 mmHg, dan rata-rata tekanan darah diastol sebelum relaksasi nafas dalam yaitu 90,7 mmHg, serta rata-rata diastol sesudah relaksasi nafas dalam yaitu 85,7 mmHg dengan nilai p value= 0,000 (p< α), dengan α= 0,05. Terdapat pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap perubahan tekanan darah ibu hamil hipertensi trimester III di puskesmas kawalu kota Tasikmalaya. Relaksasi nafas dalam dapat menurunkan tekanan darah pada ibu hamil trimester III dengan hipertensi gestasional dan preeklamsi ringan.
Pengaruh Hypnobreastfeeding pada Ibu Hamil Trimester III terhadap Kecukupan Asi pada Bayid di Puskesmas Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Igna Siti Napilah; Yulia Herliani; Endang Astiriyani
Sehat MasadaJurnal Vol 12 No 2 (2018): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v12i2.59

Abstract

Breastfeeding is the process of giving breast milk to the newborn baby by the mother after childbirth. Several factors can inhibit the availability of breast milk, causing the baby not enough milk, one of which is the psychological factors of the mother. Hypnobreastfeeding can help mothers increase milk production and reduce lactation stress by implanting positive affirmations into the mind. This study aims to determine the effect of Hypnobreastfeeding on breast milk sufficiency in infants.This research uses quasi experiment design research design with posttest only control group design research. The population of 50 multigravida pregnant women in the working area of Puskesmas ​​Kahuripan. Sampling technique that is total sampling with inclusion and exclusion criteria, consist of 25 people with Hypnobreastfeeding treatment, and 25 people as control group. Univariate and bivariate analysis using Mann Withney U Test.Adequacy of breast milk with sufficient category resulted in 52% in the intervention group and by 24% in the control group. Mann Withney U Test test results obtained results with (ρvalue) 0.020 less than α (0.05) so that H0 rejected or there is influence hypnobreastfeeding on breast milk adequacy in infants.There is a hypnobreastfeeding effect on the adequacy of breast milk in infants. It is expected midwives continue to provide maximum services for the success of breastfeeding mothers especially by doing this Hypnobreastfeeding.
TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP TEKANAN DARAH IBU HAMIL HIPERTENSI TRIMESTER III Dorothy Asramila; Yulia Herliani; Nita Nurvita
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.325 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v14i1.162

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap perubahan tekanan darah pada ibu hamil hipertensi di Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan penelitian pretest-postest without control group. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu hamil hipertensi trimester III, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 30 ibu hamil hipertensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tekanan darah sistol sebelum dilakukan relaksasi nafas dalam yaitu 135,7 mmHg, sistol sesudah relaksasi nafas dalam yaitu 143 mmHg, dan rata-rata tekanan darah diastol sebelum relaksasi nafas dalam yaitu 90,7 mmHg, serta rata-rata diastol sesudah relaksasi nafas dalam yaitu 85,7 mmHg dengan nilai p value= 0,000 (p α), dengan α= 0,05. Terdapat pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap perubahan tekanan darah ibu hamil hipertensi trimester III di puskesmas kawalu kota Tasikmalaya. Relaksasi nafas dalam dapat menurunkan tekanan darah pada ibu hamil trimester III dengan hipertensi gestasional dan preeklamsi ringan.
PENGARUH FOOTBATH TREATMENT TERHADAP NYERI POST SECTIO CAESAREA DI RUANG MELATI RSUD DR SOEKARDJO TASIKMALAYA TAHUN 2019 Detty Chotimah; Yulia Herliani; Endang Astiriyani
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkk.v3i1.420

Abstract

Sectio caesarea is a surgical procedure in giving birth with an abdominal incision and uterus that have higher morbidity than normal childbirth. Foot bath treatment is one part of post natal spa can release endorphins in the brain which is a natural pain reliever. The purpose of this research is to determine the effect of foot bath treatment on post SC pain in Melati room RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya. This research was used pre eksperimental with pretest posttest design. The research instrument used Numerical Rating Scale (NRS). Sampling technique was used purposive sampling with 30 respondents. Foot bath treatment is done for 15 minutes. The analyzed was by Wilcoxon Signed Rank Test. The result of this research showed that the scale of pain before getting foot bath treatment is mostly moderate pain as many as 26 peoples (87,7%). The scale of pain after getting foot bath treatment is mostly mild pain as many as 25 peoples (83,3%). The result of the statistical test showed p value 0,000 <0,05 it means there is an effect of foot bath treatment to post SC pain.
Perbandingan Hypnobreastfeeding Dengan Self Hypnosis Pada Ibu Hamil Trimester III Terhadap Kecukupan ASI Pada Bayi Di Wilayah Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya Yulia Herliani; Wiwin Mintarsih Purnamasari
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v4i1.970

Abstract

Latar Belakang : Permasalahan yang sering ditemukan ibu pada saat memberikan ASI, Ibu sering merasa kesulitan diawal menyusui salahsatunya adalah stress yang berhubungan dengan peran baru. (Ambarwati, 2009) Upaya dapat dilakukan untuk ibu mengurangi stress laktasi ini bisa dilakukan oleh ibu yaitu dengan melakukan self hypnosis, selain itu juga bisa dilakukan oleh petugas kesehatan dengan hypnobreastfeeding. (Andriana, 2007) Tujuan : Mengetahui perbandingan Hypnobreastfeeding dengan selfhypnosis terhadap kecukupan ASI pada bayi Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental dengan rancangan Posttest true group design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2018. Tempat penelitian akan dilaksanakan di Wilayah Kota Tasikmalaya. Analisis yang digunakan adalah Uji paired test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Trimester III di Wilayah Kota Tasikmalaya sebanyak 1289 orang. Sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 34 orang. Hasil penelitian : Kecukupan ASI pada bayi yang diberikan Hypnobreastfeeding sebanyak 17 orang memiliki tingkat kecukupan ASI dengan kategori cukup (100%), Kecukupan ASI pada bayi yang diberikan selfhypnosis sebanyak 12 orang memiliki tingkat kecukupan ASI dengan kategori cukup (66,7%), dan dengan kategori kurang 6 orang (33, 3%). Teknik Hypnobreastfeeding lebih berpengaruh dibandingkan selfhypnosis terhadap kecukupan ASI pada bayi di Wilayah Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya Tahun 2018.
Kunyit asam efektif mengurangi nyeri dismenorea Nadya Fauzia Kusteja; Yulia Herliani; Khairiyah Khairiyah
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 15, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.283 KB) | DOI: 10.31101/jkk.1022

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis perbandingan pemberian minuman kunyit asam dan jahe pada intensitas nyeri haid primer. Jenis penelitian menggunakan Quasi Experiment, dengan desain two grouppretest posttest without control group. Populasi semua siswi SMA sebanyak 146 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 88 orang, terbagi menjadi 2 kelompok. Analisa data menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan intensitas nyeri nyeri haid primer pada kelompok yang diberikan minum kunyit asam dengan kelompok yang diberikan minum jahe hasil yang didapatkan yaitu nilai p value sebesar 0,001 dan karena p value 0,001 α (0,05), maka H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi minuman kunyit asam lebih efektif dalam mengurangi intensitas nyeri saat nyeri haid primer.
The Effect of Media Cadres Handbook on Breast Cancer and Breast Self-Examination (BSE) on Knowledge and Skills of Health Cadres in Tamansari District, Tasikmalaya City Sariestya Rismawati; Yulia Herliani; Laila Putri Suptiani
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 1 No. 7 (2022): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3037.224 KB) | DOI: 10.59141/jrssem.v1i7.115

Abstract

Health promotion about Breast Cancer and its Early Detection can be done by health cadres. There are still many health cadres who do not understand breast cancer and how to detect breast cancer early. The COVID-19 Pandemic conditions that limit direct interaction have limited the process of developing the ability of cadres in this case to increase knowledge, so health education is needed with media that is easy to understand and practical so that it can be used flexibly anywhere and anytime. This cadre handbook has passed due diligence from material experts, media experts and linguists, as well as passed a small-scale test on representatives of health cadres in independent research with the results very feasible to use. Breast Cancer and Breast Self-Examination (BSE) on Cadre Knowledge and Skills. The design used is a quasi-experimental design with a one group pretest-posttest design. The sample in this study was health cadres in Tamansari District, Tasikmalaya City. The sampling technique used is purposive sampling. The research variables are knowledge and skills. The data used are primary data in the form of questionnaire results and observations. Data analysis was carried out using two analytical techniques, namely univariable and bivariable analysis. The bivariable analysis used was to determine the effect of the cadre handbook on knowledge and skills using the Wilcoxon test. There is an effect of cadre handbooks on knowledge and skills of cadres about breast cancer and breast self-examination (p=0.000). The effect of the cadre handbook on breast cancer and Breast Self-Examination (BSE) on the knowledge and skills of health cadres in Tamansari District, Tasikmalaya City.
Comparison of Giving Peppermint Aromatherapy and Lemon Aromatherapy Against Vomiting Nausea in Pregnant Women with Hyperemesis Gravidarum Level I Ismah Khaerunisa; Yulia Herliani; Herni Kurnia
JURNAL KEBIDANAN Vol 13, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v13i1.7038

Abstract

According to WHO, symptoms of nausea and vomiting are experienced by around 70% of pregnant women in the first trimester. Management for nausea and vomiting can be pharmacological or non-pharmacological. One of the non-pharmacological treatments is peppermint aromatherapy and lemon aromatherapy which can overcome or eliminate nausea and vomiting. The purpose of this study was to compare the administration of peppermint aromatherapy and lemon aromatherapy to nausea and vomiting in pregnant women with Hyperemesis Gravidarum Level I in the Work Area of the Cigalontang Health Center in 2021. The research method is Quasy Experiment with  two group pretest-posttest design. The samples in this study was 32 respondents with total sampling technique. Giving aromatherapy, both peppermint aromatherapy and lemon aromatherapy, is done by giving two drops of aromatherapy that the researcher bought with the brand "N" on the tissue that the researcher bought with the brand "T" then the tissue is stored in the chest, then inhale for 10 minutes. Giving aromatherapy is given 2 times at 06.00 WIB and 18.00 WIB. Giving is done 6 days in a row. The statistical test uses Paired-Sample T-Test to determine the effect of the intervention, and uses Independent T-Test to compare the effect of the intervention. The results of the analysis obtained a p value of 0.000 which means that there is a difference in the scale of nausea and vomiting in pregnant women with level I hyperemesis gravidarum in the Work Area of the Cigalontang Health Center in 2021 which was given intervention by giving peppermint and lemon aromatherapy.The conclusion in this study is that peppermint aromatherapy is more effective than lemon aromatherapy against nausea and vomiting in pregnant women with Hyperemesis Gravidarum Level I in the Work Area of the Cigalontang Health Center in 2021.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KADER DALAM PENDAMPINGAN WANITA USIA SUBUR (WUS) UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI SADARI MELALUI BUKU PEGANGAN KADER (BUPEKA SADARI) DI WILAYAH PUSKESMAS TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Sariestya Rismawati; Yulia Herliani
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.271 KB) | DOI: 10.37160/emass.v4i2.31

Abstract

Pendahuluan : Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak dialami oleh perempuan dan juga merupakan salah satu penyebab utama kematian yang diakibatkan oleh kanker pada perempuan di seluruh dunia. Setiap 2 dari 10.000 perempuan di dunia diperkirakan akan mengalami kanker payudara setiap tahunnya. Prevalensi kanker di Indonesia pada tahun 2018 adalah 1,79 per 1000 penduduk dan Provinsi Jawa Barat tahun 2019, 594 kasus kanker payudara, 47 orang diantaranya tercatat dari Kota Tasikmalaya. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan teknik SADARI. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dapat dilakukan oleh wanita setelah berusia 20 tahun. Untuk dapat meningkatkan kemampuan wanita dalam melakukan SADARI, diperlukan kader kesehatan sebagai orang yang dianggap paling dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, kader kesehatan-pun perlu dibekali kemampuan dalam pemberian informasi tentang kanker payudara dan SADARI yang diberikan dengan media buku panduan kader. Metode : Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan dengan melakukan pendampingan pada kader kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan tentang kanker payudara dan teknik SADARI dengnan menggunakan media Buku Pegangan Kader yang memuat materi tentang kanker payudara dan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Tujuan : meningkatkan pengetahuan kader tentang kanker payudara dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Manfaat : Setelah kegiatan pengabdian masyarakat selesai, diharapkan kader kesehatan dapat memberikan informasi mengenai kanker payudaran dan teknik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada Wanita Usia Subur. Pelaksanaan : Pelaksanaan program kegiatan ini melalui tahap persiapan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan, evaluasi kegiatan, dan pembuatan laporan. Sasaran : Sasaran kegiatan ini ditentukan sesuai tujuan yaitu Kader Kesehatan dan Wanita Usia Subur.Waktu dan tempat : Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 5 (lima) bulan yaitu pada bulan Mei sampai dengan bulan September 2021. Tempat kegiatan dilakukan di Kelurahan Sukahurip Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya.
Analisis Kelayakan Model Payudara untuk Deteksi Dini Kanker Payudara pada Mahasiswa Kebidanan Yulia Herliani; Siti Patimah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.872 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i3.6555

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak pada perempuan. Setiap 2 dari 10.000 perempuan di dunia diperkirakan akan mengalami kanker payudara setiap tahunya. (Depkes RI, 2009) Mahasiswa kebidanan harus mempunyai kemampuan dalam melakukan pemeriksaan SADANIS pada pasien. Model payudara yang digunakan untuk deteksi dini kanker payudara belum ada dilapangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kelayakan model payudara tentang deteksi dini kanker payudara pada mahasiswa kebidanan di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Tahun 2017. Metode penelitian ini adalah research dan devellopment. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Prodi D4 Kebidanan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yang berjumlah 192 orang. Sampel penelitian berjumlah 39 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2017. Hasil penelitian yaitu tahap analisis data yaitu analisis kebutuhan, teknis analisis, data untuk validasi kebutuhan menemukan bahwa belum ada model payudara untuk mengenali kanker payudara, model yang dibutuhkan sederhana dan sfesifik. Tahap 2 adalah membuat model payudara yang bisa diperiksa secara inpeksi dan palapasi. Pada tahap 3 dilakukan validasi ahli materi tahap 1 diperoleh hasil 82,5% (layak) dan validasi ahli tahap 2 nilai 89,3% (sangat layak). Validasi ahli tahap 1 memperoleh nilai sebesar 70 % (cukup layak) dan validasi ahli tahap 2 (85%) layak. Respon mahasiswa terhadap model payudara terhadap tampilan memperoleh nilai 86% (sangat layak). Laporan hasil penggunaan media dalam proses pembelajaran di dapat hasil terdapat peningkatan pengetahuan dalam mengenali kanker payudara sebanyak 89,7%. Simpulan penelitian ini telah menghasilkan produk model payudara yang sangat layak untuk digunakan sebagai alat bantu proses pembelajaran. Saran untuk menguji cobakan model ini dalam skala yang lebih luas.