Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Variasi Nilai Tegangan Percik Arrester Akibat Pengaruh Kapasitas Trafo Daya dan Jarak Arrester Wiwin A Oktaviani; Rahmat Septiaji; Barlian Taufik
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 16 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v16n2.2235

Abstract

The ability of each substation to withstand lightning and overvoltage affects the power distribution of the power system. In order to make the best operation of the substations, it is necessary to install Arresters which are used to protect the transformers in each substation from overvoltage caused by lightning surges. In this study, the effect of capacity on the placement distance of the arrester is discussed with 30 MVA and 60 MVA transformers. The purpose of this study was to determine the effect of the power transformer capacity of the four substations on the value of the arrester spark voltage and to obtain the optimal arrester installation technique at each substation using the Lagrange optimization method. Lagrange optimization method is used to determine the optimal distance between the arrester and the power transformer. The calculation results show that in a transformer with a capacity of 60 MVA, the Arrester spark voltage occurs at t = 20 microseconds with a voltage drop of 390.49 kV. Meanwhile, in a transformer with a capacity of 30 MVA, the Arrester spark time is at t = 13.9 microseconds with a voltage drop of 266.3 kV. This shows the capacity of the transformer that affects the magnitude of the Arrester's spark voltage and the spark time. Thus, the smaller the transformer capacity, the smaller the arrester spark time with the large voltage drop
Automatic Transfer Switch (ATS) Berbasis Sensor Tegangan Baterai Untuk PLTS yosi apriani; Dipociala Dipociala; Zulkifli Saleh; Wiwin Oktaviani
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v17n1.2420

Abstract

ATS (Automatic Transfer Switch) merupakan sistem untuk menghubungkan beban dengan dua sumber tenaga listrik (sumber utama dan cadangan) yang terpisah untuk menjaga ketersediaan aliran daya listrik menuju beban. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) saat ini sudah sangat sering digunakan di masyarakat. Dalam hal memprioritaskan sumber energi listrik dari PLTS dijadikan sumber listrik yang utama sangatlah baik, akan tetapi untuk menghasilkan energi listrik PLTS sangat bergantung kepada intensitas penyinaran matahari, oleh karenanya kita masih masih memerlukan suplai cadangan yakni dari PLN (Perusahaan Listrik Negara). Tujuan dari penelitian ini membangun sebuah sistem ATS untuk memaksimalkan sumber energi listrik yang bersumber dari PLTS dengan di-backup oleh PLN, alat ini berbasis sensor tegangan baterai untuk menentukan kapan saat beban dialihkan ke sumber dari PLTS atau PLN. Hasil percobaan didapatkan hasil data suplai listrik akan berpindah ke PLN saat tegangan baterai pada PLTS terdeteksi dibawah 11,1 VDC (baterai habis) dan akan kembali lagi suplai listrik dilayani oleh Inverter apabila tegangan baterai tertingginya tercapai (baterai penuh) mencapai 13 VDC. ATS ini juga bisa menjadi UPS (Uninterruptible Power Supply) yakni untuk memprioritaskan sumber dari listrik PLN dan di-backup oleh PLTS dengan memindahkan selector switchnya ke arah lampu indikator PLN.
Analisis kinerja sistem pembangkit listrik tenaga surya pada prototipe robot pengangkut sampah perairan Rizki Nugraha; Yosi Apriani; Fadila Fadila; Wiwin Armoldo Oktaviani Anwar; Zulkiffli Saleh
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.130

Abstract

Pemanfaatan energi terbarukan menjadi salah satu solusi strategis dalam mendukung teknologi ramah lingkungan, khususnya untuk penanganan permasalahan sampah di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diterapkan pada prototipe robot pengangkut sampah perairan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental kuantitatif, dengan melakukan pengukuran langsung terhadap parameter kelistrikan sistem, meliputi tegangan, arus, dan daya keluaran panel surya, serta kinerja sistem pengisian baterai. Sistem PLTS terdiri atas panel surya polikristalin berkapasitas 10 Wp, solar charge controller tipe PWM, dan baterai VRLA 12 V sebagai penyimpan energi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kebutuhan daya total robot sebesar 27,82 W, dengan arus operasi sekitar 2,28 A pada tegangan baterai 12,2 V, sehingga robot mampu beroperasi selama ±1 jam per siklus kerja. Panel surya menghasilkan daya maksimum sebesar 7,70 W pada kondisi cuaca cerah sekitar pukul 11.00 WIB, sedangkan solar charge controller mampu menjaga kestabilan tegangan pengisian pada 14,4 V dengan daya keluaran maksimum mencapai 20,73 W. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem PLTS mampu mendukung operasional prototipe robot melalui mekanisme pengisian baterai, namun kapasitas panel surya masih memiliki keterbatasan untuk suplai daya langsung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem PLTS yang lebih optimal pada aplikasi robot lingkungan perairan. The utilization of renewable energy represents a strategic solution to support environmentally friendly technologies, particularly in addressing waste problems in aquatic environments. This study aims to analyze the performance of a Solar Power Generation System (SPGS) applied to a prototype of an aquatic waste-collecting robot. A quantitative experimental method was employed by conducting direct measurements of the system’s electrical parameters, including voltage, current, and power output of the solar panel, as well as the performance of the battery charging system. The SPGS consists of a 10 Wp polycrystalline solar panel, a PWM-type solar charge controller, and a 12 V VRLA battery as the energy storage unit. The experimental results indicate that the robot requires a total power of 27.82 W, with an operating current of approximately 2.28 A at a battery voltage of 12.2 V, enabling the robot to operate for approximately 1 hour per working cycle. The solar panel produced a maximum power output of 7.70 W under clear weather conditions at around 11:00 a.m., while the solar charge controller successfully maintained a stable charging voltage of 14.4 V with a maximum output power of 20.73 W. The performance analysis shows that the SPGS is capable of supporting the robot’s operation through battery charging; however, the solar panel capacity remains insufficient for direct power supply. This study provides a foundation for further optimization of solar power systems in aquatic environmental robotics applications.
Analisis kelayakan teknis dan ekonomi PLTS off-grid 480 Wp untuk sistem pompa aksial pada tambak udang Rifki Ramadani; Yosi Apriani; Asri Indah Lestari; Wiwin A. Oktaviani; Taufik Barlian
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.202

Abstract

Krisis energi dan tingginya ketergantungan terhadap generator set (genset) diesel pada sektor budi daya tambak udang telah mendorong urgensi pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja teknis dan kelayakan ekonomi dari implementasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid berkapasitas 480 Wp guna memenuhi kebutuhan energi pompa aksial di Desa Bumi Dipasena Sentosa, Provinsi Lampung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pemodelan dan simulasi komputasi dengan perangkat lunak HOMER Pro. Parameter simulasi didasarkan pada data radiasi matahari, temperatur lingkungan presisi, serta profil beban harian operasional sebesar 1,6 kWh. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem PLTS mampu memproduksi energi sebesar 678 kWh/tahun dengan capacity factor sebesar 16,1% dan fraksi energi terbarukan (renewable fraction) mencapai 100%. Selain itu, simulasi mengonfirmasi ketiadaan beban yang tidak terpenuhi (unmet load) maupun kekurangan kapasitas (capacity shortage). Dari aspek ekonomi, nilai Levelized Cost of Energy (LCOE) tercatat sebesar Rp274/kWh, yang mengindikasikan bahwa sistem ini sangat ekonomis dan kompetitif jika dikomparasikan dengan sumber energi fosil konvensional. Analisis struktur biaya juga mengungkapkan bahwa komponen baterai merupakan penyumbang proporsi terbesar, yakni mencapai 77,15% dari total biaya sistem. Secara keseluruhan, perancangan sistem PLTS off-grid 480 Wp ini dinyatakan sangat layak baik secara teknis maupun ekonomis, serta berpotensi menjadi solusi energi bersih yang andal untuk mendukung keberlanjutan operasional tambak udang di kawasan terpencil.   The energy crisis and the high dependency on diesel generator sets within the shrimp farming sector have driven the urgency of utilizing renewable energy as a sustainable solution. This study aims to evaluate the technical performance and economic feasibility of implementing a 480 Wp off-grid Solar Power Plant (PLTS) system to meet the energy demands of an axial pump in Bumi Dipasena Sentosa Village, Lampung Province. The research methodology employs a quantitative approach through computational modeling and simulation using the HOMER Pro software. The simulation parameters consider solar radiation data, ambient temperature, and a daily operational load profile of 1.6 kWh. The simulation results reveal that the system is capable of generating 678 kWh/year of energy with a capacity factor of 16.1% and a renewable energy fraction reaching 100%. Furthermore, the simulation confirms the absence of both unmet load and capacity shortage. From an economic perspective, the Levelized Cost of Energy (LCOE) is recorded at Rp274/kWh, indicating that the system is highly economical and competitive compared to conventional fossil energy sources. Cost structure analysis also highlights that the battery component constitutes the largest proportion, accounting for 77.15% of the total system cost. Overall, the design of the 480 Wp off-grid solar power system is proven to be highly feasible, both technically and economically, establishing it as a reliable clean energy solution to support the sustainability of shrimp farming operations in remote areas.
Edukasi Keselamatan Pengisian Daya Kendaraan Listrik Sebagai Strategi Pencegahan Risiko Ledakan Bagi Siswa SMP Asri Indah Lestari; Wiwin A. Oktaviani; Taufik Barlian; M. Ridho Prayoga
Suluh Abdi Vol. 8 No. 1 (2026): Suluh Abdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/suluhabd.v8i1.1516

Abstract

Penggunaan kendaraan listrik di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, namun masih banyak masyarakat yang belum memahami prosedur pengisian daya yang aman sehingga kerap terjadi insiden kebakaran maupun ledakan saat proses charging. Berdasarkan fenomena tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa SMP Negeri 3 Tanjung Raja mengenai charging aman kendaraan listrik serta penanganan awal apabila terjadi ledakan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan prosedur pengisian daya yang aman, simulasi penanganan darurat, penerapan teknologi pendukung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan, ditandai dengan kenaikan nilai dari total jawaban benar pre-test sebesar 249 menjadi 300 pada post-test, atau meningkat 20,48%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi yang digunakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang risiko dan prosedur keselamatan saat charging kendaraan listrik. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam menumbuhkan budaya keselamatan sejak usia sekolah dan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Vessel Tracking System Based LoRa SX1278 Yosi Apriani; Wiwin A Oktaviani; Ian Mochamad Sofian
Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Komputer dan Informatika Vol. 9 No. 3 (2023): September
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiteki.v9i3.26385

Abstract

This research presents a vessel tracking system that provides real-time coordinate and speed information. The idea behind the development of this system originated from Automatic Identification System (AIS) technology, which functions as a vessel monitoring system in maritime areas. The system aims to improve navigation safety, monitor vessel traffic, and maritime security. In Indonesia, AIS is regulated by the Ministry of Transportation. However, this technology has not yet been implemented in river waters. In addition, AIS is a complex and expensive system. In this research, geographic location detection information in the form of a vessel tracking system is obtained using the UBlox Neo-6M GPS module based on LoRa technology. The LoRa mechanism periodically sends location data and vessel speed from the node to the gateway. The data is then sent to the ThingSpeak server using the MQTT protocol. On the server, the data can be accessed for further analysis. The developed system shows that the research can be realized and the system functions properly through a series of experimental tests. While in the in situ test, the system displayed good performance on LoRa SF 7 configuration with a signal strength of -118 dBm within the communication range of 1000 meters. This result can be improved by considering the MAPL value of -138 dBm.
Implementasi Konservasi Energi Listrik dengan Teknologi Panel Surya Berbasis Internet of Things di SMP IT Zain Al Muttaqien Palembang Wiwin A. Oktaviani; Muhammad Abu Bakar Sidik; Yosi Apriani; Asri Indah Lestari; Fadilah; Syarifa Fitria; Noer Fadzri Perdana Dinata
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v9i2.8431

Abstract

Penggunaan energi fosil yang semakin terbatas mendorong pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi alternatif, salah satunya energi surya. Panel surya berbasis Internet of Things (IoT) memungkinkan pemantauan intensitas cahaya matahari dan status pengisian baterai, sehingga pemanfaatan energi dapat dioptimalkan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/siswi SMP mengenai konservasi energi listrik dengan teknologi panel surya berbasis IoT. Kegiatan PkM dilakukan di SMP IT Zain Al Muttaqien Palembang dengan metode edukasi, demonstrasi, serta pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman siswa/siswi. Konservasi energi dikenalkan kepada siswa/siswi SMP karena pada usia ini mereka berada dalam tahap perkembangan kognitif dan sosial yang tepat untuk memahami konsep energi serta menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan dengan meningkatnya pemahaman konservasi energi di kalangan siswa/siswi SMP IT Zain Al Muttaqien Palembang akan meningkatkan pula kesadaran pentingnya energi terbarukan untuk masa depan yang bekelanjutan, menerapkan gaya hidup hemat energi, tertarik untuk belajar lebih dalam tentang teknologi energi terbarukan dan bisa menciptakan inovasi berbasis IoT. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa/siswi setelah mengikuti kegiatan PkM ini, yang dibuktikan dengan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Dengan demikian, penerapan teknologi panel surya berbasis IoT terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran akan konservasi energi listrik yaitu memahami konsep energi serta menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari.