Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Efektivitas Pelatihan Singkat 3D Modelling, 3D Scanning, dan 3D Printing pada Siswa SMA Achmad Syaifudin; Muhammad Khoirul Effendi; Agus Sigit Pramono; Yusuf Kaelani; Julendra Bambang Ariatedja; Dinny Harnany; Yohanes
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.522 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.283

Abstract

Pada era revolusi industri 4.0, teknologi cetak tiga dimensi (3D printing) sedang berkembang pesat. Di Taiwan dan Korea Selatan, siswa sekolah menengah telah memiliki kemampuan menjalankan 3D printing. Sebaliknya di Indonesia, lulusan sekolah menengah belum memiliki kompetensi sejenis. Oleh sebab itu, tim Pengabdian Masyarakat dari departemen Teknik Mesin ITS memberikan pengenalan dasar teknologi cetak 3D untuk meningkatkan kompetensi siswa sekolah menengah. Pelatihan ini diberikan secara singkat kepada 29 siswa SMAN 1 Boyolangu, Tulungagung dengan persentase 25% berupa pemberian teori dasar dan 75% berupa praktik mengerjakan proses 3D modelling-scanning-printing. Berdasarkan analisis kuantitatif, pemahaman peserta meningkat sebesar 35.05% untuk materi 3D modelling dan 22.55% untuk materi 3D scanning dan printing. Adapun berdasarkan analisis kualitatif, hasil pencetakan produk 3D dengan metode 3D printing yang dikerjakan oleh peserta sudah cukup bagus. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan singkat selama dua hari mampu meningkatkan kompetensi siswa SMA dalam memahami dasar teknologi manufaktur 3D printing.
Pelatihan Keterampilan Las Listrik untuk Masyarakat Sekitar Kampus ITS Suhardjono; Triyogi Yuwono; Herman Sasongko; Djatmiko Ichsani; Bambang Pramujati; Bambang Sudarmanta; Yusuf Kaelani; Sampurno; Mohammad Khoirul Effendi
Sewagati Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.732 KB)

Abstract

Pengangguran di Indonesia secara umum masih cukup tinggi sekitar 7 juta orang sesuai data BPS pada Agustus 2018. Sebenarnya bukan hanya tugas pemerintah yang harus menurunkan jumlah pengangguran tersebut, tetapi juga peran Perguruan Tinggi dalam tugas Tridharmanya, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat. Selain daripada itu pekerja konstruksi Indonesia yang jumlahnya 8,3 juta masih mempunyai kualitas rendah. Hanya sekitar 7,4% yang mempunyai sertifikat atau sekitar 616.000 orang dan hampir 2/3 yang bersertifikat tersebut masih dalam tingkatan “TERAMPIL” dan sisanya bersertifikat tingkat “AHLI”. Dari alasan itulah maka Laboratorium Proses Manufaktur dengan peralatan praktikum las listrik yang tersedia akan ikut berpartisipasi aktif dalam mengurangi angka pengangguran dan menciptakan keterampilan dalam bidang MEKANIKAL dengan subbidang Tukang Las. Pelatihan keterampilan las listrik ini bertujuan selain memberikan keterampilan bagi peserta baru yang ingin menjadi tukang las. Dampak yang diharapkan untuk Pelatihan keterampilan Las listrik ini adalah terciptanya tukang las baru yang siap bekerja baik di bengkel-bengkel las dan tukang las yang dapat mengisi lowongan kerja sebagai tukang las. Internet memasarkan menjadi Tukang Las lepas “Freelance” bermodal kecil yang dapat dipanggil ke Rumah. Untuk itu pada pelatihan ini diberikan suatu proyek sederhana untuk membuat produk seperti rak sepatu, gantungan handuk dan sejenisnya.
Analisa Pengaruh Selulosa Asetat terhadap Coefficient of Friction, Hardness, Thermal Stability dan Wear Rate pada Komposit Serbuk Kayu, Sekam Padi dan Tempurung Kelapa untuk Kampas Rem Roni Setiawan; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.108901

Abstract

Peneltian terkait inovasi kampas rem non-asbestos telah banyak dilakukan. Selulosa asetat sebagai serat buatan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan selulosa asetat terhadap nilai hardness, koefisien gesek, laju keausan dan stabilitas termal pada komposit kampas rem serbuk kayu, sekam padi dan serabut kelapa. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat durometer untuk pengujian hardness, PASCO untuk pengujian koefisien gesek, tribometer untuk pengujian keausan dan infrared thermometer untuk pengujian stabilitas termal. Presentase massa selulosa asetat yang ditambahkan adalah 5% pada spesimen A, 10% pada spesimen B, dan 20% pada spesimen C. Massa bahan penyusun komposit kampas rem adalah 4 gram serbuk kayu, 4 gram sekam padi, 4 gram tempurung kelapa. Pada pengujian didapatkan nilai hardness tertinggi terdapat pada spesimen C dengan 20% selulosa asetat, yaitu 68.5 HS. Pada pengujian koefisien gesek, nilai koefisien gesek statis dan kinetis terbesar terdapat pada spesimen C dengan 20% selulosa asetat, yaitu 0.6635 dan 0.5564. Pada pengujian laju keausan, nilai wear rate dan wear coefficient terendah terdapat pada spesimen A dengan 5% selulosa asetat, yaitu 0.001026 mm3/Nm dan 0.001314. Untuk pengujian stabilitas termal, peningkatan temperatur terendah terdapat pada spesimen C dengan 20% selulosa asetat, yaitu 3.4 oC selama 57 menit pengujian keausan berlangsung. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan selulosa asetat akan meningkatkan nilai hardness, nilai koefisien gesek, nilai wear rate dan stabilitas termal dari komposit kampas rem non-asbestos sekam padi, serbuk kayu dan serbuk tempurung kelapa.