Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Identifikasi Permasalahan dalam Pengembangan Jalan Tol di Provinsi Jawa Timur Surya Hadi Kusuma; Belinda Ulfa Aulia; Nida Farikha
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 2 (2018): Suplemen. 2 : Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.969 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v2i0.4821

Abstract

Pengembangan infrastruktur jalan tol menjadi salah satu pemicu pesatnya pertumbuhan dan sebagai pengikat antar wilayah pada Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur. Saat ini, berdasarkan buku Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2031 diketahui terdapat 14 (empat belas) rencana pengembangan jalan tol di Provinsi Jawa Timur dengan total progres adalah sebesar kurang lebih 81% (delapan puluh satu persen) untuk pembebasan lahan dan kurang lebih 49% (empat puluh sembilan persen) untuk proses konstruksi. Adapun penelitian ini dilakukan guna mengidentifikasi faktor apa saja yang menjadi penyebab permasalahan dalam pengembangan jalan tol tersebut. Metode yang digunakan adalah melalui analisa deskriptif kualitatif dengan metode indepth interview serta menggunakan analisa pohon masalah (root cause analysis). Secara garis besar, berdasarkan hasil akhir penelitian ini diketahui bahwa permasalahan utama dalam realisasi pembangunan jalan tol di Provinsi Jawa Timur adalah adanya kendala dalam pembebasan lahan baik itu tanah wakaf maupun tanah kas desa, serta adanya perbedaan tahun perencanaan dengan dokumen sektoral level Nasional.
Faktor Pengembangan Kawasan Pegaraman (Studi Kasus : Kawasan Pegaraman Kabupaten Pamekasan) Belinda Ulfa Aulia; Nur Jasilah
Jurnal Penataan Ruang Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Penataan Ruang 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v14i1.7151

Abstract

Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu kabupaten penghasil garam terbesar di Jawa Timur. Pada tahun 2016 Kabupaten Pamekasan menjadi kabupaten terbesar kedua dalam menghasikan garam rakyat. Selain itu, tercatat Kabupaten Pamekasan menjadi penghasil garam terbesar ketiga di Jawa Timur namun demikian kawasan tersebut belum dikembangkan dengan baik. Dengan menggunakan metode content analysis input data yang digunakan berupa hasil wawancara indepth interview untuk mengidentifikasi faktor pengembangan kawasan pegaraman secara umum. Content analysis dibantu dengan menggunakan software Nvivo 12.0 yang memiliki fungsi mengidentifikasi faktor apa saja yang berpengaruh dalam pengembangan kawasan pegaraman sehingga didapat hasil faktor pengembangan kawasan pegaraman yang sering disebutkan dalam proses wawancara kepada 3 kelompok stakeholders, yaitu faktor jenis teknologi yang sering digunakan, peran pemerintah, unit pemasaran, saluran air laut, lembaga usaha, ketersediaan jaringan jalan, dan kadar garam dalam air laut.
Pengembangan Masyarakat Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang dengan Pendekatan Participatory Rural Apraissal dalam Percepatan Pembangunan Desa Belinda Ulfa Aulia; Eko Budi Santoso; Arwi Yudhi Kuswara
Jurnal Penataan Ruang Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Penataan Ruang 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.286 KB) | DOI: 10.12962/j2716179X.v11i2.5230

Abstract

Permasalahan pembangunan pada kawasan perdesaan salah satunya disebabkan karena minimnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Desa Plumbon Gambang-Diwek-Jombang merupakan salah satu potret kawasan perdesaan yang ingin melakukan percepatan pembangunan kawasan desa dengan cara mengetahui kebutuhan pembangunan desa berdasarkan masukan langsung dari masyarakat. Melalui artikel ini akan dikaji apa yang menjadi kebutuhan pembangunan desa secara tepat dibatasi pada kebutuhan pembangunan terkait aspek fisik. Untuk mendapatkan informasi yang akurat maka digunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan menggunakan teknik participatory mapping. Dengan menggunakan teknik tersebut diharapkan dapat terrumuskan kebutuhan pembangunan desa berdasarkan asas partisipatif kemudian selanjutnya dapat ditentukan prioritas kebutuhan pembangunan desa. Dengan memahamkan masyarakat desa atas proses partisipatif maka selanjutnya dapat digaris bawahi hal-hal yang dianggap penting dalam mengaplikasikan participatory mapping untuk menjawab kebutuhan pembangunan desa.Kata Kunci: pengembangan masyarakat, Participatory Rural Appraissal (PRA), participatory mappig
Overview: Faktor Pendorong Terjadinya Keterkaitan Kota-desa dari Segi Pergerakan Orang antara Kota Mojokerto dengan Wilayah Peri-urban di Kabupaten Mojokerto Belinda Ulfa Aulia
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v2i1.39267.58-69

Abstract

Kota Mojokerto sebagai wilayah perkotaan yang memiliki kelengkapan fasilitas pelayanan serta Kabupaten Mojokerto yang memiliki potensi dalam bidang pertanian dan perindustrian. Masyarakat melakukan pergerakan hingga keluar dari wilayah tempat tinggalnya, yaitu pergerakan dari desa ke kota maupun sebaliknya untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini menyebabkan beberapa masalah mulai bermunculan. Salah satunya terjadi kepadatan volume kendaraan pada beberapa ruas jalan. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifkasi faktor-faktor pendorong terjadinya keterkaitan kota-desa antara Kota Mojokerto dengan wilayah peri urban di Kabupaten Mojokerto. Faktor-faktor tersebut dapat digunakan dalam perumusan arahan dalam program pembangunan terkait pola pergerakan penduduk dari desa ke kota dan dari kota ke desa yang terjadi secara masif maupun tidak masif.  Pada penelitian ini menggunakan analisis klaster JMP untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong terjadinya keterkaitan kota-desa antara Kota Mojokerto dengan wilayah peri urban di Kabupaten Mojokerto. Dari analisis tersebut, dapat diketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi pendorong keterkaitan kota-desa dalam konteks pergerakan orang. Faktor yang mendorong pergerakan orang dari desa ke kota adalah keinginan masyarakat untuk mencari hiburan/rekreasi; ketersediaan fasilitas perbelanjaan atau rekreasi; kualitas pelayanan sarana; adanya peluang usaha; biaya hidup yang rendah; dan kemudahan menjangkau sarana. Sedangkan untuk faktor yang mendorong terjadinya pergerakan manusia dari kota ke desa adalah kualitas pelayanan sarana; biaya hidup yang rendah; keinginan masyarakat utnuk mencari hiburan; ketersediaan fasilitas perbelajaan atau rekreasi; adanya relasi/hubungan sosial; adanya peluang usaha; dan kemudahan menjangkau sarana. Faktor-faktor tersebut secara general termasuk dalam hubungan sosial ekonomi.