Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Purifikasi

BIOREMOVAL PEWARNA TEKSTIL MENGGUNAKAN KAYU APU DAN ECENG GONDOK ALIRAN KONTINYU Alia Damayanti
Purifikasi Vol 13 No 1 (2012): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v13.i1.229

Abstract

Penggunaan tanaman air merupakan salah satu alternatif yang murah dan efisien dalam pengolahan limbah. Pada penelitian ini digunakan variasi pengaturan urutan tanaman uji secara seri (kayu apu – eceng gondok dan eceng gondok – kayu apu) dan variasi konsentrasi limbah zat warna buatan (0,01; 0,005 dan 0,0025 mg/L). Prosedur untuk penelitian ini adalah disiapkan tiga konsentrasi limbah buatan yang berbeda yang diletakkan dalam reservoir. Pada tiap reservoir diparalel menjadi dua rangkaian reaktor, yaitu rangkaian reaktor kayu apu – eceng gondok dan rangkaian reaktor eceng gondok – kayu apu, yang dialirkan secara gravitasi dan kontinu. Pada hari ke nol semua reaktor diisi limbah warna buatan dengan tinggi basah 30 cm kemudian dimasukkan tanaman uji dengan kepadatan 40 mg/cm2 pada tiap-tiap reaktor. Kran pengatur debit dibuka dan dialirkan dengan debit konstan, yaitu 1,32 L/hari. Langkah selanjutnya dilakukan pengamatan untuk parameter warna, COD dan pH setiap dua hari sekali selama 14 hari. Hasil dari parameter akan ditampilkan perubahan parameter dan prosentasenya dalam tabel dan grafik yang kemudian akan dilakukan analisa. Didapatkan hasil removal warna dan COD terbesar terjadi pada reaktor eceng gondok-kayu apu pada konsentrasi 0,0025 g/L. Sedangkan rangkaian tanaman eceng gondok-kayu apu pada konsentrasi limbah 0,01 g/L menghasilkan laju penyisihan warna dan COD perhari yang terbaik. Variasi konsentrasi limbah berpengaruh terhadap kemampuan removal oleh tanaman, dan perubahan nilai pH tidak terpengaruh oleh variasi konsentrasi limbah zat warna tekstil buatan tetapi terpengaruh oleh aktifitas tanaman uji dan aktifitas mikroorganisma dalam reaktor. Nilai pH cenderung semakin turun hingga hari terakhir penelitian. Nilai pH terendah dicapai reaktor eceng gondok – kayu apu pada konsentrasi limbah zat warna 0,0025 g/L, yakni 7,2.
PERAN MANGROVE (Avicennia sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN BANDENG (Channos channos) DI DESA KEJAWAN PUTIH, KECAMATAN SUKOLILO, SURABAYA TIMUR Alia Damayanti
Purifikasi Vol 7 No 1 (2006): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v7.i1.244

Abstract

Mangrove ecosystem is very sensitive to environmental changes. As feeding, nursery and spawning grounds and ultrafiltrator, mangrove ecosystem supports the fishery activities. Milkfish (Channos-channos) is a fish species, which is widely cultured in Indonesia. Three locations of milkfish aquaculture with different levels of mangrove density in Kejawan Putih was chosen for determining its influence to milkfish growth and productivity. The values of pH, dissolved oxygen, BOD, and total dissolved solids of the fishpond water and the water source were analysed twice per month for 3 consecutive months. Sizes of the harvested milkfish were measured according to its length, width, and weight. Results of this research showed that aquaculture with ± 10% of mangroves provided 80 % of milkfish life expectancy, with average length of 32 cm, and average weight of 300 gr. Aquaculture with no mangrove gave less than 60% milkfish life expectancy, with average length of 29,5 cm, and average weight of 150 gr.
STUDI PENURUNAN ION TEMBAGA PADA SAMPEL LIMBAH BUATAN DENGAN FOTOKATALIS TiO2 DAN PARAMETER LAMA WAKTU PENYINARAN SINAR MATAHARI Alia Damayanti
Purifikasi Vol 6 No 1 (2005): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v6.i1.270

Abstract

Salah satu alternatif dalam pemecahan masalah tersebut adalah metode fotokimia dengan memanfaatkan energi mata-hari dan katalis TiO2. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh parameter lama waktu penyinaran ter-hadap penurunan konsentrasi Cu2+. Lama penyinaran optimum yang didapat dari penelitian ini adalah selama 60 menit karena semakin lama waktu penyinaran, maka prosentase penurunan konsentrasi Cu2+ pada waktu berikutnya mendekati garis linier. Prosentase penurunan konsentrasi yang terjadi yaitu sebesar 81,44 %.
STUDI KEEFEKTIFAN PENURUNAN KROMIUM (Cr6+) PADA AIR LIMBAH DENGAN MENGGUNAKAN ECENG GONDOK (Eichhorniae crassipes) Dian Amalia; Alia Damayanti
Purifikasi Vol 6 No 2 (2005): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.839 KB) | DOI: 10.12962/j25983806.v6.i2.296

Abstract

Chromium (Cr6+) is one of heavy metal which is classify as hazardous waste because of its capability to endanger living organism and environmental pollution. Generally, biological treatment using aquatic plants is used to reduce of Cr6+ toxicity. K2Cr2O7 solution is used in this research as growth mediator for the test plant. Water hyacinth (Eichhorniae crassipes) is used as the test plant and chromium solution without water hyacinth is used as a control. Result showed that Cr6+ concentration of media plant was 5 mg/L represent the optimum condition.