Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Role of Skadron-12/Serbu Puspenerbad in Supporting Gatot Soebroto Airport Activation Aulia, Elfaz Faqih; Armawi, Armaidy; Waluyo, Joko; Wahidin, Darto
Nusantara Science and Technology Proceedings International Conference of Social Research with Multidisiplinary Approach (ICSRMA) 2021
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2021.1208

Abstract

The paper purpose is to describe the roles, challenges, and strategies of Skadron-12 or Serbu Puspenerbad in supporting the activation acceleration of Gatot Soebroto Airport in the Way Kanan Regency, Lampung. Skadron-12 or Serbu Puspenerbad must pay attention to the improvement system as mandatory. The security of the Gatot Soebroto Airport area in Way Kanan Regency must provide significant advantages. The need for existing human resources in Indonesia plays a vital role in maintaining the defense force and overcoming national problems. The presence of Skadron-12 or Serbu Puspenerbad in support of the Gatot Soebroto Airport activation. Part of Tentara Nasional Indonesia preparedness in handling potential national crises. Considering Indonesia's geography condition as an archipelagic nation, the Skadron-12 or Serbu Puspenerbad mode upgrading is necessary to empower the defense area. Such as the one at Gatot Soebroto Airport in Way Kanan Regency, Lampung. Activation upgrading support at Gatot Soebroto Airport is also can be used to address other non-military threats. The obstacles faced by Skadron-12 or Serbu Puspenerbad in the activation effort of Gatot Soebroto Airport, including lack of equipment quality and availability, ideal-deviated flight conditions phenomena and problems, and low intensity in infrastructure maintenance. Hence, strategies used to support activation acceleration implementation involve three things. Those are knowledge improvement of flight safety procedures, flight safety procedures supporting training development, and flight safety procedures supporting facility updates. Thus, the formed strategy development was operated to answer every obstacle and aviation problem faced by Skadron-12 / Serbu Puspenerbad in Gatot Soebroto Airport activation located in Way Kanan Regency, Lampung.
Transformasi Industri Kreatif Batik Dalam Rangka Peningkatan Ketahanan Kerajinan Kain Batik (Studi di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta) Darto Wahidin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.49812

Abstract

ABSTRACT This study aimed to described the transformation of the batik creative industry and identified the impact of the transformation of the batik creative industry in order to increased the resilience of batik fabric crafts in Giriloyo Hamlet, Wukirsari Village, Imogiri District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta.This type of research used a qualitative approach, the research design used was phenomenology. The determination of the informants in this study was carried out by means of a purposive sampling that was chosen with specific considerations and objectives. Data obtained from various sources namely, observation, in-depth interviews, documentation, and online studies. Data analysis in this study refered to the interactive analysis model proposed by Miles and Huberman.The results of this study found that the transformation that occurred in Giriloyo batik could be seen from the development of Giriloyo batik before and now that caused the transformation in the Giriloyo batik fabric craft. Forms of transformation that occured in the grip, motives, colors, marketing, and economics. During this time entrepreneurs and craftsmen in transforming the craft of batik cloth were facing various kinds of challenges. The results of transformation could be seen in the development of Giriloyo batik motifs and colors that had experienced combinations. The impact of the Giriloyo batik motif transformation on the resilience of batik fabric crafts could be seen from the increased production of batik fabrics and a more secure welfare. However, on the other hand there was pollution caused by the waste of the batik industry and the plagiarism of batik cloth. The strategy in increasing the resilience of Giriloyo batik fabric craft was carried out to faced the onslaught of batik originating from abroad, so that Giriloyo batik fabric craft could survive and be competitive.ABSTRAK             Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan transformasi industri kreatif batik dan mengidentifikasi dampak transformasi industri kreatif batik dalam rangka peningkatan ketahanan kerajinan kain batik di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.            Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, desain penelitian yang digunakan fenomenologi. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling yang dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Data diperoleh dari berbagai sumber, yakni observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi online. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada model analisis interatif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman.Hasil penelitian ini menemukan bahwa transformasi yang terjadi pada batik Giriloyo dapat dilihat dari perkembangan batik Giriloyo dulu dan sekarang yang menyebabkan terjadinya transformasi pada kerajinan kain batik Giriloyo. Bentuk transformasi yang terjadi pada pakem, motif, warna, pemasaran, dan ekonomi. Selama ini pengusaha dan perajin dalam mentransformasi kerajinan kain batik tersebut menghadapi berbagai macam tantangan. Hasil transformasi bisa dilihat pada pengembangan motif dan warna batik Giriloyo yang telah mengalami kombinasi. Dampak dari adanya transformasi motif batik Giriloyo terhadap ketahanan kerajinan kain batik dapat dilihat dari adanya peningkatan produksi kain batik dan kesejahteraan yang lebih terjamin. Namun, di sisi lain terjadinya pencemaran akibat limbah industri batik dan adanya penjiplakan kain batik tulis. Strategi dalam peningkatan ketahanan kerajinan kain batik Giriloyo dilakukan untuk menghadapi gempuran batik yang berasal dari luar negeri, agar kerajinankain batik Giriloyo tetap bertahan dan dapat bersaing.
Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Contoh Nyata Ketahanan Ideologi (Studi di Kampung Pancasila, Dusun Nogosari, Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta) isna sari Rukmana; Samsuri Samsuri; Darto Wahidin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.53815

Abstract

 Pengembangan nilai-nilai Pancasila merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan pada setiap sisi kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan nilai-nilai Pancasila di Kampung Pancasila.Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan kualitatif. Lokasi dalam penelitian ini berada di Kampung Pancasila di Dusun Nogosari, Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Informan dalam penelitian ini merupakan warga Kampung Pancasila. Proses pengambilan data penelitian dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Pancasila di Desa Trirenggo ini sudah dideklarasikan sebagai Kampung Pancasila pada tahun 2004. Kegiatan yang rutin dilakukan dalam mengembangkan nilai-nilai Pancasila di Kampung Pancasila dengan melalui gotong royong, musyawarah, diskusi, pengumpulan dana bantuan, arisan rutin, dan musyawarah kebangsaan. Nilai-nilai yang dikembangkan di Kampung Pancasila melalui sikap religius, toleransi, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Hasil pengembangan nilai-nilai Pancasila terbilang bagus dan mendapatkan respons yang positif dari warga sekitar. Peranan masyarakat dalam mengembangkan nilai-nilai Pancasila dengan memberikan teladan dan membiasakan sikap yang baik agar  mencerminkan orang-orang yang Pancasilais. Kampung Pancasila tidak mengalami hambatan yang berarti dalam mengembangkan nilai-nilai Pancasila tersebut.Harapan yang diinginkan oleh masyarakat dapat mempertahankan sikap dan kebiasaan yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila. 
Penguatan Kewarganegaraan Ekologis Untuk Mewujudkan Ketahanan Lingkungan (Studi di Kampung Gambiran, Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta) Serlina Candra Wardina Sari; Samsuri Samsuri; Darto Wahidin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.53816

Abstract

ABSTRAK Gagasan kewarganegaraan ekologis hadir dan membawa implikasi penting pada konsepsi kewarganegaraan dalam bidang pelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penguatan kewarganegaraan ekologis untuk mewujudkan ketahanan lingkungan melalui program-program kepedulian lingkungan di Kampung Gambiran sebagai Kampung Hijau Kota Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kewarganegaraan ekologis untuk mewujudkan ketahanan lingkungan terdiri dari: pengelolaan sungai Gajah Wong, tanam pohon, pengelolaan sampah mandiri, IPAL komunal, RTH, taman krida dan taman lintas budaya, perpustakaan dan taman wifi, serta penggunaan energi alternatif. Hasil dari kewarganegaraan ekologis sebagai wujud ketahanan lingkungan membawa dampak positif pada beberapa bidang, yakni: lingkungan, sosial, dan ekonomi. Tantangan dan hambatan dalam pengembangan Kampung Hijau Kota Yogyakarta terletak pada kepedulian masyarakat yang terkadang naik turun dan peran pemuda yang masih kurang sehingga menghambat proses regenerasi. Sinergi antara masyarakat dan pemerintah harus secara terbuka dan interaktif dalam mewujudkan ketahanan lingkungan di Kampung Gambiran
Strategi Transformasi Sosial Komunitas Prenjak Tapak dalam Penguatan Ecological Citizenship Terhadap Ketahanan Lingkungan Daerah Kota Semarang Shoim Mardiyah; Darto Wahidin; Kaelan Kaelan; Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 27, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.68756

Abstract

ABSTRAK Ecological citizenship sebagai bentuk pemahaman dan implementasi keterlibatan warga negara dalam menjaga lingkungan hidupnya tidak akan terwujud tanpa adanya transformasi sosial yang mengawali. Penguatan ecological citizenship sejatinya sangat diperlukan demi mendukung terwujudnya suatu ketahanan lingkungan daerah. Penelitian ini dilakukan di Dusun Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pendekatan yang digunakan yakni kualitatif dengan bentuk data yang bersifat deskriptif. Informan ditentukan secara purposive sampling yang dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya strategi yang dilakukan Komunitas Prenjak Tapak untuk mentransformasi masyarakat sekitar. Transformasi yang terjadi selama ini berbentuk transformasi lingkungan dan transformasi mindset masyarakatnya. Saat ini Komunitas Prenjak Tapak tengah menghadapi para investor yang akan menanamkan investasinya di lahan sekitar area konservasi mangrove. Adapun kepedulian Pemerintah Daerah Kota Semarang saat ini lebih memihak kepada para investor. Padahal mangrove sangat dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan lingkungan Kota Semarang yang telah dikenal dengan banjir robnya setiap tahunnya
Socioeconomic and Demographic Characteristics of Children Under Five Years of Age Suffering from Stunting in Magelang Regency, Indonesia Sri Rum Giyarsih; Ratih Fitria Putri; Maulana Malik Sebdo Aji; Yuyun Arining Jayanti; Fauzi Darmawan; Darto Wahidin
Populasi Vol 29, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp.71683

Abstract

This study is set out to examine the socioeconomic and demographic characteristics of stunted children under five years of age in Magelang Regency, Central Java Province. Indonesia. It used questionnaire surveys (structured interviews) to collect data on 266 heads of households with stunted children under-five that had been selected using a tiered sampling method, then analyzed the data in the SPPS program. Also, in-depth interviews were conducted with informants from these households and staff of community health center, Health Office, Social Office, and Regional Development Planning Agency (BAPPEDA), and the resulting data were processed and analyzed through the stages of data reduction, data presentation, conclusion withdrawal, and verification. The quantitative data were tested for validity using the statistical procedures provided in the SPSS program, while the qualitative data were examined for their reliability by the triangulation method. The results showed that the majority of stunted children under-five in the regency had normal birth weight and length, received a complete series of immunization, and were breastfed. Furthermore, about one-third of the mothers were employed, showing that many of the families observed are less stable economically. This study also found that parents still lacked the knowledge to recognize stunting in their children, about 80 percent of which did not realize that their children experienced impaired growth and development. Another finding is that government programs have reached 50 percent of families with stunted children under-five.
Establishment of Kogabwilhan in Supporting the Defense Area’s Resilience Ading Priyotantoko; Armaidy Armawi; Bayu Dardias Kurniadi; Darto Wahidin
Indonesian Journal of Social Science Research Vol 2 No 2 (2021): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.649 KB) | DOI: 10.11594/10.11594/ijssr.02.02.02

Abstract

In the past, defense in warfare was carried out conventionally by using weapons. Now the defense system has shifted to modern types of warfare, either through culture, diplomacy, technology, and ideology. Kogabwilhan as a unit directly under the President’s command. The TNI’s Kogabwilhan is a representation of the concept of TNI's interoperability capability which is currently a priority policy for TNI Commanders. Kogabwilhan was established as an effort of the TNI to carry out the strengthening of resilience and deterrence against various potential threats, both from outside and within the country. The presence of the Kogabwilhan is a form of TNI's preparedness in handling the crisis. The development of defense areas is directed at maintaining the natural potential and social conditions that exist in the territory of Indonesia. Kogabwilhan is here to coordinate with various parties to maintain all aspects, both disaster mitigation, regional development, welfare, and regional defense. The government determined the domicile of MaKogabwilhan II in Balikpapan, East Kalimantan Province. The determination must have taken into account some aspects of the current command, control, strategy, and infrastructure. Thus, the formation of the Kogabwilhan has a strategic role in maintaining the sovereignty of the Indonesian state. The formation of the Kogabwilhan was carried out as one of the steps taken by the TNI to strengthen Its deterrence against various potential threats from outside and within the country. However, there are three things that have an impact on the resilience of the defense area as a result of the formation of Kogabwilhan II in Balikpapan. First, the military managerial role. The improvement of military managerial capabilities must be based on good planning, organization, implementation arrangements, and supervision, so that they can be controlled optimally. Second, the role of legal policy. Kogabwilhan must be able to enforce the law, both on land, sea, and air. Third, the role of diplomacy. The establishment of Kogabwilhan could reduce existing conflicts, so diplomacy skills are very important to have. Therefore, the development of defense and security in strategic areas is currently increasingly complex and escalating in various parts of the world.
TRANSFORMASI MAKNA BATIK CIREBON: DALAM PERSPEKTIF POLITIK NEGARA DAN SIMBOL IDENTITAS DARTO WAHIDIN
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n4.p%p

Abstract

Optimalisasi peran internet dalam mewujudkan digital citizenship dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi siswa Armawi, Armaidy; Wahidin, Darto
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.535 KB) | DOI: 10.21831/jc.v17i1.30146

Abstract

Individu usia sekolah merupakan salah satu pengakses internet dengan menggunakan media sosial paling aktif. Akses internet menjadi sangat yang rawan, mengingat penggunaannya di dominasi oleh kalangan usia sekolah. Beredarnya isu hoax, fitnah, bahkan menghujat melalui media sosial yang dengan mudahnya di akses melalui internet, menunjukkan belum dewasanya dalam penggunaan internet.  Tujuan dalam penelitian ini mengetahui proses optimalisasi peran internet dalam mewujudkan digital citizenship di Kota Semarang dan mengkaji implikasi dari optimalisasi peran internet terhadap ketahanan pribadi siswa di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses optimalisasi peran internet dalam mewujudkan digital citizenship di SMA Negeri 1 Semarang dan SMK Negeri 1 Semarang dilakukan dengan mengoptimalkan akses digital, digital literacy, dan perdagangan digital. Implikasi dari optimalisasi peran internet terhadap ketahanan pribadi siswa dengan adanya hukum digital dan mewujudkan digital citizenship. Sembilan kriteria dalam mewujudkan digital citizenship telah terpenuhi, namun masih harus ada perbaikan untuk mengoptimalkannya.-----School-age is the most active social media. Internet access is very vulnerable, considering that school-age groups dominate its use. Circulation of hoax, slander, and even blasphemy through social media easily accessed via the internet shows not yet mature in using the internet. The purpose of this study is to determine the process of optimizing the role of the internet in realizing digital citizenship in Semarang City and examining the implications of optimizing the role of the internet for the personal endurance of students in the city of Semarang. This research uses a qualitative approach. The research findings that the process of optimizing the role of the internet in realizing digital citizenship in SMA (Senior High Scholl) Negeri 1 Semarang and SMK (Vocational High School) Negeri 1 Semarang carried out by optimizing digital access, digital literacy, and digital commerce. Implications of optimizing the role of the internet on students' personal resilience in the presence of digital laws and realizing digital citizenship. Nine criteria in realizing digital citizenship have met, but there must still be improvements to optimize it.
Penguatan Kepedulian Lingkungan Sekolah Melalui Kegiatan Ecological Citizenship Wahidin, Darto; Devi, Lathifah Sandra
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 10 (2024): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/m00x7j32

Abstract

Permasalahan lingkungan menjadi salah satu masalah yang cukup serius. Dalam hal ini, keterlibatan warga negara sangat dibutuhkan guna mengatasi berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi. Dengan melihat permasalahan lingkungan yang terus menyebar luas, pemerintah dan warga negara harus cepat tanggap mengatasi permsalahan tersebut.  Dalam mengatasi permasalahan lingkungan tersebut, perlu dilakukannya penguatan kegiatan lingkungan melalui kegiatan ecological citizenship. Kegiatan ecological citizenship ini dilakukan pada lingkungan sekolah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yakni pendekatan sosialisasi. Dengan dilakukan pengabdian ini, diharapkan mampu membangun kesadaran dan sikap peduli generasi muda dalam menjaga lingkungan alam sekitar. Serta, dapat menumbuhkan karakter kewarganegaraan ecologis pada warga negara.