Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search
Journal : AGROEKOTEKNOLOGI

Response in growth of shallot (Allium ascalonicum L.) to application of mulch and some plant spacing Irfan Fauzi; Yaya Hasanah; Toga Simanungkalit
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.612 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13413

Abstract

This research has been conducted to obtain a certain application of mulch and some plant spacing which can improve the growth of the shallot. This research had been conducted at experimental field of Faculty of Agriculture University of Sumatera Utara on October to December 2015 using a factorial randomized block design with two factor, i.e. types of mulch (no mulch, straw mulch, silver black plastic mulch) and plant spacing (20 cm x 15 cm, 20 cm x 20 cm,20 cm x 25 cm). Parameter observed were plant height, number of leaves, number of tillers, diameter of the bulbs per sample. The result showed that types of mulch significantly affect of plant height at 2 week after planting (WAP), number of leaves at 2 and 3 WAP in which types of silver black plasctic mulch showed the highest yields. Plant spacing significantly affect the parameters plant height at 3 and 4 WAP. The interaction between types of mulch and plant spacing were not significantly affect on all parameters observed.
Distribution Of Multipple Herbicide Resistant Eleusine indica L. Gaertn. An Oil Palm Estate In North Sumatera ahmad bayu syahputra; Edison Purba Purba; Yaya Hasanah Hasanah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13574

Abstract

Goosegrass (Eleusine indica) in a block of oil palm Estate at Serdang Bedagai, North Sumatera had been controlled using glyphosate and paraquat for more than 26 years continuously. Recently, it had been reported that the two herbicides failed to control the population. The estate consists of 4000 Ha or 437 blocks which had slightly different history in weed management. The objective of this study was to determine the distribution Eleusine indica Resistant to glyphosate and paraquat in the oil palm estate. Seed of  E. indica were collected from each block and tested for resistant to glyphosate and paraquat at rate 480 g.a.i / ha and 300 g.a.i/ha consecutinely. A long with the seeds from the estate, seeds of E.indica susceptible to glyphosate and paraquat which had been confirmed were also germinated for a comparison. Results showed that 58 populations from the Adolina estate. 57 populations resistant of  glyphosate and 1 population moderate resistantce of glyphosate. And 55 populations resistantce to paraquat and 3 populations moderate resistantce to paraquat.Keywords: Eleusine indica, glyphosate, paraquat, resistance
Respons Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merill) Terhadap Aplikasi Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk Organik Cair hendri tamba; T. Irmansyah; Yaya Hasanah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.174 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i2.15423

Abstract

Produksi kedelai nasional mengalami penurunan setiap tahunnya. Rendahnya produksi kedelai Indonesia salah satunya dikarenakan belum maksimalnya pengetahuan petani dalam penggunaan teknologi produksi yang mendukung pertanian berkelanjutan. Banyak cara yang digunakan untuk memenuhi ketersediaan unsur hara dalam tanah salah satunya adalah melalui pemupukan.Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi   kedelai terhadap aplikasi pupuk kandang sapi dan pupuk organik cair. Penelitian dilaksanakan di Jalan Setia Budi, Simpang Pemda, Kecamatan Medan Selayang pada Januari - Maret 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu Pupuk Kandang Sapi  (0, 4, 8, 12 t/ha) dan Pupuk Organik Cair (20, 40, 60 ml/l). Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, berat kering akar, bobot 100 biji, dan diameter batang, dan jumlah polong berisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi meningkatkan tinggi tanaman 3 – 5 MST. Pemberian pupuk organik cair meningkatkan tinggi tanaman 3 MST, diameter batang, dan jumlah polong berisi. Interaksi berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang produktif.Kata kunci : kedelai, pupukkandang sapi, pupuk organik cair
Respons Pertumbuhan Bahan Bud Set Tebu (Saccharum officinarumL.) terhadap Konsentrasi Naphthalene Acetic Acid (NAA) + Naphthalene Acetamide (NAAm) Goster Renson Manik; Meiriani Sembiring; Yaya Hasanah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.801 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16392

Abstract

Penggunaan mata tunas tunggal (bud set) merupakan salah satu alternatif di dalam menghadapi permasalahan penyediaan bibit pada perkebunan tebu. Oleh karena itu dilaksanakan penelitian yang bertujuan  untuk mengetahui respons bahan bud set tebu terhadap konsentrasi naphthalene acetic acid (NAA) + naphthalene acetamide (NAAm) yang dilaksanakan di lahan percobaan kebun Tanjung Jati Binjai PTPN II (+ 50 m dpl) pada Mei-Juli 2016, menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu bahan bud set yang berasal dari bagian atas batang dan bagian bawah batang serta pemberian konsentrasi NAA dan NAAm (0+0 ppm, 100+25 ppm, 200+50 ppm, 300+75 ppm dan 400+100 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit bud set tebu (persentase perkecambahan bibit, panjang bibit, total luas daun bibit) nyata lebih baik pada penggunaan bagian atas batang, sedangkan jumlah anakan bibit nyata lebih baik pada bagian bawah batang. Pemberian NAA + NAAm berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah amatan begitu juga dengan interaksi antara kedua faktor.Pembibitan bud set tebu lebih baik menggunakan bagian atas batang tebu tanpa pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) tambahan.
Respons Pertumbuhan Binahong (Anredera cordifolia (Rens) Stennis) Terhadap Perbedaan Bahan Tanam Dan Komposisi Media Tanam ari syahputra; Yaya Hasanah; Asil Barus
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 1, Januari (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.03 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i1, Januari.17008

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bahan tanam dan komposisi media tanam terhadap terhadap pertumbuhan vegetative binahong. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Desember 2015 – Maret 2016 menggunakan (RAK) non faktorial dengan 2 faktor yaitu jenis bahan tanam (Stek Batang 15 cm ; Umbi di Ketiak Daun ; Umbi/Rimpang) dan komposisi media tanam (Top Soil : Pasir : Pupuk Kandang = 2 : 1 : 1 ; Top Soil : Pasir : Pupuk Kandang = 1 : 2 : 1 ; Top Soil : Pasir : Pupuk Kandang = 1 : 1 : 2). Parameter yang diamati adalah panjang tanaman, jumlah daun, bobot tajuk basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan tanam berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman, jumlah daun, bobot tajuk basah. Komposisi media tanam serta interaksi antara bahan tanam dan komposisi media tanam berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter.Kata Kunci : bahan tanam, binahong, komposisi, media tanam.
Respons Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merill) Terhadap Berbagai Sumber Hara K atiqah ash ashadiqah; Jonis Ginting; Yaya Hasanah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 1, Januari (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.387 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i1, Januari.17235

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditi pangan yang penting di Indonesia karena dapat  digunakan sebagai pangan, pakan, maupun bahan baku industri pengolahan namun angka produksinya masih tergolong sangat rendah yaitu sebesar 1.57 ton/ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kedelai terhadap pemberian berbagai sumber hara K. Penelitian ini dilaksanakan di Tanjung Sari, kecamatan Medan Selayang, Medan mulai bulan Juni sampai dengan September 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari 3 varietas yaitu varietas Dering-1, Anjasmoro, dan Grobogan. Perlakuan kedua adalah pemberian berbagai sumber hara K yang terdiri dari             4 taraf perlakuan yaitu tanpa hara K (kontrol), KCl 75 kg/ha, abu janjang kelapa sawit         150 kg/ha, dan abu sabut kelapa 180 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas nyata meningkatkan tinggi tanaman pada umur 2-6 MST, luas daun, bobot kering biji/ plot, dan bobot kering 100 biji. Pemberian sumber hara K dan Interaksi antara varietas dengan pemberian sumber hara K berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh peubah amatan yang diamati. Kata Kunci : kalium, kedelai, varietas
Respons Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Terhadap Perlakuan Cekaman Kekeringan dan Pemberian Antioksidan Asam Salisilat dan Asam Askorbat Laily Asyura AG; Yaya Hasanah; Teuku Irmansyah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 1, Januari (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.885 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i1, Januari.17248

Abstract

Produksi kedelai yang semakin menurun tidak dapat memenuhi kebutuhan kedelai di Indonesia, salah satu penyebab utamanya yaitu semakin sempitnya lahan pertanian. Untuk meningkatkan produksi kedelai di Indonesia dapat ditempuh dengan cara perluasan areal tanam, yaitu dengan memanfaatkan tanah yang berpotensi. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat +32 meter di atas permukaan laut dari bulan Agustus 2016 sampai November 2016, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah  cekaman kekeringan dengan 3 taraf yaitu KL 80% ; KL 60% ; KL 40% dan faktor kedua adalah pemberian antioksidan dengan 3macam yaitu tanpa antioksidan asam salisilat (500ppm) dan asam askorbat (500ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan cekaman kekeringan berpengaruh nyata terhadap total luas daun, polong berisi pertanaman, bobot kering biji pertanaman, dan bobot kering 100 biji. Perlakuan pemberian antioksidan berpengaruh nyata terhadap parameter klorofil a, klorofil b, jumlah polong berisi per tanaman, bobot kering biji per tanaman, dan bobot kering 100 biji. Interaksi perlakuan cekaman kekeringan dan antioksidan berpengaruh nyata terhadap parameter bobot kering biji per tanaman dan bobot kering biji per tanaman.   Kata kunci : antioksidan, cekaman kekeringan, kedelai
Respons Pertumbuhan Bibit Talas (Colocasia Esculenta L.) terhadap Berbagai Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK Sendry Putri Andani; Jonatan Ginting; Yaya Hasanah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 4,Okt (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.918 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i4,Okt.19114

Abstract

ABSTRACT   Taro tuber is one of the few commodities tubers that can be used as an alternative source of food other besides rice that is both healthy and safety. Cultivating of taro and increase production to do some of them use the alternative media composition suitable cropping and NPK fertilizer. This research was conducted in Jalan Klambir Lima Kecamatan Sunggal, Medan, with altitude ± 25 meters above sea surface began  from April to Juli 2016. This research used factorial randomized block design with two factors. The first factor was growing media composition (top soil (control)); top soil : sand (1:1)); top soil : sand : empty bunches of palm oil compost (1 : 1: 1)); top soil : sand : empty bunches of palm oil compost (2: 1 : 1)); top soil : sand : empty bunches of palm oil compost (3: 1: 1)) and the second factor is doses of NPK fertilizer (0; 2; 4; 6 g/polibag). Parameter observed was plant height, total leaf area, plant fresh weight, shoot dry weight, and  root dry weight. The result of this research showed that growing media composition were significantly effect to plant height parameter 2 week after planting, total leaf area, plant fresh weight, shoot dry weight, root dry weight, and ratio of shoot and root. doses of NPK fertilizer composition were significantly effect to total leaf area parameter, plant fresh weight, and shoot dry weight. Interaction of growing media composition and dose of NPK fertilizer were significantly effect to plant height 2-9 week after planting and plant fresh weight. Keywords : growing media, NPK fertilizer, taro
Peran Berbagai Sumber N Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tiga Varietas Kedelai (Glycine Max (L.) Merril) di Lahan Kering Adjie Putra Susetyo; Yaya Hasanah; Ferry Ezra Sitepu
Jurnal Agroekoteknologi Vol 7, No 1,Jan (2019)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.86 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v7i1,Jan.19318

Abstract

Soybeans are a long-cultivated food commodity in Indonesia, which is currently not only positioned as a raw material for the food industry, but also a raw material for non-food industries. This study aims to determine the role of various sources of N on the growth and production of three varieties of soybean in dry land. This research was conducted at community land of Tanjung Anom Village Pancur Batu Subdistrict, Sumatera Utara which is at + 25 meters above sea level, on August to November 2016 using a Factorial Randomized Block Design with 2 factors. The first factor is the source of N consisted without nitrogen, N – Inorganic source (Urea), N – Biological source (Illetrisoy), and N – Organic Source (Biochar rice straw. The second factor is varieties with 3 types of varieties Cikurai, Grobogan, and Dering – 1. The observed variables were plant height, shoot dry weight, number of filed pods, seed dry weight per plant, , seed dry weight per plot and weight of 100 seeds. The result showed that varieties had significant effect on plant height at 2, 3, 5, and 6 week after plant (WAP), weight of 100 seeds and seed weight per plot and N source had significant effect on dry weight of canopy and number of pods. The interaction of varieties and N sources has no significant effect on all observed variables. Keywords: dry land, soybean, source N, varieties
Co-Authors Adjie Putra Susetyo ahmad bayu syahputra Aji Kesuma ari syahputra asil barus Asil Barus atiqah ash ashadiqah Butar Butar, Rio Ramadhan Charloq Dini Oktaviani Dyah Karunia Sari Edison Purba Purba Ellya Ekaristi Tarigan Esther Tarigan Eva Sartini Bayu Febrio, Hanif Febriyani, Dian Ferry Ezra Sitepu Ferry Ezra Sitepu Ferry Ezra T. Sitepu Goster Renson Manik Hakim, Tharmizi Hamidah Hanum Hamzah, Tengku Mika Hakinen Hanafiah , Diana Sofia Hanafiah, Diana Hapsoh Haryati Haryati hendri tamba Herla Rusmarilin Heru Yosua Anugrah Irda Nila Selvia Irfan Fauzi Irma Afriyanti Irsal Irsal Jamson Hasintongan Tampubolon Jonatan Ginting jonis ginting Kusriarmin, Anas Muhtarom Laily Asyura AG Lis Amelia Anggun Purba Lisa Lisa Mawarni Manurung, Dedy Susanto Mariati Mariati Mariati Mariati Meiriani Meiriani Mestika Amelia Sinuraya Muhamad Juandi muhammad habib sampurno Muhammad Iqbal Suyudi Mukhlis Mukhlis Musliadi Musliadi Nasution, Faizan Muhammad Nini Rahmawat Nini Rahmawati Nini Rahmawati Nini Rahmawati Nisrina Ayu Cahyani Nur Laila Nursa'adah Nursa'adah, Nursa'adah Posma Sinaga Rabani Rabani Ratih Dewi Rengganis Rijalul Afkar Rijalul Afkar RIZKY WULANDARI B11111032, RIZKY WULANDARI Rosita Sipayung Rosita Sipayung Sakra Damanik Sando Franciskus Sinaga Sanggam Silitonga Sarifuddin Sarifuddin Sendry Putri Andani sri dora saragih T. IRMANSYAH Tapi Mutia Ariani Lubis Tavi Supriana Tengku Chairun Nisa Teuku Irmansyah Toga Simanungkalit Toga Simanungkalit Viki Rikatari Wibowo, Rulianda P. Yuda P Surbakti1