Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Faktor yang Paling Dominan Mempengaruhi Rendahnya Motivasi Belajar Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Melinda Rismawati
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i1.698

Abstract

This study aims to determine what factors have the most dominant influence on the low motivation to learn mathematics subjects related to algebra, geometry, calculus, statistics, and trigonometry in students of the Mathematics education program STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. This study uses a quantitative approach with data analysis using exploratory factor analysis and descriptive analysis with 64 research subjects as students of the Mathematics Education Study Program of STKIP Persada Khatulistiwa. The results showed that the most dominant factor affecting the low learning outcomes of mathematics education study program students was the learning facilities factor with a variance percentage of 20.914%. Keywords: The most dominant factor, learning motivation
Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Pemecahan Masalah Matematika Berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) Melinda Rismawati; Puji Rahmawati; Anita B Rindiani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i2.1444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir tingkat tinggi dan pemecahan masalah siswa SMP dalam menyelesaikan soal himpunan, kemampuan yang diharapkan dkuasai oleh siswa yakni kemampuan menyelesaikan soal matematika dengan baik dan benar. Analisis data ini menggunakan tahapan penyelesaian masalah menurut Polya (1973;5), yaitu memahami suatu masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali prosedur dan hasil penyelesaian dan indikator berpikir tingkat tinggi yaitu 1) menganalisis, 2) mengevaluasi, 3) mencipta. Subjek penelitian ini adalah SMP Negeri 3 Sintang kelas VIII B terdiri dari 24 siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal tes HOTS dan wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa terbanyak pada indikator dari berpikir tingkat tinggi yaitu mengevaluasi dan mencipta dan indikator pemecahan masalah yaitu memahami masalah. Siswa tidak bisa memahami soal pada materi himpunan. Pada indikator membuat model matematika, memilih strategi penyelesaiaan, menyelesaikan masalah, dan memeriksa kembali hasil jawaban hanya sebagian siswa yang dapat mengerjakan pada tahap ini.
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal pada Relasi dan Fungsi Melinda Rismawati; Anita Sri Rejeki Hutagaol; Veronika Andau; Yopita Yopita
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 7 No 2 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v7i2.3979

Abstract

The purpose of this study was to analyze the achievement of each indicator that measures the mathematical understanding ability of high school students in the learning of Relations and Functions. This research is a qualitative descriptive study that seeks to describe students' mathematical understanding abilities. The subjects of this study were 10th Grade students in SMAN 2 Sintang which consisted of 30 students. The data collection method used is a matter of test material relations and functions. Based on the results of the study, it can be concluded that the level of ability of students in high school mathematics subjects is as follows: there is 1 student who scores below 50, there are 3 students who score between 51 and 60, there are 8 students who score between 61 and 70, there are 9 students scored between 71 and 80, there were 9 students who scored 81 and above. The perfect score was achieved by 30 students in the first question number. All partisipants got different results, the first indicator of students getting the fulfillment of the indicator of ability to understand concepts with very good categories, the second indicator of the fulfillment of indicators of understanding ability concept with sufficient category and the third indicator students get the fulfillment of the indicator of ability to understand concepts with very poor category. It can be said that students still have difficulty in solving problems in the form of distinguishing examples from non-examples and solving problems using concepts when solving problems.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Minat Belajar Siswa SMP Nurapni Sopia; Beni Setiawan; Melinda Rismawati; Andri Andri; Jesika Nasari
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2023): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v5i1.2406

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan minat belajar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan minat belajar siswa pada materi bangun ruang sisi datar. Bentuk penelitian ini kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMPN 3 Dedai yang berjumlah 6 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket, soal tes, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh : 1) kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan minat belajar pada materi bangun ruang sisi datar luas permukaan kubus dan balok siswa hanya mampu memenuhi beberapa langkah-langkah kemampuan pemecahan masalah matematis seperti memahami masalah dan membuat rencana namun, belum mampu melaksanakan rencana dan memeriksa kembali hasil dan proses; dan 2)kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan minat belajar siswa pada materi bangun ruang sisi datar memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis rendah dengan minat belajar tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIII A SMPN 3 Dedai memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis rendah dengan minat belajar tinggi.
Analisis Kemandirian Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas XI IPA Andri Andri; Melinda Rismawati; Santa Aktavia Tara
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 5, Nomor 2, Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika jenjang Magister, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v5i2.23081

Abstract

This study aims to analyze student learning independence towards mathematics learning outcomes. The research method used is descriptive qualitative method. The subjects in this study were students of Nusantara Indah Sintang High School with the number of subjects studied being 3 students of class XI IPA. Data collection techniques in the form of interviews and documentation regarding student learning independence towards mathematics learning outcomes. Conclusions were obtained from the results of the analysis based on the 7 indicators of learning independence that the researchers used from several indicators of experts. Based on the data analysis, it can be concluded that the learning independence of students with high mathematics learning achievement categories is already good for independent learning, while those with moderate categories are sufficient for independent learning and the low learning achievement category is less able to learn independently.
PENGARUH PENGGUNAAN SPSS TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATERI STATISTIKA INFERENSIA Yumi Sarasanti; Nopita Sari; Melinda Rismawati
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2023): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v5i2.2764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan SPSSterhadap hasil belajar, dan mengetahui pengaruh motivasi belajar mahasiswa yang menggunakan SPSS. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pada pembelajaran mata kuliah Statistik dengan jumlah sampel 76 mahasiswa. Hasil uji Regresi Linier menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan penggunaan SPSS terhadap  hasil belajar mahasiswa.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS X MATERI SPLTV Melinda Rismawati; Andri Andri; Veny Averon
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2023): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v5i2.2922

Abstract

Kemampuan memahami konsep adalah kemampuan penguasaan materi dan kemampuan dalam mengasimilasi, memaham, menerapkan, dan menguasainya pada pembelajaran matematika. Namun dalam prakteknya, banyak peserta didik yang belum cukup memahami suatu konsep. Tujuan dari penelitian ini adalah menarasikan kemampuan konsep matematis siswa pada materi SPLTV Siswa Kelas X SMAN 4 Sintang. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, serta pendekatan deskriptif kualitatif. Alat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal dan wawancara, soal berupa pertanyaan pemecahan masalah dalam bentuk esai 3 soal. Tes ini diberikan kepada 20 siswa kelas X dalam satu kelas. Subjek dengan tingkat kemampuan tinggi mampu memenuhi keenam indikator pemahaman konsep matematis, sedangkan subjek dengan tingkat kemampuan matematis sedang dan subjek dengan tingkat kemampuan matematis rendah belum sepenuhnya mampu memenuhi keenam indikator pemehaman konsep matematis. Guru diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang mencakup kegiatan memahami kemampuan konseptual matematis siswa guna menyempurnakan pemahaman konseptual siswa.  Kata Kunci: Kemampuan, Pemahaman Konsep Matematis, Materi SPLTV
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER MENURUT PEMIKIRAN YB. MANGUNWIJAYA( SEBAGAI REKOMENDASI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR) Agusta Kurniati; Melinda Rismawati
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2018): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v3i2.253

Abstract

Berbicara pendidikan di negeri ini memang tidak akan pernah ada habisnya. Ada banyak hal yang masih membutuhkan pembenahan di dalamnya. Mulai dari sisi birokrasi, menejemen, sistem kontrol, hingga sisi internalnya, yakni mengenai konsep pendidikan dan aplikasi praksis dalam menciptakan pendidikan yang tepat dengan kondisi dan kultur bangsa. Dengan problem ini, maka berakibat pada ketidakmampuan pendidikan di Negeri ini dalam mencetak generasi-generasi bangsa yang cerdas, baik cerdas dalam segi intelektualitas, kepribadian maupun cerdas dalam segi sosialnya.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan bentuk Studi Pustaka. Adapaun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu melalui karya-karya YB. Mangunwijawa yang adalah subjek dalam penelitian ini diperleh data bahwa YB. Mangunwijaya adalah seorang Rohanian Projo yang memiliki kepedulian yang tinggi pada dunia pendidikan. Romo Mangun dikenal oleh rekan-rekannya sebagai seorang yang kreatif dan piawai dalam menulis. Terkait bakat sastranya, memang sudah berkembang sejak di Sekolah Dasar ketika Mangun Muda dididik untuk mampu terampil berbicara di depan umum dan menulis gagasan yang runtut dan argumentatif. Jalur sastra dan karya tulis kemudian dipakai Romo Mangun sebagai alat dan wujud perjuangan kemanusiannya. Dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini adalah konsep Pendidikan Karakter menurut YB. Mangunwijaya yang relevan di implementasikan sejak siswa duduk di bangku Sekolah Dasar adalah Pendidikan Karakter yang Humanis.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pemikiran YB. Mangunwijaya.