Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

DAILY RATES DEPOSIT SYSTEM IN COOPERATION WITH PROSPEROUS MS, PT. KONDUR PSA Hery Susanto; Sahni Damerianta P, SKom., MM Sahni Damerianta P, SKom., MM
Jurnal Sistem Informasi 1999
Publisher : STMIK JAKARTA STI&K

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of members of cooperatives MS. Substantial Prosperous is one source offunds owned by the cooperative's money. but they are reluctant to keep their moneyin cooperative savings in the bank because the interest is higher. to improve existingservices, needs to make a new service that will satisfy the depositors, that is a dailyinterest savings with basically the same with the bank. because of the need forinformation quickly and accurately, we need a computer-based support system.
Pemahaman Konsep Siswa Pada Aktivitas Kerja Kelompok Berbasis CTL REACT Imro'atul Mubarokah; Cholis Sa’dijah; Hery Susanto
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 6, No 2 (2021): Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.042 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v6i2.635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep siswa yaitu pada materi matriks berdasarkan komponen pemahaman konsep dengan indikator yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah tanya jawab, diskusi dan penugasan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa pada Lembar Kerja Kelompok (LKK) berbasis CTL REACT. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPS 5 semester 1 pada Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan jumlah 11 siswa dan dibentuk menjadi 3 kelompok secara hiterogen. Adapun Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kerja berupa aktivitas kerja kelompok berbasis CTL REACT yang selanjutnya disebut Lembar Kerja Kelompok (LKK) berbasis CTL REACT. Dalam penelitian ini, LKK yang digunakan adalah LKK berbasis CTL REACT dengan 4 sub pokok bahasan yaitu konsep matriks, operasi aljabar pada matriks, determinan dan invers matriks, serta penyelesain persamaan linear dua variabel. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep siswa berada pada level 2 dan 3. Ini artinya, siswa paham konsep matematika tentang materi matriks meskipun ada beberapa yang tidak lengkap atau kurang tepat.
Berpikir Kreatif Siswa Impulsif Anis Nur Khamida; Edy Bambang Irawan; Hery Susanto
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 1 No 1 (2017): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami )
Publisher : Mathematics Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.708 KB)

Abstract

Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan beragam jawaban dan ide baru dalam memandang suatu masalah. Berpikir kreatif siswa dipengaruhi oleh gaya kognitif. Salah satu gaya kognitif siswa adalah gaya kognitif impulsif. Siswa dengan gaya kognitif impulsif memiliki karakteristik cepat dalam merespon tetapi cenderung kurang cermat dalam memroses suatu informasi. Dalam makalah ini akan dideskripsikan berpikir kreatif siswa impulsif pada materi luas daerah bangun datar. Subyek dalam penelitian ini adalah satu orang siswa impulsif yang sudah mempelajari materi luas daerah bangun datar. Selanjutnya, siswa impulsif diminta mengerjakan tes berpikir kreatif. Dari tes tersebut, diperoleh hasil bahwa berpikir kreatif siswa impulsif masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari empat aspek berpikir kreatif yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, dan keterincian. Kelancaran siswa impulsif sudah terlihat dari 5 bangun datar yang telah dibuat dengan benar. Keluwesa juga sudah muncul pada adanya tiga bentuk bangun datar berbeda yang dibuat. Aspek keaslian masih belum terlihat karena belum ada bangun datar yang tidak umum yang dibuat. Pada aspek keterincian, masih terdapat rincian yang belum ditambahkan pada bangun datar yang dibuat.
PEMBERIAN SCAFFOLDING UNTUK MENGATASI HAMBATAN BERPIKIR SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH ALJABAR Khusnil Khatimah; Cholis Sadijah; Hery Susanto
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.822 KB)

Abstract

This research objective is to describe students’ thinking barriers and to describe given scaffolding to overcome students’ experienced thinking barriers. This is a descriptive qualitative research. Research subjects is 2 students whose thinking capability is high and low. Documents being studied are students’ test result, unstructured interviews transcripts, ands scaffolding. This research demonstrates that subject 1 (S1) barriers are caused by the lack of analogical thinking capability on understanding problem, the low connecting capability when implementing solving plan, and the lack of existing knowledge and connection capability on re-examine planned procedure on problem solving. Subject 2 (S2) thinking barriers are caused by the low analogical capability in understanding problem, the lack of connecting capability when planning problem solving strategy, the lack of analogical capability in planning problem solving, and the lack of prior knowledge and connection in re-examine chosen procedure. Adjusting Anghileri’s scaffolding, S1 was given scaffolding at a rate of explaining and developing conceptual thinking, while S2 was given scaffolding at a rate of explaining, reviewing, restructuring, and developing conceptual thinking.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PECAHAN DAN PENYEBABNYA Martha Mila Sughesti; Gatot Muhsetyo; Hery Susanto
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um076v4i22020p40-50

Abstract

The facts show that there are still many students who make mistakes in solving fraction story questions. The research objective was to identify and analyze student errors in solving fraction story questions. This type of research is a qualitative descriptive study. The research subjects were three grade VII junior high school students who were all girls. Subjects were given two tests of fraction story questions. This research was started from August 2016 to January 2017. The test answer sheets were identified, then analyzed. The results showed that almost all the errors of Newman procedure were carried out by the subject, namely: (1) reading (2) understanding (3) transformation errors (4) skills skills and (5) layout and different intensity of errors for each subject. Causes: (1) reduced verbal ability (2) low algorithmic ability (3) error prerequisite material (4) accuracy (5) lack of desire to solve questions.Keywords: story problem, fraction, Newman procedure 
Pemanfaatan Protein Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus Peters.) sebagai Bahan Baku Pembuatan Fish Cake Goreng Wini Trilaksani; Bambang Riyanto; Hery Susanto
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.437 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v7i1.1050

Abstract

Perlakuan pencucian yang paling efektif digunakan untuk pembuatan produk fish cake dengan perlakuan waktu penggorengan 5 menit (F5) dan 7menit (F7) serta penyimpanan prodk selama 8 minggu. Selama penyimpanan dilakukan pengukuran terhadap nilai elastisitas, warna (L: kecerahan a: warna kromatik antara merah sampai hijau, b: warna kromatik antara kuning sampai biru), TBA (Thiobarbituric Acid) dan DIA (Daya Ikat Air) serta uji organoleptik, uji pelipatan (floding test) menunjukan bahwa pencucian 1 kali merupakan perlakuan terbaik. Nilai elastisitas berkisat antara 0,14 sampai 0,44 kg/mm pada produk F5 dan antara 0,22 sampai 0,76 kg/mm pada produk F7. Nilai L berkisar antara 6,062 sampai 6,241 pada produk F5 dan antara 6,149 sampai 6,259 pada produk F7 termasuk dalam kisaran warna agak gelap, nilai a berkisar antara 1,188 sampai 6,706 pada produk F5 dan antara 2,931 sampai 8,276 pada produk F7 termasuk dalam kisaran warna merah, nilai b berkisar berkisar antara 11,869 sampai 15,958 pada produk F5 dan antara 11,890 sampai 15,766 pada produk F7 termasuk dalam kisaran warna kuning. Nilai TBA antara 0,0000944-0,13 u molmalonadehide/kg pada produk F5 dan antara 0,000115-0,14 umol malonaldehide/kg pada produk F7. Sedangkan nilai DIA antara 20,120-32,25 % pada produk F5 dan antara 16,300-34,41 % pada produk F7.Hasil uji hedonik pada nilai warna, penampakan, aroma, dan tesktur produk yang disukai panelis adalah produk F5 dan rasa pada produk F7. Dari uji mutu hedonik nilai warna, aroma, dan rasa menunjukan bahwa yang disukai oleh panelis adalah produk F5, sedangkan tekstur serta penampakan pada perlakuan F7.Kata kunci: Fish Cake, Oreochromis mossambicus Peters.
SEMIOTIC REASONING EMERGES IN CONSTRUCTING PROPERTIES OF A RECTANGLE: A STUDY OF ADVERSITY QUOTIENT Christine Wulandari Suryaningrum; Purwanto Purwanto; Subanji Subanji; Hery Susanto; Yoga Dwi Windy Kusuma Ningtyas; Muhammad Irfan
Journal on Mathematics Education Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.937 KB) | DOI: 10.22342/jme.11.1.9766.95-110

Abstract

Semiotics is simply defined as the sign-using to represent a mathematical concept in a problem-solving. Semiotic reasoning of constructing concept is a process of drawing a conclusion based on object, representamen (sign), and interpretant. This paper aims to describe the phases of semiotic reasoning of elementary students in constructing the properties of a rectangle. The participants of the present qualitative study are three elementary students classified into three levels of Adversity Quotient (AQ): quitter/AQ low, champer/AQ medium, and climber/AQ high. The results show three participants identify object by observing objects around them. In creating sign stage, they made the same sign that was a rectangular image. However, in three last stages, namely interpret sign, find out properties of sign, and discover properties of a rectangle, they made different ways. The quitter found two characteristics of rectangular objects then derived it to be a rectangle’s properties. The champer found four characteristics of the objects then it was derived to be two properties of a rectangle. By contrast, Climber found six characteristics of the sign and derived all of these to be four properties of a rectangle. In addition, Climber could determine the properties of a rectangle correctly.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MEMODELKAN MATEMATIKA PROGRAM LINEAR Imro'atul Mubarokah; Toto Nusantara; Cholis Sa'dijah; Hery Susanto
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v11i2.24716

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa dalam memodelkan matematika program linear berdasarkan prosedur Newman. Pada Penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dalam memodelkan matematika. Berdasarkan proses dan hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: 1) Tidak ada satupun siswa yang benar dalam  membaca soal yang diberikan, diantaranya yaitu dalam menentukan variabel, 2) Kesalahan siswa dalam memahami apa yang dimaksud pada soal yang diberikan ada 4 orang subyek penelitian, 3) Kesalahan siswa dalam mentransformasi soal cerita, yaitu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika ada 4 orang subyek penelitian yang belum dapat memodelkan matematika dengan benar, 4) Kesalahan siswa dalam keterampilan proses, yaitu mengolah model matematika yang telah ditentukan untuk mencari penyelesaian ada 3 orang subyek penelitian, dan 5) Kesalahan penulisan jawaban, yaitu menyimpulkan jawaban yang diminta juga tidak ada satupun siswa yang benar. Kata Kunci : Kesalahan Siswa; Memodelkan Matematika; Program Linear
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE RGEC (RISK PROFILE, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, EARNING, CAPITAL) (Studi Pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2014) Hery Susanto; . Moch. Dzulkirom AR; . Zahroh Z.A.
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 35, No 2 (2016): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.56 KB)

Abstract

Health level of bank in the healthy condition will provide substantial benefits for bank’s to gain customer confidence in a bank institution. The purpose of this study is to knowing assessment health level of PT Bank Mandiri (persero) Tbk. in 2010-2014 when measured using RGEC method (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital). The result showed that health level of PT. Bank Mandiri (persero) Tbk in 2010-2014 as measured by using RGEC method is a bank on very health condition. At Risk Profile factors assessed by ratio of NPL and LDR showed that PT. Bank Mandiri (persero) Tbk has a good profitability of the reimbursement of third-party funds. At Good Corporate Governance factor PT Bank Mandiri (persero) Tbk. already doing principle of GCG accordance Bank Indonesia regulation. At factor earning assessed by ratio of ROA and NIM was ranked one with a predicate value very good. At Capital factors assessed by ratio of CAR showed PT Bank Mandiri (persero) Tbk. doing well to funds business activities as well as to cover the risk of the future that can cause loss. Keyword : Health Level of Bank, RGEC, GCG, CAR ABSTRAK Tingkat kesehatan bank yang sehat akan memberikan manfaat besar bagi bank untuk dapat memperoleh kepercayaan nasabah dalam sebuah lembaga bank. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian tingkat kesehatan PT Bank Mandiri (persero) Tbk. tahun 2010-2014 jika diukur dengan menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kesehatan PT Bank Mandiri (persero) Tbk. dari tahun 2010 sampai dengan 2014 yang diukur dengan pendekatan metode RGEC merupakan bank yang berada pada kondisi sangat sehat. Pada faktor Risk Profile yang dinilai dengan rasio NPL dan LDR menunjukan bahwa PT. Bank Mandiri (persero)Tbk memiliki profitabilitas yang baik terhadap pengembalian kembali dana pihak ketiga. Pada faktor Good Corporate Governance PT. Bank Mandiri (persero) Tbk telah melaksanakan prinsip GCG sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan. Pada faktor Earning yang dinilai dengan rasio ROA dan NIM berada pada peringkat satu dengan nilai predikat sangat baik. Pada faktor Capital yang dinilai dengan rasio CAR menunjukan PT Bank Mandiri (persero) Tbk. baik dalam mendanai kegiatan usahanya maupun untuk menutupi terjadinya risiko dimasa yang akan datang yang dapat menyebabkan kerugian. Kata Kunci: Tingkat Kesehatan Bank, RGEC, GCG, CAR
Isomorphism between Endomorphism Rings of Modules over A Semisimple Ring Hery Susanto; Santi Irawati; Indriati Nurul Hidayah; Irawati -
Journal of the Indonesian Mathematical Society Volume 26 Number 2 (July 2020)
Publisher : IndoMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jims.26.2.824.170-174

Abstract

Our question is what ring R which all modules over R are determined, up to isomorphism, by their endomorphism rings? Examples of this ring are division ring and simple Artinian ring. Any semi simple ring does not satisfy this property. We construct a semi simple ring R but R is not a simple Artinian ring which all modules over R are determined, up to isomorphism, by their endomorphism rings.