Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perusahaan Keluarga dan Manajemen Laba Vernando, Andreas; Ainy, Rintan Nuzul
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.15856

Abstract

Latar Belakang: Perusahaan-perusahaan di Asia umumnya dikendalikan oleh keluarga dan konsentrasi kepemilikan sahamnya cukup tinggi. Literatur menyediakan argumentasi yang inkonklusif terkait asosiasi antara perusahaan keluarga dan manajemen laba. Di satu sisi, entrenchment hypothesis memprediksi bahwa perusahaan keluarga menggunakan manajemen laba secara agresif. Di sisi lain, perusahaan keluarga akan menghindari manajemen laba yang dijelaskan oleh alignment hypothesis.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi manajemen laba di perusahaan keluarga.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur dari tahun 2017-2019 dengan sampel berjumlah 389 observasi. Variabel independen utama yaitu perusahaan keluarga. Variabel dependen yakni manajemen laba yang diukur menggunakan manajemen laba riil dan akrual. Analisis regresi OLS digunakan untuk menguji hipotesis.Hasil Penelitian: Penelitian ini menemukan bahwa manajemen laba akrual dan rill di perusahaan keluarga tidak lebih besar daripada manajemen laba akrual dan riil di perusahaan non-keluarga.Keterbatasan Penelitian: Perusahaan keluarga hanya diukur dengan menggunakan satu pengukuran.Keaslian/Novelty Penelitian: Penelitian ini mengembangkan penelitian sebelumnya yang menggunakan satu proksi manajemen laba akrual, sementara penelitian ini menggunakan proksi manajemen laba riil dan akrual untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian ini juga memperluas penelitian sebelumnya dengan menggunakan kepemilikan saham dari dewan komisaris dan direksi daripada menggunakan reputasi keluarga dari website corporate image reward.
Accounting Standards and ESG Disclosure: Evidence from Global Banks Annisa Fithria; Rintan Nuzul Ainy; Andreas Vernando; Nabila Na'ma Aisa; Surya Darma
InFestasi Vol 22, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v22i1.33901

Abstract

This study investigates the relationship between the adoption of international accounting standards and environmental, social, and governance (ESG) disclosure in the global banking sector using a panel dataset of 576 banks from 62 countries over the period 2009–2023. The empirical results show that the adoption of international accounting standards, particularly IFRS, is positively associated with ESG disclosure among global banks. Additional analyses indicate that the effect of accounting standards is stronger for environmental and social disclosure than for governance disclosure. The results also suggest that major global events, including the Paris Agreement and the COVID-19 pandemic, are associated with increased ESG disclosure. This study contributes to the literature by providing cross-country evidence on the relationship between accounting standards and ESG disclosure in the banking sector, extending prior research that primarily focuses on single-country settings. The findings highlight the broader transparency effects of international financial reporting frameworks and provide implications for regulators and policymakers seeking to strengthen sustainability reporting and promote sustainable finance. 
Optimalisasi pengelolaan sampah melalui penggunaan biopori di sekolah Thailand Andi Suseno; Rahmat Saleh; Gea Dwi Asmara; Wardiyanta Wardiyanta; Andreas Vernando
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40138

Abstract

AbstrakLaporan World Bank mencatat bahwa sampah di laut sudah memasuki krisis karena sampah plastik di lautan dunia sudah mencapai 150 juta ton, bahkan laporan tersebut mencatat bahwa di tahun 2050, sampah plastik akan lebih banyak atau lebih berat di lautan daripada ikan.. Salah satu negara yang berkontribusi besar terhadap permasalah ini yakni Thailand. Negara tersebut sudah melakukan beberapa intervensi untuk mengaleviasi masalah ini. Institusi pendidikan juga memiliki kewajiban moral untuk mengabil peran dalam mengantisipasi konsekuensi yang tidak diharapkan dari krisis lingkungan ini. Sekolah dapat meningkatkan kesadaran terhadap dan mengarahkan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pengabdian ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk sekolah di Thailand. Metode pengabdian dilakukan dengan cara survei, diskusi dan demostrasi penggunaan biopori untuk mengelola sampah rumah tangga. Workshop untuk mendiskusikan kesiapan dan kebutuhan mitra terlaksana pada tanggal 13 Februari 2026 dengan melalui pertemuan daring dengan total peserta 6 orang. Pelatihan dan pendampingan di sekolah Thailand terlaksana pada tanggal 19-20 Mei 2026. Pelatihan ini melibatkan 13 orang peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru dan perwakilan yayasan sekolah. Beberapa peserta menyampaikan bahwa pengetahuan dan keterampilan mereka meningkat. Mereka juga berniat untuk mengaplikasikan penggunaan biopori untuk mengelola sampah rumah tangga. Kata kunci: biopori; pengelolaan sampah; sekolah; Thailand  Abstract The World Bank report notes that marine waste has entered a crisis because plastic waste in the world's oceans has reached 150 million tons. The report even noted that by 2050, plastic waste will be more abundant or heavier in the ocean than fish. One of the countries that contributes significantly to this problem is Thailand. The country has implemented several interventions to align this problem. Educational institutions also have a moral obligation to take a role in anticipating the unintended consequences of this environmental crisis. Schools can raise awareness of and direct environmentally responsible behavior. Therefore, this community service focuses on improving knowledge and skills for schools in Thailand. The community service method is carried out through surveys, discussions, and demonstrations of the use of biopores to manage household waste. A workshop to discuss the readiness and needs of partners was held on February 13, 2026, through an online meeting with a total of 6 participants. Training and mentoring in Thai schools was held on May 19-20, 2026. This training involved 13 participants consisting of school principals, teachers, and representatives of school foundations. Several participants said that their knowledge and skills had increased. They also intend to apply the use of biopores to manage household waste. Keywords: biopores; waste management; schools; Thailand.