Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Penataan dan Elemen Taman Terhadap Penurunan Suhu pada Alun - alun Batu Ario Nathan Saputra; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu mengalami kenaikan suhu yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan 10 tahun lalu yang memiliki rata – rata suhu 20 – 22 derajat celcius (https://radarmalang.id/suhu-kota-batu-semakin-panas-saja/, 2018). Perkembangan serta pembangunan di Kota Batu, salah satunya faktor pariwisata merupakan salah satu penyebab perubahan iklim tersebut. Alun – alun Batu merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Kota Batu, yang termasuk kedalam kategori  taman kota dimana memiliki berbagai jenis elemen taman yang dapat membantu mengendalikan iklim mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui elemen taman seperti apa yang paling efektif dan besar efek nya sebagai pengendali iklim yang berpengaruh pada iklim mikro di taman kota, dengan cara membandingkan hasil pengukuran pada setiap titik ukur dengan elemen taman yang berbeda. Observasi serta pengambilan data dilakukan untuk mendapatkan data fisik dan iklim, yang di analisis dengan metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kombinasi elemen vegetasi dengan ground cover berjenis batu alam merupakan elemen yang paling berpengaruh terhadap iklim mikro pada Alun – alun Batu dengan penurunan suhu mencapai 1,95°C dan peningkatan kelembaban sebesar 6%.
Pengaruh Tanaman Gantung Lee Kwan Yew terhadap Strategi Pencahayaan Alami pada Bangunan Multifungsi Dharma Negara Alaya Bali I Gusti Pramana Putra; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPencahayaan merupakan salah satu elemen dasar yang perlu diperhatikan dalam merancang suatu ruang. Bangunan Dharma Negara Alaya Bali lebih memaksimalkan pencahayaan alami melalui bukaan yang sangat lebar, akan tetatapi pencahayaan alami yang dihasilkan pada ruang tempat berkumpul tidak merata karna di bangunan tempat berkumpul pengunjung pada bukaan berisi tanaman hias gantung Lee Kwan Yew. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pencahayaan alami dan mengetahui rekayasa tata pencahayaan yang di hasilkan dari tanaman hias gantung Lee Kwan Yew dengan tepat agar dapat meningkatkan kenyamanan ruang tempat duduk dan berkumpul pengunjung dengan memperhatikan aspek yang ada pada pencahayaan alami, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya alami tanpa adanya penggunaan pencahayaan buatan yang kurang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alternatif dengan menggunakan tanaman hias yaitu tanaman Lee Kwan Yew dapat menurunkan intensitas cahaya alami yang berlebih pada ruang objek penelitian. Selain itu, penerapan tanaman hias Lee Kwan Yew ini juga dapat memperluas distribusi cahaya dalam ruang. Penerapan tanaman hias Lee Kwan yew ini menurunkan rata-rata intensitas cahaya dalam ruang.Kata kunci: Tanaman Gantung Lee Kwan Yew, Pencahayaan Alami, dan Bangunan DharmaNegara AlayaABSTRACTLighting is one of the basic elements that need to be considered in designing a space. The Dharma Negara Alaya Bali building maximizes natural lighting through very wide openings, but the natural lighting produced in the gathering space is uneven because the building where visitors gather in the opening contains Lee Kwan Yew's hanging ornamental plants. The purpose of this study is to determine the level of natural lighting and to determine the lighting engineering produced from Lee Kwan Yew hanging ornamental plants appropriately in order to increase the comfort of the seating and gathering space of visitors by paying attention to aspects that exist in natural lighting, so that it can be used as a natural resources without the use of inappropriate artificial lighting. The research method used is experimental. The results showed that the alternative application of using ornamental plants, namely Lee Kwan Yew plants, could reduce the intensity of excessive natural light in the research object space. In addition, the application of Lee Kwan Yew ornamental plants can also expand the distribution of light in the space. The application of Lee Kwan yew ornamental plants reduces the average light intensity in the room.Keywords : Lee Kwan Yew Hanging Plants, Natural lighting, and Alaya State Dharma Building
Pengaruh penggunaan Material Kaca sebagai Fasad pada Gedung BCA KCU Malang terhadap Kenyamanan Thermal Lingkungan Michael Sepdimanuel Setijo; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaca merupakan material yang sering digunakan pada fasad bangunan. Beberapa jenis kaca pada fasad memiliki sifat reflektif terhadap radiasi matahari. Energy thermal dari radiasi matahari dapat dipantulkan kembali ke lingkungan oleh material tersebut mengakibatkan naik nya temperatur lingkungan. Kenaikan temperatur pada suatu lingkungan dapat mengakibatkan naik nya tingkat ketidak nyamanan thermal. Kondisi thermal lingkungan urban dipengaruhi oleh iklim mikro yang terbentuk dari beberapa variabel yakni, permukaan yang ada di lingkungan, bentuk desain lingkungan, aktivitas lain nya yang menghasilkan panas, dan orientasi. Penggunaan material kaca pada fasad BCA KCU Malang dapat mempengaruhi kondisi thermal lingkungan di sekitar nya dan meningkatkan ketidaknyamanan thermal. Tingkat kenyamanan thermal lingkungan luar dapat diukur menggunakan parameter Discomfort Index (DI) dan Temperature Humidity Index (THI). Indeks dari sekitar Bangunan BCA KCU Malang dikomparasikan dengan indeks bangunan Fotocopy Menara yang terletak pada lingkungan yang sama dan identik sehingga memiliki variabel pembentuk iklim mikro yang sama kecuali pada material fasad. Data komparasi tersebut menunjukan bahwa lingkungan di depan BCA KCU Malang cenderung lebih tidak nyaman di bandingkan dengan lingkungan di depan obyek komparasi nya. untuk menurunkan tingkat ketidak nyamanan thermal tersebut penulis merekomendasikan desain lingkungan yang disusun berdasarkan penelitian terdahulu dan observasi lapangan.
Strategi Pencahayaan Alami Pada Oura Kafe Malang Natashya Irawan; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rangka penerangan alami merupakan salah satu komponen utama dalam suatu ruangan yang berfungsi sebagai komponen penerangan. Komponen pencahayaan ini sangat penting dalam memberikan udara dan pelipur lara visual bagi para tamu kafe. Di pusat kota Malang, terdapat sebuah kafe yang nongkrong di atas lighting yang dijadikan objek wisata, khususnya Oura Kafe. Mengetahui tingkat pencahayaan normal dan mengetahui desain pencahayaan jendela teluk yang tepat dengan tujuan dapat memperluas kenyamanan pub dan tempat bertengger tamu dengan berfokus pada bagian pencahayaan biasa adalah tujuan dari eksplorasi ini. Strategi yang digunakan dalam eksplorasi ini adalah kuantitatif, termasuk informasi estimasi dan informasi subjektif yang terdiri dari informasi aktual atau dokumentasi dari Oura Kafe, yang konsekuensinya akan dihubungkan dan dibuat dengan hipotesis dan gagasan tentang akuarium kafe, pencahayaan dan kualitas visual, yang diselidiki dan digambarkan secara ilustratif. Hasil dari penelitian tersebut membawa terwujudnya ide rencana Oura kafe dengan rangkaian aksi pencahayaan yang teratur, rencana permainan desain meja dan hubungannya dengan kualitas visual yang dilihat oleh para tamu dari ide setiap zona yang ada di kafe ini. Hasil akhir dari pengujian adalah rencana desain bar dan tempat duduk yang difokuskan untuk para tamu dengan ide pada setiap titik di kafe ini telah terpenuhi. Pencahayaan normal pada siang hari telah terpenuhi, sedangkan pada malam hari sebagian besar zona tidak sepenuhnya standar.   Kata kunci: pencahayaan alami, skylight, kafe 
Peningkatan Kenyamanan Termal pada Alun-alun Kota Pasuruan Muhammad Izzulhaq Al Ghifari; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi ruang luar sebenarnya sama pentingnya dengan ruang dalam bangunan. Suhu rata-rata terpanas wilayahnya dapat mencapai 32°C. Pertumbuhan penduduk Kota Pasuruan yang cenderung bertambah setiap tahunnya juga turut menaikkan suhu lingkungan kota. Kondisi eksisting pada objek masih terdapat cukup luas ruang luar yang kurang ternaungi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif evaluatif-komparatif. Pengukuran suhu dan kelembaban dilakukan di titik-titik tempat duduk. Jenis dan peletakan penataan vegetasi dan material penutup tanah sebagai variabel bebas dan adanya teori penurunan suhu udara pada lingkungan yang terjadi sebagai variabel terikat. Hasil yang diperoleh yaitu masih rendahnya tingkat kenyamanan termal pada hampir seluruh titik di Alun-alun dengan Temperature Humidity Index ‘kategori tidak nyaman’ dan Discomfort Index ‘ketidaknyamanan dirasakan oleh semua’. Naungan dari vegetasi merupakan hal yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kenyamanan termal. Sebagian besar rekomendasi desain yang diberikan yaitu berupa penambahan dan penggantian vegetasi pohon dan tanaman rambat dengan naungan yang lebih baik serta penambahan rumput sebagai pelaku transpirasi.
Faktor Yang Mempengaruhi Akustik Lingkungan Di Kawasan Heritage Braga Bandung annisa amelia; Wasiska Iyati; Andika Citraningrum; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, lokasi survey berada di kawasan historis Braga Bandung. Penelitian ini didesain untuk menganalisis karakter soundscape dan faktor subjektif yang mempengaruhi evalusi terhadap akustik lingkungan kawasan. Oleh sebab Braga Bandung merupakan salah satu kunci utama dari destinasi wisata yang telah mengalami beragai rekonstruksi akutik lingkungannya. Peelitian ini menggunakan survey lapangan di sepanjang Braga Panjang untuk mendapatkan data tinkat suara dan video VR selama enam periode waktu yang berbeda. Kemudian, seluruh data terkumpul menjdi bahan untuk melakukan kusioner online. Dimana Hasil pengujian pada kuesioner online menunjukan bahwa karakter suara intens dan semarak dominan dengan persentase 9-6%. Uji korelasi terhadap kalibrasi suara dan evaluasi akustik lingkungan menunjukan nilai rasio 0/6 atau tidak ditemukan keterhubungan diantara keduanya. Dalam pengujian korelasi evaluasi akustik lingkungan terhadap faktor psikoakustikal, sosial, behavioral, dan demografi menunjukan korelasi yang variatif dikeenam periode waktu. Lebih lanjut, sumber suara alam dengan persentase 10%-8% dan aktivitas manusia 8%-3% merupakan sumber suara yang terpilih untuk dipertahankan. Kata kunci: Karakter Suara, Akustik Lingkungan, psikoakustika
Pengaruh Bahan Pelapis Cat Atap Terhadap Suhu Dalam Ruang Pada Bangunan di Kampung Putih, Malang Afifahtul Malihah; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang harus diperhatikan saat memilih bahan pelapis atap yaitu untuk menaungi dan melindungi area di bawahnya dari paparan sinar matahari. Saat ini, penggunaan berbagai bahan material atap yang beragam pada bangunan Kampung Putih Kota Malang sehingga perlu adanya analisa mengenai kondisi suhu dalam ruangan pada bangunan di lokasi objek terpilih. Permasalahan seperti bangunan di Kampung Putih cukup banyak terkena paparan sinar matahari disaat siang hingga sore hari. Pe
Implementasi Arsitektur Biomorfik pada Perancangan Botanical Garden Center di Kawasan Kota Batu Ayavie Dania Anjani; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu merupakan daerah yang didominasi dengan kawasan dataran tinggi sehingga memiliki tanah yang subur dan panorama yang indah. Sektor pariwisata dan pertanian menjadi sektor utama di Kota Batu. Kota Batu memiliki keindahan alam yang menarik dan cocok untuk budidaya berbagai jenis tanaman hias. Potensi ini tercermin dari kekayaan produk pertanian dan banyaknya tempat wisata di daerah tersebut. Namun, pembangunan florikultura di Kota Batu masih menghadapi beberapa tantangan terkait teknologi, sumber daya alam, dan sarana produksi. Perancangan ini juga bertujuan sebagai wadah fasilitas wisata, edukasi, dan penelitian. Konsep dasar yang diterapkan dalam perancangan mencakup rekreatif, konservasi, dan edukatif. Metode perancangan melibatkan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan pengolahan data menggunakan analisis, sintesis, dan hasil desain skematik. Perancangan Botanical Garden di Kota Batu menerapkan tema pendekatan Arsitektur Biomorfik yang dijelaskan ke dalam tiga prinsip. Prinsip pertama adalah prinsip bentuk, di mana bentuk massa terinspirasi oleh bentuk alami. Prinsip kedua adalah prinsip struktur dan material, melibatkan penggunaan struktur dan material yang terinspirasi oleh prinsip-prinsip kekuatan dan efisiensi yang ada dalam alam. Prinsip ketiga adalah prinsip keberlanjutan, dengan memaksimalkan pemanfaatan energi alami dalam bangunan.
Pengaruh Ventilasi Udara terhadap Kinerja Termal pada Bangunan Publik-Deret di Kampung Putih Kota Malang Fardani Anggriawan; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Putih yang terletak di area pusat kota Malang sekaligus di kawasan koridor wisata Kayutangan merupakan destinasi wisata kampung tematik yang potensial. Kampung ini terbentuk berderet dia area DAS Brantas, sehingga perencanaan bangunan-bangunannya terbatas. Sebagai kampung wisata, Kampung Putih wajib menyediakan kenyamanan bagi pengguna fasilitas publiknya. Bangunan publik-deret seperti Balai RW, Musholla Al-Huda dan TPQ Al-Kautsar terukur kurang nyaman dan tidak memenuhi standar yang berlaku, sehingga diperlukan strategi penurunan suhu untuk mencapai kenyamanan termal. Strategi yang digunakan adalah modifikasi penghawaan bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan eksperimental dengan menggunakan Autodesk CFD Simulation dan Ecotect Analysis. Pengukuran suhu, kecepatan angin, dan pengukurun bukaan digunakan pada analisis sebagai data primer. Ditemukan bahwa TPQ Al-Kautsar adalah objek yang paling tidak memenuhi kenyamanan termal dan akan dijadikan sebagai objek simulasi selanjutnya. Data yang diperoleh akan dijadikan variabel dalam melakukan modifikasi sesuai dengan standar bukaan SNI-03-6572-2001 dan suhu berdasarkan suhu netral Kota Malang. Modifikasi dilakukan pada dimensi, posisi dan tipe jendela. Hasil modifikasi ditemukan penurunan suhu sebesar 1.36 derajat celcius dari suhu awal 27.7 derajat celcius menjadi 26.31 derajat celcius dengan dimensi bukaan sebesar 1.00m x 1.50m dan posisi +1.00 serta tipe jendela jalousi dengan sudut bukaan 45 derajat.