Novi Sunu Sri Giriwati
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kajian Keberlanjutan Sosial Ekonomi pada Destinasi Wisata Pos Lintas Batas Negara Skouw Grace Friscilia Thane; Novi Sunu Sri Giriwati; Sri Utami Aziz; Susilo Kusdiwanggo
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 21, No 1 (2023): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v21i1.66945

Abstract

The Skouw PLBN needs to address and develop a number of things in order to draw more tourists, including local cuisine, cultural arts facilities, and sports facilities. To find out the urgency, an assessment was carried out with the parameters of the SDGs with three main pillars, namely the balance between aspects of the economic, social and environmental fields. Field observations and literature studies served as the data collection method. The global action plan's SDGs implementation is based on the 5 P principles (People, Planet, Prosperity, Peace, and Partnership). The 4 Ps must be examined for the SDGs' accomplishment in order to understand social and economic problems in society. The outcomes include a number of strategies on the topics of food accessibility and availability, healthy living, education, gender equality, as well as community involvement to collaborate with the government to develop the Skouw PLBN region in a social and economic sustainable manner.
Pengembangan Kampung Wisata Jodipan Ditinjau dari Partisipasi Sosial Masyarakatnya Alya Nafisa Fidelista; Delia Suci Audri; Diana Savitri; Muhammad Hafizh Ramadhan; Novi Sunu Sri Giriwati; Sri Utami Azis; Susilo Kusdiwanggo
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 3 No 1 (2023): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v3i1.1690

Abstract

Kampung Wisata Jodipan (KWJ) merupakan kampung wisata berkonsep warna-warni yang pertama di Kota Malang. Pembentukan KWJ berasal dari inisiatif sekelompok mahasiswa yang bekerja sama dengan PT. Indana dan masyarakat setempat untuk menciptakan lingkungan Kampung Wisata Jodipan yang lebih baik. Kampung ini dulunya merupakan permukiman kumuh yang kini bertransformasi menjadi kampung penuh warna yang menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Peningkatan fungsi kampung sebagai objek wisata selain memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga setempat, juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Dalam menghadapi perubahan tersebut terdapat peran partisipasi sosial warga setempat untuk menjaga keberlanjutan fungsi pariwisata dan kelangsungan hidup mereka sendiri. Penelitian ini menggunakan metode literature review, wawancara, dan analisis data deskriptif untuk mengeksplorasi partisipasi sosial warga terhadap pengembangan Kampung Warna-warni Jodipan pada masa sebelum revitalisasi, sesudah revitalisasi, dan sekarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi sosial warga dipengaruhi oleh keadaan dan masalah yang dihadapi pada masa itu dan merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan baru yang terbentuk. Dengan warga melakukan partisipasi sosial, warga dapat meningkatkan perekonomian karena adanya kegiatan pariwisata di Kampung Warna-Warni Jodipan.
Pengembangan Kampung Wisata Jodipan Ditinjau dari Partisipasi Sosial Masyarakatnya Alya Nafisa Fidelista; Delia Suci Audri; Diana Savitri; Muhammad Hafizh Ramadhan; Novi Sunu Sri Giriwati; Sri Utami Azis; Susilo Kusdiwanggo
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol. 3 No. 1 (2023): Archvisual JAP, Agustus 2023
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/stsf6p95

Abstract

Jodipan Tourism Village (KWJ) is the first colorful tourist village in Malang City. The formation of KWJ stems from the initiative of a group of students working together with PT. Indana and the local community to create a better environment for Jodipan Tourism Village. This village used to be a slum settlement which is now transformed into a colorful village that attracts the attention of local and foreign tourists. Increasing the function of the village as a tourist attraction apart from providing economic and social benefits for local residents, also affects their daily lives. In dealing with these changes, there is the role of social participation of local residents to maintain the sustainability of the tourism function and their own survival. This research uses literature review, interview, and descriptive data analysis methods to explore the social participation of residents in the development of Kampung Warna-Warni Jodipan before revitalization, after revitalization, and now. The results showed that the form of social participation of the citizens was influenced by the conditions and problems faced at that time and was a form of adaptation to the new environment that was formed. With residents carrying out social participation, residents can improve the economy because of tourism activities in Jodipan Colorful Village.
Partisipasi Berbasis Masyarakat dalam Pembangunan di Pantai Watukarung Pacitan Irfan Maulana Ashgaf; Novi Sunu Sri Giriwati
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i3.381

Abstract

Pembangunan dan transformasi di pedesaan merupakan dampak modernisasi yang perlu diwaspadai. Sebuah desa mengandung nilai-nilai budaya yang erat kaitannya dengan kehidupan sosial dan lingkungan binaan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif bertujuan untuk mengetahui tingkatan partisipasi masyarakat dan mengetahui metode pemberdayaan masyarakat yang digunakan dalam pengembangan kawasan Watukarung. Temuan artikel ini terdapat dua hal utama antara lain pertama, tingkat partisipasi masyarakat kawasan pantai Watukarung berada pada tahap partisipasi dengan kolaborasi antar tiga pihak yaitu pemerintah sebagai kontrol peraturan perundangan dan kebijakan, pihak swasta sebagai pemilik modal usaha utama, dan masyarakat sebagai pelaku utama dalam menggerakkan roda investasi yang telah disepakati Bersama. Kedua, metode partisipasi yang digunakan oleh masayarkat setempat terbentuk oleh dua hal dasar yaitu kesadaran dan kemauan dengan bertumpu pada satu titik kebersamaan hegemoni sosial yaitu tercermin dengan metode partisipasi gotong royong. Kontribusi penelitian ini digunakan sebagai pedoman dalam membuat kebijakan pembangunan sehingga dapat terealisasi tepat guna antara program pemerintah terhadap kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat untuk berkembang secara spesifik sesuai dengan kondisi sosial budaya setempat dan keberlanjutan ekologi.