Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Leuit Bukan Sekadar Lumbung Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 4 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.355 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v9i4.78

Abstract

Sosok leuit yang eksotis sering mengelabuhi dan menyilapkan mata orang yang melihatnya. Terlebih saat pandangan pertama. Terutama bagi mereka yang berkacamata tektonika semata. Semua dianggap sama, padahal sebenarnya berbeda. Terjebak dalam persepsi bentuk wadah fisik saja. Dalam anggunnya, leuit memendam sarat makna, khas kebudayaan Nusantara. Khazanah arsitektur yang tidak bisa dilihat hanya dari satu sudut saja. Diperlukan pengalaman kehadiran untuk membaca sosok leuit. Perpaduan waktu-pelaku-laku yang senantiasa berulang ternyata membangun kesadaran akan kehadiran [konsep] ruang, hingga pada titik tertentu menyibak nilai-nilai dasar dibaliknya, baik filosofis maupun spiritualitasnya. Darinya diperlihatkan bagaimana pengetahuan lokal itu jika dienkripsi dengan benar akan menghasilkan pengetahuan yang besar.
Diskursus Keselamatan dan Kesehatan pada Ruang Publik Perkotaan dan Permukiman Susilo Kusdiwanggo; Qomariyatus Sholihah
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i1.81

Abstract

Kecelakaan kerja tidak lagi berada di wilayah kerja, melainkan merambah pada domain publik. Kondisi seperti ini membawa pergeseran besar sudut pandang bahwa kecelakaan kerja tidak lagi berdampak pada pekerja dan perusahaan, melainkan berimbas juga pada masyarakat atau publik dalam skala yang lebih luas. Diskursus ini memuat bagaimana peran perencana dan perancang kota melalui kriteria dan karakteristik yang penting dan tepat dapat mendukung secara preventif sekaligus akses mitigasi dalam menjamin keselamatan dan kesehatan ruang publik perkotaan. Refleksi yang muncul adalah perbaikan keamanan dan kesehatan ruang publik perkotaan tidak terjadi melalui penegakan peraturan yang kecil dan parsial, melainkan melalui upaya jangka panjang untuk membangun dan memelihara ruang demi mencegah bencana dan kecelakaan dalam menangani keselamatan dan kesehatan publik.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kawasan Pariwisata di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis Balqis Nadhifatur Rifdah; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.358

Abstract

Pariwisata memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Pembangunan kawasan pariwisata di Indonesia membutuhkan partisipasi aktif masyarakat lokal untuk memastikan keberlanjutan dan manfaat yang merata dari sektor pariwisata. Namun, tantangan-tantangan seperti pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, pelestarian warisan budaya, dan inklusivitas sosial perlu diatasi untuk mencapai tujuan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata di Indonesia, serta merumuskan pendekatan yang lebih efektif dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan database Google Scholar dan proses seleksi melalui Covidence. Dari 300 artikel, dilakukan screening dan review bersadarkan eligibility kriteria sehingga didapatkan 15 artikel untuk digunakan dalam pembahasan lebih lanjut. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi sosial dalam pengembangan Kawasan wisata yaitu dukungan pemerintah, keunggulan objek wisata, peningkatan fasilitas dan infrastruktur, keterlibatan komutas, serta pendampingan pelatihan memiliki peran yang signifikan dalam pembangunan kawasan pariwisata di Indonesia.
Systematic Literature Review (SLR): Keberlanjutan Arsitektur Tradisional dan Vernakular dalam Menghadapi Zaman pada Konteks Urban Rural Bunga Pasadena Ineru; Susilo Kusdiwanggo; Yusfan Adeputera Yusran
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 4 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i4.408

Abstract

Arsitektur vernakular tradisional merupakan ekspresi budaya yang menggambarkan interaksi manusia dengan lingkungan fisik dan sosialnya. Gaya arsitektur ini berkembang secara alami berdasarkan tradisi lokal, iklim, dan ketersediaan material setempat, serta mencerminkan solusi yang efisien dan berkelanjutan. Namun, perkembangan urbanisasi dan globalisasi memberi tekanan signifikan terhadap keberlangsungan arsitektur vernakular, terutama di daerah pedesaan dan perkotaan yang menghasilkan interaksi antara kebudayaan modern dan tradisional berupa intervensi maupun asimilasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi pola adaptasi arsitektur vernakular dalam konteks transisi urban-rural dan dampaknya terhadap keberlanjutan budaya serta ekologis. Hasil dari penelitian ini ditemukan tren fokus dan metode yang banyak digunakan dalam penelitian terkait Arsitektur Tradisional dan Vernakular dalam konteks Urban-Rural dalam rentang sepuluh tahun terakhir yang berfokus pada pelestarian tradisi dan unsur tradisional dalam kawasan yang telah berkembang melalui metode kualitatif. Umumnya jenis penelitian bersifat deskriptif untuk mengungkap fenomena yang melatar belakangi perubahan suatu kawasan/objek arsitektur vernakular. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami dinamika perubahan antara kawasan urban dan rural serta menyajikan strategi yang efektif untuk mendukung kelestarian arsitektur vernakular di masa depan.