Andika Citraningrum
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Brawijaya University

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Strategi Pendinginan Pasif untuk Menurunkan Suhu pada Ruang Kelas SMP Islam dan MI Tahdzibul Fuad Jenu Tuban choirul ifan ardianto; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di kecamatan Jenu kabupaten Tubanterdapat dua sekolah yang berada di satu yayasan swasta, antara lain MI Tahdzibul Fuad dan SMP Islam. Kecamatan Jenu memiliki cuaca yang panas mencapai 37oC. Hal tersebut berpengaruh terhadap kenyamanan termal di dalam bangunan sekolah. Bukaan-bukaan yang ada pada setiap sisi ruang kelas belum mampu menjadi solusi untuk menurunkan suhu yang tinggi yang terjadi di dalam ruang kelas, sehingga diperlukan rekomendasi untuk menurunkan suhu pada setiap ruang kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi termal dan menghasilkan rekomendasi desain yang berfokus pada pendinginan pasif guna menurunkan suhu udara pada ruang kelas SMP Islam dan MI Tahdzibul Fuad Jenu Tuban. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah metode kuantitatif yang didahului dengan pengukuran di lapangan, meliputi pengukurantemperatur udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Setelah didapatkan data lapangan dilakukan proses analisis dan dibandingkan dengan studi literatur (SNI) mengenai standar kenyamanan termal. Dari hasil analisis didapatkan data danselanjutnya dibuatlah alternatif rekomendasi desain mengenaisistem pendinginan pasif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menurunkan suhu pada ruang kelas dapat dilakukan dengan merencanakan sistem pendinginan pasif yang lebih terstruktur dengan mengikuti standar-standar yang ada.
Evaluasi Konsep Tanggap Iklim Tropis pada Cafe Mezzanine di Kota Yogyakarta Abda Alif Prasidya; Andika Citraningrum, ST., M.Sc
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cafe mezzanine Yogyakarta adalah sebuah cafe di iklim tropis yang memiliki banyak bukaan transparan pada setiap sisi bangunan yang mengandalkan pencahayaan alami sebagai penerangan di pagi dan siang. Namun penutup yang transparan pada bangunan ini memberikan beberapa poin yang menjadi salah satu tolak ukur pada bangunannya sehingga perlu adanya evaluasi untuk menentukan apakah bangunan tersebut tanggap terhadap iklim tropis. Penelitian ini membuktikan bahwa objek yang di teliti menggunakan konsep tanggap iklim tropis sehingga parameter pada orientasi bangunan, ventilasi silang, pelindungan matahari, penyimpanan dan penghambatan panas, vegetasi, dan suhu pada bangunan membuat bangunan ini memberikan dampak yang positif yang bisa ditentukan dari orientasi bangunan, bukaan alami, material, suhu, dan juga vegetasi di sekitar bangunan ini juga memberikan hal positif bahwa apa yang sudah dilakukan untuk menerapkan prinsip tanggap iklim tropis sangat optimal.
OPTIMALISASI PENCAHAYAAN BUATAN UNTUK MENDAPATKAN KENYAMANAN VISUAL PADA MUSEUM OEI HONG DJIEN DI MAGELANG Rafika Dwi Puspitasari; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum merupakan bangunan yang digunakan untuk memberikan suatu informasi pada objek tertentu. Agar informasi tersampaikan dengan baik maka dibutuhkan penerangan yang jelas. Pencahayaan buatan merupakan sistem penerangan yang tepat karena dapat diatur dan penyebaran merata. Salah satu museum dengan menggunakan pencahayaan buatan sebagai sistem pencahayaan utama dan tunggal adalah museum Oei Hong Djien (OHD) yang berlokasi di Magelang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kenyamanan visual  ruang berdasarkan kualitas pencahayaan buatan dalam aspek fungsional dan estetika dengan teknik pengidentifikasian sistem cahaya, pengukuran lapangan, dan pengisian kuesioner untuk mendapatkan kualitas sistem pencahayaan buatan yang sesuai. Berdasarkan penelitian yang menggunakan metode secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif ini menunjukan bahwa museum OHD sudah cukup mencapai tingkat kenyamanan visual dengan pertimbangan saran sebagai penyempurnaan kenyamanan dalam aspek fungsional dan estetika. Beberapa hal yang disarankan dalam penyempurnaan kenyamanan visual pada museum OHD adalah penambahan intensitas cahaya, pengaturan sudut cahaya. penggantian jenis lampu menggunakan LED juga penggantian warna langit - langit menjadi warna putih.
Bukaan Pencahayaan Alami pada Ruang Tunggu Terminal Tirtonadi Kota Surakarta untuk Mengurangi Pencahayaan Buatan Viola Adani Setyowijaya; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.815 KB)

Abstract

Terminal Tirtonadi merupakan salah satu terminal bus percontohan yang sudah melakukan peningkatan kualitas fasilitas terminal. Peningkatan fasilitas tersebut menyebabkan meningkatnya penggunaan energi listrik akibat penggunaan pendingin ruangan dan pencahayaan buatan. Penelitian ini diharapkan dapat menyumbang ide untuk mengurangi penggunaan pencahayaan buatan melalui desain pasif pencahayaan alami pada bangunan Terminal Tirtonadi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif melalui pendekatan eksperimental menggunakan simulasi DiaLux. Hasil dari penelitian berupa rekomendasi bukaan pencahayaan alami yang optimal pada ruang tunggu Terminal Tirtonadi meliputi jenis bukaan, penempatan, dan luas bukaan. Pada ruang tunggu timur dan barat diberikan dua rekomendasi bukaan yaitu: 1) memaksimalkan bukaan pencahayaan samping pada bagian ruangan yang memungkinkan adanya penambahan pencahayaan samping dan 2) penambahan bukaan pencahayaan atas berupa sky light karena orientasi bangunan tidak memungkinkan untuk memperoleh pencahayaan optimal hanya melalui pencahayaan samping. Hasil simulasi rekomendasi desain pencahayaan alami pada ruang tunggu Terminal Tirtonadi menunjukkan penghematan energi dari pencahayaan buatan sekitar 30% setiap harinya.Kata kunci: pencahayaan alami, ruang tunggu, terminal bus, penggunaan energi
Integrasi Sistem Pencahayaan Alami dan Buatan pada Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya Ellysa Bella Sukma Ramdhani; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.916 KB)

Abstract

Pencahayaan merupakan salah satu aspek yang penting dipertimbangan dalam perancangan suatu ruang termasuk pada ruang baca perpustakaan yang mana dalam aktifitasnya lebih banyak menggunakan kinerja visual. Terdapat 2 jenis pencahayaan berdasarkan sumber cahaya yaitu pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Integrasi antara pencahayaan alami dan buatan tentunya dibutuhkan untuk mendapatkan kenyaman visual serta efisiensi energi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan strategi desain integrasi sistem pencahayaan alami dan buatan pada perpustakaan pusat Universitas Brawijaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitaf-eksperimental menggunakan alat ukur luxmeter serta permodelan pada software dialux 4.12 untuk mendapatkan visualisasi rekomendasi desain. Hasil yang didapat berupa rekomendasi metode integrasi sistem pencahayaan alami dan buatan yaitu dengan strategi pengoptimalan kinerja pencahayaan alami melalui perubahan tata letak, warna dan material perabot, perubahan nilai transmisi kaca bukaan, penambahan light shelves dan shading device serta efisiensi energi dengan pembagian lajur sakelar dan nyala lampu yang disesuaikan dengan respon ruang terhadap cahaya pada waktu tertentu. Kata kunci: Sistem Pencahayaan, Perpustakaan, Kenyamanan Visual, Efisiensi Energi
PENGARUH ELEMEN BUKAAN TERHADAP SUHU RUANG DALAM PADA MASJID AGUNG GRESIK DI KABUPATEN GRESIK Ziyadatul Farihah; Andika Citraningrum, ST.,M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki karakteristik sebagai berikut : (1) kelembapan udara mencapai 80%, (2) suhu rata- rata 27°C dan (3) radiasi matahari yang cukup tinggi. Indonesia yang terletak di daerah lintang 0° mengalami 2 musim, yaitu, musim panas dan musim penghujan dalam satu tahun. Perubahan suhu udara terjadi di beberapa kota di Indonesia salah satunya terjadi di Kabupaten Gresik tercatat sebagai 3 daerah terpanas di provinsi Jawa Timur. Di kabupaten gresik suhu tertinggi bisa mencapai 34°C Suhu udara yang tinggi tersebut, jika tidak disertai dengan desain bangunan yang tepat maka dapat mengurangi kenyamanan pengguna yang melakukan aktivitas salah satu strategi untuk mendapatkan suhu udara yang nyaman adalah melalui peletakan dan desain bukaan yang tepat. Pada Kabupaten Gresik terdapat banyak masjid karena mayoritas penduduknya beragama Islam salah satunya yaitu Masjid Agung yang merupakan masjid terbesar di Kabupaten Gresik yang sekaligus menjadi ikon kabupaten Gresik. Dari observasi awal , Kondisi eksisting masjid membuat suhu didalam ruangan terasa beragam bagian ruangan yang berbatasan langsung dengan bukaan terasa lebih dingin dibandingkan bagian tengah masjid. Hal tersebut melatar belakangi penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan suhu udara di Masjid Agung Gresik serta pengaruh desain bukaan terhadap suhu udara di ruang dalam masjid.Tujuan dari Penelitian ini adalah sebagai informasi dan masukan tentang pengaruh bukaan terhadap udara di ruang sholat Masjid Agung Gresik sehingga dapat diketahui hal yang perlu disiapkan dan di perbaiki untuk meningkatkan kenyamanan ruang. Kata kunci : Elemen Bukaan, Temperatur, Masjid, Kenyamanan Suhu. ABSTRACT Indonesia is a tropical country that has the following characteristics: (1) air humidity reaches 80%, (2) average temperature 27°C and (3) high solar radiation. Indonesia, which is located at 0° latitude, experiences 2 seasons, namely, summer and rainy season in one year. Changes in air temperature occurred in several cities in Indonesia, one of which occurred in Gresik Regency, which was recorded as the 3 hottest areas in East Java province. In Gresik Regency, the highest temperature can reach 34°C. This high air temperature, if not accompanied by the right building design, can reduce the comfort of users who carry out activities. One of the strategies to get a comfortable air temperature is through the placement and design of the right openings. In Gresik Regency there are many mosques because the majority of the population is Muslim, one of which is the Great Mosque which is the largest mosque in Gresik Regency which is also an icon of Gresik Regency. From initial observations, the existing condition of the mosque makes the temperature in the room feel that various parts of the room that are directly adjacent to the opening feel cooler than the center of the mosque. This is the background of this study which aims to determine the level of comfort of the air temperature in the Great Mosque of Gresik and the effect of the opening design on the air temperature in the room in the mosque. The purpose of this study is to provide information and input about the effect of openings on the air in the prayer room of the Great Mosque of Gresik. so that it can be known what needs to be prepared and repaired to increase the comfort of the room. Keywords: Opening, Temperature, Mosque, Thermal Comfort.
Pengaruh Courtyard terhadap Kenyamanan Termal pada Rumah Gerbong di Tangerang Selatan Bunga Shafira; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK SOHO atau Small Office Home Office adalah penggabungan fungsi rumah tinggal dan kantor pada satu bangunan. Permasalahan yang kerap terjadi pada SOHO kurang memperhatikan kenyamanan termal bagi pengguna ruang. Kualitas udara pada ruang kerja dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Oleh karena itu, dibutuhkan penghawaan alami atau pendinginan pasif yang baik. Strategi pendinginan pasif yang diterapkan pada rumah gerbong adalah courtyard. Ketiga courtyard memberikan pengaruh yang berbeda- beda dalam menciptakan kenyamanan termal. Ruang-ruang yang tidak berdekatan dengan courtyard belum memenuhi standar kenyamanan termal khususnya ruang kerja. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang didukung kuesioner. Analisis berupa analisis keadaan termal, hubungan kondisi termal eksisting terhadap persepsi pengguna, dan pengaruh pelingkup terhadap kinerja termal courtyard. Setelah itu, diberikan rekomendasi desain pada courtyard yang belum bekerja optimal dan membandingkan pembayangan dengan software sketch up 2017. Hasil dari penelitian ini yaitu rekomendasi desain berupa penambahan shading device atau planter box pada bukaan di sekitar courtyard sebagai elemen pelindung. Dengan begitu, akan memaksimalkan kinerja courtyard dalam menciptakan kenyamanan termal yang lebih baik sesuai standar pada bangunan seperti SOHO. Kata kunci: home office, penghawaan alami, pendinginan pasif, courtyard ABSTRACT SOHO or Small Office Home Office is a combination of residential and office functions in one building. The problem that often occurs in SOHO is not paying attention to thermal comfort for space users. Air quality in the workspace can affect work productivity. Therefore, a good natural ventilation with passive cooling strategy is needed. The passive cooling strategy applied in house is courtyard. Each of the three courtyards has a different effect in creating thermal comfort. Some spaces that are not near to the courtyard have not reached the standard of thermal comfort, especially the workspace. This research uses descriptive analysis method with a quantitative approach supported by a questionnaire. The analyses are analysis of the thermal state, the relationship of the existing thermal conditions to user perceptions, and the scoping effect on the thermal performance of the courtyard. Design recommendation is given for courtyard that has not worked optimally and compares the shading with the Sketch Up 2017 software. The results of recommendation are adding a shading device or planter box to the openings around the courtyard as a protective element. Then, it will maximize the performance of the courtyard in creating better thermal comfort according to the standards in buildings such as SOHO. Keywords: home office, natural ventilation, passive cooling, courtyard
Ketercapaian Kriteria Kualitas Udara dan Kenyamanan Dalam Ruang pada Rumah Tinggal Menurut Greenship Homes (Studi Kasus: Perumahan Bukit Mediterania Samarinda) Manalu Angelina Diana Sintauli; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang terjadi di Indonesia adalah cuaca yang panas dan kelembaban udara yang tinggi akibat pemanasan global di beberapa wilayah. Suhu di Kota Samarinda berkisar 24-34℃ dan kelembaban udara rata-rata 75%-99%. Konsep bangunan hijau menurut Greenship Homes Version 1.0 GBCI dapat menjadi upaya dalam mengurangi dampak pemanasan global terhadap hunian rumah tinggal. Salah satunya adalah Perumahan Bukit Mediterania Samarinda dengan konsep green living in disputable exoticism. Namun, masih belum sepenuhnya menerapkan bangunan hijau yang mengakibatkan ketidaksesuaian suhu udara, kelembaban udara, sirkulasi udara bersih, intensitas pencahayaan alami, intensitas pencahayaan buatan, dan kebisingan. Metode penelitian ini adalah deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dimulai dengan melakukan pengukuran pada satu rumah tinggal di cluster Monaco menggunakan thermohygrometer, lux meter, sound level meter, meteran laser, dan air quality monitor. Hasil penelitian yang sesuai dengan standar hanya variabel kualitas udara dan kenyamanan spasial. Rekomendasi desain yang diberikan berupa shading device, cross ventilation, vegetasi, tirai dan roller blind, penambahan dan pengurangan iluminasi lampu, serta penambahan material parket dan karpet. Hal ini untuk menurunkan suhu udara, kelembaban udara, intensitas pencahayaan alami, dan kebisingan, serta memperbaiki intensitas pencahayaan buatan dan sirkulasi udara bersih agar sesuai dengan standar.Kata kunci: kualitas udara, kenyamanan spasial, greenship homes
Natural Lighting Design Strategies in Library of Mataram University Alessandra Angelia Putri; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reading room of a library serves as a place to accommodate reading activities. To fulfill its function, a good standard quality of natural lighting is needed. The standard of natural lighting in the library is 300 lux on the work plane, but the reading room in the library of Mataram University which is located in the city of Mataram still does not meet the standards. The research that uses DIALux v.4.13 software aims to find out the right natural lighting design strategies in order to improve lighting quality. The results showed that the change of furniture layout, addition of the opening dimensions, the addition of top lighting, the replacement of transparency values in lighting openings, then shading elements and material changes are added to existing imagery elements with high transparency values to increase the level of lighting at each point and spread light evenly in space.Keywords: Natural Lighting, Library, Design Strategy, Lighting Distribution
Rekayasa Bukaan untuk Kenyamanan Termal pada Ruang Kelas SMA Plus YPHB di Kota Bogor Adi Wahyutomo; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.113 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan termal siswa didalam ruang kelas SMA Plus YPHB di Kota Bogor. Dimana sekolah adalah tempatuntuk menuntut ilmu dengan terdapat guru dan murid yang menggunakan ruangkelas pada sekolah. Pentingnya kondisi udara yang nyaman agar konsentrasibelajar dan mengajar tetap terjaga. Dengan memanfaatkan penghawaan alamidiharapkan dapat memenuhi kebutuhan kenyamanan termal pada ruang kelas,akan tetapi terdapat perbedaan bukaan di setiap kelas yaitu bentuk bukaan.Bentuk bukaan pada sekolah ini cukup berbeda dari ruang kelas SMA padaumumnya, perbedaan tersebut terletak pada dinding masif dan tidaknya. Denganbukaan pada ruang kelas SMA ini memiliki bukaan setengah selebar dindingdengan implementasi dinding tanpa pintu pintu dan memiliki tinggi dindingsebesar 170 centimeter. Lalu sisi lain dari dinding tersebut memiliki 2 bukaanjendela masing-masing sebesar 100 centimeter x 60 centimeter. Metode yangdigunakan adalah kuantitatif dengan variable luas bukaan, temperatur udara,kelembaban udara, kecepatan angin, insulasi pakaian, dan aktivitas siswa. Hasildari kuisioner nantinya akan menunjukkan rasa nyaman atau tidak pada ruangkelas tersebut. Rekomendasi yang dihasilkan akan berpengaruh pada bukaanjendela.Kata kunci: Kenyamanan termal, Ruang kelas, Bukaan jendela, Simulasi