Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN BERHENTI PAKAI NARKOBA SUNTIK Harvina Sawitri
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 1: No. 2 (November, 2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v1i2.396

Abstract

Narkotika dan obat-obatan terlarang merupakan permasalahan global saat ini. 3,3-6,1% penduduk dunia menggunakan obat-obatan terlarang. Di Indonesia 1,99 % penduduknya menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang dan 7% dari jumlah tersebut merupakan pengguna narkoba suntik (penasun). Pemakaian narkoba dapat mengakibatkan bermacam-macam gangguan mental dan perilaku dan mengakibatkan terjadinya berbagai penyakit. Sedangkan pemakaian jarum suntik bergantian pada pengguna narkoba suntik dapat meningkatkan angka infeksi HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C. Desain penelitian ini adalah menggunakan desain potong lintang dengan mempertimbangkan variabel waktu. Analisis yang digunakan adalah analisis survival menggunakan metode Kaplan Meier untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan independen. Sampel penelitian ini adalah 268 pengguna narkoba suntik pada Survei Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia tahun 2008 yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional. Pada lama pemakaian narkoba suntik pada responden, waktu paling sedikit adalah 3 bulan dan waktu paling lama adalah 348 bulan (29 tahun). Umur paling muda pengguna narkoba suntik adalah 15 tahun dan paling tua 44 tahun. Faktor yang berhubungan dengan berhenti pakai narkoba suntik adalah anggota keluarga tidak ada yang pakai narkoba. Tinggal bersama keluarga mempunyai peluang 1,50 kali lebih cepat untuk berhenti pakai narkoba suntik. Perlu adanya peningkatan konseling secara individu antara petugas penjangkauan dengan pengguna narkoba untuk lebih memotivasi pengguna narkoba supaya dapat merubah perilakunya dari berisiko menjadi tidak berisiko.
DERAJAT pH SALIVA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALIKUSSALEH YANG MENGKONSUMSI KOPI TAHUN 2020 Harvina Sawitri; Nora Maulina
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous Vol. 7 : No. 1 (Mei, 2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v7i1.4729

Abstract

 Kopi merupakan salah satu minuman yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia dan memiliki aroma yang khas yang tidak dimiliki oleh bahan minuman lainnya. Minum kopi saat ini sudah menjadi bagian penting dari gaya hidup sebagian besar orang, karena kopi dianggap mampu mengurangi depresi akibat dari banyaknya dan padatnya aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk mahasiswa. Kebiasaan minum kopi dapat menyebabkan perubahan pH saliva karena kandungan sukrosa pada kopi, yaitu dimana sintesa ekstra sel sukrosa lebih cepat daripada gula lainnya, sehingga lebih cepat diubah menjadi asam oleh mikroorganisme di dalam rongga mulut. Penurunan pH saliva dapat menyebabkan  demineralisasi  elemen-elemen  gigi  dengan cepat, sedangkan kenaikan pH dapat membentuk kolonisasi bakteri yang menyimpan juga meningkatnya pembentukan kalkulus. Saliva dengan pH  kritis yaitu 5,5 dapat mengakibatkan disolushidroksiapatit yang disebut demineralisasi pada gigi. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Pendidikan Kedokteran Universitas Malikussaleh untuk mengetahui derajat pH saliva pada mahasiswa yang mengkonsumsi kopi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh angkatan 2016-2018 dengan jumlah sampel 60. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan disain cross sectional, yaitu studi epidemiologi yang mempelajari prevalensi, distribusi, maupun hubungan penyakit dan paparan dengan mengamati status paparan, penyakit atau outcome lain secara serentak pada individu- individu dari suatu populasi pada suatu saat
Penerapan Model Prediksi Risiko Penyakit Jantung Koroner melalui Skrining Kadar Gula Darah, Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah serta Pemanfaatan Buku Saku sebagai Panduan Pencegahan dan Early Diagnosis pada Masyarakat Desa Reuleut Timu Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara Harvina Sawitri; Nora Maulina; Mulyati Sri Rahayu; Cut Sidrah Nadira; Shania Alifya Gustri; Sasqia Auliza Rizki
Jurnal Vokasi Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Vokasi (November)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i3.5613

Abstract

Provinsi Aceh memiliki prevalensi kejadian penyakit jantung koroner di atas rata-rata nasional. Ditinjau dari gaya hidup masyarakat Aceh, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian penyakit jantung koroner terutama bila dilakukan secara berlebihan, antara lain pola makan tidak sehat dan kurangnya aktifitas fisik serta tidak mampu mengendalikan stress. Pada umumnya, masyarakat di Indonesia belum sepenuhnya memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat, tak terkecuali masyarakat desa Reuleut Timu. Sehingga kondisi demikian akan sangat berpotensi terkena penyakit jantung koroner. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam deteksi dini penyakit jantung koroner dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dini. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit jantung koroner, melakukan deteksi dini penyakit jantung koroner dan menghasilkan sebuah model prediksi untuk deteksi dini penyakit jantung koroner pada masyarakat desa Reuleut Timu. Kegiatan dilakukan dengan metode edukasi, pemeriksaan kesehatan dan pembagian buku saku yang dihadiri oleh 50 orang masyarakat dan kader. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai deteksi dini penyakit jantung koroner (pv = 0,001), tersedianya buku saku pedoman pencegahan penyakit jantung koroner sebagai pedoman pencegahan dan deteksi dini, terdapatnya kader yang akan membantu dalam mendidik masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit jantung koroner dan menghasilkan sebuah model prediksi untuk deteksi dini penyakit jantung koroner. Rata-rata usia masyarakat desa Reuleut timu adalah 51,5 tahun, tekanan darah 139 mmHg, kadar kolesterol 217 mg/dl dan IMT 25,83 menunjukkan bahwa usia, tekanan darah, kadar kolesterol dan indeks massa tubuh merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner pada masyarakat desa Reuleut Timu.
Analysis Of Factors And Performance Of Puskesmas In Tb Case Finding In Lhokseumawe City yuziani yuziani; Annisa Uljannah; Harvina Sawitri; Mutia Maulina; Vera Novalia; Noviana Zara
Saintika Medika : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol. 19 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.Vol19.SMUMM2.32113

Abstract

Tuberculosis is still a health problem in Indonesia and the world today. Aceh Province has the highest number of TB cases in Indonesia, and North Aceh district is the number one highest district in Aceh Province. One effort to reduce the morbidity rate caused by TB is TB case detection (Case Detection Rate/CDR) and the success rate of treatment. The high and low rates of TB case discovery are influenced by the performance of all managers of the TB disease control program (P2TB), which all related parties support. This research describes officers' performance finding tuberculosis cases at the Lhokseumawe City Health Center. This type of research is quantitative with a cross-sectional design. Samples were taken from the total population, namely all officers responsible for TB at community health centres in Lhokseumawe, totalling 15 officers. The results of this research showed that the dominant gender was 86.7% female officers, 80% D3 education level, 100% good knowledge, 86.7% sufficient motivation of officers, 73.3% good leadership of the head of the community health centre, 86% good training for TB officers, 7%, case detection was 100% good, work period was more than two years 73.3%, and the achievement of TB case discovery was only one health centre that reached the standard. The conclusion from research conducted at the Lhokseumawe City Health Center is that many factors influence officers' performance in case finding.
Training and mentoring for Posyandu cadres as a preventive effort to address stunting through application of cross-sector partnership synergy Mariyudi Mariyudi; Faisal Matriadi; Ikramuddin; A Hadi Arifin; M Sayuti; Harvina Sawitri; Saifuddin Yunus; Muhammad Subhan; Ibnu Sina; Muhammad Pavel Askari
Buletin Pengabdian Bulletin of Community Services Vol. 6 No. 1 (2026): Bull. Community. Serv.
Publisher : LPPM Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpen.v6i1.72

Abstract

Background and Aim: Stunting is a growth disorder in children under five years old that can hinder physical and mental development. In Lhokseumawe City, 797 children were still enrolled in the stunting reduction program in 2024. This study aimed to improve the knowledge and capacity of Posyandu cadres through training and mentoring activities by implementing cross-sector partnership synergy as a preventive effort to address stunting. Methods: This community service activity was conducted in Blang Pulo Village, Muara Satu District, Lhokseumawe City, and completed on November 11, 2025. The study used a Collaborative Decision Making: Community-Based Methods approach with the SARAR method involving 30 Posyandu cadres. Data were collected through pre- and post-training tests and mentoring evaluations. Results: The training effectively increased participants’ knowledge, as shown by significant improvements in pre- and post-test scores with a significance level of 0.0001 (<0.05). Mentoring activities further strengthened the implementation of knowledge gained during the training. Conclusion: Training and mentoring activities for Posyandu cadres were effective in improving knowledge and strengthening the quality of basic health services at the village level. These activities also served as a community empowerment strategy in preventive efforts to reduce stunting through cross-sector partnership synergy.
Penyuluhan Kesiapsiagaan Gempa Bumi Berpengaruh Signifikan terhadap Kesiapsiagaan Bencana Masyarakat Desa Pusong Kota Lhokseumawe Yofinda Aurelia Rizkita; Harvina Sawitri; Rizka Sofia
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i3.700

Abstract

Indonesia is located at the meeting of the earth's plates, causing catastrophic events, such as earthquakes. Lhokseumawe is one of the cities in Indonesia located in Aceh Province, which has a high potential for the threat of earthquakes. Earthquakes not only cause death, injury, and damage to various health facilities but also have an impact on public health problems. The main factor that causes disasters to cause large casualties and losses is a lack of knowledge about disasters. In this case, health education or counseling can be an important factor that aims to increase public knowledge about disaster preparedness. The purpose of this study was to determine the effect of earthquake disaster preparedness counseling on community preparedness in Pusong Village, Banda Sakti District Lhokseumawe City. This is a quasi-experimental type of research with 150 respondents. Samples were taken using purposive sampling. The results showed that before the extension, the majority of the people were in the medium category (56.0%), while after the extension, the majority of the people were in the high category (67.3%). The Wilcoxon test is used to analyze data. The statistical analysis resulted in a p value of <0.05. The conclusion of this study is that there is a significant effect between earthquake preparedness counseling and community preparedness in Pusong Village, Banda Sakti District, Lhokseumawe City.