Antoni Antoni
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

STUDI PENGEMBANGAN BETON 100% FLY ASH TIPE C: PENGARUH W/FA, SUPERPLASTICIZER, DAN KALSIUM TERHADAP KUAT TEKAN PASTA Owen Malvin Sirapanji; Chrystian Hadinata; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.011 KB)

Abstract

Penggunaan fly ash yang merupakan material sisa semakin banyak karena propertinya yang bisa digunakan sebagai pengganti semen. Penggunaannya berkembang dari hanya menjadi filler kemudian menjadi High Volume Fly Ash (HVFA) dan belakangan ini mulai berkembang menggunakan fly ash untuk menggantikan semen sepenuhnya. Beton 100% fly ash mulai dikembangkan untuk menggantikan semen, tetapi karena inovasi ini tergolong baru sehingga banyak variabel yang perlu ditinjau sehingga penelitian ini dimulai dengan pembuatan pasta 100% fly ash. Adapun variabel yang ditinjau adalah pengaruh metode curing, w/FA, superplasticizer, maupun percobaan substitusi kalsium untuk mendapatkan kuat tekan beton yang lebih tinggi.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pasta 100% fly ash lebih efektif bila di-curing dengan air jenuh kalsium. Sampel pasta 100% fly ash juga dapat menggunakan w/FA yang lebih rendah dibandingkan dengan semen dan menunjukan peningkatan kekuatan dan kepadatan seiring penurunan w/FA. Penggunaan superplasticizer juga terbukti membantu workability sampel dengan w/FA rendah meski penggunaan yan berlebih dapat menyebabFkan penurunan kekuatan dan bleeding pada sampel. Substitusi kalsium baik CaO dan Ca(OH)2 menunjukkan pengaruh buruk pada sampel dan perlu ditinjau lebih lanjut. Umur dari fly ash juga ternyata dapat mempengaruhi hasil pasta 100% fly ash
PENGARUH PENAMBAHAN VISCOSITY MODIFYING ADMIXTURE TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR DAN BETON RENDAH SEMEN Andreas Andreas; Edwin Christian; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.132 KB)

Abstract

Pembuatan mortar dan beton rendah semen dapat dilakukan dengan metode particle packing. Penggunaan pasta semen yang minim menjadi salah satu tujuan dari metode ini. Jumlah penggunaan agregat dibuat semaksimal mungkin agar dapat menghasilkan beton dan mortar dengan nilai void ratio yang kecil. Secara teoritis, volume pasta (Vp) akan mengisi seluruh volume void (Vv) (Vp/Vv=100%). Semakin besar w/c yang dipakai, maka kebutuhan semen yang dipakai akan semakin rendah. Akan tetapi penggunaan nilai w/c yang besar dan dosis superplasticizer yang berlebih adalah risiko bleeding dan segregasi. Untuk mengurangi risiko ini, dilakukan penambahan viscosity modifying admixture (VMA). VMA berfungsi untuk memperbaiki sifat reologi dari beton. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan penggunaan semen dan mempelajari dampak VMA pada kuat tekan dari mortar rendah semen dan beton rendah semen.Dari hasil penelitian ini, didapatkan mortar dengan perbandingan berat semen dan pasir sebesar 1:4.35 pada w/c 0.7 dan 1:2.85 pada w/c 0.35. Dengan penambahan VMA, kuat tekan mortar dengan w/c 0.7 yang semula sebesar 26.73 MPa meningkat hingga 33.58 MPa pada umur 28 hari. Sedangkan kuat tekan mortar dengan w/c 0.35 yang semula sebesar 73.73 MPa meningkat hingga 81.33 MPa. Pada beton, didapatkan jumlah kebutuhan semen sebesar 306 kg/m3 pada nilai w/c sebesar 0.5 dan menghasilkan kuat tekan yang semula 18.68 MPa meningkat hingga 22.93 MPa.
PEMBUATAN AGREGAT RINGAN GEOPOLIMER BERBASIS LUMPUR SIDOARJO DENGAN PEMBAKARAN SEBAGAI TAHAP AKHIR A. I. Wijaya; B. K. Sudiarto; D. Hardjito; Antoni .
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.642 KB)

Abstract

Bencana lumpur Sidoarjo ini merupakan permasalahan Bangsa Indonesia yang tidak kunjung selesai, berbagai upaya yang telah dilakukan tidak membuahkan hasil sehingga menyebabkan sampah lumpur yang tidak berguna. Makalah ini melaporkan upaya pemanfaatan terhadap sampah lumpur tersebut, sebagai agregat ringan buatan dengan proses geopolimerisasi. Hasil penelitian menunjukan lumpur Sidoarjo mengandung bahan-bahan dasar yang dipakai dalam proses geopolimerisasi, syarat geopolimer adalah lumpur Sidoarjo harus bersifat reaktif (amourph) agar dapat digunakan sebagai pengikat dengan alkali kuat yaitu dengan cara dibakar dalam suhu yang tinggi. Tetapi sebelum itu lumpur dicampur dengan Alkali aktivator dan katalisator yaitu NaOH dan sodium silikat, hal ini berfungsi agar mereaksikan unsur-unsur Aluminium dan Silika yang terkandung pada lumpur. Untuk konsentrasi Molaritas larutan NaOH dan jumlah sodium silikat akan dibuat dengan beberapa variasi yang berbeda dalam sampel kubus 5x5x5 cm3 dan dalam bentuk pelet berdiameter <1cm. Lalu setelah dibakar benda uji akan diuji berat jenis ,stabilitas, ketahanan terhadap asam, dan absorbsi pada pelet, sedangkan pengujian kuat tekan dilakukan pada sampel kubus 5x5x5 cm3. Hasil terbaik adalah dengan berat jenis 1,06 gr/cm3 dan kuat tekan 6 MPa. Ketika diterapkan sebagai agregat didalam beton, kuat tekan Beton menjadi 26 dengan berat jenis 1510 kg/m3.
PENGARUH KONSISTENSI FLY ASH TERHADAP SIFAT - SIFAT MORTAR HVFA Alvin Krisnanta Widianto; Jerry Laksmana Wiranegara; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.503 KB)

Abstract

Fly ash merupakan hasil dari pembakaran batubara banyak digunakan sebagai bahan pengganti semen. Keuntungan penggunaan fly ash pada beton segar ialah kehalusan dan bentuk partikel fly ash yang bulat dapat meningkatkan workability, serta mengurangi terjadinya bleeding dan segregasi. Permasalahan yang sering dihadapi dalam penggunaan fly ash ini adalah kemampuan untuk mengontrol mutu fly ash yang dihasilkan.Fly ash berwarna abu-abu hingga kehitaman warna kehitaman karena adanya karbon, hal ini disebabkan pembakaran yang tidak sempurna. Juga dari penelitian lain disebutkan bahwa kandungan dari fly ash dipengaruhi dari asal batu bara, teknik pembakaran batu bara, kandungan mineral, metode pengumpulan, lama waktu penyimpanan, dan periode pengambilan sampel.Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa, perbedaan waktu pengambilan fly ash memungkinkan terjadinya perbedaan antara masing-masing fly ash. Dalam penelitian ini kami ingin melihat konsistensi dari setiap fly ash yang kami ambil dengan waktu yang berbeda-beda. Kandungan mineral yang terdapat dalam fly ash bervariasi, dan variasi ini tentu bisa menyebabkan perbedaan pada kualitas dan mutu beton yang dihasilkan. Variasi fly ash yang ada dapat dilihat dari kandungan kimia yang ada, kehalusan, dan loss on ignition (LOI). Kualitas dari fly ash dapat dengan mudah ditentukan melalui pengukuran nilai pH fly ash.Dalam penelitian ini menggunakan campuran mortar high volume fly ash (HVFA) dimana menggunakan penggantian semen hingga 50%.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL CALCINED CLAY DAN PENGGANTIAN SEBAGIAN SEMEN DENGAN KALSIUM HIDROKSIDA PADA MORTAR LIMESTONE CALCINED CLAY CEMENT (LC3) Arthur Arthur; Kevin Saputra; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.009 KB)

Abstract

Limestone calcined clay cement (LC3) memiliki potensi dalam menggantikan penggunaan semen dalam pembuatan beton. Dimana campuran LC3 sendiri terdiri dari calcined clay, kalsium hidroksida, semen dan gypsum. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campuran LC3 pada mortar dapat menghasilkan kuat tekan yang sama dengan mortar OPC, dimana campuran LC3 yang digunakan memiliki persentase penggantian semen terbatas hingga 50% dari binder. Untuk meningkatkan persentase penggantian semen digunakan larutan kalsium hidroksida dengan suhu larutan 50°C. Variasi ukuran partikel calcined clay juga dilakukan dengan menggiling calcined clay berdiameter 1-2 cm dengan ball mill selama 1, 2 dan 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan penggantian 15% semen dengan larutan kalsium hidroksida dapat menghasilkan kuat tekan yang sama dengan mortar LC3 kontrol. Dan semakin halus ukuran partikel calcined clay yang digunakan semakin tinggi kuat tekan mortar, dengan kuat tekan tertinggi didapat pada mortar dengan calcined clay yang digiling selama 2 jam (15% tertahan pada ayakan No. 325). Semakin tinggi persentase kalsium hidroksida yang digunakan menyebabkan menurunnya kuat tekan dan work ability dari mortar, namun besarnya penurunan kuat tekan berkurang pada saat calicined clay yang digunakan semakin halus.
PENGARUH KOMBINASI SEMEN-FLY ASH DAN VARIASI WATER CONTENT DENGAN PENAMBAHAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KEPADATAN PASTA Dewanti Ratna Paramitha; Lydia Yuniarti Meok; Djwantoro Hardjito; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.652 KB)

Abstract

Penambahan fly ash dapat meningkatkan workability dan mengurangi kebutuhan air campuran. Kuat tekan dan kepadatan pasta dapat berkurang akibat tingginya w/c yang digunakan, tetapi w/c yang rendah dapat menyebabkan berkurangnya workability. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kombinasi semen-fly ash dan variasi w/c dengan penambahan superplasticizer untuk mendapatkan kepadatan maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak fly ash maka semakin sedikit superplasticizer yang dibutuhkan untuk mencampur pasta tersebut. W/c yang semakin rendah akan menghasilkan berat volume yang semakin besar hingga mencapai titik optimum saat penambahan superplasticizer maksimum 2% dari berat semen-fly ash. Penambahan fly ash pada pasta dengan w/c tinggi tidak terlalu berkontribusi pada berat volume jika dibandingkan pasta dengan semen saja pada kandungan w/c yang sama. Selain itu, berat volume pasta yang semakin besar cenderung akan menghasilkan kuat tekan yang semakin besar pula. Beberapa benda uji dengan w/c kurang dari 0,2 dengan tambahan superplasticizer tidak mengalami peningkatan kuat tekan yang signifikan pada umur 28 hari
DURABILITAS JANGKA PANJANG MORTAR 100% FLY ASH TIPE C DI LINGKUNGAN SULFAT Kevin Guyana; Djwantoro Hardjito; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.156 KB)

Abstract

Sejauh ini hampir belum ada penelitian tentang karakteristik dan durabilitas jangka panjang mortar dengan material pengikat 100% fly ash tipe C. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kuat tekan dan sudut mortar 100% fly ash dan ketahanannya di lingkungan sulfat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, mortar dengan 100% fly ash memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan dengan mortar 100% semen di lingkungan sulfat hingga waktu 365 hari. Selain itu mortar 100% fly ash memiliki kuat tekan yang cukup baik, sebesar 78,4% dari kuat tekan mortar 100% semen pada umur 365 hari. Lebih dari itu, penyusutan yang terjadi pada mortar 100% fly ash ternyata lebih kecil dari mortar dengan 100% semen.
PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH DAN SILICA FUME DENGAN KADAR TINGGI TERHADAP KUAT TEKAN ULTRA HIGH PERFORMANCE CONCRETE Hans Tobias Wijaya; Nataniel Alexsander Roberto; Djwantoro Hardjito; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material bangunan yang paling banyak digunakan untuk konstruksi pada saat ini. Perkembangan beton yang pesat membawa teknologi baru yang disebut sebagai Ultra High Performance Concrete (UHPC). Teknologi beton UHPC memiliki kapasitas workability, kekuatan tekan, dan durability yang lebih tinggi dibandingkan beton pada umumnya. Pada pembuatannya, UHPC menggunakan Ordinary Portlant Cement dengan jumlah yang banyak sehingga dikategorikan sebagai produk yang tidak ramah lingkungan. Karena itu, muncul alternatif untuk menggunakan silica fume dan fly ash pada campuran UHPC. Dalam penelitian ini, digunakan silica fume dan fly ash dalam kadar yang tinggi untuk menentukan campuran optimum pada UHPC dengan menggunakan bahan substitusi tersebut. Didapatkan bahwa penambahan silica fume akan meningkatkan kekuatan sedangkan penambahan fly ash akan menurunkan kekuatan.
PENGEMBANGAN BETON RENDAH SEMEN DENGAN MENGGUNAKAN KALSIUM KARBONAT DAN VISCOSITY MODIFYING ADMIXTURE Thefila Tiza Prasetyo; Claudia Dwi Yosianti; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.428 KB)

Abstract

Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan semen yaitu beton rendah semen. Prinsip dasar beton rendah semen yaitu menggantikan sebagian semen dengan cementitious material. Cementitious material yang dapat digunakan selain fly ash adalah kalsium karbonat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan beton rendah semen menggunakan kalsium karbonat dan pengaplikasian Viscosity Modifying Admixture (VMA) dengan konsep particle packing.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kalsium karbonat pada w/cm 0.25, 0.3, 0.35, dan 0.4 dengan dosis ≤ 20% yang digunakan untuk menggantikan sebagian semen dapat menghasilkan kuat tekan > 30 MPa. Dosis VMA yang dapat menghasilkan campuran mortar yang homogen dengan SP 1% pada w/cm 0.3 adalah 0.45% dari berat semen, sedangkan pada w/cm 0.35 didapatkan sebesar 1% dari berat semen. Hasil penelitian pada beton dengan penggunaan kalsium karbonat 20% pada w/cm 0.5 dapat menghasilkan kebutuhan semen sebesar 279.64 kg/m3. Dosis VMA yang dapat menghasilkan campuran beton yang homogen pada w/cm 0.3 adalah 0.85% dari berat semen, pada w/cm 0.4 didapatkan sebesar 0.95% dari berat semen, sedangkan pada w/cm 0.35 didapatkan sebesar 1% dari berat semen.
IDENTIFIKASI POTENSI FLY ASH PLTU NGORO DENGAN SISTEM PEMBAKARAN CIRCULATED FLUIDIZED BED SEBAGAI BAHAN DASAR GEOPOLIMER Albert Natanegara; Benedictus Trista Dmitri; Djwantoro Hardjito; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.574 KB)

Abstract

Geopolimer dibuat dengan mencampurkan dua bahan dasar yakni fly ash dan alkali activator. Penelitian-penelitian terdahulu menggunakan fly ash tipe C sebagai bahan dasarnya dan pada penelitian kali ini menggunakan fly ash dari PLTU Ngoro yang memiliki tipe F. PLTU ini memiliki sitem pembakaran Circulating Fluidized Bed (CFB), di mana karakteristik fly ash yang dihasilkan berbeda dengan fly ash PLTU pada umumnya, yang memakai sistem Pulverized Coal Combustion (PCC). Perbedaan karakteristik diakibatkan perbedaan kualitas batu bara dan suhu pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa potensi fly ash Ngoro dan pengaruh sodium silikat terhadap kuat tekan, workability, dan setting time geopolimer. Kadar molaritas NaOH yang digunakan adalah 8M sampai 14M. Campuran dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pertama dengan perbandingan massa sodium silikat:NaOH(solid) 2,5; Tahap kedua dan ketiga ditentukan berdasarkan hasil tahap pertama. Tahap pertama menunjukkan kuat tekan sebesar 37,8 MPa. Namun semakin tinggi sodium silikat yang dipakai, semakin turun kekuatannya. Tahap kedua digunakan perbandingan massa Si:Al = 3 namun justru menunjukkan hasil kuat tekan turun drastis hingga 8,4 MPa. Tahap ketiga dilakukan penambahan jumlah silikat. Pada tahap ketiga menunjukkan hasil kuat tekan tertinggi adalah 34,8 MPa pada umur 7 hari.