p-Index From 2021 - 2026
1.768
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal e-Komunikasi
Fanny Lesmana
Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis isi Kekerasan dalam film Deadpool 1 & Deadpool 2 Cliff Reinhart Marthin; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa frekuensi bentuk-bentuk kekerasan yang ditayangkan dalam film Deadpool 1 & Deadpool 2. Penelitian ini menggunakan teori kekerasan oleh Weiner, Zahn dan Sagi dengan menggunakan indikator kekerasan fisik dan kekerasan Psikologis. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan analisis isi dan jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah kedua film Deadpool dengan menggunakan metode purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam film Deadpool 1 dan Deadpool 2, jenis kekerasan fisik menjadi indikator yang paling mendominasi dalam kedua film ini, kekerasan fisik muncul sebanyak 61 kali atau 53% selama penayangan film Deadpool 1 dan 83 kali kekerasan fisik atau 72% untuk film Deadpool 2. Subindikator atau bentuk kekerasan yang paling sering muncul adalah membunuh sebanyak 16 kali dan memukul sebanyak 12 dalam film Deadpool 1 dan bentuk kekerasan membunuh muncul sebanyak 22 kali dan memukul sebanyak 16 kali dalam film Deadpool 2.
Etika Jurnalisme Bencana dalam Program Breaking News Kecelakaan Sriwijaya Air SJ- 182 periode Januari 2021 Jovita Rebecca Poluan; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Awal 2021, berbagai bencana melanda Indonesia. Ada bencana yang disebabkan faktor alam, seperti tanah longsor di Sumedang, gempa bumi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, gunung meletus, dan bencana nonalam, yakni kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Banyaknya bencana tentu menjadi perhatian media. Namun pada praktiknya, pemberitaan mengenai bencana di Indonesia lebih menjual duka keluarga dibandingkan konten informatif, seperti mitigasi bencana. Melalui penelitian ini, peneliti hendak mengetahui sejauh mana berita di televisi Indonesia menerapkan etika jurnalismebencana. Peneliti menggunakan analisis isi kuantitatif Breaking News mengenai kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 pada 9-12 Januari 2021 dari dua saluran televisi berita, yakni Metro TV dan CNN Indonesia. Dari total 97 sampel, sebanyak 91,8% sudah mematuhi Pasal 50 Standar Program Siaran 2012 mengenai peliputan bencana. Namun, peneliti masih menemukan adanya pelanggaran terhadap butir pertama, yakni menambah penderitaan atau trauma korban, keluarga, dan masyarakat, dengan cara memaksa, menekan, dan/atau mengintimidasi untuk diwawancarai dan/atau diambilgambarnya. Mayoritas pelanggaran berupa pertanyaan mengenai firasat keluarga atau mewawancarai keluarga korban yang tengah berkabung.
Pengaruh Pemberitaan “KPI Awasi Media Baru” di Televisi Terhadap Tingkat Kecemasan Pelanggan Netflix Indonesia Rhein Valdaw Kalangi; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberitaan “KPI Awasi Media Baru” di Televisi terhadap tingkat kecemasan pelanggan Netflix di Indonesia. terpaan media massa dapat menyebabkan kecemasan orang meningkat karena kedekatan pesan yang disampaikan kepada audience. Tingkat kecemasan meningkat pada setiap orang namun masing-masing berbeda tergantung terpaan yang diterima oleh pemirsa. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner, dan hasilnya dianalisa menggunakan analisis regresi linear sederhana. Penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pemberitaan “KPI Awasi Media Baru” terhadap tingkat kecemasan pelanggan Netflix di Indonesia.
Star Studies: Hwasa Agatha Tiffany Manuhutu; Fanny Lesmana; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 1 (2022): VOL 10, NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui image atau citra apa yang Hwasa intrepretasikan dalam media. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode star studies oleh Richard Dyer, peneliti menemukan image Hwasa sebagai star tidak hanya terikat pada satu image saja dimana Hwasa menampilkan image seksi yang Hwasa konstruksikan sebagai Hwasa di media. Peneliti juga menemukan bahwa citra seorang bintang tidaklah selalu unik, bisa juga biasa. Hwasa banyak menampilkan citra dirinya dan tidak terfokus pada satu citra saja. Hwasa membentuk citra dimana sebagian besar memfokuskan pada standar kecantikan. Hwasa menjadi sumber inspirasi bagi orang sekitarnya dengan standar kecantikan barunya. Seluruh hasil ini diperoleh dari hasil menggali data yang ditemukan dari berbagai sumber media yang hasilnya dapat terbagi menjadi beberapa kategori unsur pengidentifikasian citra yaitu visual, verbal dan nonverbal.
Impression Management Sarah Deniz Dalam Akun Instagram @Sarahdenizz Madeleine Christabel Sudibyo; Fanny Lesmana; Titi Nur Vidyarini
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 1 (2022): VOL 10, NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan impression management yang dilakukan oleh Sarah Deniz, melalui Instagram (@sarahdenizz). Sarah Deniz merupakan seorang fashion influencers berasal dari London, United Kingdom. Selain itu, Sarah juga setiap hari dengan rutin membuat unggahan melalui akun sosial media Instagram. Pada penelitian kali peneliti menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Dengan total jumlah sampel 88 caption, bersama dengan 266 total populasi caption, yang diunggah pada 1 Februari 2020- 30 April 2020. Melalui hasil penelitian ini, peneliti mendapatkan bahwa melalui postingan beserta caption yang ada, Sarah banyak menggunakan impression management ingratiation ingin semua orang menyukainya berdasarkan keatraktifan yang dimiliki. Lalu, yang kedua yang juga sering digunakannya yaitu Self promotion yang mengarah kepada fakta, dan kenyataan. Dalam penelitian ini, peneliti juga menemukan bahwa Sarah Deniz menggunakan beberapa fungsi public relations seperti komunikasi, promosi, dan hubungan internal.
Konstruksi Image Reza Oktovian di Media Sosial Jendry Johanis Sengkey; Fanny Lesmana; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 1 (2022): VOL 10, NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reza Oktovian merupakan member dari Weird Genius, salah satu grup musik EDM yang berasal dari Indonesia, Reza dulu mengawali karier nya sebagai seorang Youtuber gaming. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana konstruksi image yang dibentuk oleh Reza Oktovian melalui sosial media-nya, menggunakan metode Star Studies milik Richard Dyer. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa Reza Oktovian membangun image-nya dengan standar internasional, yang terhegemoni oleh budaya Barat dan Jepang. Hal ini terlihat dari cara bicara, gaya hidup, serta pilihan fashion-nya yang menunjukkan sikap konsumtif dan seorang Otaku. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa Reza Oktovian berusaha melakukan personal rebranding sebagai seorang musisi EDM yang memiliki talenta dan potensi untuk berkembang di bidang musik.