Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Limestone Microfacies Punung Formation at Bangbang River, Sumbermanjing Wetan, Malang, East Java Winarti Winarti; Herning Wijayanti; Odhi Febriarto
Journal of Wetlands Environmental Management Vol 9, No 2 (2021): July-December, 2021
Publisher : Center for Journal Management and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.435 KB) | DOI: 10.20527/jwem.v9i2.272

Abstract

Malang and Wonosari areas are located in Southern Mountains of Java, and their rock variations are comparable. Study focuses on limestone found at Sumbermanjing Wetan, Malang, that has been identified as part of Wonosari Formation. This place is closer to Punung area as viewed from the type location. Limestone microfacies approach is used to determine whether the limestone belongs to Wonosari or Punung formations. Methods used to identify standard microfacies types and facies zone are measured stratigraphy, petrographic analysis, and microfossil analysis. Measured stratigraphy was conducted along Bangbang River, and seven limestone samples were collected for analysis. Findings showed three standard microfacies types: SMF-5 characterized by packstone or rudstone with a mudstone matrix, SMF-8 characterized by wackstone or floatstone with complete fossils, and SMF-18 characterized by grainstone or packstone with abundant foraminifera or algae. Limestone belongs to facies zone (FZ) 7 - 8, which is characterized by presence of packestone, wackestone, clay sized limestone, and benthic algae foraminifers. Limestone ages range from Middle to Upper Miocene (N12 - N16), were formed in an inner Neritic. Limestone is equivalent to Wonosari and Punung Formations, based on standard microfacies type, facies zone, and age range. When lignite intercalation are present, the limestone is equivalent to the Punung Formation.
ALTERASI DAN KARAKTERISTIK URAT TEMBAGA BERDASARKAN METODE ANACONDA MAPPING TUNNEL X KABUPATEN PACITAN JAWA TIMUR Hadi Prayoga; Amara Nugraheni Nugrahini; Herning Dyah Kusuma Wijayanti
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v10i1.9685

Abstract

Endapan epitermal merupakan hasil aktivitas larutan hidrotermal yang berkaitan dengan vulkanisme dan intrusi dengan kedalaman berkisar 1 - 1,5km dan suhu 50℃-300℃. Kabupaten Pacitan, Jawa Timur memiliki sistem vulkanisme yang kompleks ditinjau dengan adanya multi-intrusi pada kala Oligosen - Miosen. Hal ini dipicu karena tektonik Pulau Jawa yang mengalami setidaknya 4 proses tektonik yang menyebabkan terbentuknya endapan logam berharga (precious metal deposits). Alterasi hidrotermal memiliki manifestasi keberadaan precious metal salah satunya deposit tembaga, metode anaconda mapping merupakan metode eksplorasi guna meningkatkan resources deposit logam di Indonesia. Hasil analisis terraspektral mendeteksi kehadiran mineral alterasi pirofilit, analisis petrografi serisitic dan interpretasi sampel handspeciment kaolin – smectite – illite – serisit merupakan tipe alterasi advance argilic – argilic terubah secara pervasif. Kehadiran mineral sulfida berdasarkan analisis mineragrafi terdiri dari kalkosit – enargit – pirit – kovelit – tetrahidrit – tenantit – sfalerit – kalkopirit dan mineral oxide supergene hematit – gutit – malasit – azurit dan jerosit. Jenis vein terdiri dari Vein Massive Sulfide En – Ten – Tetr – Ccp – Cov – Sph – Azr – Mlc – Hem + Goe ; Vein Pyrite; Vein Pyrite + Qz ; Vein Qz with black sulfide on centerlie (Cu basemetal) / Vein AB ; Vein Hematite; Vein Py + Black Sulfide (Cu basemetal). Vein memiliki karakteristik pola dominan Baratlaut –Tenggara dan trend dominan Timurlaut – Baratdaya. 
Geologi dan Analisis Kualitas Air Tanah Daerah Sambirejo dan Sekitarnya, Kecamatan Mantingan, Kapubaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur Marci Resimanuk; Hita Pandita; Herning Dyah Kusuma Wijayanti
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas airtanah adalah tingkat kesesuaian air yang digunakan untuk pemenuhan tertentu bagi kehidupan manusia, seperti kebutuhan untuk minum, mandi, mencuci, mengairi tanaman, minuman ternak dan sebagainya. Pada daerah penelitian tepatnya di Daerah Sambirejo dan sekitarnya, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas airtanah pada daerah penelitian. Hasil dari penelitian dengan menghadirkan kualitas airtanah yang ada pada daerah penelitian. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengambilan data dilapangan berupa sampel air, pengukuran (elevasi permukaan, MAT, kedalaman sumur, suhu, pH, TDS, DHL), serta Metode analisis laboratorium. Hasil penelitian kualitas airtanah yang dilakukan dilapangan menunjukan bahwa sampel air yang diambil memiliki nilai yang berbeda-beda. Hasil dari analisis laboratorium menunjukan bahwa sampel air sumur nomor 3,5,7,10 memenuhi Persyaratan kualitas airtanah menurut Permenkes R.I No: 416/MENKES/PER/IX/1990.
Analisis Porositas Dan Permeabilitas Batupasir Halang Sebagai Potensi Batuan Reservoir di Daerah Suru dan Sekitarnya, Kecamatan, Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah Indri Dwi Uthami; Amara Nugrahini; Herning Dyah Kusuma Wijayanti
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian berada di daerah Suru dan sekitarnya, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah yang merupakan bagian dari Zona Serayu Utara yang diketahui memiliki potensi adanya petroleum system yang aktif. Penelitian dilakukan untuk mengetahui potensi batupasir Halang sebagai batuan reservoir dengan menggunakan analisis porositas dan permeabilitas batuan. Setelah perhitungan nilai porositas dan permeabilitas didapat selanjutnya dihubungkan dengan klasifikasi Koesoemadinata (1980). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perbedaan nilai porositas dan permeabilitas disebabkan oleh tekstur batuan, seperti ukuran butir, bentuk butir, sortasi / pemilahan, kemas, komposisi mineral, dan lain-lain. Sampel yang mempunyai nilai porositas dan permeabilitas paling baik adalah sampel LP 42, dimana pada sampel tersebut terdapat struktur spheroidal weathering yang menyebabkan terbentuknya rekahan pada batuan yang dapat terisi oleh fluida.
Porositas Satuan Batupasir Penyatan Sebagai Akuifer Dengan Analisis Petrografi Menggunakan Cairan Blue Dye Heldina Puspita Maharani; Dianto Isnawan; Herning Dyah Kusuma Wijayanti
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batupasir merupakan salah satu batuan sedimen klastik yang memiliki porositas cukup baik, memiliki nilai porositas 30%-40% dan pada umumnya berperan sebagai reservoir atau akuifer yang butirannya berukuran pasir sangat halus sampai pasir sangat kasar. Penelitian ini dilakukan terhadap batupasir yang termasuk ke dalam Formasi Penyatan Daerah Kaloran Dan Sekitarnya, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan hasil perhitungan nilai porositas menggunakan bantuan cairan blue dye didapatkan nilai 34,64% (top), 38,89 (middle) dan 45,19% (bottom) dengan nilai kualitas dari porositas >20% yang termasuk pada kualitas baik. Hal ini membuktikan bahwa nilai porositas yang didapatkan menunjukkan batupasir dapat berperan baik sebagai lapisan pembawa airtanah atau akuifer pada daerah penelitian