Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Hypnoparenting untuk Meningkatkan Motivasi Orang Tua dalam Membimbing Pembelajaran Online Anak Usia Dini pada Masa Pandemi COVID-19 Yuli Salis Hijriyani
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v2i2.4096

Abstract

Since the Covid-19 pandemic come to Indonesia, all of the education activity was doing at home. Transition learning activities from school to home is becoming heavy homework that was felt by all parents. The reason is that most parents do not understand the appropriate learning strategies for their children because what has been done so far is by using conventional methods of parenting. The best care for children is not an easy process in which parents need knowledge of parenting skills (the ability to raise children). Hypnoparenting training is one of the developments in parenting skills development because it becomes the basic foundation for parents to build the best care for their children. The training is carried out through several stages, including (1) preparation for the implementation of training in the form of an agreement on the implementation time, (2) implementation of hypnotherapy training with approximately 50 participants consisting of RA teacher parents (3) evaluation stage, the evaluation is to see the effectiveness of the implementation of hypnoparenting training. Through hypnoparenting training, parents gain knowledge of parenting skills from an early age by involving the child's subconscious to become an effective parenting model. The training activities carried out on three May 2020 had a positive impact on increasing parents' motivation in developing fun online learning activities at home during the Covid-19 pandemic.(Semenjak wabah Covid-19 memerangi Indonesia semua aktifitas pendidikan dilakukan dirumah, transisi kegiatan belajar mengajar dari sekolah ke rumah menjadi PR berat yang dirasakan semua orang tua. Pasalnya Sebagian besar orang tua belum memahami strategi pembelajaran yang tepat bagi anaknya, karena yang selama ini dilakukan adalah dengan cara pengasuhan metode konvensional. Pengasuhan yang terbaik bagi anak bukan suatu proses yang mudah dalam menjalankannya orang tua membutuhkan pengetahuan tentang aspek parenting skill (kemampuan mengasuh anak). Pelatihan hypnoparenting salah satu perkembangan pengetahuan di dunia parenting skill, karena hal ini menjadi pondasi dasar bagi para orang tua guna membangun pengasuhan terbaik untuk anak. Pelatihan yang dilakukan melalui beberapa proses tahapan diantaranya adalah (1) persiapan pelaksanaan pelatihan berupa perjanjian kesepakatan waktu dilaksanakannya,(2) pelaksanaan pelatihan hypnoterapi dengan peserta kurang lebih 50 orang terdiri dari orang tua guru RA (3) tahapan evaluasi, evaluasi yang dilakukan adalah melihat keefektifan pelaksanaan pelatihan hypnoparenting. Melalui pelatihan hypnoparenting orang tua memperoleh pengetahuan keterampilan mengasuh anak sejak dini dengan melibatkan alam bawah sadar anak sehingga menjadi model pengasuhan yang efektif. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan tiga mei 2020 memiliki dampak positif terhadap peningkatan motivasi orang tua dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran online dirumah secara menyenangkan pada masa pandemi Covid-19).
PERAN GURU PAI DALAM MENCEGAH PAHAM RADIKALISME BAGI SISWA DI MTS IRSYADUL ANAM KIYUDAN SELOMARTANI KALASAN SLEMAN YOGYAKARTA Saprialman Saprialman; Ferianto Ferianto; Yuli Salis Hijriyani; Khairil Aswan
ANSIRU PAI : Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Vol 6, No 2 (2022): JURNAL ANSIRU PAI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ansiru.v6i2.14777

Abstract

This research departs from the phenomenon of radicalism that occurs in society, especially in the world of education. The understanding of radicalism is an understanding that must be immediately overcome and avoided from students because it is contrary to the Islamic religion which is rahmatan lil 'alamin and not in accordance with the purpose of organizing Islamic education itself. The focus of the problem in this study is "the role of Islamic Religious Education teachers in preventing radicalism for students". This research is a qualitative research with a descriptive-qualitative type of research. The subjects of his research were PAI teachers, principals and caregivers of Irsyadul Anam Islamic boarding schools as well as advisors at MTs Irsyadul Anam. Data analysis was carried out with interactive models from Miles and Huberman, namely, data condensation, display data, and conclusion drawing/verifications. The results showed that the role of PAI teachers in preventing radicalism for students at MTs Irsyadul Anam Kiyudan Selomartani Kalasan Sleman Yogyakarta can be seen from three aspects, namely: (1) Delivery of Islamic Learning Materials. (2) Application of Learning Methods, and (3) Assistance in Extracurricular Activities. 
Strategi Mengembangkan Motorik Halus Melalui Kegiatan Bermain Pasir Anak Usia Dini Di TK Aisyiyah III Baturetno Wonogiri Jawa Tengah Essy Farwati; Yuli Salis Hijriyani
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 3 No. 01 (2024): Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kindergarten.v3i01.1966

Abstract

Di TK Aisyiyah III Baturetno Wonogiri peneliti menemukan permasalahan motorik halus, seerti anak yang masih belum mampu dalam menulis, dalam menulis masih ada yang salah dan dengan kata kata yang panjang lalu ditulis kembali, anak-anak ada yang masih kurang kata-katanya dalam menulis. Dalam menggunting masih kurang rapi, mewarnai masih ada yang kurang penuh dan masih keluar garis dalam mewarnai. Untuk kegiatan mehubungkan atau menarik garis masih ada yang kurang tepat. Selain itu guru mengembangkan motorik halus juga menggunakan kegiatan bermain pasir. Sehingga diperlukan mengembangkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan bermain pasir. Artikel ini bertujuan: 1) Mendeskripsikan bagaimana strategi pengembangan kemampuan motoric halus melalui kegiatan bermain pasir anak usia dini di TK Aisyiyah III Baturetno Wonogiri. 2) Mendeskripsikan apa faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan motorik halus melalui kegiatan bermain pasir anak usia dini di TK Aisyiyah III Baturetno Wonogiri. 3) Mendeskripsikan capaian perkembangan kemampuan motoric halus melalui kegiatan bermain pasir di TK Aisyiyah III Baturetno Wonogiri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1) strategi pembelajaran mengguanakan strategi berpusat pada anak, dan strategi pembelajaran bermain. Serta melatih motorik halusnya dengan bermain pasir, yaitu dengan mencetak, membentuk, menabur, melukis. 2) faktor-faktornya ada faktor internal seperti faktor genetik, faktor motivasii diri, faktor kesehatan, faktor gizi anak. faktor eksternal yaitu pengetahuan orang tua, sosial ekonomi, sosial budaya, lingkungan sekitar. 3) Capaian perkembangan kemampuan motorik halus dalam kegiatan bermain pasir yaitu dengan mencetak, membentuk, menabur, melukis dapat mengembangkan motorik halus.
UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK MELALUI PEMBIASAAN SHALAT DHUHA DI TK ISLAM KHAIRIAH JIMBE JENANGAN PONOROGO mega sulfiani; Yuli Salis Hijriyani
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 3 No. 02 (2024): Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kindergarten.v3i02.3746

Abstract

Perkembangan nilai agama dan moral merupakan suatu kemampuan anak dalam beriskap dan berperilaku tetapi saat ini baanyak anak yang belum bisa memahami terhadap aturan kegiatan pembiasaan disekolah seperti anak sulit mengikuti aktifitas bersama guru. Padahal disisi lain terdapat pembelajaran bersikap dan bertutur kata yang menjadi pondasi awal untuk bekal anak dimasa yang akan mendatang untuk menjadi peribadi yang memiliki nilai agama dan moral yang baik. Shalat dhuha menjadi rutinitas harian anak yang dilakukan sebagai bentuk penanaman nilai agama dan moral. Oleh karena itu penelitian tentang upaya guru dalam meningkatkan perkembangan nilai agama dan moral melalui pembiasaan shalat dhuha sangat penting untuk dilakukan Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan pembiasaan shalat di TK Islam Khairiah Jimbe Jenangan Ponorogo (2) untuk mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi perkembangan nilai agama dan moral melalui pembiasaan shalat dhuha di TK Islam Khairiah Jimbe Jenangan Ponorogo (3)untuk mendeskripsikan tingkat capaian perkembangan nilai agama dan moral melalui pembiasaan shalat dhuha di TK Islam Khairiah Jimbe Jenangan Ponorogo. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan shalat dhuha merupakan kegiatan terjadwal di sekolah yang dilakukan di Masjid pada pukul 07.30 WIB. Sebelum shalat dhuha diawali dengan wudhu, belajar adzan, menghafal surah pendek serta asmaul husna dan diakhiri dengan berdoa dan berzikir.(2) Faktor yang mempengaruhi Perkembangan nilai agama dan moral yaitu faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal merupakan keinginan anak untuk mengikuti shalat dhuha dan ketertiban anak melakukan shalat, faktor eksternal yaitu sarana prasarana yang memadahi untuk melakukan pembiasaan shalat dhuha di sekolah berupa tempat ibadah atau masjid.(3) Capaian tingkat pengembangan nilai agama dan moral melalui shalat dhuha berkembang sesuai dengan yang diharapkan, diantaranya mampu mengenal agama yang dianut, meniru gerakan shalat dengan benar, berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, mengenal perilaku yang baik, membiasakan diri berperilaku baik,serta memberi salam dan membalas salam. Dengan adanya pembiasaan shalat dhuha dapat membentuk anak memiliki nilai agama dan moral yang baik sesuai.