Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Tedc

Pembuatan Serbuk Aseton Lipase Biji-Biji Minyak Indonesia Myra Wardati Sari
Jurnal TEDC Vol 11 No 1 (2017): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.346 KB)

Abstract

Serbuk aseton-lipase merupakan preparat amobil lipase yang bersumber dari biji-biji minyak di Indonesiasebagai bio-katalis. Biji-biji yang digunakan dalam penelitian ini adalah biji jarak kastor; biji kapok; dan ‘biji’dedak padi. Serbuk aseton-lipase dibuat dengan menyingkirkan minyak yang terkandung dalam biji melaluipengekstrakan dengan pelarut aseton. Pengekstrakan dilakukan beberapa kali sampai minyaknya benarbenar hilang. Hilangnya minyak dari filtrat diuji secara visual. Serbuk aseton-lipase biji kastor memilikikeatifan yang baik karena asam lemak pada biji asalnya (tanpa pengecambahan) mencapai 45,5 mgKOH/gram minyak. Serbuk aseton-lipase biji kapok memiliki keaktifan yang sangat rendah yaitu berkisarpada 2,6 – 2,8 mg KOH/gram minyak. Sedangkan serbuk aseton-lipase dedak padi memiliki keaktifanmencapai 120 mg/gram minyak.Kata kunci: lipase, serbuk aseton, dedak padi, kastor
PEMANFAATAN BATANG POHON PISANG SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN AKTIVATOR EM4 DAN LAMA FERMENTASI Myra Wardati Sari; Siti Alfianita
Jurnal TEDC Vol 12 No 2 (2018): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.621 KB)

Abstract

Batang pohon pisang memiliki jumlah berlimpah dan mudah kita jumpai di sekitar kita. Dalam masa tanamnya, pohon pisang hanya berbuah sekali setelah itu mati dan menimbulkan tumpukan limbah organik. Oleh karena itu, timbul gagasan untuk memanfaatkan limbah batang pohon pisang menjadi produk akhir yang bernilai yaitu pupuk organik cair melalui proses fermentasi. Selama proses fermentasi, dilakukan penambahan aktivator EM4 yang berfungsi untuk merombak senyawa polimer menjadi monomernya. Senyawa monomer tersebut berupa unsur hara yang nantinya akan diserap oleh tanaman. Penambahan EM4 bertujuan untuk mempercepat proses fermentasi. Parameter mutu pupuk cair diperiksa melalui analisa kadar N, P, dan K. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah untuk penentuan kadar N menggunakan metode Kjedahl, kadar P menggunakan Spektrofotometer UV-Vis, kadar K menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi (6,12,18,24 hari) memberikan kandungan N,P,K yang berbeda, yaitu kandungan unsur N berturut-turut 0,04%, 0,02%, 0,01%, 0,01%; kandungan unsur P berturut-turut 0,001%, 0,004%, 0,00%, 0,00%; kandungan unsur K berturut-turut 0,17%, 0,17%, 0,17%, 0,16%. Lama fermentasi yang optimal untuk masing-masing kandungan unsur N, P,K tertinggi berturut-turut yaitu pada fermentasi 6 hari, fermentasi 12 hari. Penentuan mutu analisis produk akhir berstandar pada Peraturan Mentan, No.28/Permentan/SR.130/5/2009. Kata Kunci: batang pohon pisang, pupuk organik cair, aktivator EM4, fermentasi, unsur hara